Ustadz Adikku Jodohku

Ustadz Adikku Jodohku
Bab 35 - Penyelamatan


__ADS_3

“Kamu sekarang berada di villa gue yang ada di puncak Din, dan tadi kamu tanya kenapa aku membawa kamu kesini itu agar kamu tidak jadi menikah dengan orang lain selain diri gue dinda.”Ucap Haris.


“Haris kenapa kamu melakukan ini kepada aku, Apa salah ku Haris sampai kamu melakukan ini.”Ucap Adinda.


“ kamu tidak salah apa - apa sama gue Din, tapi yang salah itu orang yang telah melamar kamu dan gue juga tidak terima kalau kamu menikah dengan orang itu selain kamu menikah sama gue Din, jadi gue terpaksa melakukan ini agar kamu tidak menikah dengan orang itu.”Ucap haris


“Haris kamu sudah gila ya, aku sudah bilang sama kamu, kalau aku tidak akan mau balikan lagi sama kamu, sekarang aku ini adalah calon istri orang lain haris dan kamu tidak ada berhak mengganggu calon istrinya haris.”Ucap Adinda.


“Iya din, aku memang sudah gila karena diri gue sangat mencintai mu dan gue tidak lelah kalau kamu jadi miliki orang lain dan besok pagi adalah hari bahagia buat kita dan semua itu tidak ada yang akan menghalangi gue untuk memiliki mu din 😀😏.”Ucap Haris sambil menggenggam kedua tangan Adinda.


“Apa maksud mu Haris dengan kata mu tadi.”Ucap Adinda


“kamu tanya maksud gue.”Ucap Haris tersenyum sinis.


“iya Haris.”Ucap Adinda


“gue akan jelaskan ke kamu Din, apa yang gue bilang tadi kalau besok pagi gue akan menikahi kamu dan semua persiapan pernikahan nya sudah gue siapkan sebelum gue bawa kamu kesini.”Ucap Haris.


Adinda yang mendengar itu sangat terkejut dengan apa yang akan Haris lakukan besok pagi ke dirinya, Adinda pun memohon untuk batalkan rencana itu, haris tetep bersikeras tidak mau batalkan rencana itu, Adinda tidak mendapatkan respon darinya langsung mendorong Haris dan ia langsung lari ke depan pintu untuk mencari jalan keluar dari sini, Haris yang melihat Adinda kabur, ia pun menyuruh anak buahnya untuk mengejar Adinda agar ia tidak kabur dari sini.


Adinda yang dikejar oleh anak buah Haris, terus aja berlari tanpa henti, tapi sayang nya Adinda tertangkap oleh anak buah Haris dan ia langsung dibawa ke hadapan Haris.


Adinda yang di bawa paksaan oleh anak buah Haris terus aja berteriak dan memberontak, agar ia di lepaskan, tapi mereka tidak mau melepaskan dirinya.


Haris yang melihat Adinda yang sudah tertangkap, langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa ke dalam kamar dan tidak lupa ia menyuruh anak buahnya untuk dikunci pintu kamar nya.


Sesampainya dalam kamar, Adinda langsung di lempar ke kasur, mereka langsung pergi dan tidak lupa mereka mengunci pintu kamar.

__ADS_1


Adinda yang mendapat perilaku seperti itu, mohon perlindungan dari Allah SWT dan minta di kirimkan pertolongan, agar dirinya bisa lepas dari sini.


**********


Sementara di kediaman keluarga Pratama bunda yang mendengar putri nya diculik terus aja menangis di pelukan Ayah. Ayah yang melihat istrinya menangis terus menenangkan istrinya walupun Ayah juga sama merasakan sedih atas diculik nya putrinya, tapi Ayah harus nampak kuat didepan istrinya dan putri Nandi.


Sedangkan Nandi langsung pergi ke dapur untuk mengambil air putih untuk bunda, agar bunda agak tenang.


“Bunda minum dulu airnya.”Ucap Nandi yang memberikan segelas air putih.


“Nandi.., bunda tidak buntu air minum, Bunda hanya ingin putri bunda cepat ditemukan.”Ucap bunda.


“Istighfar bunda, kita hanya bisa berdoa aja agar putri kita cepat ditemukan.”Ucap Ayah mengelus punggung bunda, bunda yang mendengar nasihat dari suaminya hanya diam sambil berdoa agar putri nya cepat ditemukan.


“Nandi sini kan air putih nya nak.”Ucap Ayah yang minta air putih itu kepada Nandi.


