
Di pagi harinya Adinda dan Ustad Abrisam pergi joging di sekitar kompleks perumahan Keluarga pertama, di jalan Adinda dan Ustad Abrisam tidak sengaja bertemu dengan ibu-ibu yang juga sedang joging di sekitar kompleks perumahan Keluarga pertama.
“Hey ada neng Dinda dan suaminya, sedang joging ya neng.”Ucap ibu-ibu itu.
“Iya Bu, kalau itu saya permisi dulu ya Bu.”Ucap Adinda tersenyum ramah.
“Assalamualaikum.”Ucap salam Adinda
“Iya neng, waalaikumsalam.”Ucap ibu-ibu itu.
Adinda dan Ustad Abrisam pun melanjutkan kembali joging nya mereka mengelilingi sekitar kompleks perumahan.
Dalam waktu 30 menit Adinda pergi pulang ke rumah nya, sesampainya di rumah Adinda dan Ustad Abrisam langsung naik kekamar mereka dan Ustad Abrisam langsung masuk ke kamar mandi, sedangkan Adinda langsung menyiapkan pakaian ganti untuk suami dan juga pakai nya yang akan ia bawa ke dalam kamar mandi.
Kemudian Ustad Abrisam keluar dari kamar mandi dan Adinda pun langsung masuk ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Adinda keluar dari kamar mandi dan berjalan ke meja hias untuk mengeringkan rambut yang basah.
Setelah rambutnya kering. Adinda langsung memakai jilbabnya dan ia pun turun kebawah bersama ustad Abrisam untuk sarapan.
Di bawah nampak semua orang sudah menunggu nya untuk sarapan. Ia dan suaminya langsung menghampiri mereka.
“Selamat pagi semua nya.”Ucap Adinda dan Ustad Abrisam berbarengan yang langsung duduk di kursi makan.
“Selamat pagi juga Dinda dan Abri.”Ucap semua orang.
Adinda pun langsung mengambilkan nasi untuk suaminya itu dan juga bertanya ke suaminya mau lauk apa.
“Hubby mau makan pakai Lauk apa, ini ada ayam rica rica, sayur sup, ikan bakar, sambel kemangi goreng, tempe bacem dan telur balado.”Tanya Adinda kepada Ustad Abrisam mau pakai Lauk apa.
“Mai hubby mau pakai Lauk sayur sup, ikan bakar dan sambel kemangi goreng aja mai.”Tanya Ustad Abrisam.
“Iya Hubby, ini mai ambilkan dulu untuk hubby.”Ucap Adinda
“makasih mai.”Ucap Ustad Abrisam.
__ADS_1
“Sama-sama Hubby.”Ucap Adinda.
Semua orang yang melihat ke romantis pengantin baru itu ikut merasakan kebahagiaan, mereka pun memulai sarapan paginya tanpa adanya suara orang sedikit pun yang berbicara.
Setelah selesai makan, mereka semua pun pergi ke Ruangan keluarga untuk sekedar mengobrol disana.
Sedangkan Adinda bermain dengan kelima keponakannya, anak dari kakak sepupunya yang dibandung dan di luar negeri itu. Tapi tiba tiba Kakak Doni datang menghampiri Adinda yang sedang Asyiknya bermain dengan kelima keponakannya dari Bandung dan luar negeri itu.
“Dinda boleh kakak Doni bicara sama kamu.”Tanya kakak Doni.
“Iya, Kakak Doni mau bicara apa sama aku.”Tanya Adinda
“Kakak mau bicara masalah kemarin Dinda.”Ucap kakak Doni.
“Kakak Doni masalah kemarin tidak usah dibahas lagi kak.”Ucap Adinda.
“Tapi Dinda masalah itu harus kita selesaikan, kakak tidak mau masalah itu menjadi boomerang dalam hubungan keluarga kita.”Ucap kakak Doni.
“iya udah cepat Kak Doni mau bicara apa ke aku.”Ucap Adinda
“Dinda kakak mau minta maaf masalah kemarin ya dek, karena kakak telah mengetawai kamu dan kakak juga tidak mau masalah itu menjadi boomerang yang menimbulkan perpecahan antara Keluarga kita, karena kakak belum meminta maaf sama kamu.”Ucap kakak Doni yang menyesal.
