
Hari berganti dengan Minggu, Minggu berganti dengan bulan tidak terasa saat terjadi penyelamatan waktu itu, Adinda dan Ustad Abrisam sering sekali bertemu dan membuat mereka makin hari makin dekat sampai Ustad Abrisam mulai yakin dengan dirinya untuk mengimbah Adinda untuk menjadi istrinya.
Pada saat itu pula Bella anak dari Klein Ustad Abrisam itu juga berusaha untuk mendekati dengan beberapa alasan, tapi sayang Ustad Abrisam tidak perna manganya dan terus menolak apa yang dilakukan nya.
Karena Ustad Abrisam sudah yakin untuk mengkhibat adinda, ia pun menemui Abah dan Umi untuk memberikan tau mereka untuk mengkhitbah anak om Raka.
Saat Ustad Abrisam sudah sampai di ruang keluarga, ia melihat Abah sama umi nya sedang mengobrol dan Ustad Abrisam mendatangi Abah dan Umi nya yang di ruang keluarga itu.
Setelah Ustad Abrisam sudah sampai disana, kemudian Ustad Abrisam duduk dekat Umi sama Abah nya dan Ustad Abrisam pun memulai mengungkapkan keinginan nya untuk mengkhitbah anak dari Om Raka yang bernama Adinda.
Saat itu pula Abah dan Umi nya yang mendengar keinginan anak itu untuk mengkhitbah seorang gadis yang tak lain anak dari sahabat nya sendiri itu, mereka sangat senang dan bahagia karena bisa besan dengan sahabat sendiri dan juga bisa mendapatkan menantu yang baik, sholehah, pintar dan cantik.
Abah pun mengambil telpon nya untuk menghubungi sahabatnya dan memberi tau kah bahwa Keluaraga nya Minggu depan akan datang ke Rumah untuk mengkhitbah nak Adinda untuk anaknya Abrisam.
Ayah Adinda yang mendengar sahabat nya ingin melamar putri nya sangat senang, karena bisa besan dengan sahabat nya sendiri dan bisa mendapatkan menantu yang baik, Sholeh, ganteng, bisa menjadi pemimpin yang baik untuk keluarga nya dan bisa melindungi orang yang ia sayangi.
Ayah pun mengasih tau kepada bunda bahwa Keluarganya Hassan mau datang Minggu depan ke Rumah kita untuk melamar putri kita Adinda menjadi istrinya nak Abrisam.
Bunda yang mendengar kata-kata dari suaminya bahwa Keluarga dari Hassan dan Marwah ingin datang ke Rumah kita untuk melamar putrinya untuk Menjadi istrinya nak Abrisam, merasa sangat senang dan bahagia karena bisa melihat putrinya mendapat Imam yang baik, sayang kepada putrinya dan bisa menjaga putrinya.
Sedangkan di pesantren di Rumah Ustad Abrisam Setelah Abah menelpon Om Raka dan menyampaikan tentang Rencana kami yang Minggu depan mau datang ke Rumah untuk mengkhitbah Adinda. Umi pun mengajak Ustad Abrisam untuk membeli barang untuk mengkhitbah Adinda.
Ustad Abrisam hanya mengiyakan saja dan ia pun pergi ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya. Setelah itu Ustad Abrisam keluar kamar menuju ke mobil nya yang sudah di tunggu oleh Umi, ia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan pesantren.
Sesampainya Kami di Mall. Umi pun membawa Ustad Abrisam pergi ke toko perhiasan langganan temannya umi untuk mencari sebuah perhiasan untuk acara mengkhitbah Adinda Minggu depan.
Disana kami sambut para karyawan toko perhiasan itu, Umi langsung minta pada karyawan toko itu untuk mengambilkan sebuah cincin model terbaru untuk acara melamar.
Karyawan toko itu mengeluarkan semua model cincin terbaru yang umi minta.
“Abri menurut mu cincin yang mana bagus untuk calon menantu umi nih.”Ucap Umi yang bertanya kepada Ustad Abrisam.
“Seterah Umi aja abri gak tau model cincin terbaru.”Ucap Ustad Abrisam yang menyerahkan semua kepada uminya.
“iya udah kalau kamu gak tau biar umi aja yang memilihnya.”Ucap Umi
__ADS_1
“iya umi.”Ucap Ustad Abrisam.
Umi pun memilih cincin berlian yang cocok untuk calon menantunya.
Setelah mendapatkan cincin yang cocok untuk Adinda, Abri langsung membayar cincin berlian yang di pilih Umi untuk calon menantu nya.
