
Pagi-pagi sekali setelah menyelesaikan Shalat subuh Nissa dan vano sudah bersiap siap untuk check out dari penginapan dan lalu mereka pergi mencari sarapan dulu sebelum pergi ke bendara.
Setelah makan waktu sekitar 45 menit dari penginapan, kini Nissa dan vano sudah sampai di warung pinggir jalan yang menjual bubur khas Aceh.
“Tuan nona kita sudah sampai di warung bubur pinggir jalan yang terkenal dengan rasa enaknya itu.”Ucap Sopir.
“Terima kasih pak, mari ikut kami turun untuk serapan.”Ucap Nissa.
“Gak usah tuan nona, biarkan saya disini saja saya jadi nggak enak nih kalau harus merepotin.”Ucap Sopir.
“Tidak apa apa pak nggak Perlu sungkan sama kami, yuk ikut kami sarapan dulu.”Ucap Vano.
“Tidak perlu tuan nona.”Ucap Sopir yang tetap kekeh menolak ajakan vano dan Nissa.
“Iya udah deh kalau begitu mau pak kami tidak bisa memaksa, kami tinggal serapan dulu yah pak.”Ucap Vano yang berlalu turun dari mobil dan berjalan masuk ke warung bubur itu bersama dengan istrinya.
“Bu, pesan bubur kanji Rumbi dan teh hangat dua.”Ucap Nissa.
“Baik dek, tunggu sebentar yah.”Ucap Ibu penjual.
“Oiya Bu tambah satu lagi deh bubur kanji Rumbi nya tapi dibungkus yah dan diambil pas saya bayar nanti.”Ucap Nissa yang nambah lagi pesanannya.
“Baiklah dek.”Ucap Ibu penjual. Setelah selesai pesan Nissa kembali ke meja dimana suaminya duduk.
Setelah menunggu cukup lama, ibu penjual itu datang membawa pesan bubur kanji Rumbi dan teh hangat mereka.
“Permisi dek ini pesannya dua bubur kanji Rumbi dan teh hangatnya.”Ucap Ibu penjual.
“terima kasih ibu.”Ucap Nissa dan vano serentak.
“Iya sama sama dek.”Ucap Ibu penjual itu yang lalu kembali melayani para pembeli yang baru datang. Setelah ibu penjual bubur pergi, Nissa dan vano langsung memulai memakan bubur kanji Rumbi dan tidak lupa mereka memakannya dengan kerupuk kulit sapi yang ada di atas meja.
15 menit kemudian Nissa dan vano sudah selesai dengan makanan mereka masing-masing dan berjalan menghampiri ibu penjual bubur untuk membayar dan mengambil pesanan tadi
“Bu, berapa semua total makanan dan minuman yang saya pesan tadi.”Tanya Nissa.
__ADS_1
“Bubur kanji Rumbi tiga buah, satu dibungkus dan dua teh hangat, jadi total Rp 60.000, dek.”Jawab ibu penjual.
“Dan ini pesanannya bubur adek yang tadi minta di bungkus.”Ucap Ibu penjual.
“Terima kasih Bu, ini uangnya.”Ucap Nissa yang menerima kantong plastik berisi bubur dari ibu penjual dan lalu memberikan satu lembar pecahan lima puluh ribu dan sepuluh ribu ke ibu penjual bubur.
“Sama sama dek jangan lupa nanti datang lagi.”Ucap Ibu penjual dan Nissa hanya cuma berikan senyuman. Setelah selesai membayarnya Nissa kembali tempat suaminya nunggu.
“Dek kok lama sekali kamu bayarnya dan ditangan mu itu apa.”Tanya Vano.
“Maaf kakak, tadi aku mengambil pesanan bubur yang dibungkus.”Jawab Nissa.
“Bubur itu untuk siapa dek, kita kah tadi sudah makan.”Tanya Vano.
“Ini bubur untuk pak sopir di luar kakak, walaupun tadi pak itu menolaknya tapi kita tetap harus memberikannya karena tadi ku lihat kayak pak sopir belum sarapan.”Jawab Nissa.
Mereka berlalu keluar dari Warung bubur itu dan berjalan ke mobil yang sudah ditunggu pak sopir.
