
Masih dihari yang sama tepatnya di Ruangan Rawat Nadira. Alexa Zahra dan Nissa sudah cekikikan melihat kebodohan Marvin yang mengatakan Adinda memesan tas tapi nyatanya Adinda memesan kue Red velvet dan tambah lagi dia juga menyamakan Adinda kaya wanita diluar sana yang suka menghamburkan uangnya untuk membeli barang yang terlalu berlebihan.
“Sssttthhh. Zahra Nissa dan lexa sudah jangan ketawa lagi kasih itu Marvin.”Teguran Nadira dengan suara lemah.
“Maaf kak tapi itu lucu sekali.”Ucap mereka.
“Iya honey biarkan saja mereka ketawa itukah memang lucu.”Ucap Doni.
“mas juga jangan begitu bagaimana pun Marvin juga adik kita mas jadi jangan diketawain lagi.”Ucap Nadira yang menegur suaminya.
“maaf honey.”Ucap Doni yang merasa bersalah.
“Hmm...”Nadira cuma dehem aja
Tiba-tiba terdengar suara pintu ruangan rawat Nadira terbuka dan orang yang mengucapkan salam.
“Assalamualaikum.”Ucap salam Riko dan vano
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka yang ada di ruangan rawat Nadira.
“Hei ada kak Riko dan kak vano silahkan masuk kak.”Ucap Dinda.
“Iya Din.”Ucap Riko dan vano yang berjalan masuk.
“bagaimana keadaan Kakak sekarang.”Tanya Riko.
“Alhamdullilah keadaan aku sudah sedikit membaik Riko dan Kata dokter lusa aku bisa pulang kalau nggak ada keluhan lagi.”Ucap Nadira.
“Syukurlah keadaan sekarang sudah sedikit membaik.”Ucap Riko dan vano.
“hey Marvin tuh wajah mu kenapa bisa kusut gitu.”Tanya Riko yang melihat wajah Marvin
“Nggak ada apa.”Ucap Marvin ketus.
“Santai kak Marvin jangan ketus dong jawabannya.”Ucap Vano sambil menepuk pundak Marvin.
“kalian nih datang kesini itu mau menjenguk kakak Nadira atau mau memojokkan aku sih.”Tanya Marvin yang sebel.
__ADS_1
“Marvin kamu jangan gitu dong sama Riko dan vano.”Ucap Nadira yang menasihati adik sepupunya keponakan dari suami Tantenya.
“Gak apa kak nih memang salah kami, tujuan kami datang kesini itu memang bukan cuma menjenguk kakak aja dan melainkan juga mau menyampaikan sesuatu yang penting tapi kita bicaranya nggak bisa disini.”Ucap Riko
“Baiklah yuk kita keluar.”Ucap Ega.
“Kalian tolong jaga kakak Nadira, karena kami mau keluar dulu.”Ucap Ega.
“Iya kakak.”Ucap Adinda dan ketiga sahabatnya. Lalu ega pun pergi keluar dari ruangan rawat Nadira dan ikuti Doni Marvin Riko dan vano.
Sesampainya di rumah mereka pun langsung duduk di kursi yang sudah tersedia di Rumah sakit.
“Apa yang ingin kalian sampaikan ke kami.”Tanya Ega.
“gini Ega kami mau menyampaikan penyelidikan kami tentang kasus kecelakaan yang dialami kakak Nadira.”kata Riko
“Apa yang kalian dapatkan dari hasil penyelidikan kalian tentang kecelakaan yang dialami istri ku.”Tanya Doni.
“hasil yang kami dapatkan adalah bahwa pelaku yang nabrak kakak Nadira waktu itu berada di sebuah desa yang ada di Sumatra tapi saat kami mendatangi desa itu perlakuan itu sudah kabur ke London.”Kata Riko
“Maaf kakak Ega nggak kasih tau karna beberapa hari nih kami melihat kalian sangat sibuk mengurus perusahaan dan berganti saling menjaga Kakak Nadira di Rumah Sakit yang sedang mengalami koma, jadi terpaksa deh kami yang mencarinya dan tidak kasih tau kalian.”kata vano.
