
Sehari menjelang pernikahan Nissa dan vano. Di kediaman orang tua Nissa, Nissa baru saja menurunkan tangga dengan pakaian yang sudah Rapih.
“mama, dimana.”panggil Nissa yang mencari mama.
“mama ada di dapur sayang.”Teriak mama Nissa dari dapur. Nissa yang dengar mamanya ada di dapur pun langsung berlalu pergi ke dapur.
“Mama....”panggil Nissa yang ada belakang mamanya.
“Iya kenapa sayang....”Ucap mama Nissa yang berbalik badannya tapi harus berhenti melihat anaknya berdiri dengan sudah berpakaian rapih.
“hey sayang kamu mau kemana, kenapa sudah rapi.”Tanya mamanya Nissa.
“Nissa mau izin ke butik sebentar mama mengambil baju pernikahan buat besok.”Jawab Nissa.
“Kalau itu biarkan nanti mama telpon Lia untuk mengantarkan baju pernikahan mu ke rumah, jadi kamu nggak usah pergi sayang. karena mama tidak mau melihat putri mama ini sampai kelelahan saat di pernikahannya besok.”Ucap mama nya Nissa.
“mama nggak usah, biarkan Nissa saja yang ambil.”Tolak Nissa.
“Kenapa sayang tidak mau pegawai mama yang mengantarkan, besokkah kamu juga harus menikah sayang.”Tanya Mamanya Nissa.
“Karena Nissa bukan cuma mengambil baju pengantin saja mah tapi juga sekalian lewat Nissa mau mampir ke supermarket untuk membeli beberapa barang kebutuhan Nissa yang sudah habis.”Jawab Nissa.
“Iya udah mah izin, tapi jangan lama ya sayang.”Ucap mamanya Nissa.
“Baiklah mah, Assalamualaikum.”Ucap Nissa yang lalu pergi meninggalkan dapur menuju keluar Rumah.
“Waalaikumsalam.”Jawab mamanya Nissa. Setelah Putrinya pergi, mamanya melanjutkan kembali kegiatan memasaknya makan siang dengan di bantu Asisten Rumah tangga.
Kini Nissa sudah sampai di butik mamanya, lalu ia turun dari mobil dan masuk ke dalam sudah di sambut dengan ramah oleh para pegawai butik mamanya.
“Mbak saya mau mengambil baju pernikahan buat besok.”Ucap Nissa.
“Kenapa nona nggak hubungi kami aja, biarkan nanti kami yang mengantarkan Ke Rumah.”Tanya Lia sebagai salah satu penanggung jawab Butik mamanya.
“Oh nggak apa mbak, sebenarnya saya juga mau ke supermarket membeli beberapa barang yang sudah habis dan sekalian lewat jadi saya saja yang mengambilnya.”Ucap Nissa.
“Tunggul sebentar nona, saya ambilkan dulu bajunya.”Ucap Lia.
__ADS_1
“Iya mbak Lia santai aja.”Ucap Nissa. Lalu Lia langsung pergi mengambilkan baju pengantinnya Nissa.
Tak lama Lia kembali lagi dengan membawa beberapa baju pengantin dan salah satunya milik vano.
“Ini bajunya nona Nissa dan kalau ini punyanya tuan vano.”Ucap Lia yang menyerahkan beberapa baju punya Nissa dan vano.
“Kalau bajunya kakak vano bisa gak tolong mbak aja yang antarkan ke rumahnya.”Ucap Nissa
“Bisa nona Nissa.”Ucap Lia.
“Makasih mbak lia, ini saya berikan alamat rumah nya Kakak vano dan mbak lia nanti bisa antarkan bajunya kakak vano ke alamat ini.”Ucap Nissa.
“Baiklah nona nanti saya antarkan.”Ucap Lia.
“Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamualaikum.”Ucap Nissa.
“Waalaikumsalam.”Jawab Lia.
Nissa baru saja sampai di supermarket, lalu masuk kedalam dan mengambil beberapa barang yang memang sudah habis itu kedalam keranjang belanja.
Setelahnya Nissa membawa semua barang yang sudah diambil tadi ke kasir untuk dibayar.
Tak lama Nissa sudah sampai di Rumah, lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam Rumah.
Tapi belum Nissa masuk kedalam rumah, ia harus berhenti dulu, karena tidak sengaja mendengar pembicaraan Salsa dengan Devin di samping Rumahnya.
“Maksud kakak Devin apa dengan mengatakan bahwa kakak mencintaiku.”Tanya Salsa.
