Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 83 - kepanikan Alexa


__ADS_3

Saat ini Adinda baru aja sampai di Mall taman Anggrek yang terletak di tanjung duren, Jakarta barat untuk mencari perlengkapan anaknya yang sebentar lagi akan lahir dan dia perginya ditemani Alexa, disebabkan Bunda kakak dan suaminya tidak bisa menemaninya karena sangat sibuk mengurus pekerjaan yang ada di perusahaan dan pasien yang ada di Rumah sakit.


Sedangkan Zahra dan Nisssa tidak bisa menemaninya pergi disebabkan karena zahra sedang hamil muda yang buat dia tidak bisa jalan terlalu jauh dan Nissa sedang membantu mamanya untuk mengurusi butik yang akhir ini banyak sekali pengunjungnya.


Sesampainya di dalam toko perlengkapan bayi Adinda langsung aja mencari semua perlengkapan yang dibutuhkan dan cocok untuk calon anaknya dengan dibantuin Alexa.


“Dinda menurutku nih lucu dan bagus deh untuk anak mu.”Ucap Alexa yang menunjukkan baju bayi berwarna hijau.


“Iya sih lucu dan bagus tapi apa menurutmu warnanya tidak terlalu mencolok untuk anak laki-laki.”Kata Adinda.


“iya juga sih Din.”Kata Alexa.


“Kalau gitu kamu coba tanya ke pengawal toko dulu deh Lexa, apakah ada warna lain baju bayi kaya nih.”kata Adinda.


“baik Din.”Ucap Alexa.


“mbak sini dulu..”Panggil Alexa kepada pengawal toko itu.


“Iya nona ada yang bisa saya bantu.”Tanya pengawal toko yang tadi di panggil Alexa.


“Baju kaya ini ada warna lain nggak mbak.”Tanya Alexa.


“Ada nona.”Kata pengawal toko itu.


“kalau itu bolehkah mbaknya Ambilkan.”kata Adinda.


“Iya nona, tunggu sebentar nona saya ambilkan dulu.”ucap pengawal toko yang lalu bergegas pergi mengambil baju yang diinginkan Adinda.


Sambil menunggu pengawal toko mengambil pesanannya Adinda dan Alexa pun melanjutkan kembali memilih beberapa perlengkapan bayi yang lain.


Tak beberapa lama pengawal toko yang tadi pun datang kembali dengan membawa pesan yang diinginkan Adinda.


“Nona ini baju yang anda inginkan.”Kata pengawal toko itu yang langsung menyerahkan beberapa baju yang diinginkan Adinda.


“Iya mbak makasih.”Ucap Adinda.


“Kalau itu saya ambil yang ini semua ya mbak, tolong dibungkus dan sekalian sama yang ini juga Mbak.”Kata Adinda yang langsung minta dibungkus semua baju yang tadi diambil pengawal toko dan sekalian dengan perlengkapan bayi lainnya dia cari tadi.


“Baik nona, tolong tunggu sebentar akan saya persiapkan.”jawab pengawal toko yang langsung berlalu membawa semua barang yang diinginkan Adinda ke kasir untuk dikemaskan dan ditotalkan.


Setelah semua perlengkapan bayi itu ditotalkan pengawal toko, lalu Adinda pun membayarnya dengan menggunakan gold card dan juga memberikan alamat kediaman orang tuanya agar sebagian barang yang cukup besar bisa antarkan ke sana.


Adinda dan Alexa pun bergegas pergi meninggalkan toko perlengkapan bayi itu dan lalu mencari restoran untuk mengisi perut mereka sebelum pulang ke Rumah karena waktunya sudah memasuki makan siang.


**********


Kini Adinda dan Alexa sudah sampai di dalam restoran, lalu mereka pun langsung aja mencari meja yang masih kosong. Setelah mendapat meja yang masih kosong, mereka pun langsung duduk dan lalu memesan makanan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian makan siang mereka pun datang dan lalu mereka pun langsung memakan makanannya.


