
Alexa dan kedua sahabatnya Adinda yang sudah lama menunggu Adinda kembali dari toilet itu merasakan khawatir. Lalu Alexa pun berinisiatif menyusul Adinda ke toilet dikarenakan dia merasakan khawatir dengan keadaan Adinda yang berada didalam toilet.
Saat sampai di depan toilet Alexa mendengar suara samar samar seorang yang berteriak.
Lalu Alexa pun langsung bergegas masuk ke dalam toilet.
Sesampainya di dalam Alexa melihat orang yang berteriak tadi yang ternyata adalah Adinda yang nampak dalam keadaan ketakutan sambil tangan nya bergetar yang menggenggam Hp.
Lalu Alexa pun mendekati sahabat nya itu seraya memeluk nya.
“Dinda... kamu kenapa.”Teriak Alexa yang mulai khawatir sambil berjalan mendekati Adinda.
“Apa yang terjadi dengan diri mu dinda.”Tanya Alexa yang sudah memeluk Adinda.
“...........”Adinda tak menjawab pertanyaan Alexa, karena dirinya masih merasa takut.
“Dinda... Jawaban aku, kamu jangan membuat aku khawatir Dinda.”Tanya Alexa yang sangat khawatir seraya memegang wajah Adinda agar dia bisa menatapnya. Ketika itu pula Adinda pun menangis histeris dan Alexa yang melihat Adinda menangis itu pun menjadi bertambah khawatir.
“Kamu kenapa menangis dinda.”Tanya Alexa lagi.
“Hiks.... hiks.... Aku takut lexa.”Jawab Adinda.
“emangnya kamu takut apa Dinda.”Tanya Alexa bingung.
“Lexa aku takut kehilangan hubby hiks...”Jawab Adinda.
“Emangnya Ustad Abrisam kenapa Dinda, apa terjadi sesuatu dengan Ustad Abrisam.”Tanya Alexa.
“Nggak terjadi apa dengan hubby lexa.”Jawab Adinda.
“Terus kenapa kamu menangis dinda.”Tanya Alexa.
“Aku hanya takut lexa.”Ucap Adinda
“kamu takut apa Dinda, coba kamu cerita ke aku siapa orang yang menelepon kamu tadi.”Ucap Alexa
__ADS_1
“Aku gak tau siapa yang nelpon aku lexa.”Jawab Adinda.
“Gak tau, maksud mu apa Dinda.”Tanya Alexa yang nampak bingung.
“Coba kamu ceritakan ke aku.”Ucap Alexa.
Adinda hanya menganggukkan kepalanya dan lalu kemudian Adinda pun menceritakan yang dia dengar saat menerima panggilan tadi.
Alexa terkejut saat mendengar cerita Sahabatnya itu. Dia pun menenangkan lagi Adinda yang dari tadi nangis terus.
“Sudah ya Dinda kamu jangan menangis lagi, kamu nggak kasihan dengan anak yang ada di kandungan mu.”Ucap Alexa sambil menghapus air mata Adinda yang ada di wajahnya dan tersenyum. Adinda hanya mengangguk aja.
Tapi saat Alexa mengajak Adinda kembali ke kelas, Adinda sudah memberhentikan Alexa dulu dan lalu dia meminta Alexa untuk berjanji tidak akan menceritakan kejadian ini ke yang lain, terutama kepada keluarga dan suaminya, karena dia tidak mau membuat semua orang menjadi khawatir.
Alexa yang mendengar permintaan Adinda yang menyuruh nya untuk berjanji itu awalnya dia ingin menolaknya tapi saat dia melihat Adinda yang memohon kepada nya sambil menangis ketika itu pula dia pun mengiyakan permintaan Adinda yang menyuruh nya untuk tidak menceritakan kejadian ini ke yang lain, termasuk kepada suami dan keluarganya Adinda. Karena dia tidak mau terjadi sesuatu kepada kandungan sahabatnya kalau sampai dirinya menolak permintaan sahabat nya itu.
