
Adinda Zahra dan anak-anak mereka saat ini sudah dalam perjalanan menuju Rumah orang tuanya Nissa, dikarenakan kemarin mereka mendapatkan kabar bahwa Nissa sudah pulang ke Rumah.
Tak lama mereka pun sampai di depan halaman rumah nya Nissa tempat memarkirkan mobil setelah pintu gerbang nya sudah di bukankah oleh satpam rumah Nissa. Lalu mereka beranjak turun dari mobil setelah memarkirkan mobil nya.
Namun sebelum mereka masuk ke dalam, mereka sempat menghubungi Tante Raisa dulu untuk memberi tau bahwa mereka sudah ada di depan Rumah.
Tak lama setelah mereka menghubungi mama nya Nissa, mama nya Nissa pun langsung datang menghampiri mereka.
“Assalamualaikum, Tante.”Salam Adinda dan Zahra sambil mencium tangannya tanya Raisa dan diikuti oleh anak-anak mereka.
“waalaikumsalam.”Jawab mama nya Nissa.
“Nissa dimana Tante.”Tanya Zahra
“Nissa ada di taman belakang bersama dengan salsa, Devin dan teman nya yang sesama dokter di Palembang.”Jawab mama nya Nissa.
“kalau begitu yuk kita masuk sayang.”ajak Mama nya Nissa.
“Iya tante/nenek.”Ucap mereka yang lalu masuk ke dalam.
Di dalam Rumah, mereka langsung saja bergegas berjalan ke taman belakang Rumah Nissa. dari kejauhan mereka sudah melihat Nissa yang duduk di atas ayunan bersama sepupu dan seorang yang mirip laki-laki dilihat dari belakang.
“Assalamualaikum.”Salam Adinda dan Zahra.
Nissa yang lagi aksinya mengobrol dengan teman dan sepupunya itu tiba-tiba harus berhenti dengan adanya suara orang yang mengucapkan salam. Lalu Nissa dan lainnya pun menoleh kearah orang yang mengucapkan salam itu sambil membalas salamnya.
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka.
“Dinda, Zahra..”panggil Nissa yang nampak terkejut melihat kedua sahabat nya yang ada di hadapannya. Lalu Nissa pun langsung berjalan kearah mereka sambil memeluk keduanya.
“Dinda, Zahra aku sangat kangen sekali dengan kalian.”Ucap Nissa yang langsung memeluk kedua sahabatnya.
“Sama niss, aku juga sangat rindu dengan mu, kenapa kamu baru pulang sekarang Nissa dan selama lima tahun ini kamu ngapain aja di Palembang, sampai-sampai kamu tidak pernah memberikan kami kabar ataupun setiap kami menghubungi mu selalu tidak pernah kamu angkat.”Ucap Adinda yang ada di pelukan Nissa.
“Iya Niss, kenapa setiap kami telpon selalu tidak pernah kamu angkat.”Tanya Zahra sama ada di pelukan Nissa.
“Maafin aku Din Zahra, selama aku di Palembang itu aku selalu disibukkan dengan semua jadwal operasi dan juga selalu mendapat shift malam untuk memantau setiap pasien yang baru saja menjalani operasi, membuat aku tidak bisa minta izin pulang ke Rumah, kalau masalah aku tidak hubungi kalian tiga tahun ke ini karena handphone ku hilang dan juga saat aku sudah membeli handphone baru, aku tidak bisa hubungi kalian disebabkan aku tidak hafal dengan nomor baru kalian.”Jawab Nissa.
“kamu kenapa nggak minta saja sama tante Raisa atau om Alif.”Tanya Zahra yang melepaskan pelukan dari Nissa.
“tadi aku udah bilang kalau aku di sana itu sangat sibuk sekali dan sampai aku aja jarang bisa untuk nelpon mama ku.”Jawab Nissa.
__ADS_1
“Oh iya lexa mana, kenapa nggak ikut sama kalian.”Tanya Nissa yang tidak melihat keberadaan satu sahabatnya.
“Lexa ada di Bandung dan kini dia sudah Berkeluarga.”Jawab Zahra.
“Kapan lexa nikah dan dia nikahnya dengan siapa.”Tanya Nissa.
“Lexa menikah satu tahun yang lalu dengan kakak ku dan sekarang lexa sedang mengandung anak pertama dengan kakak ku.”jawab Adinda.
“Maksudmu lexa itu nikah dengan kak Ega, kah kak Ega itu sudah menikah dengan ustazah Mila.”Ucap Nissa.
“Bukan dengan kak Ega juga kali Niss.”Sahut Zahra.
“Terus dengan siapa lagi, kah tadi kamu bilang lexa menikah dengan kakaknya Dinda.”Tanya Nissa.
“Kakaknya Dinda itu bukan kakak Ega aja, tapi kah masih ada Kakak Marvin.”Jawab Zahra.
“Yang jelas dong din, kalau lexa itu menikah dengan kak Marvin, jadi aku tidak mungkin salah mikirin kakak ega nikah lagi.”Tukas Nissa.
