
Di Rumah sakit saat ini Adinda sedang duduk di Ruangan nya sambil mengetik sesuatu di laptop nya.
Tak lama terdengar lah suara pintu Ruang Adinda diketuk dari luar.
Tok.... tok..... tok....
“Masuk.”Ucap Adinda yang melihat kearah pintu.
“Assalamualaikum, permisi dok.”Ucap perawat itu tersenyum kearah Adinda.
“Waalaikumsalam, iya kenapa sus.”Jawab Adinda yang membalas senyuman perawat itu.
“Dokter di panggil dokter Riza ke Ruangan nya.”Ucap perawat itu.
“Baik nanti saya ke sana setelah saya mengurus beberapa bekas ini ya.”Ucap Adinda.
“Baik dok nanti saya akan sampaikan ke dokter Riza, kalau itu saya permisi dulu.” Ucap perawat itu
“Assalamualaikum.”Ucap perawat itu yang langsung pergi.
“Waalaikumsalam.”Jawab Adinda.
Setelah perawat itu pergi, Adinda pun kembali melanjutkan berkutat dengan laptop nya dan juga beberapa bekas yang ada di atas mejanya.
Tak beberapa lama Adinda pun selesai dengan mengurusi beberapa bekasnya yang ada di atas mejanya, lalu setelah itu Adinda pun langsung berjalan menuju ke Ruang Dokter Riza.
Tok... tok... tok
Adinda pun mengetuk pintu ruang itu dan tak lama terdengarlah suara dokter Riza yang menyuruh nya untuk masuk.
“Masuk.”Ucap dokter Riza.
“Assalamualaikum, Selamat siang dok, ada apa ya Dokter memanggil saya.”Tanya Adinda yang sudah duduk di kursi di depan mejanya Dokter Riza yang tersenyum.
“Waalaikumsalam, selamat siang juga dokter Dinda.”Jawab Dokter Riza yang tersenyum sambil memberi sebuah arsip pada Adinda.
“Ini arsip apa Dok.”Tanya Adinda sambil membuka Arsip itu.
“ini arsip adalah arsip yang berisi data salah satu pasien saya yang mengalami penyakit Parkinson, karena itu saya menyerahkan kasus ini ke anda untuk dokter Dinda tangani.”Ucap Dokter Riza.
“Baiklah dok, kalau itu masih ada yang ingin dokter sampaikan lagi.”Tanya Adinda, karena adinda pikir kalau dokter Riza menyuruh nya datang ke ruangan nya tidak mungkin untuk membahas masalah pekerjaan tapi untuk hal lain.
“Ada Dok, saya ingin minta tolong ke suaminya anda untuk mengisi tausiyah di acara pengajian pernikahan Adik saya dok.”Jawab Dokter Riza.
“Baiklah dok, nanti saya akan menyampaikan ke suami saya, tapi boleh saya tanya kapan acara nya.”Tanya Adinda.
__ADS_1
“Acara nanti lusa dokter Dinda.”Jawab Dokter Riza.
“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu ya dok, Assalamualaikum.”Pamit Adinda yang lalu berjalan keluar dari Ruangan dokter Riza.
“Waalaikumsalam.”Jawab Dokter Riza.
Ketika Adinda yang berjalan koridor rumah sakit untuk kembali ke ruangan nya, ia tidak sengaja bertemu dengan devin yang saat itu sedang bertanya ke perawat.
“Assalamualaikum, hei kak Devin kenapa ada disini, emangnya siapa yang sakit kak.”Tanya Adinda.
“Waalaikumsalam, saya disini sedang ingin menjenguk teman saya yang di rawat di sini dinda.”jawab Devin dan Adinda cuma mengganggu saja mendengar itu.
“Kalau Dinda sendiri disini itu dokter ya.”Tanya Devin yang melihat Adinda pakai jas seorang dokter, karena dia baru saja mengetahui kalau selama ini adinda adalah seorang dokter.
“Iya kak, saya disini memang adalah dokter.”Jawab Adinda.
“Eh... Kalau itu saya permisi dulu ya kak, Assalamualaikum.”Ucap Adinda yang lalu berjalan menuju ke Ruangan nya.
“Iya din, waalaikumsalam.”Jawab Devin sebelum Adinda pergi.
Sesampainya di ruangan nya Adinda pun langsung duduk di kursi nya sambil membuka Arsip yang di berikan dokter Riza tadi untuk dibaca.
**************
Dari kejauhan wanita berhijab blue itu melihat papa yang sudah menunggunya sambil mengobrol dengan sopir nya yang ikut juga menjemput nya.
Lalu dua wanita itu pun langsung menghampiri papa dan supir nya yang sudah menunggu nya dari tadi. Setelah sampai di sana dia langsung disambut dengan pelukan dari papa nya.
