
Di Perusahaan Prima Akasa Grup, Ustad Abrisam sedang mengurusi beberapa dokumen proyek pembangunan, tiba tiba terdengarlah suara orang yang mengetuk pintu Ruangan nya.
Tok...tok...
“masuk....”Ucap Ustad Abrisam yang menyuruh masuk.
“Assalamualaikum, permisi pak Abri.” Ucap salam Lina.
“waalaikumsalam, ada apa yah Lina.”Jawab Ustad Abrisam.
“Maaf Pak, saya ingin menyampaikan diluar ada pak Ega yang ingin bertemu dengan anda.”Ucap Lina yang memberi tau bahwa Kakak Ega ingin bertemu.
“Suruh dia masuk lina.”Ucap Ustad Abrisam yang menyuruh nya masuk.
“Baiklah Pak, kalau gitu saya permisi dulu ya pak.”Ucap Lina
“iya Lina.”Ucap Ustad Abrisam.
Sekretaris Lina pergi berjalan keluar dari Ruangan Ustad Abrisam menuju ke tempat pak Ega tunggu tadi dan sesampainya disana sekretaris Lina menyuruh pak Ega untuk masuk.
Setelah itu Sekretaris Lina pergi kembali ke ruangan nya, sedangkan Ega langsung pergi berjalan masuk ke dalam Ruangan Ustad Abrisam.
“Assalamualaikum Abri, Apa aku mengganggu kamu Abri.”Ucap salam kakak Ega
“waalaikumsalam, nggak Ega, saya tidak sibuk kok, Kalau saya boleh tau ada apa kamu datang ke sini.”Jawab Ustad Abrisam.
“Aku datang kesini mau menyerahkan dokumen kerja sama kita untuk membangun Apartemen di Bandung, sekaligus aku mau tanya apa betul kamu ingin melamar adik ku Adinda.”Ucap kakak Ega yang menjelaskan kenapa ia datang kesini.
“Iya Ega, memang betul saya ingin melamar adik mu itu menjadi istri saya.”Ucap Ustad Abrisam.
“Memangnya kamu suka sama Dinda dari kapan Abri, kenapa kamu bisa bisa ingin melamar nya untuk menjadi istri mu, sedangkan kamu aja gak dekat dengan nya.”Ucap Kakak Ega yang bertanya kepada Ustad Abrisam
“Sebenarnya saya jatuh hati kepada adik mu itu, semenjak saat pertama ia datang ke pesantren. Tapi saat saya ingin melupakanya, karena saya tidak mau jatuh cinta dengan hamba Allah yang bukan mukhrim saya sendiri, tapi Allah SWT berkehendak lain saya selalu di pertemukan dengannya tanpa terduga dan sampai kejadian itu membuat saya dengannya mulai dekat. Saat itu mulai yakin untuk melamarnya menjadi istri saya.”jawab Ustad Abrisam.
“Abri aku salut dengan kisah cinta mu, awalnya kamu jatuh hati padanya berujung kamu ingin melupakan nya, tapi Allah SWT berkehendak lain yang terus membuat kamu dipertemukan dengan adikku, aku sebagai kakak akan merestui kamu untuk adikku dan aku doakan semoga adinda mau menerima lamaran kamu, Amin.”Ucap Kakak Ega
__ADS_1
“Amin.. makasih ya Ega sudah mendoakan ku.”Ucap Ustad Abrisam.
“Sama- sama Abri, kalau gitu aku mau pamit undur diri dulu ya.”Ucap kakak Ega
“Ega cepat betul kamu pamit nya, nggak sekalian kita makan siang dulu.”Ucap Ustad Abrisam.
“Nggak usah Abri, aku banyak urusan di perusahaan ku.”Ucap Kakak Ega.
“eh.. gitu ya Ega, kalau gitu salam untuk om Raka dan Tante Suci ya.”Ucap Ustad Abrisam.
“Oke Abri nanti aku sampai kan salam mu kepada Ayah dan bunda, kalau gitu aku pamit dulu. Assalamu’alaikum.”Ucap Kakak Ega.
“iya Ega, Waalaikumsalam.”Ucap Ustad Abrisam.
Ega pergi meninggalkan dari Ruangan Ustad Abrisam menuju ke perusahaan nya.
Sedangkan Ustad Abrisam yang merasakan sangat bahagia mendapatkan restu dari teman nya, sekaligus kakaknya Adinda dan kemudian ia pun melanjutkan kembali memeriksa dokumen proyek pembangunan itu.
Beberapa menit kemudian Ustad Abrisam selesai dengan memeriksa dokumen pembangunan dan ia pun merapikan semua dokumen itu karena jam sudah menunjukkan pukul 13.45 siang.