“iya Ayah, ini air putih nya.”Ucap Nandi memberikan gelas itu kepada Ayah


“Makasih Ayah.”Ucap bunda yang langsung minum air putih itu.


Sedangkan di tempat lain Ustad Abrisam dan kakak Ega sedang berusaha untuk mencari Adinda di seluruh tempat, Tiba-tiba kakak Ega teringat bahwa di handphone Adinda itu ada terpasang GPS, Kakak Ega pun memeriksa GPS yang ada di handphone untuk mengetahui posisi Adinda yang sekarang.


Kakak Ega pun mendapat posisi Adinda yang sekarang berada di puncak dan ia pun langsung menghubungi polisi untuk meluncur ke tempat penyekapan Adinda yang sudah ia kirimkan lewat WhatsApp tadi. Sementara Ustad Abrisam yang mendengar itu langsung meluncur ke puncak untuk menyelamatkan Adinda.


Dalam waktu 1 jam, Ustad Abrisam dan kakak Ega sampai di puncak dan mereka pun memantau sebuah villa yang menjadi tempat menyekap Adinda, karena polisi belum datang.


Saat mereka memantau villa itu, mereka mendengar ada seseorang yang berteriak minta tolong di lepaskan itu, karena mereka mengenal suara orang yang minta tolong itu adalah suara Adinda.

__ADS_1


Mereka langsung aja pergi masuk tanpa polisi, karena mereka takut terjadi apa-apa dengan Adinda.


Brak.... Brak....


“Hey kalian siapa, berani nya kalian masuk ke villa Bos kami.”Teriakan Anak buah Haris bertanya Ustad Abrisam dan kakak Ega.


Ustad Abrisam dan Kakak Ega menghiraukan teriakan anak buah Haris, mereka langsung memperiksa Ruangan di villa itu.


“Hey kalian belum Jawab, kalian ini sebenarnya siapa, berani masuk ke dalam villa Bos kami dan kalian juga berani memperiksa Ruangan yang ada di villa.”Ucap Anak buah Haris yang bertanya sambil memberhentikan mereka untuk memperiksa ruangan yang ada di villa ini.


“kalian tidak perlu tahu kami ini siapa, kami hanya ingin tau dimana bos kalian menyembunyikan Adik ku.”Ucap kakak Ega


“ohh kalian kakak nya, tapi sayang nya kami tidak akan memberikan tahu kalian dimana bos menyembunyikan.”Ucap anak buah Haris.


“Kalian berani sekali tidak memberikan tahu kami dimana bos kalian menyembunyikan adikku.”Ucap kakak Ega yang sangat marah dan ia langsung aja menonjok anak buah Haris itu, sampai mereka memberi tau di mana bos mereka menyembunyikan, sedangkan Ustad Abrisam terus memberhentikan Kakak Ega untuk memukul nya, tapi sayang Kakak Ega tidak menghiraukan kata Ustad Abrisam, karena baginya yang terpenting Adiknya ditemukan.


Tiba tiba salah satu anak buah Haris itu memberikan tau kami di mana Adinda di sembunyikan, kakak Ega menyuruh nya untuk menunjukkan jalan nya, sementara Anak buah Haris yang satu lagi kabur.


Sesampainya kami di Ruangan tempat Adinda di sembunyikan, mereka melihat Adinda yang pingsan dengan kepala yang terluka sambil tangan dan kaki nya diikatkan.


Kakak Ega langsung membuka tali yang mengikat tangan dan kakinya Adinda dan langsung menggendong Adinda ke mobil, sedangkan polisi baru aja datang dan langsung membawa anak buah Haris ke kantor polisi.


Sesampainya di dalam mobil, Ustad Abrisam langsung melanjutkan mobil nya untuk membawa Adinda ke rumah sakit.


Dalam perjalanan sekitar 45 menit kami sampai di rumah sakit, Kakak Ega menggendong Adinda masuk kedalam sambil berlari memanggil suster.


Suster pun datang dengan mendorong brankar, kakak Ega membaringkan Adinda brankar dan sambil mendorong brankar itu ke ruangan rawat.

__ADS_1


Adinda langsung di tangan oleh dokter di dalam, sementara kakak Ega langsung menghubungi Ayah sama bunda, kalau Adinda sekarang berada di rumah sakit.


Sedangkan Haris yang mendapat informasi dari anak buahnya yang kabur tadi tentang adinda yang sudah di selamatkan, Haris yang mendengar itu langsung memesan tiket ke luar negeri, agar dirinya terhindar dari kejar polisi, karena ia tidak mau masuk ke penjara.


__ADS_2