“Nissa sayang, papa sangat kangen dengan mu nak, kenapa kamu nggak pernah pulang ke rumah nak, Apa kamu tidak rindu dengan mama mu dan papa sayang.”Tanya papa nya Nissa yang memeluk putri tunggalnya.
“Maafin Nissa ya papa, baru pulang sekarang, karena di sana Nissa sangat sibuk sekali dan sampai Nissa melupakan kalian berdua, Nissa juga rindu sama mama dan papa.”Jawab Nissa yang ada di pelukan papa nya.
“Iya sayang.”Ucap papa.
Teman nya Nissa dan supir orang nya Nissa yang melihat teman dan majikan nya yang melepaskan rindu itu juga ikut merasakan terharu dengan mereka.
“Oiya nak ini siapa sayang.”Tanya papa yang melihat teman Nissa yang berdiri belakang anaknya.
“ini Kei, teman nya Nissa sesama dokter di rumah sakit di Palembang pah.”Jawab Nissa.
“Halo om, saya Kei teman nya Nissa sesama dokter di Rumah sakit Palembang.”Sapa Keira sambil mencium tangan papanya Nissa.
“Salam kenal nak, saya Alif purnama papa nya Nissa.”Ucap papa Nissa.
“Kei ini bukan pacar anak nya om.”Tanya papa Nissa, karena papa Nissa pikir bahwa teman anaknya ini adalah seorang laki-laki. Keira dan Nissa yang mendengar itu malah ketawa.
__ADS_1
“Haha.... hahaha...”Suara tawa Nissa dan Keira.
“kamu kenapa ketawa sayang, memangnya ada yang lucu.”Tanya papa Nissa yang bingung dengan anaknya dan teman anaknya yang tiba-tiba ketawa.
“Papa ada-ada saja, masak kai papa bilang pacaran nya Nissa, orang kai itu perempuan pah, bukan laki-laki.”Jawab Nissa.
“Tapi kenapa penampilan teman mu ini seperti laki-laki dan juga suaranya teman mu ini kenapa bisa persis suaranya laki-laki sayang.”Tanya papa Nissa.
“Karena kei itu tomboi pah, dan kalau suaranya kei Persib dengan laki-laki itu karena kei mengalami masalah pada pita suaranya yang mengakibatkan suara nya serak dan sedikit berat pah.”Jawab Nissa. Papa Nissa yang mendengar itu pun baru mengerti dan lalu papa nya Nissa pun minta maaf karena merasa tidak enak dengan teman anaknya itu.
“Maaf ya anak kei, om pikir kamu itu laki-laki dan ternyata kamu itu perempuan.”Ucap Papa Nissa.
“Iya om, nggak apa-apa, aku sudah terbiasa mendengar itu kok om.”Ucap Keira.
“iya udah kalau begitu yuk kita pulang nak.”Ajak papa Nissa yang lalu mengambil satu tas anaknya untuk dibawa.
“baiklah papa, om.”Ucapan Nissa dan Keira.
Mereka pun berlalu meninggalkan bendara udara Sukarno-Hatta menuju mobil mereka.
Sesampainya di mobil, sopir Nissa pun langsung mengambil koper Nissa dan Keira untuk di masuk ke dalam bagasi mobil.
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil yang di tungguin papa nya Nissa yang sudah masuk duluan.
Setelah semua orang sudah masuk dan duduk rapi, mobil pun langsung dijalankan sopir keluarga nya Nissa menuju Rumah nya.
Tak lama mereka pun sampai di Rumah, disana mereka sudah disambut oleh mama dan pembantu rumah tangga orang tuanya.
Nissa yang melihat mama menyambut nya itu langsung memeluk mama nya.
“mama, maaf Nissa ya baru pulang sekarang dan karena kesibukan Nissa juga jarang mengabarkan mama dan papa.”Ucap Nissa yang memeluk mama nya.
“Iya sayang, mama sudah maafkan kamu kok.”Ucap mama nya Nissa yang memeluk putri tunggal nya sambil mengelus kepala putrinya yang tertutup hijab.
“Oh iya sayang, dia ini siapa mu nak.”Tanya Mama Nissa melihat teman Nissa yang berdiri di samping putri nya
“dia Keira Nathania, yang bisa dipanggil kei adalah teman ku sesama dokter di Palembang dan dia itu cewek mah.”Ucap Nissa.
“Halo Tante, saya Kei teman nya Nissa sesama dokter di Palembang.”Ucap Keira seraya mencium tangan mama nya Nissa.
“Halo juga sayang, nama tante Raisa Putri Avianny, mama nya Nissa.”Ucap mama Nissa.
“kalau begitu yuk kita masuk nak.”Ajak mama nya Nissa.
“Iya mama, Tante.”Ucap mereka yang lalu masuk ke dalam Rumah.
__ADS_1