Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 36 - Dirawat


__ADS_3

Ayah Bunda dan kakak nandi sudah sampai di rumah sakit, mereka pun langsung pergi mencari ruangan rawat Adinda, mereka pun menemukan ruangan Adinda dan langsung bertanya kepada Kakak Ega mengenai keadaan Adinda, Kakak Ega menjawab belum tahu, karena dokter masih menangani Adinda di dalam.


Beberapa menit kemudian Dokter ke luar, mereka langsung mengubu dokter untuk bertanya tanya keadaan Adinda sekarang.


“Dok bagaimana keadaan anak saya, apa ada yang luka parah dok.”Ucap Ayah Bunda berbarengan.


“Iya Dok bagaimana dengan keadaan Adik saya.” Ucap Kakak Nandi dan Kakak Ega berbarengan.


“Tuan, nyonya, nona keadaan pasien tidak ada perlu di khawatirkan, karena pasien cuma shok dan luka sedikit di bagian tangan sama kepala nya, tapi sekarang pasien belum sadar dari obat bius, nanti setelah satu jam pasien baru sadar nyonya tuan dan nona.”Ucap Dokter yang memberi tau.


“Alhamdulillah , makasih dok.” Ucap mereka berbarengan.


“Iya nyonya tuan.”Ucap Dokter.


“Dok. Apa kami bisa bertemu dengan anak saya.”Tanya bunda ke dokter.


“Silahkan nyonya, tuan dan nona.”Ucap Dokter.


“Makasih Dok.”Ucap mereka berbarengan.


“Sama-sama nyonya tuan nona, kalau gitu saya permisi dulu ya nyoba tuan.”Ucap Dokter.


“iya Dok.”Ucap Bunda.


Dokter itu pun pergi meninggalkan mereka, sementara mereka langsung masuk kedalam, saat melihat Anak, Adik, dan calon istri nya yang berbaring di ranjang rumah sakit itu merasa kesedihan, bahagia karena tidak ada luka yang perlu di khawatirkan.


Bunda pun duduk di kursi yang dekat ranjang rawat Adinda sambil menunggu adinda sadar dari obat bius, sementara Ayah, kakak Nandi, kakak Ega dan Ustad Abrisam duduk di sofa sambil memainkan HP.


Beberapa jam kemudian, Ayah, kakak Ega dan Ustad Abrisam pergi ke mushola rumah sakit untuk menunaikan sholat subuh. Sedangkan Bunda dan Kakak Nandi mengajak sholat subuh di ruangan rewan Adinda.


Setelah selesai menunaikan ibadah subuh, kakak Ega, Ayah sama Ustad Abrisam pergi ke luar mencari sarapan untuk kami, sementara bunda dan kakak nandi menjaga Adinda di ruangan rawat inap nya.


Tiba tiba bunda merasa pergerakan dari tangan Adinda, bunda yang anak nya sudah sadar itu sangat bahagia, Kakak nandi yang mendengar bunda kata sudah sadar pun menghampiri ranjang rawat Adik nya.


“nak kamu sudah sadar sayang.”Ucap bunda.


“Bunda sekarang Dinda berada di mana ya.”Tanya Adinda


“sekarang kamu berada di rumah sakit nak.”Jawab Bunda.


“Memang apa yang terjadi sama Dinda Bun, kenapa bisa berada disini.”Tanya Adinda.


“Kamu ditemukan oleh Ega sama nak Abri di tempat kamu culik nak dengan keadaan kamu yang Pisangan dan ada sedikit luka kening sama tangan kamu nak.”Ucap bunda yang memberi tau.


“Ohh....”


Tiba Adinda merasakan sakit luar biasa, saat ia mau bangun untuk sekedar menggerakkan tangan.

__ADS_1


“Dek kamu masih sangat lemah jangan banyak bergerak dulu ya, ini kamu minum dulu airnya.” Ucap Kakak Nandi.


Kakak nandi dan bunda pun membantu Adinda untuk meminum air.


Setelah itu mereka menyuruh Adinda untuk beristirahat, Adinda nya menurut aja. Setelah beberapa menit Ayah, kakak Ega dan Ustad Abrisam pun masuk ke ruangan Adinda sambil membawa sarapan untuk bunda dan kakak nandi.


“dinda kamu sudah sadar nak.”Ucap Ayah sambil mengelus kepala putri nya.


“iya Ayah.” Ucap Adinda


“dinda boleh kakak tahu siapa orang yang menyulik Adik kesayangan kakak ini.”Tanya kakak Ega ke dinda.


“kakak Ega yang menculik dinda itu mantan ku kak.”Ucap Adik bergetar karena menangisi sambil menundukkan kepala.


“Maksud mu yang menyulik kamu itu Haris dek.”Tanya kakak Ega.


“Iya kakak.”Ucap Adinda.


Kakak Ega yang mendengar yang menyulik Adik kesayangan itu menjadi sangat marah sambil mengepalkan tangan nya, Adinda yang melihat kakak itu melarang kakak nya untuk jangan emosi dulu dan biarkan masalah itu menjadi urusan polisi, Kakak Ega hanya mengiyakan aja dan menurut apa keinginan adiknya.


