Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 12 - Terbayang


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam kami pun sampai di depan gerbang yang bertuliskan pesantren Nurul Ilmi, Adinda dan Sahabatnya pun masuk kedalam pesantren dan memarkirkan mobil di parkiran yang ada pondok pesantren.


Kemudian Adinda dan Sahabatnya keluar dari dalam mobil dan berjalan meninggalkan parkiran menuju ke Rumah pemilik pondok pesantren Nurul Ilmi.


Sesampainya di Rumah pemilik pondok pesantren, Kami pun mengetuk pintu Rumah pemilik pondok pesantren dan mengucapkan salam.


Kemudian keluarlah Umi Marwah, istri dari pemilik pondok pesantren Nurul yang membalas ucapan salam kami dan disusul dengan kami yang mencium tangan Umi.


Umi Marwah langsung memeluk Adinda dan menanyakan kabar orang tuanya, Adinda menjawab Alhamdulillah kabar orang tuanya baik baik saja dan Adinda langsung memberikan buah tangan yang ia beli kepada Umi, Umi pun menerima buah tangan dan tidak usah repot membawa buah tangan segala, tapi Adinda pun jawab dia tidak repot membawakan buah tangan ini.


Kemudian Adinda perkenalkan Sahabatnya dan langsung aja menyampaikan tujuannya datang kesini untuk meminta izin untuk bertemu dengan Salwa.


Umi Marwah pun mengizinkan kami untuk bertemu dengan Salwa. umi Marwah masuk kedalam Rumah dan menyuruh kami untuk menunggu disini, karena umi marwah mau menelpon seseorang untuk mengantar kami ke Asrama Salwa.


umi marwah kembali keluar dari dalam Rumah, kemudian beberapa saat datanglah seorang wanita yang mengucapkan salam, dia adalah Ustazah Mila.


“Assalamualaikum Umi, ada apa umi memanggil saya.” Ucap Ustazah Mila


“Waalaikumsalam.”Ucap kami bareng


“begini ustazah Mila, umi suruh kamu datang kesini mau minta tolong bisakah kamu untuk mengantarkan nak Dinda dengan temannya ke Asrama Salwa.”Ucap Umi


“Baik umi.”Ucap Ustazah Mila


“nak Dinda dan temannya bisa ikut dengan Ustazah Mila untuk ke Asrama Salwa.” Ucap Umi Marwah


“Makasih umi.”Ucap kami bareng


“Iya sama sama nak Dinda.”Ucap Umi


“kalau gitu kami pamit dulu yah umi, Assalamualaikum.” Ucap Adinda

__ADS_1


“Waalaikumsalam.”Ucap Umi


Kami pun berlalu meninggalkan Rumah pemilik pondok pesantren Nurul Ilmi menuju ke Asrama santriwati, Ustazah Mila menanyakan kami ini siapanya Salwa, Adinda menjawab bahwa dirinya adalah kakaknya salwa, Ustazah Mila senang bisa kenal dengan kakak anak didiknya.


Ketika kami Asik mengobrol dijalan, kami bertemu dengan Ustad Abrisam, Ustad Bara dan Ustad daman yang sedang menuju ke mobil untuk ke toko buku.


“Assalamualaikum Ustad.”Ucap Ustazah Mila


“Waalaikumsalam Ustazah.”Ucap para Ustad barengan


“Ya Allah mengapa hamba selalu deg..deg kan ... saat melihatnya, astaghfirullah halazim ampuni hamba mu ini Ya Allah ......yang telah menatap ciptaan mu yang bukan muhrimnya hamba.” Batin Ustad Abrisam yang menatap Adinda


“Kenapa ya saat aku bertemunya , Ustad Abrisam selalu saja menatap ku seperti itu.”Batin Adinda


“Kenapa ya Ustad, saat kami bertemu dengan nya di Restoran waktu itu, ustad ini selalu saja menatap Dinda, apa mungkin dia suka sama Dinda, jadi bingung aku deh.” Batin Nissa yang melihat arah pandangnya ustad Abrisam yang selalu menatap Adinda.


“Ini Ustazah mau kemana yah dan mbak ini siapa ya Ustazah.”Ucap Ustad Bara


“Oh.. gitu Ustazah, salam kenal mbak Dinda dan temannya, perkenalkan nama Saya Ustad Ahmad Bara, yang ini Ustad Damar, kalau ini kamu pasti kenal mbak Dinda.”Ucap Ustad Bara senyum ramah


“Salam kenal Ustad Bara dan Ustad Damar.”Ucap Adinda dan sahabatnya senyum ramah


“Iya Ustad Bara saya kenal dengan Ustad Abrisam.”Ucap Adinda


“Kalau gitu kami permisi dulu ya Ustad, Assalamu’alaikum.”Ucap Adinda


“Waalaikumsalam.”Ucap Ustad barengan


Kami pun berlalu meninggalkan para Ustad menuju ke Asrama Salwa. Sesampainya di Asrama kami ucapkan salam dan muncullah teman Asrama Salwa yang membalas kami, Ustazah Mila pun menyuruh kepada teman Asramanya Salwa untuk memanggilkan Salwa.


