Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 13 - Curiga


__ADS_3

Pada siang hari di sebuah mall Adinda, Zahra dan Nissa sedang berada di sebuah toko buku untuk mencari buku Kasus Neurologi untuk bahan pelajaran mereka, sedangkan Alexa gak ikut ke mall karena dia tidak enak badan. Saat mereka asik mencari buku disebuah rak buku, Tiba tiba Nissa memanggil Adinda karena dia ingin bicara tentang rasa penasarannya saat dia melihat tatapan Ustad Abrisam kearah Adinda saat mereka pergi ke pesantren.


“Dinda... Aku ingin bicara sesuatu padamu.”Ucap Nissa


“Ada apa sih Nissa, kamu mau bicara apa sama aku, bisakah nanti aja kita bicara Nissa, kita ini masih belum menemukan buku Anatomi fisiologi.”Ucap Adinda


“Nggak bisa Dinda, aku tidak bisa tenang nih.”Ucap Nissa


“memang apa yang membuat sahabatku ini tidak bisa tenang.”Ucap Adinda


“Sebenarnya yang membuat aku tidak bisa tenang itu adalah rasa penasaran aku, saat kita datang ke pesantren waktu itu.”Ucap Nissa


“Memangnya kamu penasaran tentang apa Niss pada saat kita datang ke pesantren waktu itu.”Ucap Adinda


“tunggu dulu Nissa jangan jawab dulu, mendingan kita duduk dulu disana daripada kita berdiri terus.”Ucap Zahra


“Baiklah Zahra.”Ucap Nissa


Mereka langsung pergi menuju ke meja yang ada di Toko buku itu dan mereka langsung aja duduk.


“cepatan Nissa lanjuti apa yang ingin kamu bicarakan tadi tentang rasa penasaran mu saat kita datang ke pesantren Nurul Ilmi waktu itu.”Ucap Zahra


“ jadi gini Sahabatku, waktu itu Kita mau pergi ke Asrama Salwa tapi kita diantar sama ustadz Mila, terus ditengah jalan kita tidak sengaja bertemu dengan beberapa Ustad.”Ucap Nissa


“iya terus apa masalahnya sih Nissa.”Ucap Zahra


“Hey zahra, aku aja belum selesai bicara tapi kamu sudah memotong pembicaraan aku.”Ucap Nissa


“Iyaya... maafin aku deh.”Ucap Zahra


“sudah Nissa, cepat kamu lajut apa masalahnya.” Ucap Adinda


“iya dinda, pada hari itu saat kita berhenti dijalan karena Ustazah Mila menyapa para Ustad itu, disaat itu aku tidak sengaja melihat di antara Ustad tersebut ada yang menatap kamu dinda, jadi aku bingung kenapa Ustad tersebut itu terus perhatikan kamu kaya gitu, terus di tambah lagi saat kita keluar dari masjid pesantren habis selesai sholat zhuhur, aku tidak sengaja lagi melihat Ustad itu lagi lagi menatap kamu dinda, jadi aku pikir dinda apa benar Ustad itu Naksir kamu dinda.” Ucap Nissa yang menceritakan rasa penasarannya.


“hey Nissa tadi sebenarnya kamu itu berbicara Ustad siapa, memangnya namanya siapa Nissa.”Ucap Zahra


“kaya namanya tak salah itu Ustad Abrisam deh.”Ucap Nissa


“Pist bisa aku tebak nih ustad Abrisam itu benar benar Nasir kamu deh Dinda.”Ucap Zahra


“Masa sih Zahra, kaya kamu salah deh, mana mungkin seorang ustad suka dengan gadis yang banyak kekurangan seperti diriku dalam memahami ilmu agama ini.”Ucap Adinda yang bingung


“dinda kamu jangan pesimis dulu, di luar sana banyak orang yang lebih kurang ilmu agamanya dari pada kamu tapi orang itu terus aja berusaha untuk bisa merubah dirinya agar menjadi lebih baik lagi.”Ucap Zahra


“iya sih Zahra.”Ucap Adinda


“Hm...hm.. yah udah kamu jangan pesimis lagi, tau aja dengan ustadz Abrisam yang suka kepadamu, terus dia melamar kamu menjadi istrinya bisa merubah kamu menjadi lebih baik lagi yang di Ridho Allah SWT.”Ucap Zahra


“Amin.”Ucap nissa

__ADS_1


“Dinda aku mau tanya apa kamu punya perasaan dengan ustadz Abrisam.”Ucap Nissa yang melihat Dinda yang diam.


“Hmm....a..aku gak tau sih Nissa Zahra, karena aku belum pikiran untuk menikah.”Ucap Adinda yang bingung dan gugup


“Kenapa kamu belum kepikiran untuk menikah Dinda.”Ucap Nissa


“karena aku belum siap aja sih, ditambah lagi sekarang aku ingin cepat menyelesaikan sekolah kedokteran ku.”Ucap Adinda


“ya udah kami tidak bisa memaksa kamu dinda, karena bagi kami kebahagiaanmu yang lebih penting bagi kami.”Ucap Nissa


“Dinda aku tau kamu sebenarnya punya perasaan sedikit untuk Ustad Abrisam, tapi kami juga tidak bisa memaksa untuk membuka perasaan kamu pada kami dan kami tau bagaimana pentingnya pendidikan ini bagi kamu, kalau kamu memang berjodoh dengan Ustad Abrisam pasti Allah SWT akan menyatukan kalian berdua apapun rintangan yang ada didepan sana.” Batin Zahra


“Makasih sahabatku.”Ucap Adinda


“ Yah udah mendingan kita bayar buku ini.”Ucap Adinda


“Baik Dinda.” Ucap Zahra dan Nissa barengan


Mereka langsung pergi ke kasir untuk membayar buku yang mereka ambil tadi, selesai bayar mereka langsung pergi keluar dari toko buku menuju ke mobil mereka.


