
Bunda membawakan jus melon yang diminta Adinda, Adinda langsung meminumnya dengan dibantu oleh Alexa, dan itu semua tidak luput dari pandangan Ustad Abrisam.
Setelah Adinda minum jusnya, Bunda bertanya ke Dinda tentang rencana pernikahan.
“Dinda bagaimana kalau pernikahan kamu dengan nak Abri kita tunda dulu.”tanya bunda
“Memang kenapa bunda pernikahan ku dengan Ustad Abrisam harus ditunda dulu.”Tanya Adinda.
“Karena bunda sama Ayah mu tidak tega melihat kamu nak yang masih sakit.”Ucap Bunda.
“nggak usah bunda sama Ayah menunda pernikahan Dinda dengan Ustad Abrisam ya, Dinda tidak mau menyia-nyiakan usaha Bunda, Ayah, Kakak, Sahabat ku dan keluarga Ustad Abrisam untuk menyiapkan untuk pernikahan Dinda dengan Ustad Abrisam yang tinggal satu Minggu lagi dan Dinda tidak mau memalukan Keluarga kita dan keluarga Ustad Abrisam, karena undangan pernikahan Dinda dan Ustad Abrisam sudah disebarkan.”Ucap Adinda.
“Tapi nak kamu belum sembuh.”Ucap Bunda.
“iya betul mbak Dinda, tidak apa-apa pernikahan kita di tunda dulu, kalau masalah undangan yang sudah di sebarkan itu, saya tidak memasalahi itu semua yang terpenting calon istri saya sehat dulu."Ucap Ustad Abrisam.
“Nggak usah Ustad Abrisam, kalau masalahnya Ustad itu tentang saya yang masih sakit, nanti sakit saya juga sembuh kok sebelum acara pernikahan kita diadakan."Ucap Adinda.
“Tapi mbak Din..”Ucap Ustad Abrisam yang terhenti oleh kakak Ega.
“Abri turut aja kata adikku ya.”Bisik kakak Ega kepada Ustad Abrisam.
“Tapi Ega adikmu itu pasti belum agak sembuh saat pernikahan kita nanti.”bisik Ustad Abrisam ke kakak Ega.
“sudahlah Abri masalah itu pasti adikku itu sembuh sebelum pernikahan kalian diadakan.”Bisik kakak Ega ke Ustad Abrisam. Ustad Abrisam yang mendengar kata Ega pun menyetujui nya aja.
“Hmm...hmm...”
“Kakak Ega sama Ustad Abrisam sedang bisik apa ya, sampai kami panggil tapi kalian tidak mendengar nya.”Ucap Adinda.
“Apa sih Nissa, kamu sama adikku itu kenapa ya jadi orang itu suka kepo sekali dengan urusan laki laki.”Ucap kakak Ega.
__ADS_1
“Kakak Ega, kami berdua kepo juga, karena kami penasaran dengan omongan kalian yang serius, sampai kami panggil aja tidak kalian dengarkan.”Ucap Adinda.
“Iya udah anak berhenti dulu berdebat nya, kalian tidak malu ini itu di rumah sakit dan kamu lagi nak harus banyak istirahat, agar kamu cepat sembuh jangan berdebat terus dengan kakak mu.”Ucap bunda menderaikan perdebatan anak nya.
“Baiklah bunda.”Ucap kami berdua.
Mereka semua pun mengobrol masalah persiapan pernikahan dan masalah kasus penculikan Adinda kemarin, sedangkan Adinda tidur karena ia harus banyak istirahat agar cepat sembuh.
Selesai mereka mengobrol, sahabat nya Adinda dan Ustad Abrisam pun pamit pulang ke bunda, Ayah dan kakak nya.
**********
Pagi hari nya bunda dan kakak nandi sudah membantu merapikan semua barang yang akan di bawa pulang ke rumah , setelah ia dirawat inap selama lima hari di rumah sakit. Sementara Ayah sedang berada di bandara untuk menjemput Keluarga dari Bandung.
“nandi ada yang ketinggalan kan barang adik mu yang belum kamu masukkan dalam tas nak.”Ucap bunda.
“nggak ada Bunda.”Ucap Kakak nandi.
“Makasih bunda.”Ucap Adinda.
Kami pun berlalu meninggalkan ruangan rawat menuju ke mobil, sampai di mobil. Kakak Ega meambil alih tas Adinda dari Kakak nandi dan memasukkan ke dalam mobil, sedangkan Adinda, bunda dan kakak nandi sudah masuk ke dalam mobil.
Setelah tas di masukkan ke dalam mobil. Kakak Ega langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan Rumah Sakit.
Sesampainya di rumah. Adinda di bantu lagi sama bunda dan juga kakak nandi untuk masuk ke dalam rumah, sementara kakak Ega membawa tas Adinda masuk ke dalam rumah.
