
Hari sudah menjelang pagi, Nissa yang sudah bangun dari tidurnya, ia langsung masuk ke kamar mandi dan segera membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Nissa keluar dari kamar mandi dan lalu berjalan kearah tempat tidur untuk membangun suami yang tidur.
“Kakak, ayo bangun dulu nih sudah jam lima loh.”Ucap Nissa.
“iya dek, ini kakak sudah bangun kok.”Ucap Vano.
“Kalau sudah bangun pergi sana kamar mandi, habis itu baru kita sholat subuh berjamaah.”Ucap Nissa.
“Ok dek.”Ucap Vano yang lalu pergi masuk kamar mandi.
Sementara Nissa yang sudah selesai berpakaian, ia langsung membukakan pintu penginapan yang tadi diketuk.
“Permisi kak, ini pesan yang tadi kakak pesan.”Ucap pelayan penginapan yang menyerahkan paper bag kepada Nissa.
“makasih ya mas.”Ucap Nissa yang mengambil Paper bag dari pelayan penginapan tersebut.
“Sama sama kakak.”Ucap pelayan penginapan tersebut.
Setelah itu Nissa menutup pintu dan berjalan masuk dalam kamar.
“Siapa tadi yang datang dek.”Tanya Vano.
“Oh itu tadi yang datang pelayan penginapan kak yang mengantar pesanan ku.”Jawab Nissa.
“kamu tadi pesan apa dek.”Tanya Vano.
“Aku pesan kakak celana, karena aku pikir mana mungkin kakak keluar nanti cuma pakai celana kemarin atau pakai celana ku.”Jawab Nissa.
“Terima kasih dek.”Ucap Vano.
“Iya kakak, kalau itu aku taruh ini dulu dan habis itu baru kita sholat berjamaah.”Ucap Nissa yang lalu menaruh paper bag tersebut.
Setelahnya mereka pun mulai mengerjakan sholat subuh berjamaah dengan vano yang menjadi imamnya. Dan setelah selesai sholat mereka mengaji.
Tak lama mereka pun mengakhiri kegiatan mengaji dan lalu keluar dari kamar menuju ke Resto untuk serapan.
Di Resto mereka mulai pesan beberapa makanan dan tak lama pelayan datang membawa pesan mereka. Setelah pesan diantarkan mereka pun langsung mulai kegiatan serapannya.
Sesampainya di Resto, mereka pesan beberapa makanan dan setelah pesan diantarkan pelayan, mereka pun mulai kegiatan serapannya.
Setelah menyelesaikan serapan, mereka berdua berjalan pergi ke tempat sport snorkeling. Sesampainya di tempat sport snorkeling mereka sudah disambut oleh pemandu snorkeling.
“Selamat pagi kakak kakak, ini peralatannya, silahkan di pakaian terlebih dahulu.”Ucap Pemandu snorkeling.
“Iya mas, tapi dimana ruang gantinya mas.”Tanya Vano.
“Ruang ganti di depan sana belok kanan kakak.”Jawab pemandu snorkeling.
“Thanks mas.”Ucap Vano.
Nissa dan vano berlalu berjalan menuju ke ruang ganti yang ditunjukkan oleh pemandu snorkeling tadi.
“Duluan gih masuk kakak.”Ucap Nissa.
“Kamu aja deh duluan masuk, kakak nanti aja habis kamu dek.”Ucap Vano.
__ADS_1
“Gak, kakak saja deh yang masuk, aku nanti aja.”Ucap Nissa
“Iya udah kalau gitu kita masuk berdua aja dek.”Ucap Vano.
“Gak biarkan aku sendiri saja yang masuk, aku nggak mau kakak ikut masuk bisa-bisa kakak nanti khilaf.”Ucap Nissa.
“Apa salahnya dek, kita ini sudah menjadi pasangan halal kok, jadi sah-sah aja dong Kakak melakukan itu.”Ucap Vano.
“iya sih tidak ada salahnya, tapi ini tempat umum kakak mana mungkin kita melakukan disini, kalau mau melakukan ini kita harus kembali ke penginapan dulu.”Ucap Nissa
“Kalau gitu kita bisa melakukan habis dari snorkeling dong dek.Ucap Devin.
“Gak bisa kakak.”Tolak Nissa.
“Kenapa gak bisa dek.”Tanya Vano
“Iya karena kita harus mengelilingi tempat wisata di pulau ini dulu, percuma kita jauh pergi kalau saja kita tidak bisa menikmati keindahan dan kuliner khas yang ada di pulau ini.”Jawab Nissa.
“Kalau itu nanti malam saja kita melakukannya.”Ucap Vano.
“Iya deh Kakak, kalau begitu aku masuk dulu kasih pemandu harus nunggu lama.”Ucap Nissa yang lalu masuk ke ruang ganti.
Setelah selesai berganti pakaian baju renang, Nissa pun keluar dari ruang ganti.
“Udah Kakak, sekarang giliran kakak gih yang masuk.”Ucap Nissa.
“Iya Kakak masuk, tapi kamu tunggu disini dulu jangan pergi kemana.”Ucap Vano.
“Ok kakak, tenang saja aku tunggu kok.”Ucap Nissa.
Setelah vano selesai berganti pakaian, ia keluar dari Ruang ganti dan lalu segera mengajak Nissa kembali ke tempat pemandu yang tadi.
Setelah melakukan snorkeling selama 35 menit, Nissa dan vano berlalu naik keatas dan mereka berjalan pergi berganti pakaian dengan pakaian yang tadi mereka pakai.
