
Di kantor polisi, saat ini Devin baru aja sampai dan lalu ia masuk ke dalam dengan wajah yang nampak cemas dengan Salsa yang ada di kantor polisi, karena pada waktu lalu saat ia sedang rapat tahunan dengan Staf perusahaan nya tadi tiba-tiba ia mendapat telepon dari salsa yang menggunakan telpon kantor polisi yang menyuruhnya untuk datang.
Saat di dalam Devin sudah melihat Salsa yang sedang interogasi polisi dan lalu ia pun berlalu menghampiri salsa yang sedang di interogasi polisi itu.
“putri....”Panggil devin yang barusan datang dengan penampilan yang sudah tidak menentu Karna cemas dengan adiknya itu. Salsa pun langsung menoleh kearah asal suara itu.
“Kakak Devin....”Panggil Salsa terisak-isak yang langsung memeluk kakak nya itu.
“putri, apa yang terjadi dengan mu dek, kenapa kamu bisa di tangkap sama polisi.”Tanya Devin yang memeluk adiknya yang ia sayangi seraya mengelus rambut. Tetapi Salsa tidak menjawab dikarenakan ia masih terisak di dalam pelukan kakak nya. Lalu Devin pun pergi bertanya pada polisi.
“Permisi pak, apa yang terjadi kenapa adik saya bisa di tangkap pak.”Tanya Devin.
“Gini tuan, tadi saudara anda ini telah melakukan beberapa tindakan pelanggaran seperti mengebut di jalanan, menyelingi mobil lain dan juga menerobos lampu merah yang mengganggu ketertiban lalu lintas dan juga hampir membuat kendaraan lain mengalami bahaya,”Jawab polisi itu.
“Tapi saat saya tanya kenapa mengebut di jalanan, saudara anda hanya menjawab bahwa ia sedang buru-buru, karna itu saya minta saudara anda untuk menghubungi anda agar datang kesini.”Lanjut polisi itu. Devin yang dengar itu langsung aja melihat adik angkat nya yang selama ini ia sayangi dan sekaligus cintai yang ada di pelukannya itu.
“put, kamu buru-buru itu memangnya mau kemana.”Tanya Devin yang mencoba memastikan dengan jawaban salsa. Karena menurutnya dari cerita yang dikatakan polisi tadi itu kayanya ada kejanggalan yang perlu di curigai.
“Aku ada urusan di Bandung tadi kak yang tidak bisa aku tinggalkan.”Jawab Salsa yang berbohong. Dan benarkah apa yang telah di curiga tadi itu bahwa sebenarnya salsa ini telah berbohong pada polisi yang mengatakan sedang buru-buru, karena setahunya tadi Salsa itu sempat minta izin ke Daddy untuk pergi ke perusahaan Abri membahas urusan kerja sama mereka.
“Karena itu aku mohon kakak bantuin aku keluar dari sini.”Ucap Salsa yang terisak-isak. Awalnya Devin tidak ingin membantu adik angkat nya itu, dikarenakan ia tadi sudah berbohong pada polisi namun setelah melihat adik angkat yang ia cintai itu menangis sambil memohon padanya membuat hatinya ikut merasa sakit dengan itu semua. Lalu Devin pun mau membantu menjamin adik angkat nya itu dengan membayar denda yang telah ditentukan itu.
“Baiklah putri tapi kamu hapus dulu air mata mu itu, kamu itu nampak jelek long kalau menangis.”Ucap Devin seraya mengusap sisa air mata di pipi salsa. Di dalam hati salsa sudah tersenyum senang karena akhirnya kakak mau menjaminnya.
Devin pun membayar uang denda itu pada polisi dan diikuti dengan menandatangi surat pernyataan. Disitu polisi menahan SIM Salsa dan melarang salsa untuk mengemudi beberapa bulan ini sesuai dengan hari yang sudah ditentukan.
__ADS_1
Setelah membayar uang jaminan pada polisi, Devin dan salsa pun berlalu keluar kantor polisi itu menuju ke parkiran tempat mobil mereka.
Ketika saat dalam perjalanan ke Rumah, Devin menatap salsa dari kaca spion mobil dan itu semua dilihat oleh Salsa yang dari tadi pura-pura melihat luar.
“putri, kamu tadi bohongkan sama polisi mengatakan kamu buru-buru untuk ke Bandung.”Ucap Devin.
“Apa maksud kakak yang mengatakan aku bohong, tadi kakak sudah dengarkan sendiri bahwa aku itu tadi sedang buru-buru ke Bandung.”Bantah Salsa yang menatap kakak nya.