“Dinda kamu disini dulu ya.”Panggil Alexa.


“memang kamu mau kemana lexa.”Tanya Adinda.


“aku mau ke toilet dulu, jadi kamu jangan kemana dulu sebelum aku kembali.”jawab Alexa


“Iya Lexa, kamu juga di dalam toilet jangan terlalu lama ya.”Celetuk Adinda


“ok Din.”Kata Alexa yang lalu berjalan ke toilet.


Setelah Alexa pergi ke toilet Adinda pun melanjutkan kembali memakan makanan siangnya dan tiba-tiba Adinda tidak sengaja mendengar perbincangan seorang yang duduk di belakang kursinya yang membicarakan tentang masalah teror, mengawasi dan rencana mencelakakan dirinya yang dia alami.


“Jess apa sih kamu lakukan pada jones sampai dia menutup mulutnya saat polisi menanyakan siapa yang menyuruhnya melakukan teror, mengawasi dan mencelakakan wanita itu.”Tanya Bella. Adinda yang mendengar itu cukup terkejut dan sekaligus geram dengan dalang perlaku yang selama ini telah meneror dan mengawasi ku, termasuk penyebab Nadira mengalami kecelakaan.


“aku mengancamnya akan menghabisi semua anggota keluarga termasuk istri dan anaknya, kalau sampai dia menyebutkan nama aku.”Jawab Jessi.


“Waw.... Sadisnya kamu Jess, kamu memang pantaslah dikatakan sebagai wanita licik yang kejam karena setiap orang yang berani coba untuk membohongi dan mengkhianati mu selalu kamu ancaman dan kamu habisin dulu, sebelum mereka bertindak.”Puji Bella.


“itukah kamu tahu bell, jadi siapa yang berani melawanku akan langsung aku singkirkan termasuk pada wanita itu dengan keluarganya yang berani membuat kamu merasa patah hati.”Tutur Jessi. Adinda yang sudah tidak tahan lagi mendengar itu langsung aja pergi menyamperi meja mereka.


“Jadi ini semua ulah mu ya mbak.”tuduh Adinda


“Apa maksudmu nona Dinda datang langsung menuduh orang.”Kilat Bella.


“Oh nyatanya kamu sudah tau ya nona Dinda, terus sekarang apa yang akan kamu lakukan telah kamu mengetahui semuanya.”Sindir Bella.


“Aku akan melaporkan ini semua ke pihak berwajib bahwa kalian berdua lah dalang dari semua kejadian ini.”Ucap Adinda


“Lapor aja Kalau kamu punya buktinya dan perlu kamu ketahui nona Dinda yang sosok suci bahwa aku melakukan ini semua ada ulahmu sendiri yang tidak mau melepaskan Abri.”Cibir Bella


“memang sekarang saya belum punya buktinya tapi saya yakin Allah akan menunjukkan itu semua dan perlu saya tegaskan lagi ya mbak beberapa kali mbak buat rencana jahat terhadap saya, saya tetap tidak akan pernah melepaskan suami dan Ayah dari anak yang saya kandung walaupun saya harus melawan anda berdua.”Tekan Adinda


“Kalau itu kamu harus mempersiapkan diri mu untuk menyaksikan hal mengejutkan yang akan terjadi kepada semua orang tersayang mu.”Ucap Bella sinis.


“Hey mbak apa belum cukup kalian berdua untuk menyakiti kakak saya dan sekarang kalian ingin menyakiti orang tersayang saya lagi.”Ucap Adinda merasa geram mendengar dia ingin menyakiti orang tersayang lagi.


“Semua ini belum cukup sebelum kamu meninggalkan Abri dan pergi jauh dari hidupnya.”tutur Bella.