“iya udah nggak apa-apa yang terpenting kita sudah tau dimana keberadaan pelaku yang nabrak kakak Nadira dan sekarang yang perlu kita lakukan adalah menangkap pelaku itu dan menanyakan siapa dalang yang menyuruhnya untuk menabrak dinda tapi yang tertabrak malah kakak Nadira.”kata Ega.
“iya ega, kalau itu aku sama vano pamit mau kembali kekantor dulu yah dan jangan lupa sampai salam kami ke kakak Nadira.”kata Riko
“Baik nanti aku sampai salam kalian.”kata Ega.
“Assalamualaikum.”Ucap Riko yang lalu berjalan keluar dari Rumah Sakit dan diikuti Vano dari belakang.
“Waalaikumsalam.”Jawab Ega Marvin dan Doni yang melihat kepergian Riko dan vano dari Rumah Sakit. Lalu telah kepergian Riko dan vano, Ega Marvin dan Doni pun kembali masuk ke Ruangan rawat Nadira.
“Loh Kak vano sama kak Riko mana kak.”Tanya Adinda yang melihat kakak-kakaknya masuk tapi tidak dengan vano dan Riko.
“mereka sudah pergi Dinda.”kata Ega.
“kok cepat sekali mereka pergi nya kak kah mereka barusan datang.”Tanya Adinda.
__ADS_1
“kenapa cepat sekali mereka pergi nya kak.”Tanya Dinda.
“Kakak juga nggak tau Din karena tadi mereka cuma bilang pamit kembali kantor dan sekalian mereka juga menitipkan salam untuk kakak.”kata Ega.
“Hmm....”Dehem Adinda.
*****************
Tak terasa Nadira di rawat rumah sakit sudah hampir semingguan dan ini Nadira sudah diperbolehkan dokter untuk pulang ke Rumah dengan satu syarat Nadira harus banyak istirahat.
Karena Nadira sudah diperbolehkan pulang Adinda dan bundanya pun membantu Nadira untuk bersiap-siap dan membereskan barang-barangnya yang akan di bawa pulang.
Sesudah membereskan barang Adinda dan bunda pun langsung bawa Nadira keluar dari rumah sakit menuju ke mobil yang sudah ditunggu oleh supir keluarga pertama.
Sesampainya di mobil sopir pun langsung membuka pintu mobil untuk Nadira dan bunda sama Adinda pun membantu Nadira masuk ke mobil.
Sedangkan barang-barangnya Nadira sudah dimasukkan sopir kedalam bagasi mobil.
Lalu telah itu sopir langsung menjalankan mobil meninggalkan rumah Sakit menuju Kediaman keluarga Pratama.
Tak lama mereka pun sampai di Rumah, lalu sopir pun membuka pintu mobil untuk majikan dan telah turun dari mobil Adinda dan bunda pun langsung membawa Nadira masuk ke dalam Rumah sambil membawa barang Nadira.
“Assalamualaikum.”Ucap salam Adinda.
“Waalaikumsalam.”jawab pembantu rumah tangga orang tuanya Adinda.
“hei non Nadira sudah pulang.”Tanya pembantu rumah tangga bunda.
“Iya sudah bibi.”kata Nadira.
“Bibi tolong buatkan makan untuk Nadira ya bibi dan saya dan Dinda mau antar Nadira ke kamar dulu.”Kata bunda, lalu telah itu bunda dan Adinda pun berjalan mengantar Nadira ke kamarnya.
“Baik nyonya.”kata pembantu rumah tangga bunda sebelum bunda dan Adinda pergi mengantar Nadira ke kamar.
Sesampainya di kamar Adinda dan bunda pun langsung menaruh barang Nadira dan juga membaringkan Nadira ke tempat tidur untuk beristirahat dulu sebelum makan disiapkan bibi.
Lalu telah itu Adinda dan bundanya pun keluar meninggalkan Nadira untuk beristirahat dulu.
__ADS_1