Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 110 - Malam terakhir di Pulau Weh


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Saat ini mamanya Nissa sedang mengemasi beberapa pakaian yang selama ini digunakan salsa di Rumah Sakit ke dalam tas, karena hari ini dokter telah memberikan Salsa izin untuk pulang atas permintaan Salsa yang terus menerus meminta pada dokter untuk di izinkan pulang.


Dokter yang dipaksa terus menerus itu pun memberikan izin, karena tak ingin ada kegaduhan atau keributan yang ditimbulkan oleh ulah Salsa.


Setelah selesai mengemasi beberapa pakaian Salsa ke dalam tas, mamanya Nissa pun langsung mengajak Salsa keluar dari kamar rawat ini menuju ke parkir.


Sesampainya di parkiran Rumah sakit sudah ada Devin yang menunggu mereka, lalu Devin membukakan pintu mobil buat mereka dan memasukkan barang barang salsa ke bagasi mobil.


Setelah Salsa dan mama nya Nissa sudah duduk dengan nyaman, Devin langsung melajukan mobilnya meninggalkan Rumah Sakit.


Tujuan mobil yang dikendarai oleh Devin saat ini adalah Kediaman keluarga purnama, karena sebelumnya Salsa bilang tak ingin pulang ke Rumah disebabkan ia tak ingin melihat wajah daddy nya yang selama ia dirawat di Rumah Sakit Daddy tidak pernah menjenguknya selama sekali dan ditambah lagi dengan kejadian malam itu membuat salsa membenci Daddy.


Dalam menempuh perjalanan sekitar beberapa menit akhirnya mereka tiba di kediaman Keluarga Purnama, Sesampainya di kediaman keluarga Purnama sudah di sambut oleh Pembantu yang bekerja di kediaman keluarga Purnama.


“mbak tolong bawa barang Putri ke kamar atas dekat kamarnya Nissa yah.”Ucap Mama Nissa.


“Iya Bu.”Ucap mbak yang bekerja di kediaman itu. Lalu mbak itu mengambil barang Salsa dari tangan Devin dan berjalan membawa masuk ke dalam.


“tante, Devin pamit dulu ya.”Ucap Devin.


“Kamu mau kemana buru-buru sih Dev, kenapa tidak masuk dulu.”Tanya mamanya Nissa.


“Devin mau ke kantor sebentar tante.”Jawab Devin.


“Bukannya hari ini adalah hari Minggu ya, kamu memang ke kantor mau ngapain sih Dev.”Tanya mamanya Nissa.


“Devin ke kantor ada pekerjaan yang belum dikerjakan dan nanti besok juga Devin harus presentasi hasil pekerjaan ini ke pihak klien tante.”Ucap Devin.


“Iya udah kalau begitu kamu pergilah, tapi kamu nanti jangan lupa balik lagi kesini untuk makan siang bersama.”Ucap mamanya Nissa.


“Iya tante, Devin titip putri dan tolong jagain selama Devin pergi ya tante.”Ucap Devin.


“Baik Dev, kamu tenang saja tante pasti akan menjaga Keponakannya kesayangan tante nih.”Ucap mamanya Nissa.


“Putri, Kakak pergi dulu ya, kamu jangan lupa makan dan minum obat mu.”Ucap Devin seraya ingin mengusap kepala Salsa tapi langsung ditepis salsa dengan kasar. Devin yang lihat itu hanya bisa pasrah dan mengembuskan napas dengan pelan.

__ADS_1


“Dev sabar, sekarang sebaiknya kamu pergilah kerja sana.”Ucap mamanya Nissa yang juga ikut merasakan perihatin dan sedih melihat keponakan yang tidak angkut lagi dengan kakaknya setelah kejadian pada malam itu.


“Iya tante, kalau begitu devin pergi dulu, Assalamualaikum.”Ucap Devin seraya mencium tangan mamanya Nissa.


“Waalaikumsalam.”Jawab mamanya Nissa.


Setelah mencium tangan mamanya Nissa, Devin berlalu masuk ke mobil dan mobil pun melaju meninggalkan kediaman keluarga purnama.


Setelah mobil tidak kelihatan lagi, mamanya Nissa pun mengajak keponakannya masuk ke dalam.


“Ayo sayang kita masuk ke dalam.”Ucap mamanya Nissa yang mengajak keponakannya masuk ke dalam Rumah. Salsa yang dengar itu hanya mengangguk saja dan lalu berjalan mengikuti tantenya yang masuk ke dalam Rumah.


Tak lama mereka sampai di sebuah kamar minimalis berdesain modern klasik berwarna putih krem dan abu-abu yang sudah ditentukan oleh mamanya Nissa untuk digunakan Salsa Sementara waktu selama ia tinggal disini.


