Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 20 - Kembali Ke Pesantren


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu cepat. Hari ini Adinda dan Kakak Ega akan mengantar Salwa kembali ke pesantren dengan tepat waktu, agar Adiknya tidak mendapatkan sebuah hukuman, karena ia terlambat kembali ke pesantren, walaupun mereka masih sangat kangen dan ingin terus bersama dengan Adiknya, tapi mereka sadar dengan kewajiban adiknya yang harus menuntut ilmu di pesantren.


Sedangkan untuk Ayah, Bunda dan Nandi tidak bisa mengantar Salwa kembali ke pesantren, karena mereka ada pasien yang harus ditangani di Rumah Sakit.


Jadi karena itu mereka saja yang mengantar Salwa untuk kembali pesantren.


Adinda dan Kakak Ega pun membantu Salwa untuk angkat semua barang ke kebawah.


“Salwa semua barang mu sudah kamu masuki semua kah dek.”Ucap Adinda


“Sudah kak Dinda, tapi....” Ucap Salwa yang terhenti karena gugup.


“tapi apa dek.”Tanya Adinda kepada Salwa.


“Kayanya aku kelupaan sesuatu deh kak.”Ucap Salwa


“apa itu dek, coba kamu ingat dulu deh, takutnya itu sangat penting dek.”Ucap Adinda


“iya kak Dinda.”Ucap Salwa


Salwa pun mencoba untuk mengingat sesuatu yang ia lupakan, Tiba tiba terlintas sebuah benda yang selalu ia bawa, benda yang selalu Salwa adalah sebuah tasbih kokka yang diberikan oleh kakak sepupunya yang sudah lama hilang, karena sebuah kecelakaan yang merebut nyawa kedua orangtuanya sedangkan ia tidak ditemukan. karena atas kehilangan orang tuanya dan adiknya yang tidak ditemukan, membuat Ayah merawat anak pertama adiknya atau biasa dibilang kakak dari sepupunya yang hilang itu.


Sekarang kakak sepupunya yang dirawat Ayah itu berada di luar negeri mengurusi perusahaan yang ditinggalkan oleh orang tuanya.


“Salwa kamu sudah ingat apa yang tertinggal dek.”Tanya Adinda


“sudah kak Dinda.”Jawab Salwa


“salwa boleh kakak tau yang kamu lupakan itu dek.”Tanya Adinda.


“Hm......”dehem Salwa dengan wajah yang sedih.


“dek kalau kamu tidak mau kasih tau kakak juga nggak apa dek, tapi kamu sedih dong.”Ucap Adinda


“nggak kak Dinda, aku hanya sedih aja mengingat kenangan dulu kak, saat aku masih bersama dengan Kak Al, dan dulu kak Al pernah kasih aku sebuah tasbih, kata kak Al dulu tasbih ini kakak kasih untukmu dek sebagai benda yang kamu gunakan setiap hari harinya agar kamu selalu mengingat dan menyebut nama Allah SWT, itu yang di katakan kak Al padaku kak.”Ucap Salwa yang menjelaskan dengan raut muka sedih.


“Sudahlah dek kamu jangan sedih lagi, kakak tau berartinya Al bagimu dek, tapi kamu harus ikhlas dek, polisi sudah menyatakan bahwa Al meninggal maupun jasad tidak ditemukan dek.”Ucap Adinda


“kak Dinda aku tau kak Al belum meninggalkan kita, karena perasaan ku menyatakan kak Al masih hidup di suatu tempat kak Dinda.”Ucap Salwa.

__ADS_1


“Sudahlah dek kak tidak bisa memaksa kamu, mendingan kamu cepatlah mencari tasbih itu, takutnya kita nanti kelamaan sampai di pesantren dek.”Ucap Adinda


“Baiklah kak.” Ucap Salwa


Salwa pun mencari tasbih itu kedalam laci di meja belanja nya sedangkan Adinda langsung aja pergi ke bawah sambil mengangkat sisa barang yang perlu Salwa bawa dan memasukkannya ke dalam mobil.


Beberapa menit kemudian Salwa turun ke bawah.


“dek kamu sudah menemukan tasbih.”Ucap Adinda


“Nak tasbih apa yang di bilang kakak mu itu.”Ucap Bunda


“Iya betul kata bunda mu itu, tasbih apa yang tadi bilang kakakmu nak.”Ucap Ayah


“Hmm.....itu tasbih pemberian kak Al sebelum kecelakaan itu bunda dan Ayah.”Ucap Salwa


“oh.. gitu ya nak, Kalau gitu kamu harus ikhlas ya nak ini adalah ujian yang diberikan Allah kepada kita nak.”Ucap Bunda.