Adinda langsung di baringankan di atas kasur untuk beristirahat, karena nanti sore akan di adakan pengajian di kediaman keluarga Pratama untuk menyambut pernikahan nya
Bunda dan kakak nandi pun pergi turun ke bawa untuk menyiapkan beberapa kue dan hidangan untuk Acara pengajian nanti sore.
Sementara di pesantren sedang berlangsung Acara pengajian yang di pimpin oleh Abah nya sendiri, Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi sungkeman kepada Abah, Umi, Paman, bibi, dan Tante dan kemudian dilanjutkan dengan prosesi siraman.
__ADS_1
*********
Sore hari nya semua keluarga sudah bersiap siap menyambut tamu undangan. Acara pengajian hari ini di hadiri oleh teman Ayah sama bunda, Keluaraga dari sahabatnya dan keluarga Ustad Abrisam serta para ustadz dan ustadzah di pesantren.
Saat ini Adinda nampak cantik dan anggun menggunakan baju gamis yang senada dengan bunda, kakak Nandi, dan Umi Ustad Abrisam.
Pukul empat sore semua Tamu undangan sudah berkumpul, Acara pengajian pun di mulai yang di pimpin oleh Abah Hassan dan Ustad Fawwaz sekaligus adiknya Ustad Abrisam yang bertugas untuk membacakan doa.
Setelah rangkaian acara pengajian selesai, di lanjutkan dengan foto calon pengantin bersama keluarga dan tamu undangan, bunda juga mempersilahkan para tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang sudah di sajikan.
Setelah selesai berfoto, kini acara akan di lanjutkan dengan acara siraman, terlihat Adinda sudah mengganti pakaiannya dengan baju gamis Rumah di lilitkan dengan kain batik dan dihiasi dengan rangkaian bunga melati yang harum.
Sebelum melakukan prosesi siraman, Acara di awali dengan Adinda memohon izin melangkah untuk ke jenjang pernikahan.
“Bismillahirrohmannirohim, Bunda Ayah beribu rasa terimakasih adinda ucapan untuk Bunda Ayah yang telah berkomba semenjak Adinda di dalam kandungan Bunda dan perjuangan Bunda Ayah untuk membesarkan Adinda sampai sekarang ini. Adinda memohon maaf kepada Bunda dan Ayah, karena selama ini Adinda belum bisa membahagiakan kalian dan Adinda memohon maaf kepada Bunda Ayah jika selama ini Adinda sering banyak salah.”Ucap Adinda yang mulai menetes air mata.
“Ayah Bunda, Adinda mohon izin untuk menikah dengan lelaki yang telah Adinda pilihan, Adinda mohon restu untuk menikah.”Ucap Adinda yang menetes air mata.
“Ayah sama bunda bangga punya anak seperti mu Adinda, Maaf Ayah sama Bunda jika kami sebagai orang tua bersikap kurang baik dalam mendidik mu selama ini, Ayah sama Bunda merestui kamu menikah dengan lelaki pilihan mu, kami hanya bisa berdoa semoga rumah tangga kalian nanti sakinah mawadah dan warohmah.”Ucap Ayah dengan berlinang air mata.
Setelah selesai melakukan prosesi sungkeman kepada Ayah, bunda, nenek, Tante, om, kakak Ega dan Kakak Nandi, di lanjutkan dengan prosesi siraman dan disitu Adinda sudah duduk dengan Anggun yang dibalut dengan ribuan kuncup melati putih. Momen bahagia itu di badikan oleh sahabat nya sendiri yang memotret adinda yang duduk dengan senyum bahagia.
Satu per satu keluarga Adinda mengguyur dengan air yang sudah di siapkan. Dimulai dari Ayah, Bunda, nenek,kakak Ega dan Kakak Nandi. dan kini dilanjutkan Keluaraga Ustad Abrisam yang dimulai dari Abah, Umi marwah, paman, bibi, Tante dan om ikut serta prosesi siraman ini.
Setelah dirasa cukup adinda langsung masuk ke kamar yang di gendong Ayah dan Bunda yang memegang handuk Adinda. Sebagai simbol kasih sayang Ayah Bunda yang ikhlas mengantar Adinda menuju pernikahan.
Kemudian Adinda berganti pakaian, Adinda kembali lagi bergabung dengan para tamu undangan, keluarganya dan keluarga Ustad Abrisam untuk mengucapkan terima kasih atas kehadiran nya di Acara pengajian nya dan tidak lupa Adinda memberikan souvernir secara langsung kepada para tamu undangan.
Setelah itu para tamu undangan pun pamit pulang dan di lanjutkan dengan keluarga Ustad Abrisam, para Ustad dan Ustazah.
Setelah mereka pergi Adinda mengajak Sahabatnya untuk berkumpul dengan adik nya dan sepupu nya yang berada di atas.
__ADS_1