
Kini Adinda dan anak-anak sudah sampai di restoran dan lalu mereka pun masuk ke dalam restoran. Didalam restoran saat mereka mencari meja yang masih kosong, tiba-tiba Arfan tidak sengaja melihat Abi nya yang saat itu sedang duduk di satu meja dengan dengan salsa. Lalu Arfan pun memanggil uminya untuk memberikan tahukan.
“Umi.... ”Panggil Arfan sambil menarik lengan baju Adinda.
“Ada apa sayang.”Tanya Adinda.
“Umi itu bukannya Abi dan tante putri ya.”Ucap Arfan yang menunjukkan sebuah meja yang diduduki oleh ustad Abrisam dan salsa.
“Mana sayang.”Tanya Adinda dengan mata mencari cari sosok sang suami yang disebut oleh anaknya di setiap sudut meja di restoran itu.
Tak lama Adinda pun menemukan keberadaan sang suami yang saat itu sedang duduk satu meja dengan salsa yang sudah kembali dari luar negeri empat tahun yang lalu.
Semenjak salsa kembali ke Indonesia dan juga mengetahui orang yang tak sengaja ia temui di Inggris itu adalah suaminya Adinda, dia pun mulai mendekati suami dan sekaligus anaknya Adinda, karena dia teringat dengan dendamnya pada Adinda saat masih sekolah menengah dulu yang berani merebut cintanya haris dan juga membuat dirinya malu di depan umum yang disebabkan haris lebih memilih Adinda daripadanya.
Tapi itu semua tidak membuat Adinda jadi tinggal diam aja dengan semua tingkat laku salsa yang ingin kembali merebut dan mengganggu hubungannya dengan orang tersayangnya.
“Arfan tunggu sayang kamu mau kemana nak.”Panggil Adinda ke anaknya yang saat itu lari. Tapi Adinda pun tetap mengikuti kemana anaknya pergi dengan diikuti Rian dan Aqila.
“Abi....... ”Panggil Arfan yang berlari ke meja Abi nya. Ustad Abrisam dan Salsa yang mendengar itu langsung menoleh kearah asal suara tersebut.
“Arfan, kamu kesini sama siapa nak.”Tanya Ustad Abrisam yang terkejut melihat anaknya datang sendiri.
“Arfan datang sama Umi Rian dan Qila bi tante.”Jawab Arfan.
“Dimana Umi nak.”Tanya Ustad Abrisam dengan mata mencari-cari keberadaan sang istri di setiap sudut meja di restoran.
“Iya Arfan, dimana Umi mu.”Ucap Salsa pura-pura ramah.
“Umi ada.....”
“Umi ada disini bi.”Sela Adinda yang tiba-tiba datang dari belakang Ustad Abrisam dengan diikuti keponakannya dan juga anak sahabatnya.
“Hey Umi sayang, kamu mau makan ya.”Tanya Ustad Abrisam.
“Iyalah bi, kasih anak-anak ini sudah waktu makan siang, tapi mereka belum makan, jadi umi bawa mereka kesini deh.”jawab Adinda.
“Kalau Abi sendiri ngapain ada disini dengan Salsa.”selidik Adinda yang melihat suaminya yang duduk satu meja dengan Salsa. karena semenjak dinyatakan hamil anak kedua, Adinda mulai sedikit manja dan posesif dengan Ustad Abrisam yang berdekatan dengan seorang wanita termasuk terhadap keluarganya sendiri ataupun klien suaminya.
“Abi sendiri kesini baru aja selesai meeting dengan nona salsa mi dan Abi pun disini juga bukan cuma berdua aja dengan nona salsa, melainkan juga ada Asisten Harry.”Ucap Ustad Abrisam.
“Terus pak Herry mana bi.”Tanya Adinda.
“Herry tadi izin ke toilet sebentar mi.”Ucap Ustad Abrisam. Adinda yang dengar itu hanya mengangguk.
“Kalau itu boleh dong umi dan anak-anak duduk disini bi.”Tanya Adinda yang menaikkan turunkan alisnya. Ustad Abrisam yang melihat itu pun tau bahwa sekarang istrinya sedang dalam mode cemburu.
