
Kini preman itu sudah menyeret Adinda yang dalam keadaan kaki luka menuju ke mobil hitam yang dia lihat tadi dan saat itu juga orang yang ada dalam mobil hitam itu pun keluar dari dalam mobil.
Tak lama muncul lah orang yang di yakin adinda adalah pemimpin para preman itu dan orang itu langsung membuka pintu mobil dan menyuruh anak buah nya untuk memasukkan Adinda ke dalam mobil.
Para preman itu pun langsung menyeret Adinda untuk masuk kedalam mobil tapi sayang adinda terus aja memberontak agar diri tidak masuk ke dalam mobil itu sambil dia berteriak minta tolong untuk dilepaskan.
Sementara pemimpin preman yang sudah sangat jengkel melihat Adinda terus aja memberontak dan berteriak, dia pun langsung memukul tepi leher Adinda hingga membuat Adinda pingsan dan dia pun menyuruh anak buah nya untuk memasukkan Adinda ke dalam mobil.
Tapi Belum sempat preman itu memasukkan Adinda ke dalam mobil sudah dengar para warga yang berdatangan untuk menyelamatkan Adinda.
Pemimpin para preman dan anak buah nya yang melihat warga yang datang itu pun langsung kabur dengan mengendarai sepeda motornya dan menyisakan salah satu rekan yang masih menahan tubuh Adinda yang pingsan.
Saat preman menahan Adinda itu mau kabur para warga langsung menangkap nya dan lalu mereka membawa preman itu ke kantor polisi.
Sementara Salwa yang melihat kakak pingsan dalam keadaan kaki nya luka, ditambah lagi dengan adanya bercak darah di gamis kakak nya itu membuat dia langsung panik sekaligus khawatir dan dia langsung meminta tolong ke salah satu warga yang diminta tolong tadi untuk mengangkat Kakaknya kedalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.
Lalu Salwa pun mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah menolong dari gangguan para preman dan membantu mengangkat kakaknya ke mobil.
Setelah mengucapkan terima kasih ke para warga, Salwa pun langsung aja menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke Rumah sakit terdekat sambil dia menghubungi ustad Abrisam melalui hp kakaknya.
Sementara ustad Abrisam yang dari tadi terus menerus mencoba menghubungi Adinda tapi tidak diangkat.
Karena telpon nya tidak diangkat oleh Adinda, Ustad Abrisam pun berinisiatif untuk mencoba menghubungi salah satu sahabat istri nya siapa tau mereka tahu keberadaan istrinya tapi belum sempat ustad Abrisam menghubungi sahabat istrinya, handphone nya sudah berbunyi yang tertera nama sang istri.
Kemudian Ustad Abrisam pun mengangkat telpon dari istrinya.
“Assalamualaikum Ustad Abrisam.”Ucap orang diseberang sana
“Waalaikumsalam, ini Salwa nya.”Jawab ustad Abrisam sambil bertanya.
“Iya ini saya ustad.”Ucap Salwa
“Kamu kenapa bisa pakai telpon kakak mu dan dimana kakak mu saya mau bicara dengan nya.”Tanya Ustad Abrisam.
__ADS_1
“Maaf sebelum nya Ustad Abrisam, saya mau memberikan taukah kalau sekarang kakak Adinda Sedang dibawa ke Rumah sakit Mahardika.”Ucap Salwa yang memberitahukan.
“Emangnya apa yang telah terjadi dengan kakak mu, kenapa dia bisa dibawa ke Rumah sakit.”Tanya Ustad Abrisam yang khawatir dan sekaligus cemas.
“kalau masalah itu nanti saya jelaskan ustad, lebih baik sekarang ustad cepatan datang ke Rumah sakit, karena saya sekarang lagi fokus membawakan mobil ke Rumah sakit.”Ucap Salwa.
“Iya akan segera ke sana tapi kamu hati- hatinya bawa mobil nya.”Ucap Ustad Abrisam.
“Baik Ustad, Assalamualaikum.”Ucap salam Salwa.
“Waalaikumsalam.”Jawab ustad Abrisam yang kemudian mengakhiri panggilannya.