“iya kakak dengar, tapi Kakak juga tau dengan sifat mu yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang bukan milik mu, di tambah lagi kakak juga dengar tadi kamu datang ke ruangan kerja Daddy meminta izin ke perusahaan Abri membahas kerja sama kalian.”Ucap Devin.
“Dan itu yang buat kakak menjadi tambah yakin bahwa kamu ke perusahaan Abri bukan membahas kerja sama kalian tapi melainkan untuk menggoda Abri dan itu semua dilihat oleh Dinda yang tiba-tiba datang, lalu kamu pun di urusin Dinda dan menyebabkan kamu kesan dengan mengendarakan mobil ngebut-ngebut di jalanan.”Lanjut Devin.
Salsa yang dengar itu ketika wajah berubah menjadi cemas, karna takut kakak nya akan memberitahukan ini ke Daddy nya lagi. Lalu Salsa pun mengakuinya bahwa yang dia melakukan itu karena takut di masukkan ke dalam penjara dan disitu juga salsa memohon kepada kakaknya agar tidak memberitahukan kejadian ini ke daddy nya.
****************
Malam hari di rumah nya Adinda dan Ustad Abrisam, saat ini Adinda sedang duduk sendirian di ruang keluarga menonton Acara tentang berita tempat wisata yang ada di luar negeri tanpa di temani suami dan putranya yang saat ini masih ada di masjid.
Dan saat serial itu menceritakan tentang tempat wisata dan kuliner yang ada di negara Korea Selatan tiba-tiba saja adinda ingin bisa pergi berlibur ke sana.
Lalu Adinda pun memberitahukan ini kepada suaminya yang saat itu baru aja pulang dari masjid dengan putra mereka Arfan.
“Abi....”Panggil Adinda pada ustad Abrisam yang baru aja masuk ke dalam rumah bersama putra mereka.
“Umi, jangan lari-lari nanti kamu jatuh dan tadi umi belum jawab salam Abi.”Ucap ustad Abrisam.
__ADS_1
“Waalaikumsalam”Jawab Adinda.
“iya udah tadi umi lari-lari itu kenapa sampai lupa jawab salam Abri.”Tanya Ustad Abrisam.
“maaf bi tadi mu lari-lari itu karna umi mau minta sesuatu ke Abi.”Jawab Adinda
“Umi mau minta apa ke Abi.”Tanya Ustad Abrisam.
"Umi mau minta berlibur ke Korea bi."Jawab Adinda sambil menunjukkan Tv yang berisi berita tentang salah satu tempat wisata terpopuler yang ada di Korea Selatan. Ustad Abrisam yang melihat itu ketika tidak setuju pergi berlibur ke sana, karena kepikiran dengan kondisi istrinya yang saat ini sedang hamil muda.
“Abi ga setuju kita berlibur ke sana mi.”Tolak Ustad Abrisam.
“Kenapa Abi tidak setuju kita berlibur ke sana dan ini juga keinginan anak kita bi.”Tanya Adinda dengan lirik.
“Iya Abi tau mi, tapikan saat ini umi lagi hamil muda, Abi tidak mau kalau terjadi apa apa dengan anak kita mi dengan kita berlibur ke Korea Selatan.”Jawab Ustad Abrisam dengan suara lemah lembut, agar istri mau mengerti dan tidak jadi minta berlibur ke Korea Selatan.
“Umi tau bi bahwa saat ini memang umi lagi hamil muda, tapi kah dokter sudah bilang kemarin kalau kita bolah Kok pergi berlibur dengan catatan umi jangan terlalu kecapekan dan juga selalu makan bergizi diikuti istirahat teratur.”Ucap Adinda.
“Dan kita berlibur ke Korea juga bukan keinginan umi semerta-merta tapi melainkan keinginan anak kita yang dikandungan umi dan juga kapan lagi kita bisa membawa Arfan pergi berlibur.”Ucap Adinda diikuti dengan air mata yang menetes membasahi pipinya. Ustad Abrisam merasa hatinya teriris dengan melihat istri yang ia cintai itu menangis dan membuat dia pun mengiyakan keinginan istrinya itu.
“Baiklah umi, nanti kita akan pergi berlibur ke Korea, tapi umi hapus dulu air matanya.”Ucap Ustad Abrisam.
“makasih ya bi.”Ucap Adinda yang merasakan senang seraya memeluk suaminya.
“Iya umi.”Ucap Ustad Abrisam yang juga merasa senang melihat istri nya senang.
__ADS_1