Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 67 - Ngidam dan Teror


__ADS_3

Kini Adinda sudah sampai di kampus dan saat turun dari mobil dia langsung disambut oleh ketiga sahabatnya.


“Assalamualaikum Dinda.”Ucapan Salam ketiga sahabatnya.


“Waalaikumsalam sahabat ku.”Jawab Adinda.


Lalu telah itu mereka langsung aja pergi masuk ke kelas.


Tapi tiba tiba ditengah jalan mereka tidak sengaja bertemu dengan teman mereka yang sama-sama anak fakultas kedokteran.


Disitu temannya memberikan buku yang ditimpakan pak Arya padanya tadi dan sekalian dia juga menanyakan sudah beberapa berbulan kandungannya Adinda.


Adinda yang ditanya itu pun hanya menjawab kandungan nya sudah mau jalan empat bulan sambil memberikan senyuman manisnya.


Setelah itu temannya pun pamit pergi masuk ke kelas nya dan mereka yang mendengar itu hanya mengiyakan aja sambil persilahkan dia.


Lalu telah temannya pergi, Adinda dan ketiga sahabat nya pun melanjutkan kembali perjalanan untuk masuk ke kelas mereka.


Sesampainya didalam kelas mereka langsung berjalan cepat menuju ke kursi mereka dikarenakan pas mereka masuk ke kelas dosen mereka pun juga ikut masuk dan mereka semua langsung memulai mata kuliah mereka.


Beberapa jam kemudian dosen mengakhirkan mata kuliah nya, Lalu semua Mahasiswa mahasiswi pun pergi keluar dari kelas untuk beristirahat dan termasuk Adinda dengan tiga sahabat nya yang langsung pergi beristirahat di kantin.


***************


Kini Adinda dan ketiga sahabat nya sudah sampai di kantin, lalu mereka pun mencari tempat duduk yang kosong dikarenakan semua meja di kantin sudah nampak di penuhi oleh mahasiswa yang beristirahat.


Setelah mendapat meja mereka pun memulai memesan makanan.


“Hei kalian mau pesan apa ini biar aku pesan kan.”Tanya Alexa.


“Aku pesan seperti biasa lexa.”Saut Nissa.


“Aku juga sama lexa.”kata Zahra.


“Kamu mau pesan apa Dinda.”Tanya Alexa ke Adinda yang dari tadi diam aja sambil meminum susu kontak hamil yang ia bawa dari rumah.


“Aku kaya pesan mie Ayam aja lexa tapi mie Ayam harus di kasih peres jeruk nipis.”Ucapan Adinda yang pesan mie ayam.

__ADS_1


“Tapi minumnya apa Dinda.”Tanya Alexa.


“Ah..Minum nya air mineral water aja lexa.”Kata Adinda.


“Baiklah ditunggu dulu pesanannya.”Ucap Alexa yang menyuruh sahabat menunggu sedangkan mereka yang mendengar itu hanya mengangguk.


Baru aja Alexa berjalan beberapa langkah untuk memesan makanan tiba-tiba Adinda memanggil nya.


“Alexa.... tunggu dulu.”Panggil Adinda.


“Iya Dinda ada apa.”Tanya Alexa memberhentikan jalan.


“Lexa tambah lagi aku mau pesan ceker ayam pedas.”Ucap Adinda yang tiba-tiba terlintas dipikiran nya ingin makan ceker ayam pedas.


“Tapi Dinda kamu mulai kapan suka makan ceker setau kami kamu tidak suka makan ceker.”Tanya Nissa.


“Aku juga nggak tau tiba-tiba dipikiran ku terlintas ceker yang dimasak menggunakan bumbu pedas yang nampak lezat dan gurih.”Ucapan Adinda seraya menjilati bibir nya.


“Wah kayanya Dinda lagi ngidam deh.”Tebak Nissa.


“Iya udah kalau ini permintaan keponakan aunty, aunty akan pesankan tapi keponakan sayang aunty ini harus sabar yah jangan membuat umi mu susah.”Kata Alexa sambil mengelus perut Adinda yang sedikit membuncit dan telah itu Alexa pun pergi memesan kan makanan.


