Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 30 - Melamar


__ADS_3

Bunda mempersilahkan Keluarga Ustad Abrisam untuk duduk dan bunda menyuruh bibi untuk menghidangkan minuman dan kue yang sudah bunda buat tadi.


Saat minuman dan kue sudah dihidangkan oleh bibi, Umi marwah bertanya kepada bunda mana Adinda dan nandi, bunda menjawab kalau mereka masih ada didalam kamar dan Umi Marwah hanya menganggukan kepala saja.


Ayah melihat Ustad Abrisam yang dari tadi terus menerus melihat tangga, Ayah pun tau bahwa Ustad Abrisam tidak sabar ingin mendengarkan penyataan terima lamaran dari putri nya dan Ayah menyuruh bunda untuk untuk memanggil mereka.


Bunda yang disuruh Ayah untuk memanggil kami itu langsung pergi naik ke atas untuk memanggil kami.


Sesampainya di kamar Adinda, Bunda yang melihat putrinya itu sangat di kagum dengan kecantikan putri nya, Adinda yang melihat bunda itu jadi aneh sendiri di tatap seperti itu.


Setelah itu bunda mengajak Adinda untuk turun ke bawah.


Adinda hanya mengiyakan aja tanpa curiga dan mereka langsung mengikuti bunda turun ke bawah.


Saat kami sudah sampai dibawah, Adinda sangat di kagetkan dengan ke beradaan Keluarga Ustad Abrisam yang dirumah nya dan ditambah lagi dengan adik nya ikut pulang ke rumah.


Adinda yang melihat itu jadi penasaran dengan keberadaan Keluarga Ustad Abrisam di rumah nya dan adinda pun bertanya kepada kakak nandi, tapi kakak nandi malah menyuruhnya untuk diam.


Adinda yang mendengar itu menekuk wajahnya, karena tidak dapat jawaban lagi dari kakaknya.


Karena semua orang sudah duduk. Abah Hassan pun membuka suara tujuannya sekeluarga datang ke rumah kami.


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarohkatuh.” Ucap Abah Hassan


“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarohkatuh.”Ucap Semua orang yang ada disana.


“kedatangan kami sekeluarga kemari ingin melamar putri kalian Adinda untuk putra saya Abrisam, Apakah kalian menerima lamaran putra saya.”Ucap Abah Hassan yang menyampaikan tujuan datang kemari.

__ADS_1


Adinda yang mendengar itu sangat kaget apa yang di bilang dari Abah nya Ustad Abrisam ini.


“Saya sebagai Ayah tidak bisa menjawab nya, karena yang akan menjalani adalah anak nya.”Ucap Ayah yang menyerahkan keputusan ini kepada Adinda.


“Bagaimana nak Dinda, apa kamu menerima lamaran Abrisam?”Tanya Abah Hassan


Adinda yang ditanya itu jadi bingung mau jawab apa dan ditambah lagi kenapa Ustad Abrisam bisa melamar dirinya, sedangkan dirinya dengan Ustad Abrisam itu Cuma berteman aja, kalau ditanya mengenai hatinya ia sebenarnya mempunyai sedikit perasaan untuk Ustad Abrisam, tapi ia bingung perasaan apa itu.


“Ustad Abrisam boleh saya betanya kepada anda.” Ucap Adinda bertanya.


“Silahkan mbak dinda ingin tanya apa sama saya.”Ucap Ustad Abrisam


“kalau boleh tahu kenapa Ustad melamar saya, sedangkan di luar sana banyak wanita lebih baik dan lebih cantik dari pada saya?”Tanya Adinda.


“kalau mbak Dinda bertanya kenapa saya melamar anda, sebenarnya saya sudah lama jatuh hati kepada mbak, saat mbak dan keluarga mbak datang mengunjungi pesantren pada waktu itu. saya juga pernah berusaha untuk melupakan mbak, karena saya dan mbak Dinda waktu itu belum kenal betul, tapi Allah berkehendak lain dengan saya dan mbak dipertemukan terus tanpa sengaja.” Ucap Ustad Abrisam yang menjelaskan.


