
Tak Terasa hari sudah semakin siang, Bunda Marvin dan kedua sahabat nya Adinda pun berpamitan pulang ke Adinda.
“Dinda sayang Bunda sama Marvin pamit pulang dulu ya.”Ucap Bunda.
“Iya Din kami juga mau pamit pulang.”Ucap Nissa.
“Kenapa cepat sekali Bunda dan kalian berdua pulang nya, kah bisa nanti aja pulang nya.”Ucap Adinda.
“Dinda sayang ini sudah semakin siang nak, Bunda harus pulang nak takut nya Ayah mu sudah pulang kerja, terus Bunda nggak ada di Rumah dan ditambah lagi nanti malam Bunda akan ada jam pasien melahirkan nak. Sementara Marvin nanti juga ada rapat mengenai perusahaan nya yang ada di London.”Ucap Bunda.
“Iya betul yang di kata bunda mu Din ini sudah semakin siangan, kami juga takut dicari sama orang tua kami karena kami izin nya cuma sebentar aja.”Kata Alexa.
“Tapi kah aku masih kangen dengan kalian dan juga bunda sama kakak Marvin.”Ucap Adinda cemberut sambil memalingkan wajahnya.
“Nak kamu jangan seperti ini dong. memang kamu nggak malu bersikap seperti Kaya anak kecil terus dan ditambah sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu nak, jadi bunda hanya berharap kamu bisa mengubah sikap mu yang seperti ini dan bisa menjadi ibu yang baik untuk anak mu nanti.“Kata Bunda.
“Baiklah Bunda Dinda akan coba untuk mengubah sikapnya Dinda tapi bunda janji nya akan datang lagi kesini.”Kata Dinda.
“Iya nak bunda janji akan datang lagi.”Ucap Bunda kemudian mencium kening putri kesayangan nya.
“Kalian berdua juga harus janji akan datang lagi dan jangan lupa bawa Zahra.”Ucap Adinda yang menatap kedua sahabat nya.
“Iya siap bos Dinda kami janji akan datang lagi.”Ucap Alexa.
Sedangkan Adinda yang mendengar itu pun merasakan sedikit senang dan lalu dia pun memeluk sahabat nya yang mau pulang itu.
Lalu telah itu Adinda pun mengantar Keluarga dan sahabat nya pulang sampai depan Rumah sambil kursi roda nya di dorong bibi Siti.
Sesampainya di luar Rumah Adinda langsung mencium tangan Bunda nya dan sebaliknya bunda mencium putri kesayangan nya.
__ADS_1
Lalu Bunda pun masuk ke dalam mobil yang sudah dihidupkan oleh kakak Marvin dan disusun juga oleh kedua sahabatnya yang masuk ke mobil mereka.
Setelah mobil Bunda nya dan mobil sahabat nya sudah tidak kelihatan lagi, Lalu Adinda pun langsung masuk ke dalam Rumah sambil kursi rodanya didorong oleh bibi Siti, Tapi belum sempat Adinda masuk dalam Rumah tiba-tiba terdengar suara mobil suaminya.
Adinda yang mendengar mobil suaminya pun tidak jadi masuk ke dalam Rumah dan lalu dia pun menyambut suaminya yang baru aja pulang.
“Assalamualaikum.”Ucap Salam Ustad Abrisam.
“Waalaikumsalam.”Ucap Adinda dan bibi Siti. Setelah itu bibi Siti langsung masuk ke dalam Rumah meninggalkan kedua majikannya yang di luar.
“Hey Mai kamu kenapa ada di luar.”Tanya Ustad Abrisam yang melihat istrinya ada di depan Rumah.
“Tadi mai habis antar bunda dan sahabat ku hubby, terus tiba-tiba hubby datang, jadinya Mai nggak masuk kedalam deh .”Ucap Adinda sedangkan Ustad Abrisam yang mendengar hanya mengangguk.
“Mai apa kamu sudah makan.”Tanya Ustad Abrisam ke istrinya yang dari pagi belum makan disebabkan mual.
“Kalau mai masih merasakan mual-mual lagi lebih baik kita ke Rumah Sakit aja ya.”Ucap Ustad Abrisam yang khawatir sekaligus kasih dengan istrinya yang susah makan disebabkan mual-mual terus semenjak dirinya tau hamil.
“Nggak usah hubby nih sudah menjadi hal umum yang bisa dialami seorang wanita yang sedang mengandung.”Ucap Adinda yang mengetahui kan.
“Baiklah Mai.”Ucap Ustad Abrisam yang Pasrah sambil menarik napas dalam.
“Helm kalau itu sebaiknya kita masuk ke dalam Mai.”Ucap Ustad Abrisam sedangkan Adinda hanya mengangguk, kemudian ustad Abrisam mendorong kursi Adinda masuk ke Rumah.
**********
Keesokan paginya Adinda yang baru aja bangun tidur seperti hari sebelumnya langsung lari ke kamar mandi karena merasakan mual-mual lagi.
Sementara Ustad Abrisam yang baru aja masuk ke dalam kamar untuk mengambil dokumen itu tiba mendengar istrinya muntah lagi merasakan khawatir seperti hari sebelumnya.
__ADS_1
Lalu Ustad Abrisam pun berjalan pergi menyusul istrinya masuk ke dalam kamar mandi sambil membuka pintu kamar mandi.
Hoek
Hoek
Hoek
Ustad Abrisam yang tidak mampun melihat Adinda yang memuntahkan isi perut nya terus semenjak dirinya hamil memasuki kandungan delapan Minggu. Dengan cepat Ustad Abrisam langsung menghampiri istrinya sambil memijit tengkuk leher belakang Adinda untuk membantu meredakan.
“Mai kamu sudah sedikit redakan.”Tanya ustad Abrisam
“Alhamdulillah sudah sedikit hubby.”Ucap Adinda dengan suara lemah yang baru selesai membasuh wajah nya.
Lalu Ustad Abrisam pun menggendong istrinya yang lemah sehabis memuntahkan semua isi perutnya keluar dari kamar mandi dan lalu membaringkan nya diatas tempat tidur.
Setelah itu Ustad Abrisam pergi keluar dari kamar nya menuju ke dapur membuatkan teh jahe hangat seperti biasa untuk Adinda.
Setelah teh jahe hangat sudah jadi ustad Abrisam pun langsung membawa teh jahe hangat itu ke kamarnya dan lalu memberikan ke Adinda.
“Mai ini minum dulu teh jahe hangat nya.”Ucap Ustad Abrisam yang memberikan secangkir teh jahe hangat itu ke Adinda dan sekalian juga mengelus perut istrinya sambil membisikkan sesuatu kepada anak nya yang ada di kandungan istrinya.
“Makasih ya hubby.”Ucap Adinda setelah selesai meminum teh jahe hangat yang dibuat oleh suaminya.
“Sama-sama Mai, sekarang sebaiknya kamu istirahat lagi.”Ucap Ustad Abrisam yang membantu membaringkan istrinya dan lalu menyelimutinya.
“Iya hubby.”Ucap Adinda yang langsung berbaring, lalu di selimuti oleh suaminya.
Setelah itu Ustad Abrisam pergi keluar dari kamarnya menuju ke Ruangan kerja sambil membawa dokumen untuk melanjutkan kembali pekerjaan yang tertunda.
__ADS_1