Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 113 - Acara empat bulan


__ADS_3

Dua bulan kemudian


Hari ini Adinda dan keluarga suaminya akan pergi mendatangi rumah nandi bersama dengan keluarga kecilnya, karena di rumah Nandi saat ini akan diadakan acara tasyakuran empat bulan kandungan Nandi yang sudah memasuki usia empat bulan.


Setelah memakan waktu perjalanan kurang dari satu setengah jam, akhirnya mereka tiba di depan halaman Rumah Nandi dengan keluarga kecilnya. Lalu telah itu mereka turun dari mobil dan melenggang pergi masuk dalam rumah yang sudah didekorasi seindah mungkin dengan nuansa pastel yang dikelilingi taburan bunga berwarna warni yang terlihat cantik.


Sesampainya di dalam sudah banyak para tamu yang hadir, mulai dari keluarga besar Pratama, keluarga besar Rendi, sahabat, Para tetangga, teman kerja nandi dan Rendi, serta juga anak yatim piatu dari panti asuhan yang mereka undang sudah berkumpul.


Tak jelang beberapa lama Acara pun dimulai dengan melantunkan beberapa Ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan secara bersama sama dengan begitu hikmat.


Setelah selesai membaca Ayat-ayat suci Al-Quran, dilanjutkan lagi dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh ustad Yusuf.


Setelah itu dilanjutkan lagi dengan semua yang Hadir acara pengajian ini ikut melakukan berdoa bersama yang masih dipimpin ustad Yusuf. Mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi janin yang tengah dikandung Nandi, tak lupa juga mereka mendoakan nandi agar diberi kesehatan dan kekuatan sampai proses persalinan nanti.


“Amiin ya rabbal Alamin.”Ucap Ustad Yusuf yang disambung dengan membaca Al- Fatihah sebagai penutup doa.


Setelah berdoa, semua tamu yang hadir dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disajikan oleh pihak keluarga. Semua tamu nampak sekali menikmati hidangan dalam suasana yang penuh dengan kehangatan.


Begitu mereka selesai menyantap hidangan yang sudah disajikan, Nandi dan suaminya Rendi tak lupa memberi Santunan berupa uang dan bingkisan kepada anak anak yatim piatu yang mereka undang sebelum anak anak itu kembali pulang ke panti asuhan.


Setelah selesai membagikan santunan kepada anak anak panti asuhan, anak panti asuhan dan para tamu yang hadir pun pamit pulang dan melenggang pergi meninggalkan rumah Nandi dengan mengisahkan keluarga inti dan sahabat dekat yang belum pulang. Karena mereka masih berbincang bincang.


“Sudah beberapa bulan ini nak, kenapa kandungannya besar sekali.”Tanya tante Shaista, ibu mertuanya Nandi yang mengelus perut buncitnya Adinda.


“Baru jalan tujuh bulan tan.”Jawab Adinda.


“Dan Alhamdulillah nya Allah menitipkan Dinda rezeki sepasang anak kembar tan.”Sambung Adinda.


“Selamat nak Dinda, tante turut ikut senang dengar kamu ternyata sedang mengandung sepasang anak kembar, tante doain semoga kandungan mu selalu diberikan kesehatan sampai saat persalinan nanti.”Ucap tante Shaista.


“terima kasih tante doanya.”Ucap Adinda.


“Oiya mbak suci keluarga mu ini ada keturunan kembar yah.”Tanya tante Karin, adik dari mamanya kakak ipar Adinda.


“iya dek karin, keluarga saya memang ada keturunan kembar itu dari keturunan ibu saya, karena adik kandung saya sendiri juga kembar rin.”Jawab Bunda.

__ADS_1


“Own pantaslah mbak anaknya ini sedang mengandung anak kembar nyatanya ada keturunan dari ibunya mbak toh.”Ucap tante Karin.


“Mah.....”Panggil om Haikal, papanya Rendi kakak iparnya Adinda.


“Iya pah, kenapa panggil mama pah.”Tanya tante Shaista.


“Ayo kita semua pulang dulu mah.”Jawab om Haikal.


“Kenapa cepat sekali kita pulangnya pah, mama juga masih kangen dengan Rendi anak menantu dan juga cucu kita pah.”Tanya tante Shaista.


“Iya besan, kenapa cepat betul pulangnya, ini juga masih sore loh besar dan pulangnya juga bisa nanti.”Ucap Bunda.


“maaf besan, sebenarnya saya sih juga ingin sekali bisa berlama lama disini namun saya juga harus cepat-cepat kembali ke Surabaya, karena tiba-tiba ada sedikit masalah dengan pengirim barang yang ada di perusahaan saya besan.”Om Haikal.


“Baiklah kalau itu maunya besan, saya tidak bisa ngomong apa lagi untuk tidak menahan besan pulang.”Ucap Bunda.


“Maaf sekali ya besan.”Ucap Om Haikal yang merasa tidak enak dengan besan wanitanya.


