
Saat ini Adinda berada didalam kamarnya bersiap-siap pergi ke Mall, karena kemarin Adinda sudah janjian dengan Nissa untuk pergi ke mall bersama mencari Hadiah untuk anak pertama kakak Hana yang baru aja lahir beberapa Minggu yang lalu.
Tiba-tiba pintu kamarnya Adinda terbuka dan disitu muncullah Ustad Abrisam yang masuk membawa nampan yang berisi segelas susu hamil kesukaannya Adinda rasa stroberi.
“Mai ini susu nya diminum dulu ya.”Kata Ustad Abrisam yang memberikan segelas susu hamil itu ke istrinya. Adinda pun menerima susu hamil yang dibuatkan suaminya itu dan lalu meminumnya.
“Makasih ya hubby.”kata Adinda setelah minum susu hamil yang dibuat ustad Abrisam.
“Iya mai.”Kata Ustad Abrisam tersenyum sambil mengelus perut istrinya.
“Mai apa sebaik nya hubby antar saja ya, karena hubby takut terjadi waktu itu terulang kembali Mai.”Kata Ustad Abrisam.
“Gak usah hubby Mai bisa sendiri kok, doain aja mudahan ke kejadian waktu itu tidak terulang lagi.”Kata Adinda.
“Baiklah Mai, tanpa Mai minta hubby selalu mendoakan mai dan anak kita selalu dilindungi sama Allah SWT.”Kata Ustad Abrisam.
“Hmmm, Kalau itu Mai pergi dulu ya hubby.”Kata Adinda seraya mencium tangan Suaminya.
“Iya Mai tapi kamu hati hati nya bawa mobil jangan ngebut.”Ucap Ustad Abrisam yang mencium pucuk kepala Adinda sambil mencium anak dikandungan istrinya dan mengelus nya.
“Ok hubby.”Kata Adinda.
“Assalamualaikum.”Salam Adinda yang lalu bergegas pergi masuk ke mobil nya.
“Waalaikumsalam.”Jawab Ustad Abrisam setelah istrinya pergi ke mobil nya, lalu Ustad Abrisam pun menaruh nampan dan gelas kosong bekas susu istri nya itu ke wastafel.
Sementara dengan Adinda yang Saat ditengah jalan membawa mobilnya tidak sengaja melihat di kaca spion mobilnya, ada mobil sedan hitam yang terus aja mengikutinya mobilnya sedari dia berada di pesantren.
__ADS_1
Adinda yang melihat itu pun langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata dengan mencoba menyalin beberapa mobil yang ada di depan nya untuk mengecoh penguntit yang terus aja mengikutinya itu, lalu dia pun masuk ke sebuah toko besar dan sembunyi di balik beberapa mobil orang lain agar dirinya terhindar dari penguntit itu.
Setelah penguntit itu sudah pergi jauh, Adinda pun keluar dari Persembunyiannya dan lalu melanjutkan kembali perjalanan menuju ke Mall Taman Anggrek tempat dia janjian dengan Nissa mencari hadiah untuk anak kakak Hana.
***********
Tak lama Adinda sampai di Mall Taman Anggrek. Lalu dia pun memarkirkan mobil nya dan lalu turun dari mobil nya.
Adinda langsung bergegas masuk kedalam dan mencari keberadaan Nissa sekarang.
Saat Adinda disibukkan mencari keberadaan Nissa, dari kejauhan dia tidak sengaja melihat seorang yang mirip seperti orang dia cari sedang berbicara dengan seorang laki-laki yang membelakanginya tapi yang nampak tak asing baginya Adinda.
Lalu Adinda pun mencoba mendekati orang yang mirip seperti Nissa itu untuk memastikan apa itu betul Nissa atau bukan.
Saat hampir sampai di hadapan orang itu Adinda pun mengetahui orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nissa yang sedari tadi dia cari dan disitu juga Adinda tidak sengaja mendengar sedikit pembicaraan Nissa dengan laki-laki membelakanginya yang tak nampak asing baginya Adinda.
