
Kini Adinda dan Ustad Abrisam sudah sampai di rumah sambil membawa sekantong belanjaan bahan makanan yang sudah habis dan mereka pun masuk ke dalam rumah menghampiri bibi Siti yang lagi menyapu rumah itu.
“Assalamualaikum.”Ucap Salam Adinda dan Ustad Abrisam.
“Waalaikumsalam.”jawab Bibi Siti.
“Hey Pak Abri dan Bu dinda sudah pulang.”Ucap Bibi yang tersenyum.
“Iya bibi Siti.”Ucap Ustad Abrisam tersenyum ramah.
“Bibi Siti saya minta tolong bawa semua belanja ini ke dapur ya.”Ucap Adinda menyuruh bibi Siti.
“Baik Bu dinda.”Ucap Bibi Siti.
Setelah itu Adinda dan Ustad Abrisam pun berlalu meninggalkan bibi Siti menuju kekamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar Adinda pun berlalu ke lemari pakaian untuk mengambil baju ganti untuk Ustad Abrisam dan juga sekali baju ganti untuknya.
Sementara Ustad Abrisam dari tadi sudah masuk ke dalam kamar mandi membersihkan badan yang sudah lengket dan bau asam.
Beberapa menit kemudian Ustad Abrisam keluar dari kamar mandi dan di lanjutkan dengan Adinda yang masuk ke kamar mandi sambil membawa baju ganti sudah dia ambil tadi.
Sementara Ustad Abrisam yang sudah berpakaian itu langsung mengambil Al-Qur’an untuk dibaca sambil menunggu Waktu magrib tiba.
Setelah beberapa menit Adinda keluar dari kamar mandi dengan pakaian sudah lekang dan Adinda langsung meluruskan pandangannya mencari keberadaan Ustad Abrisam.
Kemudian Adinda pun menangkap keberadaan Ustad Abrisam yang ada di balkon rumah yang sedang mengaji.
Adinda pun langsung menghampiri Ustad Abrisam yang lagi mengaji itu sekaligus Adinda ikut mengaji bersama ustad Abrisam.
Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara Azab Maghrib kumandang di masjid pesantren Ustad Abrisam dan Adinda pun memberhentikan membaca Al-Qur’an dan lalu mereka pun langsung masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam Adinda langsung membantu Ustad Abrisam bersiap siap untuk berangkat ke masjid pesantren.
setelah itu Adinda pun melatar Ustad Abrisam yang mau berangkat ke masjid sampai depan rumah.
__ADS_1
Setelah Ustad Abrisam sudah pergi, Adinda pun langsung masuk ke dalam rumah menuju ke kamar nya untuk mengerjakan sholat Maghrib di dalam kamarnya.
***********
Kini Adinda sedang mengobrol bersama bibi Siti sambil mereka menonton TV dan sementara Ustad Abrisam belum pulang ke rumah. Namun tidak lama kemudian Ustad Abrisam pun pulang ke rumah.
“Assalamualaikum.”Ucap salam Ustad Abrisam yang membuka pintu Rumah.
“Waalaikumsalam.”Jawab Adinda dan bibi Siti. Adinda pun langsung mengambil tangan Ustad Abrisam untuk dicium dan lalu pandangan Adinda teralihkan dengan apa yang ada di tangan Ustad Abrisam.
“hubby kamu bawa apa itu.”Tanya Adinda yang melihat apa dibawa Suaminya itu.
“Oh ini Mai tadi hubby mampir ke rumah Umi sebentar lalu umi memberikan ini ke hubby.”Ucap Ustad Abrisam yang memberi tau Adinda.
“Oh gitu ya hubby, terus isinya apa hubby.”Ucap Adinda sambil bertanya.
“hubby aja gak tau Mai apa yang umi berikan.”Ucap Ustad Abrisam yang mengangkat kedua bahu bertanda tidak tahu.
“Kalau itu bagaimana kita buka aja dulu hubby agar kita tahu isi apa.”Ucap Adinda yang memberikan solusi.
“iya udah silahkan kamu buka mai.”Ucap Ustad Abrisam.
Ustad Abrisam yang melihat istrinya terkejut itu pun langsung bertanya apa isi didalamnya.