Sesampainya depan mobilnya, mereka langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan mall.


Di dalam menuju perjalanan sekitar 20 menit Adinda pun sampai di kediamannya, kemudian Adinda keluar dari mobilnya dan langsung masuk kedalam rumah.


“Assalamualaikum.”Ucap Adinda


“waalaikumsalam.”Ucap Nandi


“barusan kakak baru pulang dek.”Ucap Nandi


“ kenapa tidak kasih tau Dinda kalau sudah pulang, biar dinda bisa jemput kakak di bandara.”Ucap Adinda


“kakak tidak kasih tau kamu itu karena kakak tidak mau merepotkan kamu dek.”Ucap Nandi


“Kakak Nandi tidak pernah merepoti aku, karena bagi aku kak Nandi adalah kakakku yang terbaik.” Ucap Adinda


“dek sini Duduk di dekat kakak.”Ucap Nandi


“baik kak nandi.”Ucap Adinda


“Dinda ini ada sesuatu yang diberikan teman kepada kamu dek.”Ucap Nandi


“Memangnya teman kak nandi memberikan aku apa.”Ucap Adinda


“Coba kamu lihat dek.” Ucap Nandi yang menyuruh untuk membuka kotak.


“wow... Ini kah jam tangan yang ada di Korea kak.”Ucap Adinda


“iya dek ini jam tangan yang diberikan teman kakak yang baru pulang dari Korea dek.”Ucap Nandi

__ADS_1


“ kak Nandi bilangin yah nanti sama temen kakak makasih ya atas jam tangannya.”Ucap Adinda yang senang mendapatkan jam tangan yang dia impikan.


“oke dek nanti kakak bilang kata terima kasih kamu.”Ucap Nandi


“Kak Nandi kenapa nih rumah nampak sepi, memangnya orang di Rumah Pergi kemana semua kakak.”Ucap Adinda


“Hmmm... Maksud kamu itu bibi dan bunda yah.”Ucap Nandi


“Iya kakak memangnya bunda dan bibi pergi kemana kak.”Ucap adinda


“Hmmm...tadi bilang sama kakak, katanya Bunda mau pamit pergi belanja bulanan sama bibi dek.”Ucap Nandi


“oh gitu yah kak.”Ucap adinda


“kak Nandi aku pergi kekamar dulunya.”Ucap Adinda


“Hmm....”dehem Nandi


Adinda langsung pergi naik ke atas kamarnya untuk membersihkan badan yang sudah lengket dan bau keringat.


********


Di tempat lain disebut perkebunan ada seorang gadis yang duduk sendiri di kursi kayu yang sedang memikirkan sesuatu yang buat dia bingung, dia adalah Salwa yang memikirkan tentang apa yang dia lihat pada saat kakaknya datang kesini membuat dia jadi bingung.


“kenapa yah Ustad Abrisam menatap Kakak Dinda kaya itu, apa betul ya Ustad Abrisam suka dengan kakakku, kalau betul aku sangat senang kalau bisa dapat kakak ipar seperti Ustad Abrisam yang baik, tampan, murah senyum dan pintar dalam ilmu agamanya, pasti bisa membuat kak Dinda menjadi bahagia.”Batin Salwa


Tiba tiba teman - teman Salwa datang menghampiri Salwa yang duduk sendiri di perkebunan.


“Assalamualaikum Salwa.”


“Waalaikumsalam.”


“Salwa kamu kenapa duduk disini, hati nanti kamu didatangi Wewe gombel tau.”


“Rika mana ada Wewe gombel di siang hari.”


“iya sih mana Wewe gombel pada waktu siang hari.”Ucap Salwa


“Salwa tadi kamu belum jawab, kenapa duduk sendiri disini.”Ucap Rika yang curiga


“bagaimana ini apa yang harus aku jawab mana mungkin aku bilang kalau aku ini kepikiran dengan tatapan Ustad Abrisam kepada kak Dinda, terpaksa aku bohong kepada Rika.”Batin Salwa


“Hmm.....Sebenarnya aku rindu dengan keluargaku”Ucap Salwa yang terpaksa berbohong


“Ya Allah ampuni hamba mu yang telah berbohong kepada orang lain.”Batin Salwa


“oh gitu Yah Salwa, kau Rindu dengan keluargamu nanti juga kita pulang ke Rumah, kamu jangan sedih Dong.”Ucap Rika


“baik Rika.”Ucap Salwa tersenyum tipis

__ADS_1


“iya udah yuk kita masuk sebentar lagi masuk jam kelas akhlak."Ucap Rika


“Baiklah"Ucap Salwa


__ADS_2