Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 94 - Alasan Nissa pergi


__ADS_3

Di taman Kota Cattleya ada seorang wanita yang sedang duduk sendirian di bangku taman untuk beristirahat sehabis bersepeda di sore hari mengiringi taman, dia merasakan senang bisa lagi melihat suasana di taman itu yang sangat sejuk dan indah, tapi juga dia merasa sedih, karna tidak bisa merasakan ke romantis kaya sepasang kekasih lain yang ia lihat duduk di bangku taman dengan menyadarkan kepalanya di bahu dan menggenggam tangan kekasihnya.


Setelah itu dia pun bangkit dari bangku taman itu untuk melanjutkan kembali berjalan pulang, tetapi saat dia mau mulai berjalan pulang ke Rumah sambil mendorong sepeda nya tiba-tiba ada seorang pria memanggil namanya.


“Nissa....”Panggil pria itu dengan suara bariton nya. Nissa yang di panggil itu pun menoreh kearah pria yang memanggil namanya itu.


“kak vano....”Ucap Nissa yang terkejut.


“Nissa kamu kenapa berbohong sama aku.”Ucap vano yang berjalan kearah Nissa yang berdiri memegang sepeda nya dengan mata yang sayu.


“aku bohong apa sama kakak.”Tanya Nissa.


“Kamu kenapa harus berbohong sama aku segala bahwa orang yang sama kamu di Time Zone waktu itu adalah pacar mu, tapi nyatanya orang yang kamu bilang pacar itu adalah perempuan yang berpenampilan seperti laki-laki.”Jawab vano dengan mata yang sayu sambil menatap Nissa.


“Kak vano ta-tau itu se-semua dari mana.”Tanya Nissa yang terbata-bata.


“aku tau ini semua dari Zahra, karena waktu itu Zahra datang ke Rumah Kakak Riko mengantar titipkan yang di pesan kakak iparnya yang lagi ngidam dan disitu Zahra bilang ke kami semua bahwa kamu katanya belum punya pacar dan juga kamu pulang kesini dengan teman cewek mu yang berpenampilan seperti kaya laki-laki.”Jawab Vano. Nissa hanya


“Karena itu aku mau tanya kenapa waktu itu kamu bilang teman mu itu adalah pacar mu.”Tanya Vano. Nissa yang dengar itu hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan vano.


“Nissa tolong jawab.”Ucap Vano yang memohon.


“Aku ... tidak Ingin kakak memiliki lagi perasaan buat aku.”Ucap Nissa.


“Apa alasannya, kenapa kamu tidak ingin aku memiliki perasaan buat kamu lagi Niss.”Tanya Vano.


“itu kamu tidak perlu tau apa alasan nya kak.”Jawab Nissa terdengar lirih yang lalu berjalan sambil mendorong sepedanya, tapi belum sempat Nissa berjalan sedikit jauh, vano sudah berlari sambil menahan tangan Nissa.


“Tunggu dulu Niss, kenapa kamu selalu tidak pernah memberikan taukah aku Alasan yang jelas dari semenjak lima tahun lalu.”Cerca Vano.


“Sekarang aku tidak akan biarkan kamu pergi lagi ke Palembang sebelum kamu berikan taukah aku apa alasan sebenarnya yang buat kamu menolak cintaku dan juga pergi jauh dari ku.”Desak Vano.

__ADS_1


“Aku mohon kakak, jangan maksa aku untuk beritahu itu semua.”Ucap Nissa dengan suara lirih yang terdengar sedikit sedih. Vano yang lihat Nissa nangis ikut merasakan hatinya sangat sakit.


“Nissa sudah jangan nangis, aku kah cuma ingin tau aja apa alasan sebenarnya mu menolak aku lima tahun lalu dan juga pergi bekerja begitu jauh.”Ucap vano yang menghapus sisa air mata di wajahnya Nissa.


“Karena itu aku mohon Niss, tolong beritahu aku apa alasan sebenarnya yang buat kamu tidak mau memberi tahukan setiap aku tanya.”Ucap Vano memohon dengan diikuti air mata yang menetes di pipinya. Nissa yang melihat vano memohon dengan meneteskan air mata di pipinya itu merasakan hatinya sangat sakit, lalu Nissa pun memberikan taukah sebagian alasannya kepada vano dan tidak termasuk dengan penyakit yang ia derita selama ini.


“Aku nggak pantas buat kamu kak, karena diriku ini wanita penyakitan kakak, jadi aku-.”