“Emang isi didalamnya apa Mai, kenapa hubby melihat ekspresi mu itu menunjukkan kejutan.”tanya Ustad Abrisam.
“Ini hubby isi didalamnya itu adalah jamu.”Ucap Adinda
“Jamu apa Mai.”Tanya Ustad Abrisam bingung.
“Jamu kesuburan hubby.”Jawab Adinda.
“Terus kenapa kamu terkejut mai saat membuka nya.”Tanya Ustad Abrisam.
“Bagaimana Mai gak terkejut hubby kalau umi ingin kita cepat memiliki anak.”Ucapan Adinda.
__ADS_1
“iya itu bagus dong Mai artinya umi ingin kita cepat memiliki anak agar rumah tangga kita menjadi sempurna, terus apa yang kamu masalahin.”Ucapan Ustad Abrisam.
“Iya hubby Mai mengetik, tapi masalahnya itu seadanya kalau Mai belum bisa hamil bagaimana hubby, terus Umi kecewa Sama Mai.”Ucap Adinda
“Mai jangan ngomong seperti itu karena rezeki jodoh dan maut hanya ada di tangan Allah SWT. hubby juga yakin kalau umi tidak akan pernah kecewa dengan Mai kalau seandainya Mai belum hamil dan sedangkan pernikahan kita aja baru berjalan empat Minggu, jadi kita masih ada kesempatan untuk berusaha memiliki anak mai.”Ucapan Ustad Abrisam.
“iya hubby.”Ucap Adinda yang meluk Ustad Abrisam.
Dari kejauhan Bibi Siti yang melihat kejadian itu pun merasakan terharu dan juga bahagia dengan kisah cinta kedua majikannya itu.
Setelah itu Adinda mengajak Ustad Abrisam ke meja makan untuk makan malam.
Setelah mereka sampai di meja makan dan Adinda langsung menyendok Nasi dan juga mengambil beberapa Lauk yang sudah dimasak bibi Siti tadi untuk Ustad Abrisam.
“Hubby ini makan nya.”Ucap Adinda yang langsung menaruh piring berisi makanan itu di depan Ustad Abrisam.
“Terima kasih Mai.”Ucap Ustad Abrisam.
“Iya sama sama hubby.”Ucap Adinda.
Kemudian kini giliran Adinda yang mengambil nasi dan beberapa lauk pauk untuk dirinya sendiri.
Setelah itu mereka pun langsung memulai memakannya dan beberapa menit kemudian mereka selesai dengan makan malam mereka.
Lalu Adinda langsung mengambil piring kotor dan di bawa ke Wastafel untuk dicuci.
Setelah selesai mencuci piring Adinda langsung menyusun Ustad Abrisam yang berada di ruangan keluarga sedang menonton TV dan sekalian mencerna makanan yang baru aja masuk ke dalam perutnya.
Adinda langsung duduk di samping Ustad Abrisam yang lagi menonton TV dan saat Adinda aksi-aksinya menonton Acara di TV tiba-tiba handphone nya berbunyi dan lalu Adinda pun mengambil hpnya itu untuk melihat siapa yang mengirim pesan.
Saat Adinda sudah membuka hpnya yang ternyata pesan itu dikirimkan oleh kakak Ega yang memberikan taukah bahwa besok lusa disuruh Bunda datang ke Rumah untuk menyambut kepulangan kakak Marvin dari luar negeri.
Adinda yang membaca itu pun langsung merasa bahagia dikarenakan kakak sepupu kesayangannya yang sudah lama gak pulang Indonesia itu sekarang akan pulang ke Indonesia.
Ustad Abrisam yang melihat Adinda bahagia sehabis membaca pesan yang dikirimkan seorang itu pun merasa bingung dan kemudian Ustad Abrisam pun bertanya ke Adinda siapa yang mengirim pesan.
__ADS_1
Adinda yang ditanya pun memberikan tau Ustad Abrisam siapa yang tadi mengirimkan pesan. Ustad Abrisam yang mendengar itu hanya mengangguk aja dan kemudian mereka pun kembali melanjutkan menonton TV.
Setelah beberapa menit kemudian Adinda dan Ustad Abrisam pun berlalu meninggalkan ruangan keluarga menuju ke kamar mereka dikarenakan jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam.