Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 66 - Teror


__ADS_3

Di sore harinya yang penuh dengan udara yang sejuk nampak lah Adinda yang lagi Asyik-asyiknya membaca buku di atas balkon kamar nya tapi tiba-tiba Konsentrasi nya terganggu dengan adanya suara ketuk dari pintu kamarnya.


Adinda yang mendengar itu langsung aja memberhentikan kegiatan membaca nya dan kemudian dia pun berlalu berjalan ke pintu kamar untuk membukanya.


“Permisi bu Dinda.”Ucap bibi Siti.


“iya ada apa bibi.”Tanya Adinda


“Ini Bu dinda ada kirim paket untuk Bu.”Ucapan bibi Siti


“Paket dari siapa ya bibi.”Tanya Adinda yang bingung.


“Saya juga nggak tau Bu Dinda karena disini juga tidak ada nama pengirim nya Bu Dinda.”kata bibi siti.


“Masa sih bibi paket nya nggak ada nama pengirim nya, saya juga nggak pernah merasakan pesan paket itu deh bibi.”Ucap Adinda yang bingung.


“Bu mungkin aja paket ini dari pak Abri.”Ucap bibi siti.


“Iya mungkin aja sih bibi.” kata Adinda


“kalau itu sini paket ya bibi, biar nanti saya coba tanyakan ke hubby.”Ucap Adinda yang minta paket nya.


“Iya Bu Dinda.”Ucap Bibi siti yang lalu menyerahkan paket itu ke majikan nya.


“Kalau itu saya permisi dulu Bu Dinda kembali melanjutkan pekerjaan saya.”Ucap Bibi Siti yang pamit undur diri untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya yang tertunda.


“Iya Bibi Siti.”Ucap Adinda setelah bibi Siti pergi ke bawah untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya.


Setelah itu Adinda pun langsung menutup pintu kamar nya sambil membawa paket itu masuk ke kamar.


Lalu Adinda pun mengambil hpnya untuk mencoba menghubungi ustad Abrisam untuk menanyakan mengenai paket yang ada di tangannya, tapi sayangnya telpon nya tidak diangkat sama ustad Abrisam.

__ADS_1


Karena telponnya nggak diangkat dan ditambah lagi dirinya sudah penasaran dengan isi yang ada di dalam paket tersebut, Adinda pun terpaksa membuka paket tersebut.


Ketika Adinda sudah membuka paket itu dia pun terkejut dan melempar paket itu jauh sambil mengucapkan istighfar karena isi yang ada di dalam paket itu adalah boneka baby yang nampak menyeramkan yang penuh dengan goresan luka di wajah.


Saat itu pula Adinda melihat ada selembar kertas seperti surat yang ada didalam kotak paket itu, Lalu Adinda pun mencoba memberanikan dirinya untuk mengambil selembar kertas itu.


Setelah surat itu sudah ada di tangan nya, Adinda pun membuka surat dan membacanya yang bertulisan tinggalkan Abri kalau tidak kamu akan menerima akibat nya.


Adinda yang membacanya ketika itu pula dia pun menangis dan berpikir apa maksud orang ini dan kenapa orang itu ingin sekali dirinya meninggalkan suaminya.


Tapi sedetik berikut nya Adinda menghapus air mata karena berpikir dengan keadaan anak yang dikandung nya dan dia pun juga bertekad akan berusaha untuk mempertahankan rumah tangga tanpa menghiraukan ancaman dari surat itu.


Setelah itu Adinda pun memungut surat dan kotak berisi boneka menyeramkan itu.


Lalu membawanya turun kebawah untuk membuang nya ke tempat sampah.


Setelah membuangnya ke tempat Sampah. Adinda pun kembali lagi ke kamarnya dan lalu mengambil HP nya untuk memutar drakor agar menghilangkan pikiran tentang Ancaman dari paket tadi.


“Assalamualaikum.”Ucap salam Ustad Abrisam. Adinda yang mendengar suaminya sudah pulang itu pun langsung memberhentikan kegiatan menonton nya. Lalu kemudian dia pun menyamperi suaminya yang baru pulang itu sambil membalas salam suaminya.


“Waalaikumsalam”Ucapan Adinda yang lalu mencium tangan suaminya dan sebaliknya dengan ustad Abrisam yang juga menciumi kening istrinya. Setelah itu ustad Abrisam pun berjongkok untuk menyapa anak yang ada dikandung istrinya dan sekalian juga mencium nya.


“Mai tadi kamu menelpon hubby ya.”Tanya Ustad Abrisam setelah menyapa anak nya yang ada dikandung istrinya.


“Iya hubby.”Kata Adinda.


“Memangnya ada apa Mai, apa Mai ingin minta sesuatu.”Tanya Ustad Abrisam.


“Nggak ada apa hubby dan Mai juga nggak minta apa.”Ucap Adinda gelagapan yang berbohong pada suaminya.


“Terus Mai tadi menelpon hubby itu ada apa.”Tanya ustad Abrisam.

__ADS_1


“Oh anu tadi Mai menelpon hubby itu cuma ingin minta izin besok habis pulang kuliah Mai boleh nggak pergi jalan-jalan sama sahabatnya mai.”Kata Adinda gelagapan yang beralasan.


“Iya hubby izinkan Mai pergi tapi Mai harus ingat jangan sampai kecapekan ya.”Ucap ustad Abrisam yang memberikan izin.


“Terima kasih hubby Mai janji tidak akan sampai kecapekan.”Ucap Adinda.


“Iya sama sama Mai, kalau itu hubby pergi mandi dulu.”Ucap Ustad Abrisam dan telah itu dia pun berlalu pergi masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Adinda yang melihat suaminya sudah masuk kamar itu merasakan sedih karena telah membohongi suaminya dan tidak menceritakan masalah tentang Ancaman dari paket tadi.


****************


Pagi ini setelah Adinda mengantar ustad Abrisam berangkat kerja dia akan bersiap untuk pergi ke kampus tapi belum sempat Adinda masuk ke dalam Rumah tiba dia mendengar suara seorang yang melempar sesuatu yang keras menghantam dinding rumah nya.


“Astagfirullah suara apa ini.”Ucap Adinda yang kaget.


Lalu Adinda berjalan kearah asal suara itu.


“Ah... apa ini tapi tunggu dulu ini kaya batu deh”Ucap Adinda yang lalu mengambil batu itu.


“Siapa yah melempar batu ini.”Tanya Adinda yang berpikir.


“Tapi tunggu dulu ini kah surat.”Ucap Adinda yang menemukan robek surat yang membungkus batu tersebut. Lalu Adinda pun membuka surat itu dan membaca nya.


“Sudah aku bilang tinggal Abri.”Ucap Adinda yang membaca isi surat itu.


“Apa sih maksud orang ini, kenapa dia terus aja mengancam aku terus.”Batin Adinda yang mulai risih, lalu tanpa pikir panjang Adinda pun langsung aja membuang surat itu ketempat sampah.


Setelah itu Adinda langsung aja masuk ke Rumah dan pergi masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke kampus.


Tak lama Adinda sudah siap dan lalu dia langsung aja berangkat ke kampus sambil membawa sebotol air dan susu.

__ADS_1


__ADS_2