“Tunggu dulu Niss, tadi kamu bilang dirimu Penyakitan, emangnya kamu sakit apa Niss.”Sela Vano yang sambil memegang pundak nya Nissa dengan menatap Nissa.


“Dan apa mungkin kamu pergi ke Palembang itu bukan untuk berkerja aja tapi juga untuk berobat.”Lanjut vano.


“iya benar kakak, aku pergi Palembang itu bukan untuk bekerja aja dan melainkan juga untuk berobat penyakit ku, kalau memberi tahukan penyakit yang aku derita, mohon maaf kakak aku nggak bisa kasih taukah itu.”Jawab Nissa.


“Baiklah Nissa, Tapi apakah om Alif dan Tante Raisa tau kalau kamu pergi Palembang itu untuk berobat penyakit mu.”Tanya Vano.


“Papa dan Mama nggak tau kakak, jadi aku mohon sama kakak jangan kasih taukah ini kepada mama dan papa, termasuk juga dengan ketiga sahabat ku.”jawab Nissa yang lagi-lagi menangis.


“Baiklah Nissa.”Ucap Vano yang mengusap air mata di pipinya Nissa.


Sementara di Rumah sakit pertama, bertempat di ruangan praktek dokter spesialis neurologi nampak sekali ada seorang wanita yang sedang murung di ruangan kerja memikirkan semua perkataan yang diucapkan mantan teman nya sewaktu masih sekolah dulu dan semua itu di perhatikan oleh perawat yang membantu pekerjaannya. Wanita itu tak lain adalah Adinda yang murung memikirkan semua yang diucapkan salsa mantan temannya.


“dokter Dinda nggak apa-apa kah.”Tanya perawat itu yang melihat Adinda murung tadi.


“Saya baik aja sus.”jawab Adinda yang tersenyum.


“Oiya sus, apa masih ada pasien lagi.”Tanya Adinda.


“masih ada satu lagi pasien waktu itu dok.”Ucap Perawat itu.


“Iya udah sus, tolong panggil pasiennya dan sekalian juga ambil hasil CT scan pasien itu.”Perintah Adinda.

__ADS_1


“Baiklah dok.”Ucap dua Perawat itu yang berlalu keluar memanggil pasien dan juga pergi mengambil hasil CT scan di laboratorium.


Tak lama terdengar pintu Ruangan Adinda di ketuk dan masuklah pasien bersama perawat yang tadi disuruh Adinda.


“Assalamualaikum, permisi Dok.”Salam pasien itu.


“Waalaikumsalam.”Jawab Adinda.


“Silakan duduk nona Lia.”Ucap Adinda mempersilakan pasien nya duduk.


“makasih Dok.”Ucap pasien itu


“Tunggul sebentar ya nona lia, hasil CT scan nya nona masih di ambilkan dulu.”Ucap Adinda ke pasien nya yang umurnya kira-kira 29 tahun.


“iya dok dinda.”Ucap pasien itu.


Tak beberapa lama perawat yang satu adinda suruh tadi pun kembali sambil membawa hasil CT scan yang diminta.


“Dok ini hasil CT scan nya.”Ucap perawat itu yang langsung memberikan hasil CT scan


“Terima kasih sus.”Ucap Adinda.


“jadi bagaimana hasil nya dok.”Tanya orang itu.


“Dari hasil CT scan yang saya dapatkan adanya gumpalan darah pada pembuluh darah di otak nona, yang membuat nona sering mengalami tidak mampu mengangkat salah satu lengannya nona, seperti terasa lemah. dan saya pastikan nona menderita penyakit stroke ringan.”Jelas Adinda


“Tapi nona tidak perlu khawatir penyakit ini bisa kok diatasi dengan nona terus-menerus melakukan pola daya hidup sehat seperti Rajin berolahraga, tidur yang cukup, kurangin makanan yang digoreng dan manis, dan lebih perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan.”Ucap Adinda


“Baiklah Dok, saya akan mengikuti semua saran yang bilang tadi.”Ucap pasien itu


“Dan ini saya tuliskan resep obat yang perlu nona tebus di Apotik.”Ucap Adinda.

__ADS_1


“makasih Dok, kalau begitu saya permisi dulu, Assalamualaikum.”Ucap Pasien itu yang lalu bangkit dari kursi dan berlalu keluar dari ruangan praktek Adinda.


“Iya nona, Waalaikumsalam.”Jawab Adinda dan diikuti dua perawat lainnya


__ADS_2