Setelah itu Ustad Abrisam langsung berlari kekamar untuk mengambil kunci mobil diatas meja dan habis itu dia pun langsung pergi menuju ke mobil nya.
Sesampainya di mobil Ustad Abrisam pun masuk ke dalam dan langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke Rumah sakit yang dibilang Salwa tadi.
*********
Sesampainya didalam Rumah sakit Ustad Abrisam pun pergi bertanya ke suster dimana Ruangan pasien yang baru aja datang setengah jam tadi.
Setelah mendapat informasi dari suster dimana Ruangan rawat istri nya, ustad Abrisam pun langsung aja pergi ke ruangan yang telah ditunjuk dan disana ustad Abrisam sudah melihat mertua nya dan saudara dari istrinya yang sudah datang.
Lalu Ustad Abrisam pun menghampiri Keluarga istrinya yang sedang menunggu dokter keluar.
“Assalamualaikum.”Ucap Ustad Abrisam.
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka semua.
“Bunda bagaimana dengan keadaan Adinda sekarang.”Tanya Ustad Abrisam yang cemas dan khawatir dengan keadaan istrinya.
“Bunda belum tau nak Abri, karena Adinda masih ada didalam ditangani oleh dokter.”Ucap Bunda yang memberi tahukan ke menantu nya.
Lalu kemudian Ustad Abrisam pun bertanya ke Salwa.
__ADS_1
“Salwa apa yang telah terjadi dengan kakak mu kenapa bisa sampai seperti ini.”Tanya Ustad Abrisam yang khawatir.
“Jadi gini ustad saat kami pulang............”Ucap Salwa yang menceritakan dari awal apa yang telah terjadi sampai kakak nya bisa masuk Rumah sakit.
Ustad Abrisam yang mendengar itu sangat terkejut dan merasa bersalah tidak bisa menjaga istrinya, coba tadi dirinya mengantar istrinya ke supermarket mungkin tidak akan pernah terjadi seperti ini.
“Kamu nggak apa nak, apa ada yang luka.”Tanya Bunda yang khawatir sambil memperiksa anak nya saat mendengarkan cerita anaknya tadi.
“Alhamdulillah aku nggak apa Bunda, kalau Bun menanyakan masalah luka di tangan ku ada luka Bun saat aku membuka pintu mobil tadi aku tidak sengaja terkena pecahan kaca mobil.”Ucap Salwa.
“Syukurlah nak kalau nggak ada yang serius, mending sekarang kamu obati luka mu dulu.”Ucapan Bunda.
“Nanti aja bunda aku ingin tau keadaan kakak Dinda dulu.”Ucap Salwa
“kamu obati dulu luka mu nak karena bunda tidak mau luka mu sampai infeksi, kalau masalah kamu ingin tahu keadaan kakakmu nanti kamu masih bisa lihat kah.”Ucap Bunda yang memberi pengertian ke anak agar mau diobati lukanya.
“Baiklah Bunda.”Ucap Salwa yang menuruti kata Bunda nya.
"itu dong nak sekarang kamu pergi sana dengan kakakmu nandi untuk mengobati luka mu."Ucap Bunda yang menyuruh salwa pergi mengobati lukanya dengan kakaknya dan Salwa pun langsung pergi dengan kakak nandi untuk mengobati lukanya.
Tak beberapa lama pintu Ruangan Rawat adinda terbuka dan disitu keluar lah dokter yang memeriksa Adinda, mereka yang melihat itu langsung menghampiri dokter.
“Dengan keluarga pasien Dinda.”Panggil Dokter.
“Iya Dok saya Orang tuanya.”Ucap Bunda.
“saya suaminya Dok” Ucap Ustad Abrisam.
“jadi bagaimana dengan keadaan istri saya Dok.”Tanya Ustad Abrisam.
“Keadaan istri Tuan sekarang sudah baikan, kaki istri Tuan yang luka udah saya obati dan untung tadi Tuan cepat membawa istri Tuan ke Rumah sakit kalau tidak janin yang dikandungnya istri Tuan tidak bisa di selamatkan.”Ucap Dokter yang memberi tahukan.
“Apa istri saya hamil Dokter.”Tanya Ustad Abrisam.
__ADS_1