
Pada jam 10.04 pagi Ustad Abrisam sedang berada di ruangan keluarga sambil menonton berita bisnis di Tv.
Tiba-tiba Adinda datang dari dapur sambil dia membawa kunci mobil dan dompet nya.
“Hubby Mai mau keluar dulu ya.”Ucap Adinda yang berpamitan sambil menatap Ustad Abrisam yang lagi fokus nonton berita.
“Mau pergi kemana mai.”Tanya Ustad Abrisam.
“Mai mau pergi ke supermarket, mau membeli keperluan dapur dan sekalian membelikan kebutuhan Salwa di pesantren.”Ucap Adinda.
“mau Hubby antar gak.”Ucap Ustad Abrisam.
“Gak usah deh hubby karena Mai pergi nya sama Salwa.”Ucap Adinda.
“kalau itu kamu hati ya bawa mobil.”Ucap Ustad Abrisam.
“Iya hubby Mai pergi dulu, Assalamualaikum.”Ucap Adinda yang mencium tangan ustad Abrisam.
“Waalaikumsalam.”Ucap Ustad Abrisam.
Adinda berjalan keluar rumah dan membawa mobil nya menjemput Salwa.
Tak lama Adinda sampai di parkir pesantren dan disana Adinda sudah melihat Salwa yang menunggu nya, lalu Salwa pun masuk kedalam mobil dan Adinda pun langsung membawa mobilnya menuju supermarket.
Kini Adinda dan Salwa sudah sampai di supermarket, lalu mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam supermarket.
Setelah masuk ke dalam Adinda langsung mengambil troli, lalu dia pun memasukkan semua keperluan dapur yang sudah hampir habis.
Sementara Salwa langsung mengambil beberapa barang yang penting dan Snack untuk dimakan bersama teman di Asrama.
Setelah semua barang sudah didapatkan Adinda langsung membawa troli ke kasir untuk membayar nya.
__ADS_1
Setelah membayar Adinda dan Salwa pun pergi ke luar dari supermarket sambil mereka membawa belanjaan kedalam mobil.
Lalu kemudian Adinda pun menjalankan mobil nya ke pesantren, tapi Saat pertengahan perjalanan pulang ke pesantren tiba tiba mobilnya Adinda dihadang oleh beberapa preman yang mengendarai sepeda motor dan diikuti oleh mobil hitam di belakang mereka.
Lalu preman itu turun dari motor mereka dan mereka langsung berjalan kearah mobil Adinda sambil membawa kayu.
Sementara orang yang ada didalam mobil hitam itu hanya diam aja didalam mobil sambil memperhatikan anak buah nya
“Hey nona keluar.”Teriak Preman sambil mengetuk kaca mobil.
Adinda dan Salwa yang mendengar itu merasakan ketakutan sambil mereka berdoa meminta perlindungan dari Allah SWT dan Adinda pun berinisiatif untuk mencoba menghubungi polisi.
Tapi sayang preman itu sudah memukul kaca mobilnya dengan kayu yang mereka pegang tadi.
Kemudian preman itu pun membuka pintu mobilnya dan langsung menarik Adinda dan Salwa keluar dari mobil.
“Lepaskan saya Abang.”Teriak Adinda dan Salwa sambil mereka meronta.
“Silahkan nona berteriak karena disini tidak ada yang akan mendengar teriakkan anda nona.”Ucap Salah satu preman ketawa sambil mereka menyeret Adinda dan Salwa.
“Kami tidak butuh semua barang mu termasuk mobil dan ATM mu nona, yang kami butuh hanya nona-nona aja.”Ucap salah satu preman sambil mencolek dagu Adinda.
Adinda yang dicolek itu pun menepis tangan preman itu.
“Saya mohon lepaskan kami Abang.”Ucap Adinda yang terisak.
“Iya Abang lepaskan saya dan kakak saya.”Ucap Salwa terisak.
“kami tidak akan melepaskan nona sebelum.”Ucap preman itu yang terhenti karena memperhatikan penampilan Adinda dan Salwa dari atas sampai bawah.
“Sebelum apa Abang.”Tanya Adinda yang mulai merasakan ketakutan lagi.
__ADS_1
“Sebelum kami bisa merasakan tubuh anda nona.”Ucap Salah satu preman yang mengutarakan keinginan nya sambil mereka ketawa kelaparan.
Bak seperti disambar petir Adinda dan Salwa yang mendengar itu langsung merasakan ketakutan dan menangis sambil mereka berdoa meminta perlindungan dari Allah SWT.
“Saya mohon Abang jangan lakukan itu ke kami.”Ucap Adinda yang terisak tapi preman itu tidak mendengarkan nya, preman itu tetap membawa Adinda dan Salwa pergi.
Adinda dan Salwa terus aja memberontak agar diri mereka bisa terlepas dari para preman itu dan saat itu pula Adinda langsung mendapatkan celah untuk melepaskan dirinya dan adiknya dari preman itu.
Setelah Adinda dan Salwa terlepas dari para preman, mereka pun mencoba untuk berlari kabur dari para preman itu.
Lalu orang yang ada dalam mobil itu pun keluar dari mobil saat melihat Adinda kabur dan dia pun langsung menyuruh anak buahnya itu untuk mengejar mereka berdua.
Lalu kemudian para preman itu pun langsung mengejar Adinda dan Salwa.
Tapi sayang saat itu juga Adinda terjatuh karena tidak sengaja tersandung batu dan preman itu pun langsung menangkap Adinda.
Saat itu pula Adinda langsung menyuruh Salwa berlari terus untuk mencari pertolongan dari warga yang ada di sekitar sini.
“Aku nggak mau meninggalkan kakak.”Ucap Salwa yang menangis.
“Salwa kamu nggak usah hiraukan kakak, kamu cepat lari cari pertolongan dek.”Ucap Adinda.
“Tapi kak...”Ucap Salwa yang terhenti
“Cepat Salwa...”Teriakkan Adinda.
“Baiklah kakak Dinda.”Ucap Salwa menurutin kata kakaknya
Lalu Salwa langsung aja berlari untuk mencari pertolongan dari para warga yang ada di sekitar sini.
Sementara di pesantren ustad Abrisam sangat khawatir dengan istri nya yang sudah tiga jam belum aja pulang dari Supermarket dan dia pun mencoba untuk menghubungi Adinda.
__ADS_1
Tapi sayang telpon nggak diangkat oleh Adinda.
“kamu dimana Mai, kenapa kamu belum pulang.”Batin Ustad Abrisam yang sangat khawatir dan cemas dengan istri nya sambil dia mencoba lagi untuk menghubungi Adinda tapi sayang telpon nggak diangkat lagi.