Adinda langsung memeluk Alexa saat dia mendengar Alexa mau menuruti permintaan nya untuk tidak menceritakan kejadian kejadian ini ke yang lain.
Lalu telah itu Adinda dan Alexa pun keluar dari ke toilet untuk pergi kembali ke kelas.
Kini Adinda yang baru aja sampai di depan Rumah itu dan disusun oleh ketiga sahabatnya yang ikut ke Rumah Adinda, karena pas di kampus Adinda mengajak ketiga sahabatnya ke Rumah nya untuk menemani makan rujak dengan alasan anak nya yang meminta agar mereka mau menuruti.
Di dapur mereka sudah memulai membuat rujak buah yang menggunakan buah seadanya yang di dapur seperti buah pepaya, mangga muda, jambu air, dan Apel.
Mereka berempat pun juga akan memasak udang asam manis untuk mereka makan bersama dengan rujak nanti.
Tak lama mereka berempat selesai membuat rujak buah dan udang asam manis.
Lalu Rujak buah dan udang asam manis itu mereka bawa ke teras Rumah.
Sesampainya di teras Rumah mereka berempat pun makan rujak buah dan udang asam manis yang mereka buat tadi sambil diiringi mengobrol recent Nissa yang bikin ketawa.
Saat mereka lagi asyik-asyiknya memakan hasil masakan mereka, Tiba-tiba ibu mertua Adinda datang.
“Assalamualaikum.” Salam Umi Marwah.
__ADS_1
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka berempat.
“Hei tamu nak Dinda, maaf umi mengganggu ya.”Ucap Umi Marwah.
“Iya umi, umi gak ganggu kok.”Ucap Adinda yang mencium tangan Ibu mertua nya dan disusun ketiga sahabatnya.
“Umi ayo ikut kami makan rujak buah.”kata Adinda yang menawari ibu mertua untuk makan rujak.
“Gak usah nak umi kesini itu Cuma membawakan kamu sayuran labu yang bagus untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak mu.”Ucap Umi Marwah.
“Makasih ya Umi sudah merepoti membawa Dinda sayuran labu.”kata Adinda yang merasakan gak enak merepotkan ibu mertua nya.
“Kamu nggak merepotkan umi kok justru umi sangat senang bisa melakukan ini untuk kamu dan cucu umi.”Kata Umi Marwah sambil mengelus kepala Adinda.
“Iya Terima kasih Umi.”Ucapan Adinda yang sangat bersyukur memiliki ibu mertua baik seperti Umi Marwah.
“Iya nak.”Kata Umi Marwah. Lalu Umi Marwah pun melirik Alexa dan memanggilnya.
“Nak Alexa...”Panggil Umi Marwah.
“Iya Umi Ada apa ya.”Tanya Alexa bingung dipanggil.
“Ini Umi minta tolong memberikan ini ke mami mu ya.”Kata Umi Marwah yang menitipkan paper bag untuk maminya Alexa.
“Baik Umi.”Ucap Alexa menerima paper bag yang titipan untuk maminya.
“Iya udah umi pamit pulang dulu.”Ucap Umi marwah.
“Assalamualaikum.”Salam Umi Marwah yang berlalu pergi.
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka berempat.
Setelah Umi marwah pergi mereka berempat pun melanjutkan kembali mengobrol dan makanan rujak nya sampai waktu sudah masuk pukul 15.35 sore.
Lalu Alexa Zahra dan Nissa pamit pulang ke Adinda.
__ADS_1
Adinda yang mendengar itu pun langsung mengantar ketiga sahabatnya pulang sampai di depan mobil mereka. Lalu telah mobil sahabat nya sudah pergi, Adinda pun langsung mengangkat piring bekas di makan tadi yang ada di lantai teras Rumah itu masuk ke dalam Rumah dengan dibantu oleh bibi Siti yang tadi dia panggil.