Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 84 - Kelahirannya putra Adinda dan Ustad Abrisam


__ADS_3

Saat ini ustad Abrisam baru aja sampai di rumah sakit disusul dengan mertua dan kakak iparnya yang juga baru aja datang ke Rumah sakit saat tadi mereka juga sama mendapatkan telepon dari Alexa yang mengabarkan bahwa sekarang istrinya sedang berada di Rumah sakit.


Lalu mereka pun langsung aja pergi masuk ke rumah sakit dan berjalan cepat menuju UGD ke tempat Alexa menunggu Adinda yang ditangani dokter.


“Lexa bagaimana keadaan Dinda sekarang nak.”Tanya Bunda yang baru datang diikuti kedua anaknya dan menantunya.


“Dinda masih ditangani sama dokter Tante.”jawab Alexa.


“Tante maafin lexa ya karena nggak bisa jaga Dinda.”kata Alexa.


“Kamu tidak perlu minta maaf nak ini bukan salahmu.”kata Bunda.


“Tapi Tante ini memang salah lexa, coba tadi lexa tidak meninggalkan Dinda sendiri, mungkin aja Dinda tidak akan mengalami seperti hal ini kah Tante.”kata Alexa


“Kamu janganlah terlalu merasa bersalah lexa mungkin aja ini sudah menjadi garis takdir yang ditentukan sama Allah SWT nak, jadi kita sebagai hambanya tidak dapat menghindarinya.”Kata bunda.


“Baik Tante.”Ucap Alexa.


“kalau itu coba kamu ceritakan ke Tante om Abri dan kakaknya Dinda dulu lexa, bagaimana Dinda bisa mengalami seperti hal ini lexa.”perintah Bunda.


“Lexa belum tau pasti tante karena saat lexa kembali dari toilet keadaan Dinda sudah seperti ini yang duduk dilantai menahan sakit di perutnya dan diikuti dengan darah yang mengalir Tante tapi tadi lexa sempat dengar dari salah satu pengunjung restoran Dinda sampat mendatangi salah satu meja pengunjung dan disitu terjadilah bercekcok antar Adinda dengan dua pengunjung wanita yang di meja itu.”papar Alexa.


“Astagfirullah... Dinda apa yang telah kamu lakukan nak sampai kamu harus mendatangi meja orang lain, kamu yang seperti ini membuat kamu dan anakmu dalam bahaya aja.”ucap Bunda


“Bunda sudah jangan sedih lagi yang terpenting sekarang Dinda sudah ditangani sama dokter dan perlu kita lakukan sekarang adalah mendoakan dinda dan anaknya yang ada di dalam dikandung agar tidak terjadi apa-apa dengan mereka.”Ucap Ayah.


“Baik yah.”jawab Bunda.


Tak lama pintu ruangan UGD terbuka dan keluarlah dokter yang menangani Adinda.


“Dok bagaimana keadaan anak dan cucu saya.” Tanya Bunda.


“iya dok bagaimana keadaan istri dan anak saya.”kata Ustad Abrisam.


“Mohon maaf tuan nyonya perlu saya sampaikan bahwa keadaan pasien dan anak yang ada di kandungannya sekarang sangat kritis dan disini saya ingin meminta persetujuan tuan dan nyonya untuk melakukan operasi agar bisa menyelamatkan ibu dan anaknya.”Jawab Dokter.


“Lakukanlah dokter agar istri dan anak saya bisa selamat.”Ucap ustad Abrisam.


“Baik tuan.”Jawab Dokter itu.


“Tapi kami juga buntu darah golongan AB dikarenakan stok darah di Rumah Sakit kami kebetulan sedang habis tuan.”lanjut dokter.

__ADS_1


“Kalau itu ambil aja darah saya karena darah saya sama dengan darah anak saya dok”Kata Ayah.


“Mari tuan ikuti perawat kami untuk melakukan pengambilan darah.”Ucap dokter.


Setelah kepergian Ayah yang mengikuti perawat, Dokter pun langsung membawa Adinda ke Ruang operasi yang sudah disiapkan suster tadi dan sampai di depan pintu ruang operasi dokter langsung bawa adinda masuk ke ruang operasi.


“mohon maaf tuan, nona, keluarga pasien dilarang masuk ke ruang operasi.”Cegah suster yang melihat kakak, suami dan Alexa ingin masuk ke dalam.


“Tapi sus bolehkah izinkan saya menemani istrinya saya didalam dok.”pinta Ustad Abrisam.


“Mohon maaf sekali lagi tuan ini sudah menjadi ketentuan di Rumah sakit bahwa keluarga pasien tidak diperbolehkan masuk.”Kata suster itu.


“Abri sudah turutin aja apa yang dikatakan suster nak, kalau kamu terus memaksa ingin masuk, kamu akan mengganggu perjalanannya operasi.”Ucap Bunda.


“Baik bunda.”Pasha ustad Abrisam yang lalu mengikuti keluarga istrinya duduk di kursi tunggu.


Setelah mereka duduk lampu ruangan operasi pun menyala dan bertanda telah di berlangsungnya operasi pada Adinda.


Mereka yang melihat itu sangat harap harap cemas dengan hasil operasi yang dijalankan Adinda dan juga terus memanjatkan doa untuk keselamatan Adinda dan anaknya.


