Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 107 - Kemarahan Devin.


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya...


Devin yang sibuk memperiksa beberapa pekerjaan kantornya itu tiba-tiba merasa haus, lalu ia pun berhenti pekerjaannya dan berjalan keluar kamar menuju dapur.


Belum sempat Devin sampai di dapur, ia harus dikejutkan dengan melihat sang Daddy dan wanita yang ia cintai bertengkar, karena disebabkan sang Daddy menyuruh lagi putrinya untuk berhenti mengganggu suami orang dan mencoba belajar buka hati untuk dirinya.


Tapi langsung di tolak dengan mentah-mentah oleh Salsa sampai ia mengatakan sesuatu kata yang buat sang Daddy yang mendengar itu menjadi marah besar dan menamparnya. Salsa yang tidak terima di tampar sang Daddy langsung bergegas pergi meninggalkan Rumah itu dengan perasaan penuh emosi dan kecewa.


Devin yang lihat Salsa pergi itu langsung menyusulnya dengan berlari mengejarnya tanpa menghiraukan panggilan sang Daddy yang dari tadi memanggilnya, karena ia sangat khawatir dengan salsa yang pergi dalam keadaan emosi itu takutnya ia akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti dirinya sendiri.


Kini Devin sudah mengikuti kemana perginya mobilnya salsa melaju, namun saat di persimpangan jalan tiba-tiba saja ia harus kehilangan jejak mobil Salsa, karena disebabkan di persimpangan jalan itu ada sebuah pengedaran sepeda motor yang muncul tiba-tiba dihadapan mobilnya dan membuat Devin yang mengemudi terpaksa harus menghentikan mobilnya dengan secara mendadak.


“Maaf ya mas, saya tidak sengaja menabrak mobil anda, karena saya sedang berburu buru untuk mengantar anak saya berobat ke rumah sakit.”Ucap pengendara sepeda motor itu.


“Iya bang tidak apa apa, Tapi lain kali lebih hati hat lagi ya.”Ucap Devin.


“iya mas, sekali lagi saya minta maaf.”Ucap pengendara sepeda motor itu.


“Sudah bang jangan minta maaf lagi dan cepat itu bawa anaknya ke rumah sakit, kasihan loh anaknya kalau harus kelamaan menunggu.”Ucap Devin.


“iya mas, kalau begitu saya permisi dulu.”Ucap Pengendara sepeda motor itu yang lalu pergi.


Setelah Pengendara motor itu pergi, Devin langsung mengecek GPS di handphone nya untuk mengetahui lokasi salsa saat ini. Karena sebelumnya tanpa pengetahuan Salsa Devin pernah memasang GPS di handphone milik salsa, agar sewaktu salsa pergi tanpa adanya jejak, ia bisa menemukan dengan melihat GPS yang ada di handphonenya.


Setelah mengetahui lokasi salsa, Devin langsung melajukan mobilnya menuju ke lokasi yang ada di GPS.


****************


Tak lama Devin sampai di lokasi yang sesuai dengan keterangan di GPS nya, yakni sebuah klub malam pernah ia datangi sebelumnya saat mau menjemput salsa yang mabuk waktu itu.


Di dalam klub Devin sudah cengak cenguk mencari keberadaan Salsa, tapi sayangnya ia tidak menemukan sama sekali keberadaan salsa disana. Lalu Devin berjalan menghampiri bartender yang waktu itu pernah nelpon nya untuk coba bertanya, siapa tau bartender itu mengetahui keberadaan Salsa.


“Permisi bang, boleh kita bicara sebentar.”Ucap Devin.


“Iya boleh kok tuan, tapi tunggu sebentar ya.”Ucap bartender tersebut yang masih melayani para pelanggannya.


“Iya bang.”Ucap Devin.


“Permisi tuan, mohon maaf lama.”Ucap Bartender tersebut.


“iya bang nggak apa-apa kok.”Ucap Devin.

__ADS_1


“Jadi tuan ini mau bicara apa ke saya.”Ucap bartender tersebut.


“Gini bang, apa tadi Abang melihat adik saya putri datang ke sini.”Tanya Devin.


“Maksud tuan putri siapa, karena disini banyak sekali orang bernama Putri yang pernah datang ke tempat ini.”jawab bartender tersebut dengan bingung.


“maaf bang, maksud saya salsa putri.”Ucap Devin.


“Oh nona Salsa yang tuan cari, tadi sih saya memang sempat Lihat dia.”Ucap bartender tersebut..


“Dimana bang lihat tadi, tolong kasih tau saya.”Tanya Devin yang khawatir.


“Saya tadi melihat nona salsa duduk di kursi itu tuan dengan dua orang pria yang tiba tiba duduk di kursi itu.”Jawab Bartender tersebut.


“Dua orang pria, apa bang tau siapa kedua pria itu.”Tanya Devin.


“Saya tau tuan, kedua pria itu merupakan salah satu tamu VIP di Klub ini tuan.”Jawab bartender tersebut.


“Terus kemana perginya dua pria itu dengan adik saya bang.”Tanya Devin.


“saya sih kurang tau tuan, karena tadi juga saya sangat disibukkan melayani para tamu, tapi kalau tuan mau tahu coba deh tanya ke teman saya, karena tadi teman saya sempat melayani mereka.”Ucap Bartender itu.


“Kalau itu bisa tolong panggilkan temannya bang.”printah Devin.


“Permisi tuan, ada apa tuan mencari saya.”Ucap teman bartender yang baru datang.