Nissa yang mengingatkan kejadian itu pun memutuskan bahwa dirinya menolaknya.
“Kakak nggak usah Ngada ngada deh mau ngelamar aku haha.....”Kata Nissa ketawa tapi lain dihatinya yang menyimpan kesedihan.
“Aku serius Nissa mau melamar kamu.”Kata laki-laki itu.
“Tapi aku gak mau.”Kata Nissa dengan suara sedikit bergetar.
“Kenapa kamu gak mau Nissa, coba kamu beri aku alasan.”Kata cowok itu dengan lemahnya.
“Iya sekali lagi aku nggak mau dan maaf aku nggak bisa berikan kakak alasannya.”Kata Nissa yang berlalu pergi dari hadapan Laki-laki itu dan sebaliknya laki-laki itu yang melihat Nissa pergi, dia pun ikutan juga pergi dengan rasa kecewa yang aman besar atas pernolak Nissa.
__ADS_1
Adinda yang melihat itu sangat terkejut Nissa dilamar seorang laki-laki yang nampak asing baginya itu dan juga ikut merasakan kesedihan yang dialami laki-laki itu atas penolakan Nissa Tapi Adinda tidak bisa apa apa karena itu ada urusan masalah hati mereka berdua.
Lalu Adinda pun menyusul Nissa yang sudah pergi itu.
Sesampainya disana Adinda melihat Nissa yang sedang duduk di kursi mall dengan keadaan menangis.
“Nissa aku tahu kamu dengan laki-laki tadi itu sebenarnya saling mencintai tapi yang bikin buat aku nggak ngerti itu kenapa kamu bisa menolak lamaran dia, apa mungkin kamu punya alasan lain sampai kamu harus menolak nya.”Batinnya Adinda yang sedari tadi melihat Nissa menangis di kursi Mall. Lalu Adinda berjalan menyamperi sahabatnya itu.
“Nissa..... maaf aku terlambat.”Panggil Adinda. Nissa yang mendengar suara Adinda yang memanggilnya itu ketika sedetik pun Nissa langsung cepat menghapus air matanya yang ada diwajahnya dan lalu mengangkat wajahnya ke Adinda.
“Iya Dinda nggak apa kamu juga nggak terlalu terlambat kok.”Ucap Nissa memaksakan untuk memberikan senyuman termanisnya dengan mata yang sembab sehabis menangis.
“Nissa kamu habis nangis nya kenapa mata mu sembab.”Tanya Adinda yang pura pura tidak tau.
“Hmm.. Oh ini tadi mata kelilipan masuk debut dinda, jadi aku nggak nangis.”Kata Nissa gelagapan saat Adinda tanya.
“Ahmmm... Kalau itu yuk Nissa kita cari hadiah untuk bayinya kakak Hana.”Ucap Adinda yang kemudian mengajak Nissa pergi masuk ke toko perlengkapan bayi mencari hadiah untuk bayinya kakak Hana.
“Iya Dinda.”Ucap Nissa yang lalu mengikuti Adinda masuk ke toko perlengkapan bayi mencari hadiah untuk bayinya kakak Hana.
Sesampainya didalam Adinda dan Nissa langsung aja mencari hadiah yang sesuai dengan bayi yang baru lahir.
Disitu mereka mengambil beberapa perlengkapan bayi lainnya yang nampak lucu seperti paket baju bayi, kasur bayi dan Gendongan bayi.
Setelah semua sudah dapat mereka berdua pun langsung membawa semua barang itu ke kasir untuk membayarnya.
Lalu telah membayarnya, mereka berdua pun langsung membawa semua barang belanja mereka ke mobil.
__ADS_1
Setelah semua semua barang belanja masuk ke dalam mobil mereka pun langsung aja menjalankan mobil mereka ke Rumah mereka masing-masing, karena nanti sorenya mereka akan Rumah kakak Hana dan suaminya.