Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 56 - Rencana Bella dan Jesi


__ADS_3

Hari ini Adinda Ustad Abrisam dan Salwa akan pulang ke rumah orang tua nya dikarenakan kemarin Bunda menelpon mereka bahwa hari ini Kakak Nandi akan di lamar oleh salah satu rekan sama dokter di rumah sakit yang sama dengan kakak Nandi yang bernama dokter Rendi Farman Kusuma.


Didalam mobil salwa terus saja bertanya ke Adinda bagaimana dengan sikap dari dokter Rendi, berapa usia dari dokter Rendi, Apakah dokter Rendi orang yang ganteng dan lain-lain.


Adinda yang mendengar semua pertanyaan dari Salwa itu dia tidak tau mau jawab apa mengenai dokter Rendi yang akan melamar kakak perempuannya itu.


Sementara Ustad Abrisam yang mendengar pertanyaan dari adik ipar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Dalam menempuh perjalanan sekitar 45 menit Adinda ustad Abrisam dan Salwa sampai di kediaman orang tua nya, mereka pun langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam.


Setelah masuk dalam Rumah Adinda dan Salwa langsung pergi ke dapur membantu bunda dan bibi menyiapkan beberapa kue untuk tamu yang akan datang nanti.


Sementara Kakak Nandi masih ada di dalam kamarnya Sedang chat dengan dokter Rendi.


Setelah beberapa menit kemudian Adinda dan yang lainnya pun selesai menyiapkan semua kue dan saat itu pula Keluarga dari dokter Rendi pun datang.


Mereka semua langsung menyambut kedatangan keluarga dokter Rendi, disana bunda mempertanyakan Anak-anak nya dan anak menantu ke keluarga dokter Rendi.


Setelah perkenalan Bunda menyuruh Adinda dan Salwa untuk memanggil kakak mereka, mereka yang mendengar itu berlalu pergi ke kamar kakak perempuan Nandi.


Setelah sampai mereka mengetuk pintu kamar kakak nandi.


Tok.... Tok....


“Masuk...”Teriak Kakak Nandi.


“Ada apa Dinda Salwa.”Ucap kakak Nandi melihat Adiknya yang masuk ke dalam kamar nya.


“Kakak Nandi di suruh Bunda turun, karena Keluarga dokter Rendi sudah datang.”Ucap Salwa.


“Iya sebentar dek kakak masih merapikan pashmina kakak yang kusut nih.”Ucap Kakak Nandi. Mereka yang mendengar itu berinisiatif ingin membantu.


“kak Nandi biar aku bantu merapikan nya.”Ucap Adinda.

__ADS_1


“Baiklah Din.”Ucap Kakak Nandi.


Mereka pun membantu kakak Nandi merapikan hijab pashmina yang kusut dan dilanjutkan mereka juga mendandani kakak Nandi dengan make up yang tipis.


Setelah selesai mereka membawa kakak perempuan mereka turun ke bawah, sesampai nya dibawah dokter Rendi langsung mengutarakan keinginan nya meminang Nandini Putri Pratama menjadi istrinya dan kakak Nandi pun menerima pinangan dari dokter Rendi.


Semua yang mendengar itu mengucapkan syukur dan mereka semua pun sepakat tanggal pernikahan akan diadakan dalam dua bulan lagi.


Setelah berbicara mengenai lamaran dan pernikahan Nandi dan dokter Rendi, Keluarga dokter Rendi pamit pulang karena waktu sudah hampir sore.


Setelah Keluarga dokter Rendi pulang disusul oleh Adinda Salwa dan ustad Abrisam yang pamit pulang ke kedua orang tuanya dan kakaknya.


Bunda yang mendengar anak nya ingin pulang itu sempat melarang pulang dulu tapi karena Alasan dari Adinda Bunda pun mengizinkan kedua putrinya dan menantu nya pulang ke pesantren.


Setelah mendapat izin dari bunda mereka masuk kedalam mobil dan mobil pun dijalankan ustad Abrisam menuju pesantren.


Dalam perjalanan sekitar 45 menit Adinda Salwa dan Ustad Abrisam sampai di pesantren.


Setelah mengantar Salwa kembali ke Asrama, Adinda dan Ustad Abrisam kembali pulang ke Rumah mereka.


Sampainya di rumah mereka disambut oleh bibi Siti yang lagi menyapu halaman Rumah yang dipenuhi dedaunan kering.


setelah itu mereka berlalu masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap untuk mengerjakan sholat Maghrib.


*********


Sementara di tempat lain di sebuah bar Jesi Sedang menenangkan Bella yang lagi marah dan Frustasi dengan anak buah nya karena gagal untuk mencelakakan Adinda pada dua hari yang lalu.


“Bell sabar kita masih ada kesempatan untuk bisa membuat dia melepaskan Abri.”Ucap Jesi yang menenangkan Bella lagi marah dan Frustasi sambil dia meminum alkohol kadar tinggi.


“Bagaimana Jesi sedangkan Anak buah kita aja gagal untuk mencelakakan dia.”Ucap Bella yang nampak sedih.


“iya Bell aku tau kita gagal tapi jangan seperti ini dulu Bell.”Ucap Jesi ikut merasakan sedih melihat teman nya yang sedih.

__ADS_1


“Terus apa yang harus aku lakukan jesi.”Tanya Bella.


“kamu lakukan hanya diam saja, karena itu biar aku aja yang lakukan.”Ucap Jesi.


“Terus kapan akan kamu lakukan itu jesi.”Tanya Bella


“tunggu aja tanggal main nya Bell, kita biarkan dia saat ini untuk tenaga dulu tapi pada saatnya sudah tiba kita akan membuat dia merasa penderitaan.”Ucap Jesi menaikkan sebelah alisnya.


“Tapi itu kapan Jesi, aku tak sanggup melihat Abri dan dia bersama terus.”Tanya Bella


“Itu akan kita lakukan sebentar lagi Bell tapi bukan sekarang.”Ucap Jesi.


“terus kapan itu Jesi.”Ucap Bella.


“Sebelum hari pernikahan kakak nya kita akan mulai memberikan peringatan ke dia tapi kalau dia tidak mengidakkan peringatan yang kita berikan, kita akan mulai melakukan rencana yang sudah aku siapkan nanti.”Ucap Jesi yang menjelaskan.


“Apa maksud dengan sebelum hari pernikahan kakak itu kita akan mulai memperingatkan dia.”Tanya Bella yang bingung dengan ucapan temannya.”Tanya Bella yang bingung dengan maksud dari kata Jesi.


“Dia punya kakak perempuan seorang dokter bedah di rumah sakit citra kasih yang akan menikah dalam dua bulan lagi dengan rekan sama dokter nya di rumah sakit yang sama.”Ucap Jesi.


“Kamu tau itu dari mana Jesi kalau kakak nya akan menikah.”Tanya Bella.


“itu mah gampang karena calon suami dari kakak wanita itu adalah sepupu ku.”Ucap Jesi


“Maksudmu dokter Rendi.”Tanya Bella.


“Iya yup 100 % buat kamu Bell.”Ucap Jesi.


“Jadi apa rencana yang sudah kamu siapkan itu jesi.”Tanya Bella ke Jesi.


“jadi rencana ku............”Ucap Jesi yang memberikan taukah rencananya.”Ucap Jesi yang memberikan taukah rencananya yang akan ia lakukan saat pernikahan kakak Adinda.


“Wah ideal bagus itu jesi hah....”Ucap Bella sambil ketawa.

__ADS_1


__ADS_2