“Putri sekarang kamu istirahat saja dulu, tante tinggal ke bawah sebentar. Kalau nanti kamu membutuhkan sesuatu kamu tinggal panggil tante atau mbak Lasmi saja, nanti kami pasti akan datang.”Ucap mamanya Nissa pada keponakannya dan dianggukkan oleh Salsa.


Setelah itu mamanya Nissa berlalu keluar dari kamar meninggalkan Salsa yang beristirahat menuju ke dapur untuk membantu membuat makanan siang.


*******************


Sementara dilain tempat, Adinda dan anaknya berserta keponakannya baru saja sampai di Rumah Zahra bersama Suaminya yang saat ini akan mengadakan Acara ulang tahun ke empat tahun putra kedua mereka.


“Waalaikumsalam.”Jawab Zahra.


“Ayo Dinda Arfan mari masuk dulu.”Ucap Zahra.


“Iya za, tante.”Ucap Adinda dan Arfan bersama. mereka berlalu berjalan masuk ke dalam dan sampai didalam sudah banyak orang berkumpul yang menghadiri Acara Ulang tahun anak kedua Zahra dan Farid.


“Selamat Ulang tahun fayez, Semoga semakin bertambah usiamu kamu makin jadi anak yang berbakti kepada papa dan Mama mu. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk mu dalam meraih impian dan mengejar cita-citamu yah nak.”Ucap Adinda.


“Dan ini ada hadiah buat kamu dari tante dan Arfan.”Ucap Adinda yang menyerahkan sebuah kontak berukuran cukup besar pada anaknya Zahra dan Farid.


“Bilang apa ke tante Dinda dan kakak Arfan sayang.”Ucap Zahra pada anaknya.


“Makasih tante kakak Arfan.”Ucap Fayez


“Iya sama sama sayang.”Ucap Adinda tersenyum seraya mengelus kepala anaknya Zahra.

__ADS_1


Setelah itu Adinda pergi berkumpul dengan para orang tua lainnya. Sedangkan Arfan sudah berkumpul dengan anak anaknya yang lain untuk bermain game yang telah ditentukan.


Hasilnya yang menang bermain game itu adalah Arfan, Aqilah, dan empat anak lainnya yang masih mendapatkan hadiahnya berupa coklat dan baju kaos.


Tak berselang lama Acara ulang tahun pun mulai, semua anak anak pun merapat di dekat Fayez dan lalu mereka pun menyanyikan lagu Ultah tahun .


Happy Birthday


Happy Birthday to you ......


Fayez meniup lilin dengan dibantu oleh kedua orang tuanya.


“Fuuuu... Fuuuu... Fuuuu...


“Prok!!... Prok!!...


Setelah meniup lilin, Fayez memotong kue tart ulang tahun coklat karakter Batman dengan dibantu oleh kedua orang tuanya.


Kue pertama yang dipotong itu ia berikan kepada papa mama dan kakaknya. Sisanya potong kue selanjutnya fayez berikan ke para teman temannya yang telah menghadiri Ulang tahun nya.


Setelah itu Zahra mempersilakan para tamu yang hadir di Ulang tahun anaknya untuk mencicipi hidangan yang sudah disediakan.


Setelah itu Acara selesai dan para tamu pun berpamitan pulang, termaksud dengan Adinda dan Arfan beserta Aqilah yang pamit pulang.


****************


Malam harinya di pulau Weh, Saat ini Nissa dan vano suaminya sedang menikmati waktu terakhir mereka sebelum besok siang kembali ke Jakarta dengan Barbeque di Resto yang berdekatan dengan penginapan mereka.


Disitu mereka sangat menikmati sekali music live yang ada di resto itu dan pemandangan malam hari di pantai Iboih.


Beberapa menit kemudian daging yang mereka pangan tadi itu pun mantan, lalu vano mengangkat daging barbeque itu ke piring.


Setelah dipindahkan Nissa mengambil daging itu sambil meniup daging yang masih panas itu sebelum diberikan Suaminya.


“Kakak Aaaaa....”Kata Nissa yang sudah mengarah daging itu ke mulut vano.


Vano lalu membuka mulutnya dan melahap daging yang diberikan istrinya. Setelah itu giliran vano yang menyuapi istri daging Barbeque dan diikuti dengan memberikan ciuman di kening Nissa yang membuat Nissa dicium itu menjadi merah wajahnya, karena merasa malu di lihat orang banyak yang sama juga berlibur.

__ADS_1


Setelah daging Barbeque sudah habis dan Kenya, mereka berlalu berjalan kembali ke penginapan untuk mengemasi barang-barang mereka ke koper.


Setelah selesai mengemasi barang-barang, Nissa dan vano bergantian masuk kamar mandi untuk mengganti pakaian dengan baju tidur. Lalu setelah mereka naik ke tempat tidur untuk beristirahat.


__ADS_2