Sesampainya di mobil, Nissa langsung berikan kantong plastik berisi bubur itu ke pak sopir. Pak sopir yang awalnya nolak terus saja dibujuk Nissa untuk menerimanya dan akhirnya pak sopir pun menerima pemberian Nissa itu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar beberapa jam akhirnya Nissa dan vano sampai di bendara sultan Iskandar muda badan Aceh, lalu Nissa dan vano segera melakukan check in untuk keberangkatan mereka.
*******************
Sementara di Jakarta mama Nissa yang mendengar anak dan anak menantunya hari ini akan pulang, ia bersiap siap untuk pergi berangkat ke bendara dengan besan dan ketiga sahabat anaknya untuk menjemput anak-anaknya.
Sebelum pergi ke Bendara mama Nissa sudah menitipkan Salsa yang masih belum sehat ke pembantunya.
Setelah selesai menitipkan Salsa ke pembantu, Papa dan mama Nissa langsung menyusul besan dan ketiga sahabat anaknya yang dulu pergi ke bendara.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari kediaman purnama akhirnya mereka semua sudah sampai di bendara Sukarno-Hatta.
Lalu mereka semua keluar dari mobil dan berjalan masuk bendara menuju area pintu kedatangan.
Sesampainya di area pintu kedatangan, mereka langsung menunggu kedatangan Nissa dan vano.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, dari kejauhan nampak kedatangan Nissa dan vano yang berjalan menghampiri mereka yang sedang menunggu di depan pintu masuk sambil menyeret kopernya.
“Assalamualaikum semuanya.”Ucap Nissa yang baru sampai dihadapan mereka semua bersama dengan suaminya.
“Waalaikumsalam sayang, Nissa.”Jawab mereka semua serentak.
“Kenapa lama sekali kalian datangnya, kami sudah hampir dua jam menunggu dan maminya juga sudah kangen tahu.”Tanya mami Alexa.
“maaf mi, tadi saat di pesawat ada sedikit masalah yang membuat pesawat lambat mendarat dan kami juga kangen Kok sama mami.”Ucap Vano seraya memeluk maminya.
“Iya sayang.”Ucap mami Alexa yang mengelus punggung anaknya yang ada didalam pelukan dan kemudian mami Alexa memeluk anak menantunya.
“Bagaimana honeymoon kalian, apa sudah ada tanda-tanda nih berikan kami seorang cucu.”Tanya mami Alexa. Seketika wajahnya Nissa merah dengar kata mami mertua yang nanyain hal apa sudah ada tanda-tanda berisi.
“Apa sih mami, lihat itu wajah Nissa sudah merah itu dengan kata mami.”Saut Alexa.
“Apa sih lexa, mami kha cuma nanya bagaimana honeymoon kakak dan kakak ipar mu.”Ucap mami Alexa.
“Iya tanya-tanya sih boleh saja mami tapi mami nanya itu apa sudah ada tanda-tanda, sedangkan kakak vano dan Nissa pergi honeymoon cuma dua minggu saja.”Ucap Alexa.
“Oiya juga sih sayang, maaf mami ya Nissa sayang tadi sudah nanya itu ke kamu.”Ucap mami Alexa.
“Iya tidak apa apa mami, Honeymoon kami disana sangat menyenangkan dan untuk masalah yang tadi tolong mami doain saja Nissa agar cepat diberikan momongan sama Allah SWT.”Ucap Nissa.
“tanpa kamu minta mami selalu doain kok.”Ucap mami Alexa.
“Iya udah bicara di lanjutkan nanti saja di rumah, sebaiknya sekarang kita pulang ke Rumah.”Ucap mama Nissa yang menghentikan pembicara antara anak dan besannya yang terus bicara.
“Iya besan maaf, yuk kita pulang.”Ucap mami Alexa.
Seketika mereka semua langsung bergegas keluar dari bendara dan masuk ke mobil, Tak lama mobil dilajukan papa Nissa meninggalkan bendara menuju kediaman Purnama.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka semua sampai di kediaman purnama, lalu mereka semua keluar dari mobil dan masuk kedalam Rumah.
Mereka semuanya berkumpul di Ruang keluarga sekedar merenggang kaki yang sehabis menunggu dua jam di bendara dan ngobrol sambil menunggu Nissa dan vano yang tadi naik keatas menuju kamar untuk menaruh barang barang mereka.
__ADS_1