“Kalau pun Abri tidak mau melepaskanmu dengan alasan tidak ingin terpisah dengan anak kalian, kamu tinggal bilang aja bahwa anak yang kamu kandung itu adalah anak dari hasil selingkuhan.”Kata Bella.


Plak!......


“Hey kamu beraninya sekali kamu menampar saya.”Hardik Bella yang merasakan geram dengan Adinda.


“Iya saya berani menampar mbak, karena mbak ini sudah terlaluan beraninya menyuruh saya untuk menyatakan bahwa anak saya kandung ini anak selingkuhan, itu mah sama aja anda berdua telah menginjak harga diri sebagai wanita bersuami.”balas Adinda

__ADS_1


Bruk!.......


“Aaarrggh...... mbak tolong perutku sakit..”Jerit Adinda.


“ini semua pantas buat kamu yang berani melawan kami.” Bentak Bella


“Mbak saya mohon aw... tolong saya...”Pinta Adinda


“Yuk bell kita pergi aja kesini, sebelum ada yang melapor polisi.”Ucap Jessi.


“iya Jess yuk pergi.”Jawab Bella yang lalu ngikutin Jessi dari belakang meninggalkan restoran itu.


“Iya Allah berikan hamba kekuatan untuk menahan rasa kesakitan ini .............. ya Allah tolong selamatkanlah anak hamba, karena hamba tidak sanggup melihat terjadi sesuatu pada anak hamba.”Batin Adinda berdoa.


Alexa yang baru keluar dari toilet itu sangat terkejut dan sekaligus khawatir melihat sahabatnya terduduk dilantai menahan rasa sakit diperutnya dan tambah lagi ada darah dipakainya, Alexa yang sudah panik melihat kejadian itu langsung aja berlari cepat menghampirinya.


“Dinda kamu kenapa bisa seperti ini.”Tanya Alexa khawatir melihat baju sahabatnya ada darah.


“Aduh, Lexa aku mohon tolong cepat bawa aku ke Rumah aw... aku tidak mau terjadi sesuatu dengan anakku.”Rintis Adinda.


“baik Din, tunggu sebentar aku akan minta bantuan dulu.”Kata Alexa yang khawatir. Lalu dia pun berdiri mencari orang untuk dimintai tolong.


“mbak mas tolong bantu saya mengangkat teman untuk dibawa ke Rumah sakit.”pinta Alexa.


“Baik nona.”jawab para pengunjung itu yang langsung membantu meangkatan Adinda untuk dibawa ke Rumah sakit terdekat.


************


Kini Alexa sudah sampai di Rumah sakit, lalu dia pun turun dari mobil dan berlari keluar memanggil para perawatan.


“Suster cepat tolong bantu teman saya.”Teriak Alexa yang berlari kedalam rumah sakit. Suster yang mendengar itu langsung aja cepat berlari keluar sambil mendorong brankar.


suster pun langsung mengangkat Adinda untuk dibaringkan di atas brankar dan lalu suster pun mendorong cepat brankar Adinda masuk ke Rumah sakit.


“Apa yang telah terjadi dengannya nona kenapa bisa seperti ini.”Tanya Dokter.


“Saya nggak tau dok, karena saat saya kembali teman sudah seperti ini.”Jawab Alexa.


“kalau itu cepat bawa nona ini ke UGD.”Kata Dokter itu.


Sesampainya didepan Ruangan UGD suster langsung mendorong masuk kedalam brankar Adinda.


“Hey nona mau kemana.”Tanya suster yang tadi melihat Alexa ingin masuk kedalam.


“Saya mau menemani teman saya didalam suster.”jawab Alexa.


“Mohon maaf nona tolong tunggu diluar dulu, biarkan teman anda dokter aja yang menangani.”Kata suster itu.

__ADS_1


“Baik suster.”Ucap Alexa yang lalu pergi duduk di kursi tunggu yang disediakan di rumah sakit itu untuk menunggu kabar Adinda yang sedang di tangani dokter.


__ADS_2