Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 60 - Perdebatan kecil


__ADS_3

Tak beberapa menit kemudian mereka pun sampai di Rumah sakit, lalu mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Rumah sakit sambil membawa paper bag yang berisi makanan dan buah-buahan yang baru mereka beli tadi.


Setelah sampai di dalam mereka langsung pergi bertanya ke perawat dimana Ruangan rawat pasien atas nama Adinda Ayuwana pratama.


Perawat pun memberikan taukah dimana Ruangannya rawat Adinda.


Setelah mendapatkan informasi dimana Ruangan rawat Adinda, mereka pun berlalu meninggalkan Perawat yang ditanyain tadi menuju ke ruangan rawat Adinda.


Tak lama mereka sampai di depan pintu Ruangan Rawat Adinda, saat mereka ingin mengetuk pintu Ruangan Rawat Adinda, tiba pintu Ruangan Rawat Adinda terbuka dan disitu keluarlah mertua Adinda dengan kedua Adik ipar nya yang mau pulang.


Assalamualaikum.”Ucap salam mereka sambil mencium tangan Umi Marwah dan Abah Hassan.


“Waalaikumsalam.”Ucap Abah Hassan umi marwah dan kedua adik ustad Abrisam.


“Hey kalian pasti ingin menjenguk Dinda ya.”Tanya Umi Marwah tersenyum ramah.


“Iya Umi.”jawab mereka tersenyum ramah dan saat itu pula pandangan Alexa dan ustad Yusuf tidak sengaja bertemu tapi kemudian Alexa dengan Ustad Yusuf pun memutuskan saling pandangan itu sambil mereka banyak mengucapkan istighfar di dalam hati.


“oh silahkan kalian masuk umi sama Abah dan kedua adik nya Abri permisi pulang dulu ya.”Ucap Umi Marwah.


“Assalamualaikum.”Ucap umi marwah yang langsung pergi menuju parkiran dengan Abah Hassan dan kedua anaknya.


“Iya Umi, Waalaikumsalam.”Ucap mereka setelah mertua dan adik ipar adinda pergi.


Lalu kemudian mereka masuk ke dalam Ruangan Rawat sahabatnya sambil memberikan salam.


“Assalamualaikum.”Ucap mereka.


“Waalaikumsalam.”Ucap Adinda dan Ustad Abrisam.


“Hey kalian yuk masuk dulu.”Ucap Adinda yang menyuruh sahabat nya masuk.

__ADS_1


“iya Dinda ini kami masuk.”Ucap mereka yang langsung masuk kedalam sambil membawa buah buahan dan paper bag.


“Dinda ini kami bawa kamu buah buahan sama sup ayam dan Oatmeal yang dibuat Nissa.”Ucap Zahra yang meletakkan buah-buahan di atas meja dan diikuti oleh Nissa yang meletakkan paper bag di atas meja.


“Terima kasih ya Zahra Alexa Nissa atas bingkisan buah-buahan nya sama Sup ayam dan Oatmeal nya.”Ucap Adinda.


“Iya Sama sama Din.”Ucap mereka.


“Kalau itu bagaimana keadaan mu sekarang Din apa ada yang serius, karena saat kami mendengar cerita dari Salwa kamu diganggu oleh preman sampai kamu dibawa ke Rumah sakit karena ada darah di pakai mu, kami pun ikut merasakan khawatir dengan keadaan mu Din.”Ucap Zahra.


“Alhamdullilah keadaan aku sudah berbaikan dan tidak ada yang serius, karena untungnya Salwa cepatan bawah aku ke Rumah sakit kalau nggak mungkin aja aku bisa kehilangan anak ku yang ada di kandungan ku.”Ucap Adinda.


“Jadi sekarang kamu sedang hamil nih dinda.”Tanya Alexa.


“Iya lexa aku Sedang hamil dan kalian akan mendapatkan keponakan sekaligus kalian akan menjadi tente dari anak yang aku kandung.”Ucap Adinda yang tersenyum pada sahabat nya.


“Wah selamat ya Dinda, aku tidak sabar nih melihat keponakan ku yang ada di kandungan mu.”Ucap Zahra yang mengelus perut rata adinda.


