
“sekarang kamu sudah mengerti kah mai.”Ucap Ustad Abrisam.
“iya Hubby.”Ucap Adinda yang tiba memeluk Ustad Abrisam di depan semua orang.
Orang yang melihat kejadian itu ada yang tersenyum, ada yang merasakan iri, karena belum menemukan jodoh nya, ada yang merasakan bersalah dan ada yang langsung mendengus karena melihat mereka berdua.
“Hmmm...hmmm.., hey kalian, kalau mau berpelukan itu dikamar, jangan disini dong, kalian berdua itu membuat jiwa jomblo ku meronta ronta tau.”Ucap Kakak Ega
“Kalau iri bilang dong, kalau nggak coba cari istri sana.”Ucap Adinda.
“dinda adiknya kakak yang cantik siapa yang iri sama kamu, kakak tadi bilang kalau mau romantis itu Didalam kamar sana, karena kakak tidak mau anak di bawah umur melihat kalian yang romantis disini, kalau masalah istri Kakak masih menunggu dia mau menerima kakak.”Ucap kakak Ega.
“tunggu dulu kakak, memangnya kakak punya cewek yang kakak suka.”Tanya Adinda.
“ada Dinda, tapi dia belum tau kalau kakak suka sama nya.”Ucap kakak Ega.
“Kenapa kak Ega tidak kasih tau dia kalau kakak suka sama dia.”Tanya Adinda.
“dia aja sekarang masih ada di luar negeri, bagaimana kakak mau mengungkapkan perasaan kak sama dia.”Ucap kakak Ega.
“Iya juga ya kak, tapi aku sebagai adik nya kakak akan selalu dukung kak Ega dan mendoakan kakak agar bisa mendapatkan cinta dia.”Ucap Adinda.
“Makasih Dinda.”Ucap Kakak Ega yang langsung memeluk Adiknya itu.
“iya kak.”Ucap Adinda yang membalas pelukan kakaknya.
Orang yang melihat Kakak beradik itu ikut merasakan kebahagiaan, karena mereka tahu bahwa kakak beradik itu tidak akan pernah marahan lama selama satu menit, karena selama beberapa detik itu mereka selalu minta maaf duluan dan itu yang membuat mereka selalu baikan, Sementara kakak Doni yang melihat Adinda dan Ega yang sudah baikan itu merasakan iri, karena dirinya masih takut untuk minta maaf.
*********
Di Pagi harinya yang tadi Adinda dan Ustad Abrisam sudah pulang ke kediaman keluarga Pratama bersama keluarga besar nya dan
Sekarang Adinda dan Ustad Abrisam sedang duduk bersama dengan beberapa keluarga yang di Bandung.
Mereka semua sedang mengobrol dan canda bercanda.
Setelah selesai Adinda mengajak Ustad Abrisam naik keatas menuju ke dalam kamar nya, sesampainya didalam kamarnya, Adinda menyuruh Ustad Abrisam untuk duduk dulu, Sedangkan Adinda langsung pergi ke kamar mandi, karena ia gak tahan untuk buang air kecil.
__ADS_1
Setelah itu Adinda keluar dari kamar mandi dan ia pun langsung berjalan menuju ke sofa yang ada di sebelah suaminya.
Sesampainya Adinda didepan suaminya, ia langsung duduk di samping suaminya.
“mai kalau kita pindah ke pesantren kamu mau gak.”Ucap Ustad Abrisam.
“Kalau aku sih seterah Hubby aja.”Ucap Adinda
“Kalau kita pindah secepatnya kamu tidak apa-apa kah.”Ucap Ustad Abrisam.
“Memang kita pindah ke pesantren kapan Hubby.”Ucap Adinda.
“itu sih seterah mu aja mai, kapan kamu siap nya.”Ucap Ustad Abrisam.
“kalau gitu kita pindah pesantren satu minggu lagi gak apa kah Hubby.”Ucap Adinda minta pendapat ke Ustad Abrisam.
“gak apa - apa mai, Hubby ngerti kok kalau kamu ingin habiskan waktu bersama keluarga mu dulu.”Ucap Abrisam
“makasih Hubby.”Ucap Adinda yang langsung memeluk Ustad Abrisam.
“Sama sama mai ku.”Ucap Ustad Abrisam yang membalas pelukan Adinda.