Ketika teman Salwa mau masuk ke dalam Asrama untuk memanggil Salwa, Tiba tiba Salwa keluar dan menanyakan kepada temannya siapa yang datang.

__ADS_1


Ketika itu pun Salwa melihat siapa yang datang dan dia langsung aja berlari memeluk orang yang datang itu yang tak lain kakaknya Adinda.


Orang yang pasti melihat itu dibuat terharu melihat kakak dan adik yang saling berpelukan itu, Saat itu saja Salwa melihat Sahabatnya ikut kesini dan dia langsung memeluk sahabat kakaknya yang dia anggap sebagai kakaknya juga, Salwa langsung saja membawa kakak dan sahabat kakaknya itu masuk kedalam Asramanya.


Sesampainya kami didalam Asrama, kami disambut dengan ramah oleh teman Asrama salwa, disana Adinda langsung memberikan face bag yang di titipkan bunda untuk Salwa dan teman dan tidak lupa Adinda memberikan belanjaan yang dia beli tadi kepada Salwa dan temannya, sebagian adalah untuk dimasak untuk makan bersama.


Mereka semua senang karna dibawakan masakan yang telah dibuat oleh Bunda, karena Bunda selalu membuat masakan dengan cinta yang itu membuat rasa masakan Bunda menjadi enak dan mereka juga berterima kasih kepada Adinda karena telah dibawakan makanan, kami semua mengobrol sempai waktu sudah menunjukkan masuknya waktu Sholat Zuhur.


Kami semua pun mengambil mukena yang kami punya dan kami langsung saja pergi ke masjid pesantren untuk mengerjakan Sholat Zuhur, Sesampainya kami di Masjid Pesantren, kami semua pergi ke tempat wudhu untuk mengambil wudhu dulu, selesainya kami ambil wudhu kami langsung masuk kedalam masjid pesantren dan saat kami memakai mukena, kami mendengar suara Adzan seorang yang merdu yang membuat kami tenang.


“subhanallah suara Adzan siapa yang merdu ini yang membuat hatiku jadi damai.”Batin Adinda


Selesai Adzan Zuhur dilanjutkan dengan iqomah, kami semua pun mengerjakan Sholat Zuhur dan dilanjutkan dengan berdoa.


Selesai sholat zhuhur Adinda dan sahabatnya pamit pulang Kepada semua orang, Salwa pun langsung memeluk kakaknya dan berkata kepada Kakaknya kenapa cepat betul pulangnya, Adinda terus membujuk Salwa supaya dia bisa pulang.


Setelah Drama yang dilakukan oleh Adinda supaya dia mendapatkan izin pulang dari Salwa, Adinda dan sahabatnya langsung berlalu menuju ke parkiran untuk mobil dan langsung melajukan mobil meninggalkan pesantren.


********


Dimalam hari yang indah, di sebuah kamar ada seorang laki-laki yang melakukan sholat malam, dia adalah Ustad Abrisam yang melakukan sholat Tahajud yang dilakukan setiap malam dan dia mengadu kepada maha pencipta semua makhluk di muka bumi ini dan beserta semua isinya.


“Ya Allah, ampuni hamba ini tidak bisa menjaga pandangan hamba saat menatap ciptaan mu yang bukan muhrimnya hamba, Ampuni hamba ini yang selalu membayangi wajahnya, kalau dia memang jodoh hamba persatuan lah hamba dengannya, kalau dia bukan jodoh hamba hapuskan lah dia dari ingatan dan hati hamba.”


Selesainya Ustad Abrisam mengerjakan sholat Tahajud, Ustad Abrisam mengambil Al-Qur’an dan membacanya sambil menunggu waktu Subuh.


Setelah itu terdengar suara Adzan yang berkumandang di Masjid Pesantren, Ustad Abrisam pun memberhentikan membaca Al Quran dan menaruh kitab Al-Qur’an di tempatnya.


Kemudian Ustad Abrisam pun bersiap-siap berangkat ke Masjid Pesantren untuk mengerjakan sholat subuh, setelah itu dia keluar dari kamarnya untuk menemui Abah dan Adiknya untuk berangkat bersama ke Masjid.


Didepan rumah Abah dan Adiknya sudah menunggunya, Mereka pun pamit kepada Umi dengan kami mencium tangan Umi, Umi mencium tangan Abah dan Abah mencium kening Umi. Mereka semua pergi meninggalkan Umi di Rumah menuju ke Masjid Pesantren untuk mengerjakan sholat subuh.

__ADS_1


__ADS_2