
Adinda yang baru selesai periksa pasien, ia pun berlalu kembali ke ruangan untuk mengambil kunci mobil dan lalu menjemput anaknya yang sebentar lagi akan pulang sekolah.
Tapi saat di belokan mau menuju ke pintu lift Adinda tidak sengaja melihat Devin yang duduk sendiri di depan sebuah kamar rawat dengan keadaan yang cukup kacau.
“Kakak Devin....”Panggil Adinda yang berjalan kearahnya.
“Kakak Devin ngapain duduk sendiri disini, memangnya didalam siapa yang sakit kakak.”Tanya Adinda.
“Di dalam putri yang sakit Din.”Jawab Devin.
“Salsa sakit apa kakak.”Tanya Adinda.
“Salsa gak sakit Din tapi salsa tadi malam di klub malam ia mengalami pelecehan seksual.”Jawab Devin.
“Astagfirullah, Bagaimana keadaannya sekarang kakak.”Tanya Adinda.
“Keadaannya cukup kurang baik Din, ia sekarang sering banyak melamun dan saat diajak bicara selalu saja diam, serta juga ia sangat sulit sekali disuruh makan dan kandang juga nangis.”Jawab Devin dengan lirihnya dan diikuti air mata menetes membasahi kelopak mata bawah.
“Kakak yang lihat putri seperti ini merasa khawatir takutnya ia akan melakukan sesuatu tindakan yang berbahaya seperti mengakhiri hidupnya.”Ucap Devin.
“Astagfirullah kakak jangan ngomong gitu, kakak harus berdoa yang baik agar Salsa cepat membaik, bukannya mendahului takdir Allah SWT yang sudah ditentukan.”Ucap Adinda.
“Astagfirullah, maaf saya ya Allah yang telah mendahului takdirmu.”Ucap Devin.
“Iya udah kakak tolong sampai salam saya buat Salsa ya, karena saya harus buru-buru nih pergi menjemput Arfan yang sebentar lagi akan pulang sekolah.”Ucap Adinda.
“iya Dinda nanti saya sampaikan salam mu itu.”Ucap Devin.
“Assalamualaikum.”Ucap Adinda yang lalu berjalan menuju ke pintu lift.
“Waalaikumsalam.”Jawab Devin yang melihat Adinda pergi sama punggungnya yang tak kelihatan lagi.
Adinda yang berjalan memasuki pintu lift, tak sengaja berpapasan dengan bundanya yang juga sama ingin turut kebawah untuk ke kantin rumah.
“Assalamualaikum bunda.”Salam Adinda yang menciumnya tangan bunda.
“Waalaikumsalam nak.”Jawab Bunda.
“Kamu mau jemput Arfan ya.”Tanya Bunda.
“Iya bunda.”Ucap Adinda
“Kalau begitu bisa tolong sekalian jemput Qila, terus kamu antar ke Rumah bunda ya sayang.”Ucap Bunda
“Kakak nandi dan kakak ipar kemana Bun, kenapa tidak jemput Qila dan juga Qila kenapa diantar ke rumah.”Tanya Adinda.
“kakak ipar mu saat ini sedang menjaga dan sekaligus merawat kakak mu yang saat ini di rawat di Rumah Sakit, karena tadi malam Kakak mu mengalami kecelakaan saat dia mau pergi belanja bulanan.”Jawab Bunda.
“Terus bagaimana keadaan kakak Nandi dan kandungannya sekarang Bun.”Tanya Adinda yang khawatir dengan keadaan kakak nya.
__ADS_1
“Alhamdulillah, keadaan kakak mu sudah sedikit membaik, untungnya kecelakaan malam tadi itu cuma menimbulkan luka kecil pada bagian kening saja dan tidak mengakibatkan pada kandungan kakakmu nih.”Jawab Bunda.
