
“mungkin kaya itu sih Dinda, apa perlu kami ikut juga Dinda, agar Om Raka dan Tante Suci tidak terkejut dengan apa yang kamu katakan nanti dinda, kalau kamu tidak masalah kami ikut din.”Ucap Alexa yang membetulkan kata Adinda.
“Gak usah biar aku aja yang jelasin nanti.”Ucap Adinda.
“Iya udahlah tidak usah dibahas lagi mendingan kita jalan jalan dulu yuk sebelum kita pulang ke rumah.”Ucap Zahra yang memberhentikan ngobrol mereka dengan mengajak nya untuk jalan jalan sekedar untuk melupakan kejadian kemarin.
“ya udah yuk kita siap dulu sebelum kita jalan jalan.”Ucap Alexa yang setuju usulan zahra untuk jalan jalan.
“Let’s go.”Ucap Nissa.
Kami berjalan meninggalkan kamar hotel itu menuju ke mobil, kami masuk ke mobil dan Alexa melajukan mobil menuju nya ke sebuah tempat yang di penuhi oleh hewan hewan yang dilindungi oleh pemerintah, ya kami sekarang berada di sebuah kebun binatang Ragunan.
Kami pun berjalan mengelilingi kebun binatang Ragunan ini sambil memberikan hewan disana makan yang sudah di siapkan oleh penjaga kebun binatang disana.
Setelah beberapa menit kami selesai mengelilingi kebun binatang ini, kami langsung meninggalkan kebun binatang ini untuk pulang ke rumah kami masing-masing, karena takut nya Keluaraga kami mencari kami, karna kelamaan lamaan pulang.
Dalam perjalanan sekitar 30 menit Adinda di kediaman nya dan turun dari mobil.
Adinda berjalan masuk ke dalam rumah dan disana ia melihat keluarga nya berkumpul, ia pun pergi menyamperi Keluarga nya duduk di sofa.
Saat ia sudah duduk dekat Keluarga nya, Ayah nya dehem untuk mengalihkan ke gugup, Ayah pun bersuara menanyakan mengenai hal tentang tadi malam, Adinda yang mendengar itu jadi takut dan bingung untuk menjelaskan nya, ditambah lagi ia melihat Ayahnya dan keluarganya yang nampak kecewa di wajah mereka.
Adinda hanya bisa pasrah saja dan ia pun menceritakan semuanya yang ia sembunyikan dari mereka.
Mereka yang mendengar cerita dari anaknya dan adiknya itu perlahan hati nya mulai melunak, mereka langsung meluk anaknya dan adiknya itu dan mereka mendengar ishakan dari anaknya dan adiknya ikut merasakan kesedihan yang ia alami itu.
Mereka hanya bisa memberikan semangat dan dukungan untuk menghadapi nya.
Adinda yang mendengar dukungan yang diberikan Keluaraganya, Adinda hanya menunjukkan senyum tipis nya saja dalam kesedihan yang ia rasakan.
__ADS_1
Setelah agak tenang adinda pun melepaskan pelukan dari Bunda dan berpamitan kepada keluarga nya untuk beristirahat.
Adinda berjalan pergi meninggalkan keluarga nya menuju ke kamar.
Sesampainya dalam kamar. langsung naik ke tempat tidur untuk mengistirahatkan badan yang ke lelahan.
********
Keesokan paginya Adinda sudah agak segaran dari pada hari kemarin dan ia sudah bersiap untuk berangkat ke kampus.
Sesampainya di bawah ia langsung berpamitan kepada Keluaraga nya, karena ia hari ada pertemuan dengan dosen pembimbing nya.
Setelah Adinda berpamitan kepada kedua orang tua dan kedu kakak nya, ia berjalan meninggalkan keluarga nya menuju keluar rumah, kemudian ia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediaman keluarga Pratama.
Dalam perjalanan sekitar 30 menit ia pun sampai di Kampus dan turun dari mobil.
Dari kejauhan ada seorang yang melihat kejadian itu dan ia pun mengikuti orang itu untuk mengetahui apa yang akan dilakukan orang itu ke wanita.
Saat di perjalanan menuju ke ruang yang kosong itu Adinda terus aja memberontak berteriak agar ia bisa di lepaskan dan juga ada yang mendengarkan terianya namun sayang tidak ada satu pun orang yang mendengarnya.
Ia pun hanya pasrah saja dan mohon pada Allah untuk kirim bantuan.
Sesampainya di ruangan yang kosong itu Haris pun melepaskan cengkraman dari tangan Adinda dan ia pun langsung menatap Adinda.
“Haris kenapa kamu membawa aku ini hah.”Ucap Adinda yang bingung sekaligus marah.
“Gue bawa kamu ini, agar tidak ada orang yang menggangu kita.”Ucap Haris yang memberi tau.
“Apa maksud mu Haris dengan tidak ada orang yang menggangu kita.”Ucap Adinda yang bingung.
__ADS_1
“iya orang yang akan menggangu kita untuk berbicara itu siapa lagi kalau bukan Nissa, Zahra di tambah lagi Alexa yang suka sekali menyindir gue.”Ucap Haris yang memberi tau.
“Memang kenapa kalau Sahabat ku itu orang suka nyindir orang, ia melakukan itu juga karena ia membela sahabat yang sangat ia sayangi dari orang yang menyakiti nya.”Ucap Adinda yang menanyakan sekaligus menjelaskan kepada Haris.
“iya gue tau ia sangat menyayangi kamu, dan inti nya tujuan gue membawa kamu kesini untuk mohon kamu mau jadi pacar gue lagi.”Ucap Haris yang tujuan nya membawanya.
“Haris aku sudah bilang padamu saat malam itu bawa aku sekarang tidak mencintai mu lagi Haris.”Ucap Adinda yang menjelaskan bahwa ia sudah tidak mencintai nya.
“Tapi gue mohon Din berikan gue sempatan untuk memperbaiki hubungan kita, kalau masa cinta kamu bisa coba lagi untuk belajar mencintai gue lagi din.”Ucap Haris yang memohon untuk diberikan sempatan.
“aku tidak bisa haris untuk mencintai kamu lagi.”Ucap Adinda yang terus menolak nya.
“gue mohon sekali lagi Din, gue sangat cinta kamu Din.”Ucap Haris yang lagi memohon untuk diberikan kesempatan.
“Sekali lagi aku tak bisa Haris, kamu harus bisa melupakan aku Haris.”Ucap Adinda yang menjelaskan.
“kalau kamu tidak mau balikan sama gue, siapa tidak boleh memiliki kamu Din.”Ucap Haris yang memulai memajukan dirinya ke Adinda.
“Haris mau ngapai kamu dekatkan aku.”Ucap Adinda yang mulai ketakutan karena Haris medekat dirinya.
Haris terus aja mendekatkan dirinya ke Adinda tanpa ia mendengar kan teriakan dari Adinda, Tiba tiba ada seorang yang mendobrak pintu itu.
Brak...brak....
“Astagfirullahhalazim, hey mas apa yang kamu lakukan dengan mbak ini.”Ucap istighfar orang itu yang melihat apa yang dilakukan laki laki itu kepada gadis ini, orang itu yang tak lain tak bukan adalah Ustad Abrisam yang datang ke universitas ini untuk melakukan penemuan dengan anak fakultas Bisnis.
“kamu siapa hah menggangu gue dengan pacar gue.”Ucap Haris yang Marah karena diganggu apa yang ia lakukan kepada Dinda.
“Ustad tolong saya dari orang ini.”Ucap Adinda yang ketakutan sambil minta tolong kepada Ustad Abrisam
__ADS_1