Setelah Alexa pergi mereka bertiga pun langsung fokus dengan handphone mereka masing-masing, Tapi tiba-tiba Nissa memanggil Zahra yang lagi fokus dengan handphone nya.


“Zahra....”Panggil Nissa.


“Iya ada apa sih Niss.”Saut Zahra yang menatap Nissa.


“Btw aku mau tanya kemarin di mall kamu ngapain pergi masuk ke toko perhiasan bersama dengan cowok yang ada di acara pernikahan kakak Nandi waktu itu dan ditambah lagi pas aku panggil kenapa kamu nggak dengar.”Tanya Nissa yang menatap Zahra.


“anu..... Kemarin itu aku diminta sama dia untuk membantunya mencarikan hadiah ulang tahun untuk mamanya dan sekalian juga aku membelikan hadiah untuk kakak ipar ku yang sebentar lagi juga ulang tahun.”Ucap Zahra yang gugup.


“kalau masalah aku nggak dengar kamu itu mungkin aja karena aku sedang berbicara dengan kakak Rico ditelpon.”Ucapan Zahra. Adinda yang dari tadi menjadi pendengar itu hanya mengangguk aja dengan jawaban Zahra.


Sementara Nissa yang belum puas dengan jawaban Zahra itu pun mencoba untuk menanyakan lagi tapi sudah di hentikan oleh Adinda dan ditambah dengan kedatangan Alexa yang membawa nampan berisi pesanan mereka.


“Hei kalian sedang berbicara apa nih kenapa nggak ngajak aku.”Saut Alexa yang baru datang membawa nampan berisi pesanan mereka.

__ADS_1


“Oh nih lexa tadi Nissa tanya ke Zahra pas kamarin dia melihat Zahra masuk ke toko perhiasan bersama cowok yang ada di Acara kakak Nandi waktu itu, terus Zahra jawab dia diminta tolong sama dia untuk membantu mencari hadiah ulang tahun mamanya dan sekalian juga mencari hadiah ulang tahun untuk istri kakak Rico yang sebentar lagi ulang tahun.”Ucap Adinda yang menceritakan.


“Oh gitu toh aku kira kira ada yang serius.”kata Alexa sambil menaruh pesanan mereka di atas meja.


Setelah itu mereka berempat pun memulai memakan pesanan mereka dengan diselingi obrolan receh mereka yang bikin ketawa.


Tak lama mereka berempat selesai dengan makannya, lalu setelah itu tiga sahabat Adinda kembali lagi ke kelas. Sedangkan Adinda sendiri langsung pergi ke toilet sebelum kembali ke kelas.


Sesampainya di toilet adinda pun masuk. Beberapa menit kemudian Adinda pun keluar, lalu dia berjalan ke wastafel untuk mencuci tangan nya dan saat Adinda sudah selesai mencuci tangannya handphone nya tiba tiba-tiba berbunyi.


Lalu Adinda pun mengangkatnya.


“Assalamualaikum, Hallo siapa ini.”Tanya Adinda.


“........”tak ada jawaban dari sang penelepon.


“Hallo, ada orang disana.”Tanya Adinda


“...........”masih tak ada jawaban.


“Hallo, kalau anda nggak berbicara telpon nih akan saya tutup.”tegas Adinda yang mulai emosi sambil melirik jam di hpnya yang sebentar lagi jam kuliah berikut nya.


buuuk... buuakh....


Namun tiba-tiba ada suara aneh di balik layar telpon. Lalu Adinda menempelkan hpnya untuk mendengar suara apa itu.


Lama kelamaan Adinda mendengar suara itu, dia pun mulai mengenal suara ini yang adalah suara tongkat kayu dipukul dilantai.


“Hallo siapa nih.”Tanya Adinda yang tegang.


“Buukk.... buuakh... ahhk..”orang itu terus aja memperkeras memukulnya dan terdengar juga suara orang yang menjerit kesakitan.


“Hallo siapa yang disana tolong jawab.”Tegas Adinda mulai takut.


“Hahaha.... hihi...”Rekaman suara ketawa yang menyeramkan.


“Hei siapa kamu, tolong jawaban saya.”Teriak Adinda tapi nyata telponnya sudah ditutup orang diseberang sana.

__ADS_1


__ADS_2