“Sudah Kakak.”Ucap Nissa yang baru keluar dari ruang ganti.
“Kalau sudah, habis ini kita mau kemana lagi dek.”Tanya Vano.
“Bagaimana kalau kita pergi ke gua sarang aja kakak.”Ucap Nissa.
“Bagaimana kita pergi makan dulu kaki
“Kita pergi ke gua sarang aja kakak.”Jawab Nissa.
“Iya udah kalau begitu yuk kita pergi ke sana dek.”Ucap Vano yang berlalu berjalan bersama dengan istri menuju ke tempat penyewaan sepeda motor dulu sebelum berangkat.
Setelah dapat sepeda motor yang disewa, Nissa langsung naik di atas motor dan vano langsung saja melajukan motornya menuju ke Gua sarang.
************************
Kini Nissa dan vano sudah sampai di gua sarang, lalu mereka langsung memarkirkan kendaraan mereka ke tempat yang telah di sediakan. Dan setelah mereka pergi berjalan menuju ke pos tempat pembelian karcis masuk gua sarang.
Setelah selesai membeli karcis, mereka berlalu berjalan masuk kawasan wisata itu dengan melewati jalur menurunkan tracking.
Setibanya di lokasi, Nissa langsung disuguhi dengan pemandangan air laut yang warna biru ke tosca dipadu dengan banyak gugusan pulau-pulau kecil, tebing tebing terjal dan batu besar yang tampak sekali keindahannya dari atas perbukitan. Dan disitu juga Nissa langsung saja menyambar Ayunan yang nampak menganggur dan lalu memainkannya.
“kakak tolong dong foto.”Ucap Nissa.
__ADS_1
“iya dek sini kakak fotokan.”Ucap Vano.
“Cekrek!!... Cekrek!!...
“Gimana dek bagus gak.”Tanya Vano.
“Bagus kok kak.”Jawab Nissa.
“Iya udah yuk dek kita lanjutkan lagi perjalanan kita.”Ucap Vano.
“Yuk kakak, aku sudah tidak sabar ingin melihat gua sarang lebih dekat.”Ucap Nissa.
Setelah puas menikmati pemandangan dari atas perbukitan sambil main Ayunan, Nissa dan vano pun melanjutkan kembali perjalanan menuju tempat penyewaan perahu bermotor.
Sesampainya di sana mereka langsung menaiki perahu bermotif tersebut. Lalu perahu itu pun berlayar membelah permukaan air laut biru yang tenang dan terpaan angin yang menampar kulit wajah yang tersengat sinar matahari menuju gua sarang.
Tak lama perahu bermotor itu pun mendekati mulut gua yang langsung menyentuh dengan laut itu yang di tumbuh pepohonan dan tanaman liar hutan lindung.
Di dekatnya juga ada dua bukit batu berwarna kehitaman dan tebing-tebing batu yang ditumbuhi tanaman-tanaman liar berdiri kokoh di empasan ombak laut berwarna hijau tosca.
Di balik pembuktian berbatu itu terdapat mulut gua sarang burung walet dan kalong yang menyatu dengan air laut.
Gua ini dapat dimasuki satu demi satu perahu sehingga guratan-guratan batu didinding gua yang ditumbuhi sebagian lumut tampak jelas dan tercium bau khas burung walet.
Setelah puas melihat gua ini, mereka pun kembali ke penginapan dan lalu pergi beristirahat dengan mengisi perut mereka dengan makanan.
**********************
Di Rumah Sakit.
Di sebuah kamar rawat mawar tampak vano sedang berusaha membujuk Salsa yang dari tadi pagi belum ada mengisi perut dengan makanan untuk makan, karena semenjak kejadian tadi malam itu Salsa mulai menjadi wanita pendiam yang sering nangis saat mengingat kejadian malam itu dan sulit untuk disuruh makan.
“Ayolah putri kamu makan dulu dong, apa kamu nggak kasih dengan daddy, tante Raisa om Alif dan kedua temanmu yang dari tadi malam nampak terus mengkhawatirkan mu.”Ucap Devin yang mengadu semangkuk bubur dan lalu bersiap menyuapi Salsa.
“Jadi kakak mohon sekarang kamu makan yah.”Ucap Vano yang mengarah sendok berisi makanan itu ke mulut Salsa.
“Prang!!... Prang!!...
“Putri....”Ucap Devin yang terkejut melihat salsa yang menepikan semangkuk bubur itu. Dan mama Nissa yang mendengar suara pecah itu langsung masuk kamar rawat Salsa.
“Ada apa ini, kenapa mangkuk ini pecah.”Tanya mama Nissa yang terkejut melihat mangkuk bubur itu pecah berserakan di lantai.
“Tante suruh kakak Devin pergi.”Ucap Salsa.
“Kamu kenapa sayang, kenapa kamu menyuruh kakakmu pergi.”Tanya mama Nissa.
“tante aku mohon suruh kakak Devin pergi dari sini.”Jawab Salsa
“Tapi kenapa sayang.”
“Sudah tante, biar Dev keluar saja, tolong jagain putri ya tante.”sela Devin.
“Baiklah nak.”Ucap mama Nissa. Devin berlalu pergi keluar dari kamar rawat itu dan duduk di kursi tunggu depan kamar rawat salsa.
Saat Devin sedang duduk di kursi tunggu itu sambil memikirkan keadaan Salsa tiba-tiba saja ada seorang memanggilnya.
“Kakak Devin....”
__ADS_1