
“Bunda....”Panggil Adinda.
“Iya Dinda ada apa panggil bunda.”Tanya Bunda.
“Anu apa bunda ada powerbank nggak karna baterai laptop Dinda hampir habis.”Tanya Adinda.
“Gak ada nak punya bunda dibawa Ayah mu, coba kamu tanyakan dulu ke kakak mu.”Ucap Bunda.
“Baiklah Bunda tapi kakak Ega ada dimana ya bunda.”Tanya Adinda.
“Kakak mu ada di meja makan nak.”Kata Bunda. Adinda lalu pergi ke meja makan setelah bundanya memberikan taukah.
Dimeja makan Adinda sudah melihat kakak nya yang sedang makan siang.
“Kak Ega...”Panggil Adinda. Kakak Ega yang mendengar Adiknya memanggil langsung memberhentikan kegiatan makan siang nya.
“Iya Dinda ada apa.”Tanya Kakak Ega.
“Anu.. Kak Ega ada powerbank untuk laptop nggak.”Tanya Adinda.
“Ada memangnya untuk apa Dinda.”Kata kakak Ega.
“Aku mau pinjaman kakak, karna baterai laptop ku hampiri habis saat aku sedang mengetik tadi.”Kata Adinda.
“Terus punya mu mana kenapa pinjaman punya kakak.”Tanya Kakak Ega.
“aku lupa bawa kakak hi..hi..”Ucap Adinda yang cengengesan.
“Oh lah gitu kamu ambil aja dikamar kakak, karna kakak gak bisa mengambilkan Dinda.”Ucap Kakak Ega.
“Baik kakak.”Ucap Adinda yang lalu berlalu pergi ke kamar kakaknya.
Sesampainya didalam kamar kakaknya Adinda pun memulai mencari powerbank itu dimeja dan didalam setiap laci yang ada dikamar kakak nya.
Saat itu pula Adinda pun menemukan power Bank itu didalam laci meja.
Lalu Adinda pun mengambilnya tapi sayang adinda tidak sengaja menjatuhkan sesuatu kelantai.
Adinda pun mengambil benda yang jatuh itu yang ternyata adalah sebuah buku dear diary dan disitu Adinda juga menemukan selembar foto yang ikut jatuh bersama buku dear diary.
Lalu Adinda melihat foto dan alangkah kejutnya Adinda bahwa foto itu adalah foto seorang wanita cantik berhijab yang tak asing lagi bagi Adinda.
__ADS_1
Orang yang ada di foto itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ustazah Mila.
Disitu Adinda juga membaca isi Buku dear diary kakak nya yang tadi sempat terbuka saat jatuh dilantai.
Adinda yang membacanya sangat terkejut saat mengetahui salah satu fakta bahwa selama ini kakak laki-lakinya yang satu ini sudah lama membunyikan kalau dia menyukai ustazah Mila pada saat dia sering datang ke pesantren untuk bermain dengan sahabatnya yang tak lain adalah ustad Abrisam waktu masih sekolah SMA.
Adinda yang awalnya kejutan ketika itu pula dia pun bertekad pada diri akan mencoba membantu kakak laki laki nya dengan cara diam diam untuk mendapatkan cinta nya dari ustazah Mila.
Lalu Adinda langsung cepat menaruh kembali buku dear diary kakaknya ke tempat semula sebelum kakak Ega mengetahuinya.
Setelah menaruh kembali buku dear diary kakak nya kedalam laci Adinda langsung bergegas keluar dari kamar kakaknya sambi membawa power bank.
“Dinda.. kamu sudah menemukan power bank nya.”Tanya kakak Ega yang masih duduk di meja makan.
“Sudah kakak ini power bank nya.”Kata Dinda yang seraya menunjukkan.
“Kalau itu aku pinjam dulu ya kak nanti aku kembalikan.”Kata Adinda. Kakak Ega hanya menunjukkan tangannya yang membentuk huruf o.
Lalu telah itu Adinda berlalu pergi masuk ke dalam kamar nya melanjutkan kembali mengetik skripsi yang ada di laptop nya itu.
Beberapa menit kemudian Adinda pun memberhentikan sejenak mengetik karna tiba-tiba dia sudah merasakan mengantuk. Lalu Adinda langsung merampingkan semua buku dan laptop ke atas meja.
Setelah Semua sudah rapi Adinda pun naik ke atas tempat tidurnya untuk beristirahat ketika Adinda telah berbaring di atas tempat tidur dia pun langsung terlelap.