“Boleh dong Umi sayang.”jawab ustad Abrisam yang kemudian menarik kursi untuk mempersilakan sang istri duduk.
“Makasih bi.”Ucap Adinda yang sudah duduk, lalu kemudian Adinda pun mencium pipi suaminya dan ustad Abrisam yang mendapat ciuman itu hanya tersenyum aja sambil menganggukkan kepalanya.
“Ck... Sialan ini Dinda berani sekali mengganggu kesenangan ku yang berdua dengan Abri dan malahan sekarang dia berani mencium suaminya depanku.”Batin Salsa sambil meremas baju dengan kuat untuk melampiaskan emosinya.
__ADS_1
“Kamu mau pesan apa mi, biarkan Abi pesankan.”Tanya ustad Abrisam.
“Sebentar bi, coba umi lihat dulu.”Ucap Adinda yang melihat buku menu.
“anak-anak mau pesan apa, biar sekalian umi sebutkan.”Tanya Adinda.
“Arfan mau ini sama ini aja mi.”Ucap Arfan yang menunjukkan menu spaghetti bolognese dan mix fruit ice cream.
“Kalau kalian mau pesan apa.”Tanya Adinda kembali pada ponakan dan anak sahabatnya.
“Kami sama kaya yang di pesan Arfan Tante.”Ucap mereka.
“Em... baiklah, jadi umi pesan Bebek Bengil 2, Ayam rica-rica 1, spaghetti bolognese 4, tape bakar senayan 1, kentang goreng Netherland 1, nasi capcay goreng 2 dan untuk minumannya air putih sama jus Apel 2 dan mix fruit ice cream 3 bi.”Ucap Adinda.
“Umi kenapa sih banyak sekali pesannya, apa umi sanggup untuk mengabiskan semuanya.”Tanya ustad Abrisam yang heran dengan pesanan istrinya.
“Abi tidak usah banyak protes deh, umi pesan juga bukan untuk umi sendiri tapi melainkan untuk anak-anak dan juga Zahra yang sebentar lagi nyusul datang kesini.”Jawab Adinda.
“Kalau pun makan tidak habis kah ada abi yang menghabiskannya.”Lanjut Adinda. Ustad Abrisam yang dengar itu hanya pasrah aja dan lalu ustad Abrisam pun memberikan daftar pesan Istrinya itu ke pelayan.
Tak lama Asisten Herry pun datang kembali sehabis dari toilet dan susunan dengan kedatangan Zahra yang saat itu mencari keberadaan Adinda dan anak-anak.
“Hei ada Bu Dinda, kapan datangnya Bu.”Tanya Herry.
“Barusan tadi pak.”jawab Adinda.
“Dinda, aku cari ternyata kamu ada disini dengan suamimu.”Ucap Zahra yang baru menemukan adinda dan anak-anak.
“Dinda, kenapa kamu nggak kasih tau aku kalau ada salsa disini.”Bisik Zahra ke Adinda.
“Aku aja juga kaget tau Zahra, saat aku baru datang aku sangat emosi dengan salsa, karena aku tidak sengaja tadi melihat dia dengan suamiku berdua dan lebih parah lagi dia berani memegang tangan suamiku.”Ucap Adinda yang berbisik.
“Wih... Gila itu salsa, tapi kah tadi ada pak Herry din, memang pak Harry tadi tidak menghalanginya Salsa yang ingin memegang tangan ustad Abri.”Bisikan Zahra.
“Tadi pak Herry ada di toilet Zahra, jadi pak Herry gak lihat itu.”Ucap Adinda yang masih berbisik.
“Tante putri..... “Panggil Arfan.
“Iya Arfa, kenapa.”Tanya Salsa yang berhenti melihat handphone dan lalu menoleh ke Arfan.
“om guru ganteng gak ikut tante.”Tanya Salsa bingung.
“om guru ganteng siapa Arfan.”Tanya salsa bingung.
“Itu nah kakaknya nona.”Ucap Harry.
“maksudnya kak Devin.”Tanya Salsa. Adinda yang dengar nama itu langsung menoleh ke salsa, karena saat awal pertama bertemu dengan kakaknya salsa, Adinda sudah merasakan sesuatu yang sangat familiar dengan kakaknya salsa dari cara bicaranya, umumnya, cara berjalannya dan wajahnya sangat mirip sekali dengan saudara sepupunya yang hilang saat kecelakaan dulu.
