
Malam harinya Adinda yang baru aja selesai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim dan tiba-tiba dia mendengar suara orang ribut-ribut dari luar Rumah.
Karena penasaran Adinda pun langsung bergegas berjalan ke luar kamar. Saat baru keluar dari kamar Adinda berpapasan dengan bunda dan kakaknya Nandi yang keluar dari dapur karena penasaran dengan suara ribut-ribut di depan Rumah.
“Bunda suara ribut-ribut apa itu, apa ada tamu.”Tanya Adinda.
“Bunda gak tau Dinda, coba kita lihat dulu siapa yang datang.”Jawab Bunda.
“iya Bunda.”Kata Adinda yang bergegas berjalan mengikuti bunda dan Nandi keluar Rumah.
Saat sampai di depan pintu tiba-tiba Adinda berhenti berjalan dan terbengong dengan apa yang dia lihat.
“Dinda kamu kenapa nak.”Tanya bunda yang melihat putrinya tiba tiba berhenti berjalan dan terbengong melihat siapa yang datang.
“Bunda bukanlah itu hubby.”Tanya Adinda yang masih terbengong dengan apa yang ia lihat.
“Itu memang Abri suami mu Din.”jawab Nandi yang berdiri samping adiknya.
“iya nak dikatakan kakakmu itu benar kalau itu memang suamimu nak Abri.”kata Bunda. Adinda yang dengan itu sangat merasa senang kalau suaminya sudah pulang tapi dia juga tidak menyangka suaminya pulang segitu cepat karena setaunya suaminya akan pulang satu Minggu lagi.
Lalu Adinda Nandi dan bunda pun langsung berjalan mendekati suaminya.
“Hubby....”Panggil Adinda yang sedang berjalan kearah suaminya dengan bunda dan kakaknya.
Sementara dengan Ustad Abrisam yang sedang berbicara dengan Ayah mentua dan kakak iparnya tiba-tiba samar-samar dia mendengar suara istrinya memanggilnya dan lalu Ustad Abrisam langsung mencari keberadaan istrinya.
Disitu ustad Abrisam pun menangkap keberadaan istrinya yang sudah berjalan ke arahnya bersama ibu mertua dan kakak iparnya.
“hubby... kenapa nggak kasih tau Mai dulu kalau hubby sudah pulang dan kenapa juga telpon hubby tak dapat dihubungi selama dua hari.”kata Adinda dalam pelukan ustad Abrisam.
“Maaf Mai nggak kasih tau, karena sebenarnya hubby ingin memberi kamu kejutan dengan kepulangan hubby dan masalah telpon hubby tak dapat dihubungi karna sangat sibuk untuk menyelesaikan proyek mai.”Kata Ustad Abrisam seraya mengelus kepala sang istri yang ada didalam peluknya.seraya
“iya hubby, tapi jangan kaya gitu lagi ya hubby, akukah sangat khawatir hubby karena selama tiga hari hubby tak dapat dihubungi.”kata Adinda.
“baik Mai.”Ucap Ustad Abrisam.
“Iya udah yuk kita semua masuk nih sudah malam gak baik long untuk wanita hamil lama diluar.”Kata Bunda yang menyuruh mereka masuk ke dalam Rumah.
Mereka pun masuk ke dalam Rumah dan kembali duduk di ruangan Tamu sambil menunggu makan malam disiapkan.
__ADS_1
Sedangkan Adinda langsung masuk kamar membantu suaminya yang baru pulang untuk bersiap dan mengbraskan semua barang suaminya untuk dimasukkan ke lemari.
Tak lama pintu kamar Adinda diketuk bunda yang menyuruh untuk makan malam.
Adinda yang dengar itu langsung aja berjalan ke meja makan bersama ustad Abrisam.
Sesampainya di meja makan mereka pun langsung memulai makan malam istimewa untuk merayakan atas kelulusan Adinda dan tidak lupa mereka semua mengucapkan selamat dan memberikan hadiah pada adinda termasuk ustad Abrisam yang memberikan hadiah istimewa yang ia bawa untuk sang istri tercinta atas kelulusannya.
Disitu juga ustad Abrisam tak lupa sekali memberikan oleh-oleh yang dia bawa dari luar negeri pada keluarga istrinya.
Mereka yang mendapat oleh-oleh dari adik ipar dan menantunya itu sangat terkejut sekaligus senang diberikan oleh oleh dan mereka tidak lupa ngucapin terima kasih.
*************
Hari ini Adinda dan ustad Abrisam sudah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit untuk periksa kandungan Adinda sebelum mereka pergi ke pesantren.
Tak lama Adinda dan ustad Abrisam sudah sampai di Rumah sakit, lalu turun dari mobil dan masuk kedalam.
Di dalam bertepatan di ruang tunggu mereka sangat terkejut melihat Zahra dan suaminya yang sedang menunggu juga nama mereka dipanggil.
“zahra kamu ngapain disini.”Tanya Adinda.