Malam harinya Adinda yang baru aja keluar dari kamar untuk makan malam dia sangat dikagetkan dengan melihat kedatangan kakak Nandi dengan suaminya yang sudah duduk di ruangan keluarga bersama Ayah dan kakaknya.
Lalu Adinda pun menyamperi kakak nya dan kakak ipar nya yang duduk di sofa itu.
“Hei kak Nandi dan Kakak Rendi kalian datang.”Kata Adinda yang baru aja sampai di hadapan kakak nya dan Ayah.
“iya Dinda.”Ucap Nandi.
“Kamu juga ada disini Dinda, dimana suamimu.”Ucap Nandi mendatangkan terkejut yang kemudian dia bertanya keberadaan ustad Abrisam.
“Suami ku pergi ke luar negeri kakak mengurusi bisnis nya selama dua bulan.”Ucap Adinda.
“Hmm.. Jadi Ustad Abrisam pergi keluar negeri kamu disuruh nya tinggal disini.”Ucap
“iya memangnya aku nggak boleh ya tinggal sama Ayah dan bunda.”Tanya Adinda
“Bolehlah Dinda itu mah bagus kalau kamu tinggal sama ayah dan bunda selama Ustad Abrisam pergi agar kamu ada yang jaga dari pada kamu tinggal sendiri.”Ucap Nandi. Adinda yang mendengarnya hanya mengangguk.
__ADS_1
Tak beberapa lama kemudian Bunda datang menyamperi mereka yang di Ruangan keluarga untuk memberikan tahukan kalau makan malam sudah siap.
Mereka semua pun langsung pergi berjalan ke meja makan untuk mulai makan malam.
Setelah sampai nya dimeja makan mereka semua pun langsung mengambil nasi dan berserta lauknya ke piring, lalu mereka pun memulai makan malam nya.
Tapi sebelum mereka memulai makan malam tiba tiba kakak Nandi membuka suara untuk jangan mulai makan dulu.
“Ayah Bunda jangan mulai dulu makan nya.”Kata Nandi.
“iya kenapa nak.”Tanya Bunda yang di anggukan semua orang kecuali kakak Rendi.
“Gini bunda tujuan Nandi datang kesini ingin menyampaikan kabar bahagia Bun.”Kata Nandi.
“Memangnya kabar bahagia nyy apa nak, coba cepat kasih tau nak kasih adikmu yang lagi mengandung belum makan dari tadi.”Ucap Bunda.
“Baiklah Bunda kabar Bahagia nya sekarang aku sedang mengandung Bunda.”Ucap Nandi.
“Wah Alhamdulillah sekarang bunda dan Ayah mau tambah cucu lagi, Selamat ya nak.”Ucapan Bunda yang langsung memeluk kakak Nandi.
“Iya Bunda.”Kata Nandi yang ada di pelukan Bunda.
“Nandi Rendi selamat ya nak Sekarang kalian akan menjadi orang tua, ayah berharap mudah-mudahan kalian bisa menjadi orang tua yang baik untuk calon anak kalian.”Ucap Ayah yang sambil mengelus kepala putrinya.
“Terima kasih ayah.”Ucapan Nandi dan Rendi.
“Wah Selamat ya dek /kakak atas kehamilan nya.”Ucapan kakak Ega, Marvin dan Adinda.
“iya Makasih kakak dek.”Ucap Nandi.
“Rendi selamat ya sekarang kamu mau jadi ayah.”Ucap Kakak Ega dan Marvin yang saling bergantian memeluk adik iparnya.
“iya terimakasih mas doa ya mudahan kandungan istri saya sehat terus sampai persalinan.”Ucap Rendi.
“Itu pastilah kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk adik kami.”Ucap Kakak Ega.
“iya udah nak berhenti dulu ngobrol nanti di lanjutkan lagi, sekarang mendingan kita makan dulu kasih adik dan istri kalian harus tahan laparnya.
“Baiklah Bunda.”Ucap mereka semua.
Mereka semua pun langsung memulai makan malam nya yang sempat tertunda dengan kabar bahagia dari Nandi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka semua pun selesai dengan makan malam nya. Lalu mereka pergi ke Ruangan Keluarga untuk sekedar mencerna makanan yang baru aja dimakan tadi dan sekalian melanjutkan kembali mengobrol yang sempat tertunda tadi.