“Gini mbak, apa tadi mbak melayani wanita ini.”Tanya Devin yang menyodorkan handphone yang sudah ada foto salsa dihadapan temannya bartender itu.


“Oh nona ini, memang iya saya yang melayaninya tadi tuan.”Jawab teman bartender.


“Kalau begitu mbak tau dong, sekarang dia ada dimana mbak.”Tanya Devin.


“Iya saya tau tuan, karena tadi saya melihat nona ini ada di toilet, terus saat nona keluar dari toilet tiba-tiba saja nona ini diseret paksa oleh kedua tamu VIP klub kami yang sempat duduk bersama nona ini kearah sana tuan.”Ucap teman bartender.


“Apa diseret paksa mbak.”Tanya Devin terkejut dan sekaligus marah mendengar adik yang dicintai diseret paksa oleh kedua pria.


“Iya tuan, sebenarnya saya ingin sekali bisa menghalangi kedua tamu itu yang menyeret nona ini, tapi tuan tau sendiri saya ini hanya seorang pengawal klub yang tidak bisa melakukan apa apa untuk menolong nona ini.”Ucap teman bartender.


“Saya ngerti kok mbak, tapi thanks mbak sudah mau berikan saya info.”Ucap Devin.


“Sama-sama tuan.”Ucap teman bartender.

__ADS_1


Setelah itu Devin pun berlalu kearah yang ditunjukkan teman bartender tadi untuk menyelamatkan adiknya yang diseret tadi.


Devin yang berjalan menelusuri setiap koridor klub yang banyak terdapat ruangan itu, ketika ia harus berhenti berjalan didekat salah satu Ruangan saat mendengar teriakkan seorang wanita minta tolong.


“Tolong.....”


“Devin yang merasakan suara wanita yang minta tolong itu adalah adiknya, ia pun langsung saja mengobrak pintu ruangan itu dengan emosi yang sudah tidak bisa ditahan lagi.


“DOBRAK!!... DOBRaK!!....


Setelah pintu sudah dibuka, Devin langsung aja hajar kedua pria yang sudah berani mencoba melecehkan adiknya itu.


BUGH!!.... BUGH!!..... BUGH!!.....”


“Hey kamu itu siapa tiba-tiba masuk berani sekali menganggu ke senang kami.”Tanya pria yang satunya yang sudah babak belut di wajahnya.


“Saya Kakak dari wanita yang mau kalian coba lecehkan bajingan.”Jawab Devin yang masih marah melanjutkan lagi menghajar kedua pria yang berani coba melecehkan adik yang dicintai itu dengan memukul bertubi-tubi tanpa ampun.


Sedangkan salsa yang melihat tubuh pria yang tadi mau melecehkan itu sudah pergi dari tubuhnya langsung aja menutupi tubuh bagian atasnya yang terbuka tadi dengan kedua tangannya, kemudian salsa pun langsung melihat siapakah orang yang telah menolong dirinya tadi.


“Kakak Devin...”gumamnya salsa dengan suara yang bergetar, salsa yang baru pertama kali melihat mata kakaknya Devin memerah penuh kemarahan menghajar kedua pria itu dengan habis-habisan hingga membuat kedua pria tak berdaya lagi hanya bisa nangis dalam diam saja sambil menyaksikan.


Namun Devin yang masih dikuasai oleh Amarahnya tetap saja menghajar kedua pria itu walaupun kedua pria itu sudah tidak berdaya lagi.Tapi untungnya ada seorang datang yang menghentikan aksi Devin untuk menghajar lagi kedua pria itu.


“Sudah kakak hentikan yang dilanjutkan lagi, kakak bisa membunuh kedua orang ini.”Ucap seorang wanita yang tiba tiba datang bersama pacarnya.


“kalian siapa, kenapa menghentikan saya untuk menghajar kedua bajingan ini.”Tanya Devin yang marah.


“Saya Aliyah dan ini pacar saya Zaid, kami berdua adalah teman salsa dari kami masih kuliah di London dulu.”Jawab Aliya.


“Terus kalian bagaimana bisa sampai kesini.”Tanya Devin.


“Tadi kami mengikuti kakak, saat kami baru masuk kedalam klub.”Jawan Zaid.


“Ayo kakak sebaiknya kita sekarang membawa salsa ke Rumah sakit.”Ucap Aliya.


Devin yang mendengar nama salsa disebut langsung menoleh kearah salsa yang terlihat sekali sedang ketakutan dan diikuti badan yang gemetaran.


Devin langsung berjalan menghampiri salsa sambil membuka jaketnya yang ia kenakan dan memakaikan jaket tersebut di tubuh bagian depannya.


“Sudah tidak apa-apa, jangan takut lagi putri disini sudah ada Kakak yang akan selalu melindungi mu.”Ucap Devin dengan lembut dan terlihat juga Amarahnya yang sudah meredam. Setelah itu Devin pun mengendong salsa ala bridal style dan membawanya pergi meninggalkan kedua pria yang tak sadarkan diri itu sendirian sebelum para petugas Polisi datang untuk menangkapnya.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran klub malam, Devin pun langsung memasukkan salsa kedalam mobil dan disitu salsa duduk didekat Aliya temannya yang memangku kepala salsa.


Setelah Devin sudah duduk disamping kursi kemudi, mobil pun mulai dilajukan Zaid dengan kecepatan sedang menuju ke Rumah sakit.


__ADS_2