“Oya aku baru ingat kemarin kamu beli testpack ya, bagaimana hasilnya Zahra.”kata Adinda.
“Alhamdulillah hasil dua garis Din, karena itu aku dan suamiku pun langsung datang kesini saat tau aku hamil.”Ucap Zahra.
“Tapi bukankah kamu beli testpack dua hari yang lalu ya zahra, kenapa baru sekarang kamu dan suamimu periksanya.”Tanya Adinda.
“Sebenarnya aku baru tadi pagi pakai testpack Din dan hasil aku positif, lalu kenapa baru tadi pagi aku menggunakannya karena kemarin aku melupakan menggeletakannya Din.”Ucap Zahra.
“Eh.... Oya kakak Farid belum kenal iya ini suamiku Abrisam yang waktu itu tidak bisa datang pernikahan Kakak dengan sahabatku Zahra.”Ucap Adinda yang perkenalkan.
“Salam kenal Abrisam, saya Farid suaminya Zahra sahabat istrimu.”Ucap Farid
“Salam kenal juga Farid dan panggil aja Abri, maaf waktu itu aku tak sempat datang di pernikahan mu karna aku ada dinas luar negeri.”Kata Ustad Abrisam.
“Iya gak apa apa abri kah waktu itu juga ada istrimu yang datang.”Kata Farid
Tiba-tiba perawat keluar dari ruangan dan memanggil nama pasien selanjutnya.
__ADS_1
“ibu Dinda...”Panggil perawat.
“Hei kenapa nama mu dipanggil Din bukan kamu baru datang.”Tanya Zahra yang kaget nama Adinda duluan dipanggil perawat.
“Iya bisalah zahraku sayang, orang tadi pagi sekali aku sudah menghubungi dokternya agar tak perlu mengantri lagi.”Ucap Adinda dan Zahra hanya anggukkan aja.
“Kalau itu kami duluan ya zahra.”Ucap Adinda.
“Iya Din silakan.”Balas Zahra.
Lalu Adinda dan ustad Abrisam berjalan mengikuti perawat masuk ke dalam Ruangan dokter.
Didalam mereka disambut oleh dokter dan dokter pun menanyakan keluhan apa saja yang dirasakan sekarang. Adinda pun menjawab keluhan yang dia rasakan sekarang akhir-akhir ini yaitu mengalami Kontraksi palsu dan kaki bengkak. Dokter pun hanya menyampaikan itu hal wajar dan normal yang biasa dialami ibu hamil saat mendekati persalinan.
Lalu dokter menyuruh Adinda naik tempat tidur, setelah Adinda naik ke tempat tidur dan berbaring diatasnya, dokter pun langsung memulai melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui perkembangan dan keadaan anak yang dikandungan Adinda sekarang, Alhamdulillah nya perkembangan anak yang ada di kandungan Adinda dalam keadaan sehat.
Dokter memberikan hasil pemeriksaan USG dan obat salep mengurangi bengkak pada kaki Adinda. Lalu telah selesai Adinda dan Ustad Abrisam pun keluar dari ruangan dokter.
Setelah Adinda keluar dari Ruangan dokter, Zahra dan suaminya pun disuruh perawat masuk ke dalam Ruang dokter, karena itu Adinda dan Ustad Abrisam pun aja pergi meninggalkan Rumah Sakit dan tidak menunggu zahra keluar dulu, di takutkannya nanti saat perjalanan menuju pesantren mengalami kemacetan.
Tak beberapa lama Adinda dan Ustad Abrisam sampai di pesantren, lalu mereka turun dari mobil dan berjalan ke Rumah umi dan Abah.
Sesampainya di Rumah Abah dan Umi, mereka pun langsung mengucapkan salam.
“Assalamulaikum.”Ucap salam Adinda dan Ustad Abrisam.
“Waalaikumsalam.”jawab Umi Marwah dan Abah Hassan.
“Hei Dinda kamu datang nak, umi sangat kangen denganmu nak.”Ucap Umi marwah yang memeluk anak mantunya.
“Iya umi aku juga kangen dengan umi.”Ucap Adinda yang ada didalam perlukan ibu mertuanya.
“bagaimana keadaan cucu umi yang dikandungan mu nak”Ucap Umi Marwah yang mengelus perut anak mantunya.
“Alhamdulilah umi tadi kami baru aja melakukan pemeriksaan kandungan dan dokter pun mengatakan perkembangan anak kami dalam keadaan sehat umi tanpa ada kekurangan apapun.”Ucap Adinda
“Alhamdulillah syukurlah nak keadaan anak kalian sehat aja.”kata Umi marwah.
“Iya udah yuk duduk nak, pasti kamu capek ya dan tunggu sebentar umi ambilkan air minum dulu.”Ucap Umi marwah yang lalu masuk ke dalam Rumah.
__ADS_1
“makasih umi.”Ucap Adinda sebelum Umi pergi masuk kedalam.