Di dalam kamar Adinda dan Ustad Abrisam sudah bersiap - siap untuk pergi jalan malam Mingguan ke bioskop. Ustad Abrisam dan Adinda turun ke bawah untuk berpamitan kepada Ayah Bunda untuk pergi malam Mingguan.
Sesampainya di bawah Adinda sudah melihat Ayah Bunda dan keluarga dari Bandung yang sedang nonton TV di ruang keluarga.
“Hey kalian mau pergi kemana ini, kenapa sudah rapi.”Tanya Ayah.
“Dinda sama Hubby mau pergi nonton di bioskop Ayah.”Ucap Adinda.
“Wah tante mau pergi nonton, Mia mau ikut tante.”celoteh anaknya kakak Nadira..
“kakak tidak boleh ikut dengan Tante Dinda sama Om Abri ya, kakak di rumah aja sama Nadira mama, adik dan papa ya.”Ucap kakak Nadira.
“Mama jahat Mia mau ikut tante dinda jalan huee... hue...”tangisan anak nya kakak Nadira.
“cup.. sayang jangan nangis ya, mia boleh kok ikut sama tante dan om jalan, tapi mia harus berhenti dulu menangis yah, memang mia tidak malu tuh sama adik nya mia.”Ucap Adinda kepada keponakan nya.
__ADS_1
“Iya tante, gini mia berhenti nangis kok tante, makasih tante.”celoteh anak Kakak Nadira
“Dinda emangnya tidak apa apa kalau mia ikut
kamu dan Abri pergi, masalah aku takut mia nanti merepoti mu Din.”Ucap Nadira.
"Gak apa kakak, aku senang kok bawa mia jalan, iya kah Hubby.”Ucap Adinda kepada kakak Nadira dan juga di setujui oleh ustad Abrisam.
“Iya mai, Hubby juga senang membawa si imut jalan, tau aja Allah memberikan kita anak seimut Mia.”Ucap Ustad Abrisam yang menggendong anaknya kakak Nadira dan juga mengelus perut Adinda. Adinda yang merasakan itu ia tahu suaminya ingin cepat memiliki anak dari nya, ia hanya bisa berdoa aja mudah dirinya cepat hamil.
“Amin, kakak doakan mudahan kalian cepat di berikan momongan dari Allah.”Ucap Kakak Nadira.
“Amin, makasih atas doa nya kak Nadira.”Ucap Adinda.
“Sama sama Dinda."Ucap kakak Nadira. Nadira Kemudian berbicara kepada anak untuk jangan nakal.
“kakak kalau kamu ikut sama tente Dinda dan Om Abri jangan sampai nakal ya.”Ucap kakak Nadira.
"Iya mama."Ucap mia.
“Kalau gitu Adinda sama Hubby dan kakak Ega meminta izin untuk pergi dulu.”Ucap Adinda
“Assalamualaikum.”Ucap salam Adinda yang berbarengan.
“Waalaikumsalam.” Ucap semua orang.
Adinda Ustad Abrisam dan Mia pergi masuk kedalam mobil menuju ke bioskop.
Sesampainya di bioskop Ustad Abrisam dan Adinda turun dari mobil sambil menggendong
Mereka langsung pergi masuk ke dalam bioskop. Sesampainya di dalam Adinda langsung mengajak Mia untuk membeli tiket film yang di sukai oleh Mia, Sedangkan Ustad Abrisam pergi membeli popcorn dan minuman untuk kami.
Setelah mendapat tiket, kami langsung masuk ke dalam sambil mencari tempat duduk, setelah itu film Disney's Encanto di putaran, kami pun menikmati film kartun itu dengan fokus dan kadang ikut takjub dengan gadis dalam cerita itu yang bisa mengemban kekuatan magic music nya.
Setelah selesai menonton kami pergi jalan ke pasar malam yang baru aja buka. Sesampainya di pasar malam kami pun menaiki komedi putar, Kuala dan juga bermain beberapa permainan yang ada di pasar malam itu.
Adinda juga kadang memfoto untuk Ustad Abrisam dan Mia yang menaiki beberapa permainan dan ia juga kadang ikut juga berfoto.
__ADS_1
Setelah itu kami pun pulang ke rumah, karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Sesampainya di rumah Adinda langsung memberikan mia yang ada di gendong nya yang sedang tidur itu ke kakak Nadira, Setelah itu Adinda dan Ustad Abrisam pun pergi masuk ke dalam kamarnya.