“Syukurlah, Bunda kalau keadaan kakak Nandi dan kandungannya tidak apa-apa, aku sempat khawatir dengan keadaannya dan kandungannya.”Ucap Adinda yang merasakan rega, karena mengingat waktu itu kakaknya sempat mengalami keguguran saat mengandung anak keduanya.
“Iya nak, syukurlah Allah masih melindungi kakak mu dan kandungannya.”Ucap Bunda.
“Oiya nak tadi bicara sama kamu siapa ya, karena Bunda lihat kamu kayak sangat akrab sekali sama orang itu.”Tanya Bunda.
“Oh yang tadi bicara sama aku itu kakak Devin, kakaknya Salsa sepupunya Nissa Bun.”Jawab Adinda.
“Orang kamu maksud itu bukankah orang waktu itu yang melamar adik angkatnya di acara resepsi pernikahan Nissa dan vano.”Tanya Bunda.
“Iya Bunda, itu orangnya.”Jawab Adinda.
“Tadi kamu bicara apa sama dia nak, bunda lihat kamu kayak serius itu bicaranya.”Tanya Bunda.
“Ehmm.... Dinda tadi bicara mengenai Salsa Bun, karena kemarin malamnya Salsa mengalami pelecehan seksual di klub malam yang buat ia sekarang yang di rawat dan keadaannya ini cukup kurang baik yang mengakibatkan dia menjadi sering melamun dan banyak diam serta ia sulitnya sekali untuk makan.”Jawab Adinda.
“Kasih sekali temanmu itu anak, nanti bunda ke sana menjenguk dia.”Ucap Bunda.
“aku juga sebenarnya ia menjenguknya tadi tapikan Dinda harus jemput Arfan pulang sekolah Bun.”Ucap Adinda. Tak lama mereka sampai di bawah dan mereka pun keluar dari lift.
“Iya udah bunda Dinda pamit pergi dulu, kasih Arfan yang harus menunggu lama di sekolah.”Ucap Adinda yang menciumnya tangan Bunda.
“Assalamualaikum.”Ucap Adinda yang lalu pergi keluar dari Rumah sakit menuju ke mobilnya.
“Iya nak, Waalaikumsalam.”Jawab Bunda dan lalu setelahnya Bunda pergi berjalan ke kantin rumah sakit.
Kini Adinda sudah sampai di sekolah anaknya, lalu ia turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Sekolah.
“Assalamualaikum Arfan sayang.”Ucap Adinda yang barusan sampai di hadapan anaknya yang sedang duduk di kursi taman sekolah.
“Waalaikumsalam Umi.”Jawab Arfan yang lalu mencium tangan Adinda.
“maaf umi lama datang sayang, tadi umi sempat ada urusan sebentar dan juga bicara dulu dengan nenek mu sayang.”Ucap Adinda
“Iya Umi.”Ucap Arfan.
“Oiya sayang Qila mana, kenapa dia tidak sama kamu.”Tanya Adinda tidak melihat keponakannya.
“Qila kayak masih ada di dalam kelasnya bunda, Arfan keluar kelas tadi Qila masih belajar.”Jawab Arfan.
“Ayo kita ke sana sayang, kita jemput Qila nya.”Ucap Adinda yang lalu berjalan bersama dengan anaknya menuju kelas keponakannya.
Sesampainya di depan kelas satu B, Adinda melihat keponakannya dan semua teman sekelas sudah bersiap siap untuk pulang.
Tak lama murid kelas satu B persatuan satu keluar dari kelas dan termaksud dengan keponakan yang juga keluar dari kelas.
“Qila sayang yuk kita pulang nak.”Ucap Adinda yang baru menghampiri Keponakannya.
__ADS_1
“Tante ibu kemana, kenapa nggak jemput Qila.”Tanya Aqilah yang menjemputnya bukan ibunya.