“Kakak tidak ada maksud apa-apa, kakak hanya ingin kamu sadar aja bahwa masih ada Kakak yang mencintaimu put.”Jawab Devin.
“Tapi kakak ini adalah kakakku, tidak seharusnya kakak mengatakan bahwa kakak mencintaiku.”Ucap Salsa.
“Apa salahnya put kalau kakak mencintaimu, kamu kah tahu sendiri kalau kita ini bukan saudara kandung.”Ucap Devin.
“iya aku tahu kita ini bukan saudara kandung, tapi aku tidak mencintai kakak, orang yang aku cuma Abri.”Ucap Salsa.
“Jadi aku mohon tolong kakak jangan mengungkit itu lagi, karena aku tidak mau hubungan persaudaraan kita itu putus cuma gara-gara perasaan kakak yang gak jelas itu.”Ucap Salsa yang lalu pergi meninggalkan Devin terdiam itu.
__ADS_1
Nissa yang sembunyi dibalik tembok itu sangat terkejut mengetahui Devin itu ternyata mencintai salsa dan lalu ia langsung cepat pergi dari sana sebelum salsa mengetahui bahwa tadi ia telah menguping pembicaraannya dengan kakaknya.
*************
Pagi ini tak terasa sudah hari dimana Nissa dan vano akan melaksanakan akad nikah.
Di dalam kamar, Nissa sudah di dandani oleh para penata rias dari MUA yang pernah dipakai Adinda dan zahra saat mereka menikah dulu.
Disana sudah ada Salsa, Salwah, Adinda dan Zahra serta keira yang menemani Nissa sebagai perwakilan pihak wanita dan sekaligus menjadi Bridesmaid atas permintaan Nissa.
Sementara dibawah rombongan keluarganya vano sudah memasuki Ruangan yang sudah disiapkan dan dihiasi seindah semunking sebagai tempat untuk akad nikah.
Setelah semua orang sudah duduk, Acara langsung dibuka oleh Mc dengan diawali membaca Basmalah dan doa agar acara berlangsung dengan lancar dan diberkahi oleh Allah SWT. Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran yang akan di bacakan oleh Aldi salah satu Satri ustad Abrisam.
Setelahnya dilanjutkan lagi dengan penyerahan seserahan yang di lakukan pihak laki-laki kepada pihak wanita dan disusun setelahnya dengan penyampaian khutbah nikah yang langsung disampaikan oleh penghulu dari KUA.
Setelah penyampaian khutbah nikah yang disampaikan penghulu sudah selesai, Akad nikah pun dimulai dan vano sudah menjabat tangan papanya Nissa.
“Saudara Alvano Airil Diansyah bin Elang Abraham saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Annisa Alifah purnama binti Alif purnama dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar tiga ratus dua puluh tujuh juta dibayar tunai.”Ucap papa Nissa.
“Saya terima nikah dan kawinnya Annisa Alifah purnama binti Alif purnama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”Balad Vano dengan lantang.
“Bagaimana saksi sah.”Tanya penghulu.
“Sah....”Sambut semua orang yang menyaksikan akad nikah itu. Termasuk Alexa yang tak terasa ikut menetes air matanya karena saking bahagianya melihat kakak satu satunya akhirnya sudah resmi menjadi suami dari sahabatnya.
“Alhamdulillah ya bang, akhirnya kakak vano dan Nissa sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Aku hanya bisa berharap semoga pernikahan mereka ini menjadi berkah dan awal yang baik buat mereka.”Ucap Alexa.
“Amin, semoga Allah mengabulkan doamu itu.”Ucap Marvin.
Tak berselang lama, dipanggilnya Nissa untuk turun kebawah, Nissa pun menurunkan tangga dengan penampilan yang sudah cantik dan imut dengan pakaian baju adat Sunda membuat siapa saja yang melihatnya seolah tersihir dengan pesona dan kecantikannya.
Disitu Nissa turun sudah didampingi oleh sepupu dan sahabatnya yang bertugas sebagai Bridesmaid nya.
Nissa sudah ada dihadapan vano, lalu ia langsung mencium tangan vano dengan tanpa ragu dan disusun dengan penandatanganan buku nikah serta pemasaran cincin kawin.
Setelah prosesi akad nikah sudah usai, kini mereka semua pun pergi mencicipi hidangan yang sudah disediakan dan memberikan selamat pada pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
lalu setelahnya para tamu yang hadir pun pamitan undur diri.
Setelah itu vano dan Nissa pergi meninggalkan tempat Acara itu untuk masuk ke kamar beristirahat mempersiapkan acara resepsi nanti sore.