Ustad Abrisam dan umi nya pergi berjalan keluar Toko perhiasan menuju ke mobil. Sesampainya di kami masuk ke mobil dan menjalankan mobil untuk kembali ke pesantren.
********
Di kediaman Keluaraga Abraham. Adinda, Nissa, Zahra dan Alexa sedang mengerjakan tugas kelompok yang di berikan oleh Dosen killer kami.
Dalam beberapa jam kami selesai dengan tugas diberikan oleh dosen killer kami.
Setelah itu kami pergi ke ruangan musik kakak vano untuk berkaraoke.
Annisa pun mencari lagu Raisa yang berjudul jatuh hati, kami semua pun langsung mulai berkaraoke nya.
Saat giliran Nissa menyanyi lagu Itu.
Aku tersihir jiwamu
Terkagum pada pandangmu
Caramu melihat dunia
Kuharap kau tahu bahwa ku
Terinspirasi hatimu
Entah memilikimu
Tapi bolehkah ku selalu di dekatmu?
Kami melihat kakak vano yang baru pulang kerja tapi sayang kakak vano itu sedang bengong memperhatikan Nissa beryanyi karena ia terpesona dengan suara nya Nissa, zahra da Adinda yang melihat itu memulai curiga dengan kakak Vano yang terus perhatikan Nissa, sedangkan untuk Alexa ia sudah tau kenapa kakaknya bengong seperti itu.
__ADS_1
Saat Kami semua sudah selesai menyanyi lagu itu, tapi kakak vano masih aja bengong.
Kemudian Alexa membisikkan sesuatu kepada Zahra dan Adinda, Adinda dan Zahra pun setuju dengan ide Alexa.
“Nissa boleh aku minta tolong nggak.”Ucap Adinda yang minta tolong.
“dinda kamu mau minta tolong apa sama aku.”Ucap Nissa yang tanya ke Dinda minta tolong apa.
“aku minta tolong kamu ambil aku air minum sekali untuk Alexa dan Zahra di dapur Nissa.”Ucap Adinda yang memberi tau Nissa untuk mengambil air minum sekaligus untuk Alexa dan zahra.
“baiklah sahabatku akan aku ambil.”Ucap Nissa.
Nissa pun berjalan ke pintu, tapi Nissa terheran dengan kakak Vano yang berdiri di pintu.
“Hmmm.....”deheman Nissa yang melihat Kakak Vano yang berdiri depan pintu.
“hey Nissa ada apa ya.”Ucap Vano yang belum sadar kalau dirinya berdiri di depan Pintu.
“Hey ada apa kak vano bilang. Kak vano gak liat kah kalau kakak vano itu berdiri di depan pintu tau, bagaimana aku mau lewat kak.”Ucap Nissa yang marah dengan jawaban kakak vano.
Alexa, Zahra, dan Adinda yang melihat kejadian itu tertawa dengan jawab kakak vano dan ditambah lagi ia gak tau kalau dirinya masih bengong di depan pintu.
“Maaf Nissa kakak gak tau kalau kakak berdiri di pintu.”Ucap Vano yang minta maaf.
“bagaimana sih kak vano gak bisa tau, kalau ia berdiri depan, malas hah aku pikir, mendingan aku ambil kan mereka dari pada urusi kakak nya Alexa ini.”Batin Nissa yang langsung aja berjalan menuju kedapur untuk mengambilkan mereka minum.
Setelah Nissa mengambil minuman untuk mereka, ia pun kembali lagi ke ruangan musik dan sesampainya di dalam langsung kasih minuman itu pada mereka.
Kami pun meminum air yang dibawa Nissa tadi, tapi tiba tiba Nissa bertanya pada Alexa.
“Alexa kakak mu itu kenapa sih, aneh banget masa dia bertanya ada apa sedangkan ia aja berdiri di depan pintu.”Ucap Nissa yang bertanya kepada Alexa tentang kakaknya itu.
“Iya Alexa betul kata Nissa. Kenapa kakak mu itu bengong di depan pintu, apa jangan kak mu itu suka ya sama Nissa.”Ucap zahra yang curiga bahwa kakak Alexa itu suka sama kamu.
“Zahra kamu jangan asal-asalan sebut, kalau kak vano itu suka sama aku.”Ucap Nissa yang ngebantah kata zahra.
__ADS_1
“tau aja kakak vano itu betul suka sama kamu niss, iya kah Alexa.”Ucap Zahra yang meminta pendapat dari Alexa.