****************


Di pesantren umi marwah yang sedang sibuk masak makan siang untuk suami dan anaknya tiba-tiba dia mendapat telepon dari putra sulungnya bahwa anak menantunya sekarang sedang ada di rumah sakit.


Setelah itu mereka pun langsung aja pergi berjalan masuk mobil dan mobil langsung dilajukan ustad Fawwaz ke Rumah Sakit.


Saat mobil Ustad Fawwaz mau keluar dari pesantren, mereka tidak sengaja bertemu Salwa dan temannya yang saat itu baru kembali dari warung.


“Assalamualaikum.”Salam Umi Marwah.


“Waalaikumsalam.”Jawab salah dan teman.


“kalian nih habis dari mana.”Tanya Umi Marwah


“Kami habis dari warung beli sabun mik.”Jawab Salwah dan dianggukkan kedua temannya.


“Em... Kalian Berdua pergilah masuk, sedangkan kamu Salwah kebetulan umi bertemu dengan mu, mari sini ikut Umi pergi sama Abah dan Fawwaz.”Ucap Umi Marwah.


“memangnya mau pergi kemana mik.”Tanya Salwah


“pergi ke Rumah sakit nak, karena tadi umi mendapatkan telepon dari Abri bahwa sekarang kakakmu Dinda sedang berada di Rumah Sakit.

__ADS_1


“Innalilahi, apa yang terjadi dengan kakak Dinda mik.”Tanya Salwah.


“Umi nggak tau nak, karena tadi Abri nggak kasih tau umi nak.”Kata Umi Marwah.


“iya udah yuk masuk nak.”Suruh Umi Marwah. Salwah pun masuk mobil dan mobil pun dilanjukan kembali ustad Fawwaz ke Rumah sakit.


Dalam perjalanan sekitar 45 menit, mereka pun sampai di Rumah sakit tempat Adinda di Rawat.


Lalu mereka turun dari mobil dan masuk ke Rumah Sakit.


Sesampainya didalam mereka pun pergi bertanya ke perawat dimana ruang pasien atas nama Adinda Ayuwana pratama. Perawat pun memberikan taukah mereka bahwa pasien atas nama Adinda Ayuwana pratama sekarang masih ada didalam ruang operasi.


Mereka yang mendengar itu sangat terkejut dan lalu mereka pun langsung berjalan ke ruangan operasi.


“Bunda....”Panggil Salwah yang langsung memeluk Bundanya.


“Kamu kesini sama siapa nak.”Tanya Bunda melihat putri bungsunya datang sendirian.


“Salwah kesini sama Umi Abah dan Ustad Fawwaz Bun.”Ucap Salwah.


“Assalamualaikum suci.”Salam Umi Marwah yang baru datang dan diikuti oleh Abah Hassan dan Ustad Fawwaz.


“Waalaikumsalam wah.”Jawab Bunda dan Ayah.


“suci bagaimana dengan hasil operasi Dinda.”Tanya Umi marwah.


“Kami belum tau wah, karena dari tadi dokter belum keluar.”Jawab Bunda.


Tak lama lampu ruang operasi mati, bertanda operasi telah selesai dan lalu disusul dengan dokter yang keluar dengan diikuti staf yang membantu operasi Adinda. Mereka yang melihat dokter keluar dari ruang operasi itu langsung mendekatinya.


“Gimana dok operasinya, apa keadaan istri dan anak saya baik aja kah Dok.”Tanya Ustad Abrisam.


“Alhamdulillah operasi berjalan lancar tuan nyonya, selamat anak tuan berjenis kelamin laki-laki dan sekarang putra tuan sedang di bawa suster ke ruang inkubator dikarenakan putra tuan lahir prematur saat kandungan istri tuan masih delapan bulan, sedangkan istrinya tuan masih ada di Ruang pemulihan, setelah beberapa jam istri tuan sudah sadar kami akan pindahkan ke ruang rawat.”Jawab Dokter.


“kalau itu bolehkah saya melihat putra saya dok.”Kata Ustad Abrisam.


“Silahkan tuan ikutlah perawat suster.”Ucap Dokter. Lalu Ustad Abrisam pun mengikuti suster ke ruang inkubator.


Sebelum masuk ke Ruang inkubator ustad Abrisam tidak lupa cuci tangan dan lalu memakai baju pelindung diri yang sudah disediakan di rumah sakit.


Sesampainya didalam ruang inkubator Ustad Abrisam pun langsung menyapa putra.

__ADS_1


“Assalamualaikum putra Abi dan Umi, selamat datang ke dunia sayang.”Ucap Ustad Abrisam. Setelah itu Ustad Abrisam pun mengadzani dan mengiqomahkan putra pertamanya dengan suara yang merdu.


Lalu sehabis mengadzani dan mengiqomahkan putranya, Ustad Abrisam pun membacakan doa agar kelak anaknya menjadi putra yang Sholeh bagi kami orang tuanya, kehidupan di penuhi dengan segala kebaikan dan dijauhkan dari hal hal yang buruk. Setelah selesai mendoakan dan melihat putranya, Ustad Abrisam pun pamit pada putranya dan lalu keluar dari ruang inkubator untuk pergi menemui istrinya yang sudah dipindahkan ke ruang rawat.


__ADS_2