
Di pagi yang cerah dikediaman keluarga Pratama Adinda dan keluarganya sudah mulai bersiap untuk pergi ke pesantren, sebelum Adinda sama keluarganya berangkat mengunjungi adiknya di pesantren, kami berkumpul dulu dimeja makan untuk sarapan pagi dulu dan saat itu Adinda bertanya sama bundanya jam berapa kita berangkatnya.
“Oh yah Bun nanti kita berangkat ke pesantren jam berapa Bun.”Ucap Adinda
“Kayanya sekitar jam 9 nak.”Ucap bunda
“Oh.. oke Bunda." Ucap Adinda.
“Terus itu apa Bun.” ucap Adinda sambil menunjuk paper bag yang di pegang Bunda nya.
“Oh itu makanan untuk adikmu dan sekaligus untuk di bagikan ke teman temannya.”Ucap Bunda.
“Iya udah cukup ngobrolnya nanti dilanjutkan, sekarang kita sarapan dulu.”Ucap Ayah.
“Baik yah.”Ucap mereka.
Adinda dan keluarganya memulai makan paginya dalam waktu sekitar 5 menit dan selesai makan Adinda sama keluarganya sedikit ngobrol dan ayahnya melihat jam di tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 08.45 dan Adinda dengan keluarganya beranjak ke luar rumah untuk berangkat ke pesantren.
Dalam perjalanan sekitar 2 jam Adinda sama keluarganya sampai di depan gerbang pesantren Nurul Ilmi dan sekaligus dan bertepatan dengan masuknya waktu sholat zhuhur, Adinda, orangtuanya dan kakaknya pergi ke masjid yang ada di pesantren untuk menunaikan sholat zhuhur, dalam waktu 8 menit Adinda dan keluarganya selesai menunaikan sholat, Adinda sama orangtuanya dan kakaknya berjalan keluar dari masjid dan pergi ke rumah pemilik pondok pesantren.
Sesampainya Adinda dengan keluarganya didepan rumah pemilik pondok kami disambut dengan baik. Disana Adinda melihat orang tuanya sangat akrab sekali dengan pemilik pondok.
“Assalamualaikum Hassan.”Ucap Salam Ayah.
“Waalaikumsalam hei Raka, sebentar aku panggil istriku dulu.”Ucap Abah Hassan.
“Iya hassan.”Ucap Ayah.
“Umi sini dulu ada Raka nih sama keluarganya.” Ucap Abah Hassan.
“Iya bah sebentar nanti Umi ke sana, Umi buat buat minuman dulu untuk tamu kita.”Teriak Umi Marwah.
“Cepat ya mik.”Ucap Abah Hassan.
“iya Bah.”Ucap Umi Marwah.
__ADS_1
“Hei Raka tumben kamu datang kesini.”Tanya Abah Hassan.
“hem...gini aku datang kesini ingin bertemu dengan anakku.”Ucap Ayah.
“Oh... Gitu, sebentar ya aku suruh santriwati ku dulu untuk memanggil anakmu.”Ucap Abah Hassan
“Iya hassan.”Ucap Ayah.
Tak lama kemudian keluarlah istri dari pemilik pondok pesantren yang membawa minuman dan cemilan, lalu ditaruh di atas meja, kemudian istri pemilik pondok pun menyapa bunda dan mereka berpelukan.
“hei Suci sudah lama kita nggak bertemu, yang waktu mengunjungi anak kamu itu cuma anakmu dan suamimu aja.”Ucap Umi Marwah.
“Iya Marwah waktu itu aku ada pasien darurat di rumah sakit jadi aku tidak ikut datang.”Ucap Bunda.
“oh.. gitu ya suci.”Ucap Umi Marwah.
Saat itu istri pemilik pondok itu melihat Adinda dan menanyakan kepada bunda kalau gadis ini siapanya bunda, bunda langsung memperkenalkan Adinda, saat itu istri pemilik pondok menyapa Adinda dengan lembut seperti Bundanya dan dia menyuruh Adinda memanggilnya dengan sebutan umi.
“Hei suci, gadis ini siapa mu.”Tanya Umi Marwah.
“Baik Bun.”ucap Adinda yang kemudian mencium tangan istri pemilik pondok
"Ehm... nak kamu cantik sekali seperti bunda mu.”ucap Umi Marwah, istri pemilik pondok sambil mengelus kepala Adinda yang tertutup hijabnya
“terima kasih ibu.”Ucap Adinda
“hei jangan panggil ibu, panggil aja umi.”Ucap Umi Marwah.
“iya u..mi.”kata Adinda gugup
Saat orangtuanya keasikan berbicara dengan pemilik pondok pesantren dan terdengar seseorang yang mengucapkan salam, muncullah seorang tiga laki laki yang berpakaian baju Koko, bersarung sepertinya anak pemilik pondok ini deh.
“Assalamualaikum Abah umi.”ucap Abrisam berbarengan dengan adiknya
“Waalaikumsalam.” Ucap kami semua
__ADS_1
“hei ada tamu, maaf Abah kami menggangu.”Ucap Ustad Abrisam.
“ Tidak nak, kenalkan ini om Raka sahabat Abah waktu pondok dulu, dan ini istri dan anak dari om Raka, om Raka kesini mau mengunjungi anak yang bernama Salwa santriwati kita.”Ucap Abah Hassan.
“Hei om saya Abri.” Ucap Abrisam sambil mencium tangan orang tuanya
Sedikit cerita waktu Salwa masuk di pondok pesantren ini, si Abri tidak ada di pesantren karna dia ada tugas di luar kota, jadi yang menyambut keluarga Pratama hanya Abah, umi dan kedua adiknya sedangkan Adinda waktu itu tidak bisa mengantarkan adiknya masuk ke pondok pesantren karena dia ada kuliah di kampus nya.
Kembali dengan cerita
“Iya nak Abri." Ucap ayahnya
"Oh. ya nak Abri kenalkan nih anak pertama saya Ega."
"Ayah aku sama Abri sudah saling kenal dan malah kami juga bersahabat."Ucap kakak Ega.
"betulkah nak Abri."Tanya Ayah.
"Iya om emang saya sama Ega sudah saling mengenal dan sekaligus kami bersahabat saat kami sama-sama masih duduk di bangku sekolah SMA."Ucap Ustad Abrisam.
"wah Hassan aku gak nyangka anak ku dan anakmu itu juga bersahabat seperti kita saat kita sama-sama masih di bangku sekolah dulu."Ucap Ayah yang ketawa.
"Aku juga sama Raka."Kata Abah Hassan yang ikut ketawa.
"Ahm.. lanjutkan lagi nak Abri perkenalkan nih anak kedua om Nandi dan yang nih anak ketiga Om Adinda."Ucapan Ayah yang melanjutkan kembali memperkenalkan.
Saat ayah memperkenalkan Adinda dan kakak nya, Ustad Abrisam tidak sengaja menatap Adinda dan terjadi itu tidak sengaja tertangkap oleh pengelihatan Adinda.
"Dia mengapa sih memperhatikan aku seperti itu, apa ada yang salah dengan penampilanku ditambah lagi dia kenal dengan kakak Ega yang ternyata dia adalah sahabat dari kakak ku."Batin Adinda
Adinda dan kak Nandi menyambut perkenalan dengannya saling Menangkupkan kedua tangannya.
“saya Abri.”ucapnya yang tersenyum padanya.
“iya ustad, saya adinda.”ucap Adinda
__ADS_1
“Saya Nandi.”ucap kakak Nandi