“iya bunda, tapi aku selalu yakin bahwa kak Al itu masih hidup bunda.”Ucap Salwa


“iya nak, kalau gitu kamu sudah menemukan tasbih ya nak.”Ucap Bunda


“kalau sudah selesai mengobrol nya, mendingan kalian berangkat sana takut kelamaan sampainya di pesantren ya.”Ucap Ayah


“Baiklah Ayah.”Ucap Salwa


“ kalau gitu kami pamit dulu ayah, Bunda, Kak Nandi.”Ucap Adinda, Salwa, kakak Ega yang pamit untuk berangkat ke pesantren.


“Assalamualaikum.”Ucap Adinda


“iya nak/ dek, Waalaikumsalam.”Ucap Ayah,Bunda, Kakak Nandi Berbarengan.


Adinda,Salwa, dan Kakak Ega masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil menuju ke pesantren.


********


Adinda, Salwa dan Kakak Ega pun sampai di pondok pesantren dan kami turun dari mobil.


Kakak Ega pun langsung membantu mengangkat barang - barang salwa hanya sampai batas bagian antara Asrama santriwati dan santriwan sedangkan Adinda membawa semua barang Salwa sampai masuk ke dalam Asrama.

__ADS_1


Sesampainya di depan batas bagian antara Asrama Santriwati dan Santriwan, Kami bertemu dengan Ustazah Mila, Syifa dan Ustazah Dila.


“Assalamualaikum Salwa, kamu sudah kembali.”Ucap Ustazah Mila.


“Waalaikumsalam.”Ucap Adinda, Salwa, Kakak Ega berbarengan.


“iya Ustazah, saya aja baru sampai Ustazah.”Ucap Salwa


“Kalau boleh kah Ustazah bantu kamu membawa barang mu kedalam, karena Ustazah melihat kamu kaya kesulitan membawa barang mu Salwa.”Ucap Ustazah Mila tersenyum ramah


“iya boleh kita bantu kamu membawa barang mu.”Ucap Ustazah Dila tersenyum


“gak usah Ustazah takut merepoti Ustazah nanti nya.”Ucap Salwa


“nggak Salwa kamu tidak merepoti Ustazah kok, karena kita sesama muslim harus saling membantu.”Ucap Ustazah Mila


“kalau itu terimakasih ya Ustazah Mila, Ustazah Dila dan mbak Syifa.”Ucap Salwa


“sama sama Salwa.”Ucap Ustazah Mila, Ustazah Dila dan Syifa berbarengan sambil tersenyum


“hei ada mbak Dinda, apa kabar mbak.”Ucap Ustazah Mila yang tersenyum ramah.


“Alhamdulillah, kabar saya baik baik aja, Kalau Ustazah kabar bagaimana.”Ucap Adinda yang membalas tersenyum ramah


“Alhamdulillah mbak Dinda, kabar saya baik baik aja , Kalau ini siapa ya Mbak Dinda.”Ucap Ustazah Mila


“Oh ini kakak kami Ustazah.”Ucap Adinda


“oh gitu ya mbak Dinda, iya udah yuk kita masuk ke dalam.”Ucap Ustazah Mila


“Baiklah Ustazah.”Ucap Adinda dan Salwa berbarengan.


Mereka membantu Salwa untuk mengangkat barangnya masuk ke dalam Asrama sedangkan Kakak Ega pergi ke Rumah pemilik pondok pesantren sebelumnya kakak Ega sudah izin kepada Adinda agar ia gak bingung untuk mencari kemana nanti.


Sesampainya di dalam Asrama. Kami menaruh semua barang di bawah sebelum Adinda membantu Salwa untuk merapikan barang-barangnya, Adinda langsung memberikan beberapa makanan dari Bandung yang dikirimkan oleh kakak Nadira kepada Ustazah Mila, Ustazah Dila dan Syifa.


Setelah mereka pergi. Adinda membantu Salwa untuk merapikan semua barang-barangnya dan memasukkan nya ke dalam lemari.


Selesainya kami merapikan semua barang-barang. kemudian kami duduk sekedar istirahat kaki dan mengobrol tentang di pesantren sambil memakan makanan dari kakak Nadira.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Adinda Pamit kepada Salwa, karena takut Kakak Ega sudah menunggunya lama, tapi tiba-tiba salwa ingin minta ikut untuk mengantar Kakak-kakaknya pulang sampai parkiran pondok pesantren.


__ADS_2