********
Sesampainya di restoran. Ustad Abrisam pergi dulu untuk menunaikan ibadah sholat zhuhur, selesainya Ustad Abrisam menunaikan sholat zhuhur, ia pun pergi ke meja restoran dan memesan makanan.
Setelah beberapa menit pesan nya datang, kemudian Ustad Abrisam memulai memakan pesan, saat Ustad Abrisam baru makan beberapa suap, ia dikageti dengan ke datangan anak dari Klien nya itu.
“Hey tuan Abri, anda sedang makan siang ya.”Ucap Bella
“Assalamualaikum, iya mbak.”Ucap Ustad Abrisam.
“hey maaf, waalaikumsalam, bolehkah saya temani anda makan siang di sini.”Ucap Bella
“Nggak usah mbak Bella, saya bisa makan siang sendiri kok.”Ucap Ustad Abrisam yang menolak.
“saya mohon tuan Abri bolehkah saya makan disini, karena saya tidak bisa makan sendiri kalau tidak ada teman.”Ucap Bella
__ADS_1
“Mohon maaf yah mbak, saya tidak bisa makan berdua dengan orang yang bukan mukhrim saya.”Ustad Abrisam.
“Baiklah tuan Abri saya permisi dulu.”Ucap Bella.
Bella pun pergi meninggalkan meja Ustad Abrisam dengan wajah yang kecewa, karena ia selalu gagal untuk bisa mendekati Ustad Abrisam.
Sedangkan Ustad Abrisam yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan anak dari klien itu yang terus aja mendekatinya dan Ustad Abrisam pun melanjutkan kembali makan siang nya.
Ustad Abrisam selesai dengan makan siang nya dan ia pergi membayar makan siang nya, Setelah itu ia pergi pulang ke pesantren.
********
Hari demi hari berlalu begitu cepat tak terasa di kediaman keluarga Pratama semua orang sudah di sibukkan dengan mempersiapkan untuk acara lamaran untuk putri mereka.
Sedangkan orang yang bersangkutan tidak tau bahwa hari ini ia akan dilamar, malah ia sedang asik asik di dalam kamar nya dengan menonton Drakor di laptop nya.
Beberapa jam kemudian pintu kamar nya tiba tiba di ketuk dari luar dan Adinda pun pergi membukakan pintu kamar nya.
Saat pintu kamar nya sudah dibuka, ternyata yang mengetuk pintu kamar nya itu adalah kakak Nandi dan bunda.
Adinda mempersilahkan bunda dan kakak Nandi masuk ke dalam kamar nya, saat mereka sudah ada di dalam kamar, mereka bertanya kepada Adinda kenapa kamu belum bersiap Adinda.
Adinda yang mendengar itu jadi bingung dengan maksud bunda dan kakak Nandi, Adinda Kemudian bertanya kepada mereka memang bersiap untuk apa.
Saat kakak Nandi ingin menjawab pertanyaan Adinda, bunda melarang kakak Nandi untuk memberi tau adinda, karena ini ada kejutan.
Adinda yang mendengar kata bunda nya, ia pun bertanya kepada bunda kejutan untuk apa, sedangkan ulang tahun nya beberapa bulan lalu sudah diberikan kejutan.
Tapi bunda tidak menjawab pertanyaan dari Adinda, malah bunda menyuruh nya untuk cepat berganti baju, Adinda yang mendengar itu hanya bisa mengiyakan saja tanpa ia protes kepada bunda nya, Sedangkan kakak Nandi hanya diam saja melihat kami, karena ia takut keceplosan lagi.
Adinda langsung masuk ke kamar mandi dan setelah beberapa menit Adinda keluar dari kamar mandi.
saat Adinda sudah keluar dari kamar mandi, ia tidak melihat bunda, malah yang ada di kamarnya Cuma kakak Nandi aja dan Adinda bertanya kepada kakaknya mana bunda, kakak Nandi menjawab kalau bunda menunggu kita dibawah, Adinda hanya menganggukkan kepala tanda dia mengerti.
Kemudian Adinda disuruh kakak Nandi untuk duduk di meja hias, bunda dan kakak Nandi mendandani Adinda dengan cantik, sedangkan Adinda yang di perlukan oleh kakak bertanya tanya, tapi ia pasti tau bunda sama kakak Nandi tidak akan memberi tau nya.
__ADS_1
Sedangkan di bawah Ayah, bunda dan kakak Ega sudah menyambut kedatangan keluarga dari Ustad Abrisam dan disana juga ada Salwa yang ikut numpang di mobil Ustad Abrisam untuk bisa melihat kakak nya di lamaran.