Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 49 - Membawakan makan siang


__ADS_3

Sesampainya mereka dibawah sudah melihat bibi siti yang sedang menyiapkan makanan di meja makan, lalu mereka langsung menghampiri bibi siti yang lagi menyiapkan makanan itu.


“Pagi bibi Siti.”Ucapan Ustad Abrisam dan Adinda


“Pagi Pak Bu .”Ucap bibi Siti.


“maaf ya bibi Siti tadi saya nggak membantu bibi masak.”Ucap Adinda ke bibi Siti.


“Nggak apa-apa Bu dinda saya mengerti kok.”Ucap Bibi Siti yang tadi melihat cara jalan Adinda.


Adinda yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, karena sangat bingung dengan maksud dari kata bibi siti tadi, sementara Ustad Abrisam yang melihat istrinya yang nampak ke bingung itu membisikkan sesuatu ke istrinya.


“Mai kayanya yang di maksud bibi Siti tadi itu cara berjalan mu deh."Bisikan Ustad Abrisam ke Adinda


"Apa maksud hubby dengan cara jalan ku."Bisikan Adinda yang bertanya ke Ustad Abrisam.


"Maksud hubby tadi itu kayanya bibi Siti melihat cara jalan Mai itu menunjukkan Mai baru aja habis melakukan hubungan suami istri."Bisikan Ustad Abrisam di telinga Adinda.


Adinda yang mendengar bisikan dari suaminya itu hanya mengangguk aja karena ia baru tau apa maksud dari kata bibi Siti tadi.


Kemudian Adinda dan Ustad Abrisam langsung duduk di meja makan untuk memulai sarapan pagi mereka dengan tenang.


Setelah beberapa menit kemudian Adinda dan Ustad Abrisam selesai dengan sarapan pagi mereka.


Lalu kemudian Adinda langsung membawa semua piring kotor bekas makannya tadi ke Wastafel untuk dicuci.


Sementara Ustad Abrisam pergi ke Ruangan kerja untuk memasukkan dokumen proyek diberikan Asisten Harry ke dalam tas.


Setelah selesai mencuci piring kotor, Adinda pun berlalu pergi ke kamarnya bersama Ustad Abrisam, sesampainya di dalam kamar Adinda langsung mengambil pakaian kerja Ustad Abrisam didalam lemari dan sekalian ia juga membantu Ustad Abrisam untuk berpakaian.


“Hubby sini biar Mai bantu untuk berpakaian.”Ucap Adinda membantu Ustad Abrisam berpakaian


“Terima kasih Mai.”Ucap Ustad Abrisam tersenyum.


“sama sama hubby.”Ucap Adinda yang lagi fokus memasangkan kancing baju kerja Ustad Abrisam.

__ADS_1


Setelah selesai membantu Ustad Abrisam berpakaian, Adinda pun berinisiatif bertanya ke Ustad Abrisam ingin di bawakan apa saat makan siang nanti.


Ustad Abrisam yang mendengar istrinya ingin membawakan makan siang untuknya itu merasakan bahagia dan kemudian Ustad Abrisam hanya memberikan jawaban seterah istrinya aja yang ingin membawakan apa untuk makan siangnya nanti, karena baginya Ustad Abrisam makan apa saja yang dibawa oleh istrinya itu pasti akan selalu dia makan.


Setelah itu Adinda dan Ustad Abrisam turun kebawah, sesampainya di bawah Adinda langsung mengantar Ustad Abrisam sampai depan rumah mereka, lalu Adinda mencium telapak tangan Ustad Abrisam dan sebaliknya Ustad Abrisam mencium kening Adinda.


Kemudian Ustad Abrisam pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah nya.


Adinda yang melihat mobil suaminya sudah tidak kelihatan lagi itu pun langsung masuk ke dalam rumah.


********


Di perusahaan Ustad Abrisam sekarang sedang melakukan meeting dengan beberapa staf kantornya untuk membahas permasalahan yang terjadi di proyek pembangunan di Sumatra pada bulan yang lalu.


Setelah itu mereka semua pun bersepakat akan melanjutkan kembali pembangunan di Sumatra.


Setelah selesai melakukan meeting Ustad Abrisam pun keluar dari Ruangan meeting menuju ke ruangannya, saat Ustad Abrisam sudah mau sampai di depan ruangannya ia tidak sengaja melihat istrinya yang sudah menunggunya sambil berdiri bersama dengan sekretarisnya didepan Ruangannya.


Ustad Abrisam langsung menghampiri istrinya yang sedang berdiri dengan sekretarisnya.


