
Hari yang dinanti - nantikan pun telah tiba. Di dalam kamar Adinda baru aja selesai mengerjakan shalat subuh dan di lanjutkan dengan memakan makanan yang telah dibawakan oleh sahabat nya yang menginap di rumah nya dari tadi malam, karena mereka ingin tidur bersama sahabatnya terakhir kali nya sebelum dia menikah.
Setelah Selesai makan, Adinda bersama sahabat nya bermasker dulu sambil menunggu MUA datang, karena Acara nya akan di adakan pukul Sembilan pagi.
Pukul delapan pagi, MUA datang dan Adinda pun menyuruh mereka untuk masuk kedalam.
Kemudian mereka menyuruh Adinda untuk memakai baju pengantin berwarna putih yang dirancang khusus oleh mama nya Nissa.
Setelah selesai memakai baju pengantin, mereka pun memulai merias dan mendandani Adinda dengan telaten, Adinda pun nampak cantik dan Anggun dari pantulan cermin.
“Waah Dinda kamu sangat cantik sekali, bisanya nanti Ustad Abrisam tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kamu din.”Ucap Zahra
“iya betul kata zahra, aku aja pangling melihat sahabat ku nampak cantik dan anggun dengan dengan baju pengantin yang dibuat mama ku.”Ucap Nissa.
“Makasih Sahabat ku.”Ucap Adinda.
Tiba tiba Kakak nandi dan fotografer khusus masuk ke dalam kamar Adinda. Memotret Adinda dengan banyak gaya.
Setelah selesai kakak nandi dan fotografer itu pun keluar dari kamar Adinda, Sedangkan Adinda masih menunggu di dalam kamar.
Sementara di bawah di Keluarga dari Ustad Abrisam sudah datang. Ustad Abrisam sudah duduk depan penghulu sambil menjabat tangan dengan Ayah.
“Saya Nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Muhammad Abrisam Wijaya bin Hasan Wijaya dengan Adinda Ayuwana pratama Binti Raka Pertama dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang seratus lima puluh juta di bayar tunai.”Ucap Ayah.
“Saya terima Nikah dan kawinnya Adinda Ayuwana pratama Binti Raka Pertama dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang seratus lima puluh juta di bayar tunai.”Ucap Ustad Abrisam.
“Bagaimana Sah.”Tanya penghulu.
“Sah....”Ucap para saksi dengan lantang.
Sedangkan Adinda yang mendengar itu terharu dan bahagia sekarang dirinya sudah sah menjadi seorang istri dan bundanya langsung memeluk putrinya yang sudah menjadi seorang istri dan di ikuti juga sama sahabat nya yang memeluk.
Kemudian Adinda langsung di ajak bunda dan sahabat nya untuk menemui suaminya di bawah.
Sesampainya di bawah semua yang melihat nya terpanah dengan kecantikan pengantin wanita dan Ustad Abrisam yang melihat istrinya tidak henti hentinya menatap istrinya.
Adinda langsung duduk didekat suaminya, Ustad Abrisam pun menyematkan cincin pernikahan dijari Adinda, begitu juga sebaliknya dengan Adinda yang menyematkan cincin pernikahan dijari Ustad Abrisam dan penandatanganan buku nikah.
Setelah selesai penandatangan buku nikah, Adinda mencium tangan Ustad Abrisam, begitu juga dengan Ustad Abrisam yang meletakkan tangan kirinya di atas ubun-ubun Adinda seraya membacakan doa.
__ADS_1
Setelah itu Ustad Abrisam dan Adinda melakukan sungkeman kepada kedua orang tua kami. mereka mendapatkan wejangan dan nasihat dalam menjalankan rumah tangga.
Setelah itu mereka pun bersalam salaman kepada sahabatnya dan saudaranya.
“selamat ya Abri, Sekarang kamu sudah menjadi adik ipar ku, aku hanya minta tolong kamu jaga adik ku dan sayang dia, kalau dia buat tolong kamu nasihat aja, jangan sampai kamu memainkan tangan kepada nya.”Ucap Kakak Ega.
“insya Allah Ega, aku akan menjaga istri ku ini dengan baik dan juga menyayangi, dan aku tidak akan memainkan tangan kepada nya.”Ucap Ustad Abrisam yang memelihara kakak Ega.
“Selamat ya mas, Semoga mas menjadi yang suami bertanggung jawab”Ucap Ustad Fawwaz.
“insya Allah Fawwaz, mas akan berusaha melakukan itu dik.”Ucap Ustad Abrisam sambil memeluk Fawwaz dan di lanjutkan lagi memeluk Yusuf.
Sementara dengan Adinda yang di pelukan kakak Nandi hanya menangis.
“Makasih kak Nandi yang udah mau memberikan aku nasihat.”Ucap Adinda yang memeluk kakak Nandi.