“Makasih Dinda kamu telah memaafin kakak ipar mu ini.”Ucap kakak Doni.
“Sama-sama kakak Doni.”Ucap Adinda tersenyum manis.
*********
Hari demi hari berlalu tak terasa sekarang Adinda dan Ustad Abrisam akan pindah ke pesantren dan meninggalkan kediaman orang tua nya.
Didalam kamar Adinda sudah memasukkan semua pakaiannya dan pakaian suaminya yang selama satu Minggu ini tinggal dikediaman orang tuanya ke dalam koper.
Setelah semua pakaian sudah dimasukkan ke dalam koper, Adinda dan Ustad Abrisam turun kebawah untuk berpamitan kepada semua keluarga nya.
Dibawah Adinda melihat semua keluarga nya sudah menunggu dirinya dan suaminya turun kebawah.
__ADS_1
“selamat Pagi Ayah bunda dan kakak ku.”Ucap Adinda.
“Selamat pagi nak.”Ucap Ayah dan bunda Berbarengan.
“Selamat pagi adik ku dan adik ipar ku”Ucap kakak Ega yang langsung
“dinda kamu mau kemana membawa koper nak.”Tanya Bunda.
“Maaf bunda Dinda belum kasih tau kalian, kalau hari ini Dinda dan Hubby mau pindah ke pesantren.”Ucap Adinda.
“Kenapa kamu baru kasih tau kami sekarang nak, kalau kamu kasih tau kemarin bunda bisa siapkan kue untuk mertua mu dan juga ikut mengantar kamu ke pesantren.”Ucap bunda yang
“maafin Dinda ya bunda, karena Dinda baru kasih tau kalian sekarang.”Ucap Adinda yang bersedih.
“Sudahlah nak bunda sudah maafin kamu, nanti kapan-kapan bunda Ayah dan kakak mu datang mengunjungi mu di pesantren sekaligus mengunjungi Adikmu.”Ucap Bunda yang tidak tenang melihat anak bersedih.
“Sebelum kalian berangkat ke pesantren, mendingan kalian Sarapan dulu.”Ucap Ayah.
“Baiklah Ayah.”Ucap Adinda dan Ustad Abrisam berbarengan.
Adinda pun langsung mengambilkan nasi untuk suami nya dan untuk dirinya dan tidak kelupaan dengan lauknya. Mereka semua pun langsung memulai sarapannya.
Setelah selesai sarapan, Adinda dan Ustad Abrisam langsung berpamitan kepada Ayah Bunda dan kakaknya, setelah itu mereka pun langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan kediaman keluarga Pratama.
Dalam perjalanan sekitar 1 jam setengah Adinda dan Ustad Abrisam pun sampai di pesantren, tapi yang membuat Adinda menjadi bingung adalah kenapa suaminya membawa dirinya ke sebuah rumah yang sangat besar dan ini bukanlah rumah mertua.
“Hubby ini Rumah siapa ya? bukankah kita mau pulang ke rumah umi ya.” Ucap Adinda sambil bertanya ke Ustad Abrisam.
“Ini Rumah kita Mai dan kamu tau dari mana kalau kita akan pulang ke Rumah Umi mai."Tanya Ustad Abrisam.
“gak ada sih, tapi kan hubby bilang akan pindah pesantren, jadi Mai pikir Hubby akan mengajak pindah ke rumah umi.”Ucap Adinda.
“Iya mai kita betul akan pindah pesantren, tapi bukan ke rumah umi, tapi kita akan pindah ke rumah kita sendiri yang setelah Hubby bangun sebelum Hubby melamar kamu mai.”Ucap Ustad Abrisam.
“oh gitu ya hubby, aku kira kita itu akan pindah ke umi sama Abah Hubby.”Ucap Adinda.
__ADS_1
“iya udah yuk kita masuk ke dalam rumah kita mai.”Ucap Ustad Abrisam
“Iya Hubby.”Ucap Adinda.