*********


Beberapa jam kemudian sahabat nya datang menjenguk dirinya yang di rawat dirumah sakit sambil membawanya parcel yang berisi buah-buahan.


"Assalamualaikum."Ucap salam sahabat nya.


“Hey dinda bagaimana dengan keadaan kamu.”Ucap Nissa.


“iya Dinda, bagaimana dengan keadaan mu ada yang luka kah."Ucap zahra.


“Alhamdulillah keadaan ku baik aja, cuma ada luka sedikit aja di bagian tangan dan keningku."Ucap Adinda memberi tau.


“Dinda memang nya siapa yang menyulik mu din dan aku juga ingin tau juga apa tujuan nya menculik mu.”Tanya Alexa


“Alexa sebelum aku menjawab kamu jangan emosi dulu ya.”Ucap Adinda.


“memang ada apa din, kalau aku sampai emosi.”Tanya Alexa.


“nggak ada apa apa sih, tapi hanya tidak mau aja kamu emosi.”Ucap Adinda.


“ehm... Iyah aku janji tidak emosi.”Ucap Alexa.


“Jadi orang yang menyulik aku kamarin itu adalah suruhan Haris, dan tujuan nya Haris untuk menculik aku adalah untuk membatalkan pernikahan ku sama Ustad Abrisam, ditambah lagi ia ingin menikahi aku keesokan paginya, tapi sayang aku terus aja meronta-ronta dan terjadilah apa yang aku alami sekarang.”Ucap Adinda.


“Apa.. kenapa sih Haris itu tidak pernah kapok ya mengganggu kamu terus dan tambah lagi ia sekarang membuat kamu terluka.”Ucap Alexa.


“Alexa tadi kamu sudah aku bilang jangan emosi.”Ucap Adinda.

__ADS_1


“Tapi Dinda.”Ucap Alexa yang di berhentikan oleh zahra.


“Alexa sudah jangan berdebat lagi, kasih Dinda yang belum sehat.”Ucap Zahra.


Alexa yang mendengar kata yang di bilang zahra hanya bisa narik napas nya. Setelah Alexa agak tenangan mereka langsung mengobrol .


Kemudian orang tua Ustad Abrisam datang menjenguk nya di rumah sakit, bersama dengan Salwa yang juga ikut datang.


“Assalamualaikum."Ucap salam umi marwah Salwa dan Abah Hassan.


“waalaikumsalam."Ucap kami berbarengan.


“kakak Dinda kenapa bisa kaya gini.”Ucap Salwa yang langsung memeluk kakak.


“Kakak nggak apa apa Salwa, sudah jangan nagih lagi ya nanti kamu jelek loh.”Ucap Adinda yang menenangkan salwa yang menangis


“Baiklah kakak.”Ucap Salwa yang berhenti menangis.


“nak Dinda bagaimana dengan keadaan mu.”Tanya Umi marwah.


“Alhamdulillah keadaan saya baik aja umi.”Ucap Adinda.


“syukran keadaan nak Dinda baik aja.”Ucap Umi marwah.


“Nak Dinda ayah sama bunda kemana sayang.”Tanya Umi Marwah yang tidak melihat Ayah sama Bunda.


“ohh Ayah sama bunda pergi kerja umi, karena tadi ayah sama bunda mendapatkan telpon dari rumah sakit umi.”Ucap Adinda yang memberi tau kah.


“Eehh...nak dinda ini umi bawakan kamu makan kesukaan mu yang diberikan tahu oleh Bunda mu.”Ucap Umi Marwah.


“Makasih ya Umi sudah merepotkan bawakan makan saya.”Ucap Adinda.


“Sama-sama nak, nak dinda tidak merepotkan umi kok, karena umi sudah menghargai nak Dinda seperti putri umi sendiri sebelum putra umi melamar kamu.”Ucap Umi marwah.


“Umi yang sedih ya, karena Dinda sudah anggap umi seperti ibu sendiri.”Ucap Adinda yang menghapus air mata umi marwah dan sekalian memeluk umi marwah.


“makasih Nak Dinda.”Ucap Umi marwah.


Adinda pun membuka kotak makan yang berisi masakan yang di buat oleh umi marwah, saat Adinda ingin menyuap makanan ke mulut, tapi sayangnya tangan sakit digerakkan untuk menyuapkan makanan itu ke mulut.


Umi marwah melihat itu langsung mengambil alih sendok yang di pegang Adinda untuk menyuap adinda makan.


Selesai menyuap Adinda makan, umi marwah pun pamit pulang karena umi marwah mau menemani Abah untuk mengisi ceramah di Jakarta Utara.


Kami menyium tangan Umi Marwah dan tidak lupa kami memeluk Umi Marwah dan Salwa.


Setelah Umi Marwah pergi, bunda sama Ayah masuk ke dalam Ruangan, disusun juga dengan kedatangan Kakak Ega dan Ustad Abrisam yang masuk.

__ADS_1


__ADS_2