“Ibu mu hari ini tidak bisa jemput sayang, karena saat ini ibumu ada urusan yang sangat penting, jadi ibumu menyuruh tante yang jemput kamu.”Jawab Adinda yang berbohong, karena tak ingin keponakannya bersedih mengetahui bahwa ibunya masuk ke Rumah sakit.
Setelah itu Adinda berlalu mengajak Arfan dan Aqilah masuk ke mobil dan tak lama mobil melaju meninggalkan Sekolah dasar Cita Buana menuju kediaman orang tuanya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka sampai di kediaman orang tuanya, lalu mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam Rumah.
Sesampainya di dalam Rumah Adinda langsung menitipkan Arfan dan Aqilah ke tante mereka sampai ia menjemput nanti.
Setelah menitipkan anak-anak, Adinda kembali lagi masuk ke mobil dan mobil melaju kembali ke Rumah sakit, karena di Rumah sakit masih ada jadwal pasien yang harus ditangani.
*****************
Di Pulau Weh
Nissa dan vano yang baru saja habis mengunjungi Tugu Nol Kilometer Sabang, lalu mereka melanjutkan kembali perjalanan ke pusat perbelanjaan yang menjual berbagai ragam oleh oleh khas Aceh.
Sesampainya di pusat perbelanjaan menjual oleh oleh, Nissa dan vano langsung masuk ke dalam toko yang menjual berbagai macam makanan khas Aceh.
“Kakak kita ambil Bhoi aja ya.”Ucap Nissa
“Iya ambillah beberapa gitu dek, nantinya bisa kita bagikan ke lainnya.”Ucap Vano
“Kalau begitu aku ambil 18 saja kakak, agar dibagikan nanti pas semuanya.”Ucap Nissa.
“Iya dek.”Ucap Vano.
Bhoi adalah sejenis kue bolu yang terbuat dari tepung beras, telur bebek dan gula pasir. Kue ini hadir dalam berbagai bentuk seperti ikan, bunga dan bintang. Kue Bhoi Aceh memiliki tekstur luar yang kering dan dalaman yang lembut dengan rasa yang manis membuat kue ini paling enak disantap dengan secangkir kopi hangat.
“Dek ini juga ada Kue Bakpia Sabang, apa mau sekalian diambil atau tidak ini.”Tanya Vano.
“Iya itu juga diambil deh kak.”Jawab Nissa.
“Sudah dek, apa masih ada lagi.”Tanya Vano.
“Dodol Aceh, kerupuk Mulieng, kopi Aceh, dendeng khas Aceh dan Adee Kak Nah ini juga kakak, masing masing diambil 16 saja.”Jawab Nissa.
“Ok, sekarang mau cari apa lagi dek.”Tanya Vano.
“Yuk kita ke sana kakak, kita cari beberapa souvernir dulu.”Jawab Nissa yang menunjuk toko seberang jalan sana.
“iya udah yuk kita ke sana.”Ucapan Vano. Sebelum pergi ke toko seberang jalan, mereka pergi membayar dulu beberapa macam makanan yang diambil tadi.
Setelah selesai membayarnya dan menaruh semua makanan khas Aceh ke mobil, Nissa dan vano melanjutkan Kembali berjalan ke toko souvernir seberang jalan.
Tak lama Nissa dan vano sampai di toko souvernir itu, Lalu mereka masuk ke dalam toko dan melihat semua benda yang dijual itu.
Setelah melihatnya Nissa pun memutuskan membeli kain sutra, dompet dari Tenunan Alang-alang Aceh, Tas Motif Aceh, Kain Songket Aceh masing masing terdiri dari 20 buah untuk keluarga dan sahabatnya.
__ADS_1
Sedangkan untuk para laki-laki Nissa membeli baju Batik Motif Aceh, Kain sarung Aceh, Kopiah Aceh, dan kain Kerawang Gayo yang masing masing 18 buah.
Setelah selesai membeli beberapa oleh oleh berupa souvernir untuk keluarga dan temannya, Nissa dan vano kembali ke penginapan.