Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 11 - Supermarket


__ADS_3

Masih Dengan Adinda dan sahabatnya yang di kafe yang membahas siapa orang yang di sakiti oleh Haris itu, Nissa pun terus mendesak Adinda dan Alexa pun memberi tahu siapa orang yang telah Haris sakiti.


“Dinda sudah saatnya mereka tau siapa yang haris sakiti itu.”


“Baiklah Alexa, aku nggak sanggup untuk menceritakan ini.”


“Oke Dinda, Biar aku saja yang kasih tau kalian, orang yang telah Haris sakiti hatinya dulu itu adalah sahabat terbaik kita yaitu adinda, Haris menyakiti hati Dinda dengan dia menghianati cinta Dinda dengan seorang gadis yang tak lain tak bukan teman baik kami di waktu kami masih bersekolah di Bandung."


“Apa maksudmu Alexa, kenapa bisa Adinda yang disakiti hatinya sama Haris dengan teman baik kalian sedangkan Adinda saja tidak pernah cerita ke kami kalau dulu dia pernah berpacaran."


“iya betul kata Nissa, kenapa kamu tidak pernah cerita ini ke kami Dinda, kita ini sudah bersahabat semenjak kita kecil Dinda, biarkan kita ini jauh darimu dan sekolah kita yang berbeda tapi seharusnya kamu juga menceritakan ini ke kami Dinda karna kita ini adalah sahabatmu."


“Maaf kah aku Nissa Zahra, aku tidak mau kalian sampai ikut ikutan kepikiran dengan masalah yang aku alami ini."


“kenapa kami tidak boleh ikutan kepikiran dengan masalah yang dialami oleh sahabat kami."


“Karena aku tidak mau membuat kalian sedih, biarlah kesakitan hati ini menjadi sebuah kenangan yang berikan aku pelajaran bagi kehidupanku, agar aku lebih mendekatkan diriku kepada Allah SWT."


“iya dinda kami janji tidak akan sedih, tapi kami ingin tau siapa gadis yang menjadi penghianat yang merebut Haris darimu dinda."


“Gadis itu adalah Salsabila putri Darren, sebenarnya salsa menyukai Haris itu semenjak dia kelas 2 SMP, tapi sayangnya saat acara kelulusan Haris menembak dinda dan Dinda pun menerima menjadi pacarnya, kami pun taunya dia suka sama Haris, pada saat Malam yang dimana membuat Hati Dinda hancur."


“Alexa tadi kamu bilang gadis yang menyakiti Dinda itu Namanya Salsabila putri Darren."


“Iya, emangnya kamu kenal Nissa."


“lya aku kenal dengannya, dia adalah anak dari kakak sepupunya mamaku."


“Maksudmu dia sepupu jauh mu Nissa."


“iya dia adalah sepupu jauhku."


“Nissa sekarang dia dimana."


“Dia sekarang Berkuliah di Universitas Oxford mengikuti Om Darren yang pindah untuk mengurusi bisnis yang berada di Inggris, tapi aku sebagai sepupunya meminta maaf kepadamu Dinda karena kesalahan yang dibuat sepupuku padamu."


“Iya Nissa aku dari dulu sudah memaafkan semua kesalahannya sepupumu padaku."


“Makasih ya Dinda kamu sudah memaafkan sepupuku, aku akan berdoa mudahan kamu akan mendapatkan jodoh yang terbaik dari Allah SWT."

__ADS_1


“Amin.., makasih ya Nissa kamu sudah mendoakan ku."


“sama sama Dinda."


“Nissa.."


“Iya Alexa ada apa."


“Nissa Kanapa kamu dan sepupumu itu berbeda."


“Maksudmu apa sih Alexa."


“Ini aku jelasin ya Nissa, kamu itu orangnya baik hati dan cantik tapi kadang kamu itu orangnya suka cerewet yang bikin orang jengkel sedangkan sepupumu itu orangnya cantik, pintar tapi sayangnya orang jahat."


“Alexa tadi kamu memujiku tapi tiba-tiba kamu juga menjelekkan aku, kamu juga tidak usah juga membanding ku dengannya."


“Nissa sayang sahabatku siapa yang membandingkan kamu dengannya, aku hanya berkata kamu itu baik dan sepupumu itu jahat."


“iya Alexa aku tau sepupuku itu orangnya jahat tapi dia tetaplah sepupuku."


“sudah Nissa Alexa tidak usah berdebat lagi, itu pesanan kita sudah datang tau.” Ucap zahra yang menutup mulutnya Alexa dan Nissa dengan tangannya


Sementara Adinda hanya bisa menggeleng kepalanya aja melihat Sikap Zahra yang memberhentikan perdebatan yang dilakukan Alexa dan Nissa yang tadi menanyai dirinya.