“Iya nona.”Jawab Herry dan disusun dengan kedatangan pelayan yang mengantar pesan Adinda.
“Makasih mbak.”Ucap Adinda setelah pelayan itu menaruh semuanya pesanan di atas meja, pelayan itu pun mengganggu dan lalu pergi kembali lagi ke dapur.
__ADS_1
“Arfan, kenapa kamu.....”
“Abi sudah, nanti aja dilanjutkan ngobrolnya dan sekarang sebaiknya kita semuanya makan.”potong Adinda.
“Baik umi.”Ucap ustad Abrisam, lalu mereka semua pun menyantap makanan itu dengan lahap dan diiringi saling suap menyuapi antara Adinda dan Ustad Abrisam. Kejadian itu pun disaksikan oleh Salsa yang dari tadi sudah berupaya menahan emosinya. Sedangkan Zahra yang melihat itu sudah tertawa-tawa didalam hati melihat wajah kesalnya salsa.
“Tuan Abri, saya pamit dulu ya.”Ucap salsa yang sudah berdiri, dikarenakan sudah tidak kuat melihat kemesraan Adinda dan Ustad Abrisam.
“cepat sekali nona, makanan nona aja belum habis.”Ucap Ustad Abrisam heran.
“maaf tuan, sayangnya sehabis ini saya ada urusan lagi.”Ucap Salsa yang beralasan. Ustad Abrisam yang dengar itu pun tak bisa menahan salsa lagi dan persilakan salsa pergi. Setelah kepergian Salsa mereka pun melanjutkan kembali menyantap makan siang mereka.
**************
Keesokkan paginya di pesantren.
“Assalamualaikum.”Salam Salwah sambil mengetuk pintu rumah kakaknya.
“Wassalamualaikum.”Jawab orang dari dalam Rumah sambil membuka pintu.
“Hey Salwah, ada apa kamu datang dek dan juga kenapa kamu bawa Dhira sama maira kesini.”Ucap Adinda dan sekaligus bertanya.
“Em.. gini kak Dinda, tadi bunda minta aku mengantar surabi oncom yang kakak minta kemarin dan sekalian ini juga ada titipan Mangga Gedong Gincu dari kakak Marvin.”jawab Salwah sambil memberikan paper bag tersebut pada Adinda.
“Ohh.. makasih ya dek.”Ucap Adinda dan dianggukkan Salwah
“iya tadi kamu belum jawab kenapa kamu bawa Dhira dan maira datang kesini, memang mbak Mila gak marah kalau anak-anaknya kamu bawa kesini.”Tanya Adinda.
“Gak kak, orang mbak Mila dan bunda tidak ada di rumah.”jawab Salwah.
“mbak Mila sama bunda memang pergi kemana dek.”Tanya Adinda.
“Bunda dan mbak Mila pergi ke Acara pengajian di kompleks perumahan kita kakak, jadi karena tidak ada yang jagain aku terpaksa membawa Dhira dan maira kesini.”Jawab Salwah.
“Ayo masuk dulu dek, maira dan Dhira.”Ucap Adinda yang mempersiapkan adik dan keponakannya masuk.
"Iya kak tante."Ucap Salwah dan dua keponakannya. Lalu Salwa dan dua keponakannya pun masuk kedalam.
“Salwa, kamu mau minum, biar kakak buatin.”Ucap Adinda
“bibi Siti mana kakak, kenapa kakak yang membuat minumnya.”Tanya Salwah.
“Oh.. Bibi Siti izin pulang kampung dek, dikarenakan keluarganya ada acara.”Jawab Adinda. Salwa yang dengar itu hanya mengangguk.
“Terus apa ini minumnya dek.”Tanya Adinda.
“minumnya seperti biasa aja kakak.”Ucap Salwah.
“Ok dek, Arfan sayang sini dulu ada maira dan Dhira datang nak.”Ucap Adinda sambil memanggil anaknya.
“Iya umi.”Ucap Arfan. setelah itu Adinda pun bergegas pergi ke dapur membuat minuman untuk adik dan keponakannya.
__ADS_1