“Hey Nissa sabar dulu bah tunggu kandungan Dinda sudah sembilan bulan baru keponakan kita keluar.”Ucap Alexa.


“Iya aku tau lexa tapi maksud ku tadi itu bukan yang itu.”Ucap Nissa.


“Terus apa dong Niss.”Tanya Alexa.


“Jadi maksud ku tadi sekarang kandungan Dinda itu sudah berapa Minggu dan perkiraan nya beberapa bulan lagi kandungan Dinda bisa masuk sembilan bulan.”Ucap Nissa


“Oh gitu ya Nissa, coba tadi kamu jelas dong bicara nya, mana mungkin aku bisa pikiran negatif kalau kamu jelas bicara nya.”Ucap Alexa.


“Iya kamu aja yang belum dengar aku selesai bicara nya, terus kamu langsung menyimpulkan seperti itu.”Ucap Nissa yang mulai tidak terima di salah kah. Sementara Zahra yang melihat dan mendengar itu langsung menengahkan mereka.


“Lexa Nissa sudah yang di masalahkan lagi, apa kalian tidak kasih melihat dinda yang lagi sakit kalau kalian berisik terus.”Nasihat Zahra.

__ADS_1


“Iya maaf.”Ucap Alexa dan Nissa.


Adinda yang melihat sahabatnya sudah saling berbaikan itu merasakan lega dan senang.


************


Sementara dilain tempat di Ruangan VIP disebuah bar di kota Jakarta itu adalah dua wanita yang merayakan keberhasilan mereka atas rencana mereka, orang itu yang tak lain adalah Bella dan Jesi yang senang mendengar Adinda yang masuk ke Rumah sakit.


“Jesi bagaimana perkembangan dari orang suruhan mu, apa mereka sudah mendapatkan informasi keadaan wanita itu.”Tanya Bella.


“Belum ada perkembangan nya Bell karena disana orang suruh ku susah sekali mendapatkan informasi yang di rahasiakan oleh pihak keluarga nya dan ditambah lagi disana ada polisi yang menjaga nya.


“Maksud mu apa dengan ada polisi yang menjaga dia.”Tanya Bella.


“Iya disana ada polisi teman kakak laki-laki nya dan sekaligus salah satu kakak sahabat nya yang menjaga dia dan juga di minta oleh kakak laki-lakinya untuk menjaga nya sebentar sampai situasi aman.”Ucap Jesi yang memberikan taukan apa yang ia dapatkan dari orang suruhannya.


“Wah gila itu wanita masa sampai polisi bisa mengajaknya.”Ucap Bella.


“Karena itu sebaiknya kita menunda dulu deh rencana kita Bell sampai situasi menjadi kondusif dan polisi itu tidak mengawasi dia lagi.”Ucap Jesi.


“gak Jesi aku mau rencana kita sampai ditunda.”Ucap Bella yang tidak setuju kata Jesi.


“Bell please tolong turun dong kata ku, karena aku tidak mau sampai orang suruhan ku itu tertangkap polisi, karena kalau Sampai mereka tertangkap polisi bisa mereka membongkar siapa dalang nya.”Ucap Jesi yang memohon ke Bella.


“tapi Jesi bukan kamu pakai masker dan kacamata hitam saat bertemu mereka.”Tanya Bella.


“Iya aku memang pakai masker dan kacamata hitam saat bertemu dengan mereka tapi mereka kah kenal dengan cowok ku, terus aku takutnya mereka memberi tahukan nama cowok ku ke polisi dan membuat cowok ku masuk penjara, karena itu aku minta kita nunda dulu deh sampai polisi itu tidak mengawasi dia lagi.”Ucap Jesi yang bersedih.


“Baiklah Jesi.”Ucap Bella.


“Terima kasih Bella kamu memang teman terbaik ku.”Ucap Jesi yang langsung memeluk Bella.

__ADS_1


“Sama sama Jesi.”Ucap Bella yang ada di pelukan Jesi sambil mengelus punggung teman nya.


__ADS_2