“Kamu jangan salah Dinda saja Niss, kamu kah bisa pikir sendiri, kalau Dinda itu bukan cuma punya satu saudara laki-laki aja yang masih belum menikah.”Tegur Zahra.
“Iya, maaf aku salah deh.”Ucap Nissa.
“Iya udah kami maafkan.”Ucap mereka.
Adinda dan Zahra yang baru aja berkenalan dengan Keira teman Nissa yang dari Palembang itu nampak sekali mereka sangat akrab dan sampai membuat nissa jadi di cuekin. Tapi Nissa tidak masalah itu semua karena baginya melihat sahabat dan temannya bisa akrab dan rukun itu menjadi hal bahagia baginya.
Sedangkan Salsa yang di tinggalkan sendiri di ayunan oleh Nissa dan teman nya itu pun langsung pergi dengan diikuti Devin dari belakang dan sebelum pergi dia pun berpamitan dulu dengan tantenya yang saat itu ada di dapur membuat minuman untuk sahabat anaknya.
****************
Esok harinya Nissa dan Keira sedang berada di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara untuk pergi jalan-jalan sebelum mereka kembali ke Palembang.
“Nissa, kita main ke time zone yuk.”Ajak Keira.
“Iya kei, ayo kita main.”Ucap Nissa yang lalu berjalan ke time zone dan diikuti Keira.
Sesampainya di dalam Nissa dan Keira pun langsung pergi ke kasir untuk mengisi sardo di kartu time zone mereka.
Setelah itu mereka pun langsung mulai bermain dengan beberapa permainan seperti Game Arcade Balap Mobil, Air Hockey, Street Basket Ball, Dance Revolution dan Bumper cars.
Nissa yang sudah beberapa kali gagal memasukkan bola ke dalam ring itu nampak sekali ia tidak ahli dalam memainkan permainan ini.
__ADS_1
Berbeda halnya dengan Keira yang selalu masuk dan sampai dia menjadi pusat perhatian banyak orang, karena permainan nya yang mengesankan dan mendapatkan skor tertinggi yang diraihnya seolah menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung lain yang sekedar melihat atau ikut berteriak menjadi pemandu sorak.
“Yah, aku kalah lagi deh.”Ucap Nissa yang cemberut.
“udah niss, kamu jangan cemberut dong, nanti hilang cantik nya dan aku juga yakin kamu pasti bisa masukkan bola itu.”Ucap Keira.
“Iya, makasih kei.”Ucap Nissa.
“Iya udah kalau begitu yuk kita mainkan Dance Revolution.”Ajak Keira.
“Iya, ayo kei.”Ucap Nissa yang lalu mengikuti Keira pergi ke tempat permainan Dance Revolution.
Saat mereka mau pergi ke tempat permainan Dance Revolution tiba-tiba saja ada seorang yang memanggil namanya Nissa.
“Nissa...”Panggil orang itu. Nissa yang mendengar itu langsung menoleh kearah asal suara itu.
“Kak vano.”Ucap Nissa yang terkejut.
“Nissa, dia itu siapa.”Bisik Keira di telinga Nissa, tapi Nissa tidak menjawab pertanyaan dari Keira.
“Kamu itu Nissa kah.”Tanya Vano, karena wajah Nissa sekarang sudah nampak berubah dari lima tahun sebelum Nissa pergi ke Palembang.
“Iya kakak.”Jawab Nissa.
“Kamu kapan pulang nya niss.”Tanya Vano.
“Baru beberapa hari yang lalu aku pulang kak.”Jawab Nissa.
“kakak vano sendiri ngapain ke sini.”Tanya Nissa yang melihat kakaknya Alexa datang ke time zone.
“aku kesini sedang menemani Kak Riko yang mengajak anak-anaknya bermain.”Jawab Vano. Nissa yang dengar itu cuma mengangguk saja.
“Oiya Nissa dia ini siapa ya.”Tanya Vano ke orang mirip laki-laki yang ada di sampingnya Nissa.
“perkenalkan aku kei, t-.”...
“Dia kei pacar ku kak.”Sela Nissa. Vano yang dengar itu langsung terkejut dengan pengakuan Nissa.
“Kalau begitu aku permisi dulu ya kak, Assalamualaikum.”Ucap Nissa yang langsung pergi sambil menarik tangan nya Keira.
“Waalaikumsalam.”Jawab Vano yang melihat Nissa pergi dengan memegang tangannya orang itu merasakan hatinya sakit sekali.
__ADS_1
"Niss dia itu siapa, kenapa kamu bilang aku pacar mu.”Tanya Keira.
“Dia itu kak Vano kakaknya salah satu sahabat ku yang ada di Bandung, kalau masalah aku bilang kamu pacar ku itu kamu tidak usah tanya apa alasannya.”Ucap Nissa. Keira yang dengar itu pun langsung diam dan tidak lagi bertanya.