“Assalamualaikum Mai.”Ucap salam Ustad Abrisam


“Mai kapan sampainya, kenapa kamu nggak masuk ke dalam.”Ucap Ustad Abrisam


“Mai baru aja sampai hubby dan Mai kenapa nggak masuk kedalam karena mai ingin nunggu hubby yang keluar dari ruangan meeting.”Ucap Adinda yang sambil menjelaskan ke Ustad Abrisam.


Ustad Abrisam yang mendengar penjelasan dari istrinya itu hanya mengangguk aja.


“maaf pak Abri tadi saya sudah mempersilahkan Bu dinda untuk masuk ke dalam tapi Bu dinda nggak mau pak.”Ucap sekretaris Lina yang merasa bersalah.


“Nggak apa Lina saya nggak masalah itu semua.”Ucap Ustad Abrisam.


“terima kasih Pak Abri.”Ucap sekretaris Lina.


“Sama sama Lina, kalau itu kamu silahkan kembalilah lagi dengan pekerjaanmu.”Ucap Ustad Abrisam.

__ADS_1


“baik pak Abri, kalau itu saya permisi dulu."Ucap Sekretaris Lina.


Assalamualaikum.”Ucap Salam Sekretaris Lina yang kembali ke mejanya.


“Waalaikumsalam.”Ucap Ustad Abrisam dan Adinda setelah sekretaris Lina kembali ke mejanya.


Ustad Abrisam dan Adinda pun langsung masuk kedalam Ruangan kerja Ustad Abrisam.


Sesampainya didalam ruangan kerja Ustad Abrisam, Adinda pun langsung mengeluarkan sebotol air minum dan tempat makan berisi masakan makanan siang yang ia buat tadi untuk suaminya itu dari dalam paperbag.


Setelah mengeluarkan tempat makan siang dan sebotol air minum untuk Ustad Abrisam dari dalam paperbag, Adinda pun langsung membuka tutup tempat makan siang untuk suaminya itu, lalu kemudian dia sodorkan ke Ustad Abrisam untuk di makan.


Sementara Adinda yang sudah makan di rumah itu langsung pergi ke sofa yang ada di dalam ruangan kerja suaminya sambil dia membawa sebotol jus yang ia buat tadi di rumah, lalu kemudian Adinda meminumnya sambil memainkan HP nya.


Setelah beberapa menit kemudian Ustad Abrisam selesai dengan makan siangnya dan dia pun melirik ke istrinya yang lagi tidur di atas sofa.


Karena Ustad Abrisam yang kasih melihat istrinya yang tidur di atas sofa itu, Ustad Abrisam pun berinisiatif untuk membawa istrinya ke kamar pribadinya yang ada di dalam ruangan kerjanya.


Sesampainya di dalam kamar pribadinya, Ustad Abrisam langsung membaringkan istrinya itu ke atas tempat tidur sambil menaruh selimut untuk menutupi tubuhnya.


Setelah itu Ustad Abrisam pergi keluar dari kamar pribadinya menuju ke meja kerja untuk melanjutkan kembali pekerjaan yang tertunda.


Pada pukul 15.45 Adinda terbangun dari tidurnya, saat Adinda sudah terbangun dari tidurnya ia sangat kaget, karena dirinya berada di sebuah kamar yang asing baginya.


Ketika Adinda yang sedang memikirkan dirinya yang ada dimana itu tiba-tiba di kagetkan dengan suara pintu yang dibuka seorang itu merasakan takut.


Tapi kemudian Adinda pun merasa lega karena yang membuka pintu itu adalah Ustad Abrisam.


“Mai kamu sudah bangun.”Ucap Ustad Abrisam.


“iya hubby, hubby ini kamar siapanya kenapa Mai bisa tidur disini bukannya Mai tadi di sofa di ruangan kerja hubby.”Ucap Adinda sambil bertanya ke Ustad Abrisam.


“Tadi hubby kasih melihat Mai tidur di sofa lalu hubby mengangkat Mai ke dalam kamar pribadinya hubby yang ada di ruangan kerja hubby.”Ucap Ustad Abrisam yang menjelaskan ke Adinda.


“Mai baru tau kalau hubby punya kamar pribadi di dalam ruangan kerja.”Ucap Adinda.

__ADS_1


“Iya karena Mai baru aja pertama kali datang di perusahaan hubby jadi Mai baru tau sekarang.”Ucap Ustad Abrisam yang menjelaskan ke Adinda.


“Iya juga ya.”Ucap Adinda tersenyum cengengesan seraya meruntukkan kebodohannya.


__ADS_2