Sesampainya pelayan dimeja kami, pelayan tersebut langsung manaru semua makanan yang kami pesan ke atas meja.


setelah selesai menaruh makanan diatas meja pelayan tersebut langsung pergi kembali ke dapur dan kami pun langsung memulai memakan pesanan kami dengan tenang tanpa adanya suara.


Beberapa menit kemudian kami selesai dengan makan yang kami pesan, lalu kami membayar semua makanan yang tadi kami makan, setelah membayar kami pun berlalu keluar dari kafe menuju ke mobil kami masing-masing, setelah sampai kami pun langsung masuk ke dalam mobil kami masing-masing dan lalu kami pun menjalankan mobil meninggalkan kafe menuju ke Rumah.


********


Keesokan harinya pada hari Minggu Adinda sudah bersiap untuk berangkat ke pondok pesantren untuk menemui Salwa, Adinda pun berlalu meninggalkan kamarku menuju ke bawah, Dari tangga Adinda bisa melihat bunda yang menyiapkan sarapan untuk kami semua dengan dibantu oleh bibi, Adinda langsung aja terus berjalan karena Adinda takut di jemput sahabatnya.


sesampainya dimeja makan Adinda pun menyapa Ayah, Bunda, kedua kakaknya dan juga bibi, Adinda pun duduk dekat bunda, Setelah Adinda duduk bunda pun menyuruh aku bawakan ini untuk Salwa dan sekaligus untuk temannya yang ada di pesantren, Adinda pun menerimanya apa yang disuruh Bunda.


Setelah itu Adinda langsung aja sarapan dengan tenang, tiba tiba dari luar ada suara mobil dan masuklah sahabat - sahabatnya kedalam Rumah dengan mengucapkan salam, kami semua balas salam dari sahabatnya, Setelah mereka masuk Bunda menyuruh mereka untuk sarapan dulu, tapi mereka Menjawab bahwa mereka sudah sarapan tadi di Rumah.


Mereka pun duduk di sofa yang ada di ruang keluarga Pertama untuk menunggunya selesai dari sarapan, Beberapa menit kemudian Adinda pun selesai dari sarapannya, Adinda memanggil sahabatnya untuk berangkat, mereka pun datang Ke Ruang Makan

__ADS_1


Kemudian itu kami pun pamit kepada Ayah Bunda dan kedua kakaknya dan disusul mencium tangan Mereka, setelah itu kami langsung pergi keluar Rumah untuk mengambil mobil.


Sesampainya di luar kami langsung masuk kedalam mobil dengan Alexa yang mengemudikan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Pratama, ditengah jalan Adinda pun minta Alexa untuk berhenti di supermarket untuk membeli makanan untuk orang yang ada di asrama.


Adinda dan sahabatnya pun sampai di supermarket, Adinda pun keluar dari mobil dan menyuruh sahabatnya menunggunya di dalam mobil saja, mereka hanya mengiyakan saja, Adinda langsung masuk aja kedalam supermarket dan didalam Adinda di sambut dengan ramah dengan penjaga supermarket.


Adinda langsung aja mengambil Keranjang belanja dan memilih beberapa makanan, Snack, minuman, buah- buahan dan lain lain.


setelah itu Adinda langsung pergi ke kasir untuk membayar, kasir pun mentotalkan semua belanja yang Adinda ambil dan Adinda pun memberikan kartu debit ke kasir.


“ini nona kartunya, terima kasih nona telah mengunjungi supermarket kami, selamat berbelanja kembali.”


“iya mbak.”


Adinda pun keluar dari supermarket dibantu oleh penjaga supermarket untuk bawa belanjaannya Menuju ke mobil yang sudah ditunggui oleh sahabatnya, sesampainya Adinda di depan mobil sahabatnya penjaga supermarket pun masuk belanja kedalam mobil, Adinda berterima kasih kepada penjaga supermarket dan setelah penjaga supermarket itu pergi Adinda langsung aja masuk kedalam mobil dan didalam mobil Adinda pun ditanya oleh mereka.


“Dinda kamu membeli apa saja?"Tanya Nissa


“Aku membeli beberapa makanan, snack, minuman, buah buahan dan lain-lain."


“terus kamu belanja sebanyak ini untuk apa."


“oh.. aku belanja ini untuk di pesantren."


“Memang siapa saja yang kamu belikan."


“Aku membeli ini untuk Salwa, temannya, dan sisa nya untuk para pengurus pondok pesantren."


“terus yang didalam paper bag itu apa?”Tanya Zahra


“ah... ini itu masakkan yang dibuat bunda untuk Salwa dan temannya.”


“hmm...gitu ya Dinda.”


“iya udah yuk Alexa jalankan mobil ke pesantren.”


“baiklah Dinda.”


Alexa pun melajukan mobilnya meninggalkan supermarket munuju ke pondok pesantren.

__ADS_1


__ADS_2