“Bismillah, saya menerima lamaran Ustad Abrisam.”Ucap Adinda


“Alhamdulillah.”Ucap semua orang.


Semua orang yang mendengar itu mengucapkan syukur. Ustad Abrisam sudah tersenyum dengan jawaban itu. Begitu juga dengan umi Marwah yang langsung memeluk putranya karena rasa bahagia nya, Sementara Adinda langsung dipeluk oleh bunda nya karena ia sebentar lagi akan menikah. Sedangkan kakak nya dan adik nya sudah menepuk pundak saudaranya sambil mereka berbisik sesuatu pada nya.


“Selamat ya adikku tersayang, sekarang kamu sudah mendapatkan calon pendamping, sementara kakak mu ini belum ada yang melamarnya.”bisik Kakak Nandi yang kemudian sedih. Adinda yang mendengar itu pun ikut sedih dan langsung memeluk kakak Nandi.


“Kakak Nandi aku doakan, semoga kakak cepat ditemukan dengan jodoh kakak, Amiin.”Ucap Adinda. kakak nandi yang mendengar doa dari adiknya itu menjadi terharu.


“Dek selamat ya kamu sudah mendapatkan jodoh mu.”Ucap Kakak Ega yang memberikan selamat.

__ADS_1


“makasih kakak Ega, semoga kakak juga cepat mendapatkan jodoh, Amin.”Ucap Adinda


“Amiin dek.”Ucap Kakak Ega.


“Kakak Dinda tersayang ku, aku sangat senang sekarang kakak ku sudah mendapatkan jodoh seperti Ustad Abrisam.” Ucap Salwa yang memeluk kakak nya.


“makasih juga Salwa.”Ucap Adinda.


Ustad Abrisam pun memberi cincin berlian itu kepada umi nya, supaya umi nya yang memasangkan cincin itu kepada calon manantu nya.


Umi marwah pun langsung memasang cincin itu kepada calon menantu nya. Adinda yang di pasang cincin oleh umi marwah hanya tersenyum aja.


Setelah Acara selesai, bunda pun mengajak mereka semua ke Ruangan makan untuk melakukan makan siang.


********


Sesampainya kami semua di Ruangan makan, bunda pun mempersilahkan Keluarga Ustad Abrisam untuk mencicipi hidangan yang bunda buat.


Saat kami sedang makan, Ustad Abrisam tersenyum sambil terus menerus memperhatikan Adinda yang sedang makan itu dan pandangan itu tidak sengaja di lihat oleh Kakak Ega, kakak Ega yang melihat itu menjadi geli sendiri dengan tingkah teman sekaligus calon adik iparnya.


“Abri jangan dilihat seperti itu dong, adikku juga tidak akan lari dari kamu dan kalian belum halal.”Bisik Kakak Ega hingga Ustad Abrisam beristigfar sambil ia juga tersenyum malu karena ketahuan memperhatikan adiknya.


Selesai nya mereka makan, mereka semua pun pergi lagi ke Ruangan tamu, di ruangan tamu semua orang langsung membicara kapan acara pernikahan akan diadakan.


Umi marwah pun bertanya kepada anaknya, kapan kamu siap untuk menghalalkan anak Adinda, Ustad Abrisam pun menjawab itu seterah mbak Dinda yang siap untuk saya halalkan. Umi marwah pun bertanya kembali kepada Adinda, Adinda yang ditanya itu menjawab bisa acara pernikahan nanti aja, karena sebentar lagi dirinya akan mengadakan ujian.


Karena sebentar lagi Adinda akan ujian, mereka semua pun memulai memikirkan kapan acara pernikahan itu diadakan, Kemudian mereka pun bersepakat untuk mengadakan pernikahan nya dalam waktu 1 bulan lagi.

__ADS_1


__ADS_2