“Selamat ya kak Dinda, aku sangat bahagia Kakak sekarang udah menjadi istrinya ustad favorit aku di pesantren.”Ucap Salwa.
“terima kasih Salwa.”Ucap Adinda yang memeluk Adiknya.
“Selamat ya Dinda, mudahan kamu menjadi istri yang baik dan nurun yang di katakan suami mu.”Ucap Zahra.
“Selamat ya sahabat ku, Semoga kamu menjadi istri yang Sholehah dan cepat mendapatkan momongan, Amin.”
“Amin, makasih Nissa atas doanya.”
“Selamat ya dinda, semoga menjadi Keluarga sakinah mawadah warahmah.”Ucap Alexa yang memeluk Adinda
“Makasih Alexa.”Ucap Adinda.
Setelah itu Ustad Abrisam dan Adinda pergi beristirahat di kamar untuk melanjutkan Acara Resepsi nanti malam.
*********
Malam harinya Ustad Abrisam dan Adinda sudah bersiap untuk berangkat ke lokasi Acara Resepsi mereka.
Dalam perjalanan sekitar 30 menit Ustad Abrisam dan Adinda pun sampai di Hotel keluarga Pratama, tempat diadakannya Resepsi mereka.
Mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke Aula Hotel, tempat diadakannya Resensi mereka.
__ADS_1
Saat pintu Aula Hotel terbuka, banyak orang yang menatap pasangan yang baru aja menikah ini dengan tatapan kagum nya dan ada juga dengan tatapan benci nya.
Adinda dan Ustad Abrisam pun berjalan menuju ke atas pelaminan. Sesampainya di atas pelaminan Adinda dan Ustad Abrisam pun duduk di singgasana.
Sementara dengan sahabat nya Adinda yang sudah duduk sambil makan hidangan yang sudah di sajikan. Tapi tiba tiba Kakak vano datang dan duduk didekat Nissa sambil bawa makanan nya, sedangkan Nissa tidak menghalangi kakak nya ini duduk disini
“Hey kakak vano mengapa duduk disini, kenapa tidak duduk sama kakak Riko aja.
“Alexa memang kakak tidak boleh duduk sama adik kakak sendiri.”Ucap kakak vano
“Boleh sih kak, tapi masalah nya kakak itu duduk sama wanita.” Ucap Alexa
“Apa masalah nya Kakak duduk sama wanita lexa, sedangkan mereka aja duduk dengan wanita.”Ucap Kakak Vano sambil menunjuk Ega, Aldo dan Riko yang duduk dengan wanita.
“Terserah Kak vano aja deh.”Ucap Alexa yang memutar bola mata malas.
Setelah selesai makan Kakak Vano mengajak Nissa berduet untuk menyumbangkan lagu.
Saat Nissa mau menolak ajakan kakak vano, sudah di halangi oleh zahra dan Alexa, Nissa pun menyetujui ajakan kakak vano.
Nissa dan kakak Vano pun naik ke atas panggung untuk menyumbangkan satu lagu.
“Perhatian untuk semua, malam ini saya dan wanita sebelah saya akan menyumbangkan satu lagu untuk sahabat kami yang lagi bahagia ini, lagu yang akan kami bawa berjudul kamu yang aku tunggu.”Ucap Kakak Vano.
“Ayo mas mbak cepat di mulai lagu nya.”Ucap para tamu undangan.
“Nissa Kakak Vano semangat.”Teriak Alexa
“Ayo Nissa kakak Vano tunjukkan aksi kalian.”Teriak Zahra.
“Ayo vano, Nissa cepat mulai nyanyinya.”Teriak kakak Ega.
“Kakak Ega jangan memalukan di acara pernikahan Adik kita kak.”Ucap kakak nandi yang menyenggol kakaknya.
“iya maaf, kakak Cuma ikuti Zahra sama Alexa yang berteriak nandi.”Ucap Kakak Ega yang menjelaskan ke adiknya, Sedangkan ayah sama bunda yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
Adinda yang melihat kakak yang berteriak itu hanya mendengus aja sambil dia membaca istighfar, karena melihat tingkah kakak nya itu membuat diri nya malu aja di acara pernikahan nya.
Ditambah lagi dengan Adinda yang melihat Nissa dan Kakak Vano yang berada di atas panggung yang sama dan Adinda juga melihat tatapan kakak vano selama ini kepada Nissa itu sama persis dengan tatapan yang di berikan Ustad Abrisam pada dirinya, dari terjadi itu semua sudah membuat Adinda curiga bahwa selama ini Kakak Vano itu sudah suka sama Nissa, tapi Adinda juga tahu bahwa sahabat nya Nissa ini belum tahu bahwa kakaknya Alexa itu suka samanya.
__ADS_1