“Iya besan tidak apa apa.”Ucap Bunda.


“iya mah.”Teriak kedua adiknya Rendi yang ada di taman belakang Rumah kakak mereka bersama dengan ketiga sepupu dan keempat keponakan mereka.


“Nandi sayang mama dan papa pamit pulang dulu ya, kamu jangan lupa jaga kesehatan mu terutama kandungan mu ini dan nanti jangan lupa kapan-kapan kamu juga datang ke Rumah papa dan mama yah.”Ucap tante Shaista seraya mengelus perut dan kemudian pelukan anak menantunya.


“iya mah, insyaallah Nandi akan ingat nasehat mah untuk selalu menjaga kesehatan dan kandungan Nandi, serta Nandi juga janji kalau tidak ada kerjaan lagi di Rumah sakit, nadin dan mas Rendi nanti akan datang ke rumah mama dan papa.”Ucap Nandi yang


“Rendi, kamu jangan lupa harus selalu jagain istri dan kandungannya, serta kamu juga harus selalu memantau semua kegiatan istrimu mulai dari yang kecil seperti membersihkan rumah, belanja bulanan, dan memasak, karena mama tidak mau kejadian waktu itu terulang lagi.”Ucap tante Shaista kepada putranya.


“Iya mah, Rendi janji akan selalu menjaga Nandi dan anak yang ada dikandungnya, serta juga akan terus memantau semua kegiatan yang dilakukannya.”Ucap Rendi ke mamanya.


“iya sayang, besan anak Dinda dan keluarganya, saya dan sejenak keluarga saya pamit pulang dulu yah.”Ucap tante Shaista.


“Iya besan ibu tante.”Ucap mereka serentak.


“Assalamualaikum.”Ucap tante Shaista. setelah mendapat jawaban tante Shaista dan keluarganya melenggang pergi meninggalkan Rumah anak dan anak menantunya mereka.

__ADS_1


“Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.”Jawab mereka.


Tak jelang lama setelah kepergian keluarga Rendi, Adinda dan keluarga suaminya pun juga pamit pulang, karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.50 sore yang ditakutkan sampai di Rumah sudah memasuki waktu magrib.


Setelah selesai berpamitan ke keluarganya, Adinda dan keluarga suaminya melenggang pergi keluar dari Rumah dan tak lama mobil yang di masukkan Adinda dengan keluarganya melaju meninggalkan rumah tersebut.


*********************


Kini mobil yang ditumpangi Adinda dan adik iparnya berhenti di sebuah warung bakso pinggir jalan yang bernama warung bakso cinta pak Bambang. Karena sebelumnya disaat perjalanan kembali pulang ke pesantren adinda tiba tiba ingin meminta makan bakso.


Ustad Abrisam pun berlalu masuk ke warung bakso tersebut dan pesannya. Sementara Adinda dan adik iparnya serta anak mereka menunggu di mobil.


Tak lama ustad Abrisam kembali lagi ke mobil sambil membawa satu kantong kresek gedek yang berisi penuh dengan bakso.


“Ini umi baksonya.”Ucap ustad Abrisam yang menyerahkan satu kantong gedek bakso itu ke Istrinya.


“terima kasih Bi, tapi ini kenapa banyak sekali sih baksonya.”Tanya Adinda.


“Dan apakah Abi tidak terasa terlalu banyak membelinya.”Lanjut Adinda.


“Gak umi, Abi membelinya bukan untuk umi aja melainkan juga sekalian untuk orang rumah umi dan Abah.”Jawab Ustad Abrisam yang mengemudi mobilnya menuju ke pesantren.


Tak lama Akhirnya mereka sampai dihalaman depan rumah orangtua mereka, Yusuf dan istrinya yang mengendong anak mereka pun bergegas keluar dari mobil sambil membawa satu kantong kresek berisi bakso yang sebelumnya telah dititipkan Adinda untuk mertua dan adik iparnya.


Setelah itu ustad Abrisam memutar balik arah mobilnya menuju ke Rumahnya.


Sesampainya di rumah, mereka langsung aja masuk kamar mereka untuk membersihkan badan dan lalu bersiap siap sholat Maghrib berjamaah.


Setelah itu mereka memulai melaksanakan sholat maghrib berjamaah dan selesai sholat maghrib mereka melanjutkan dengan mengaji bersama sama sambil menunggu waktu isya.


Beberapa menit kemudian mereka mengakhiri kegiatan mengaji mereka dan lalu mereka mulai menunaikan sholat isya.


Setelah selesai sholat mereka turun ke bawah untuk makan malam dengan bakso tadi mereka beli yang sudah di panaskan sebelumnya oleh bibi Siti.


Selesai makan malam Adinda dan ustad Abrisam berlalu ke Ruang keluarga untuk mencerna makanan yang baru masuk sambil nonton TV dan juga menemani anak mereka belajar.

__ADS_1


__ADS_2