Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Rahasia 2


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


"Kenapa kamu merahasiakannya dariku mas?" Ku ulang lagi pertanyaanku.


Ada sedikit getar di mata hazelnya yang sedikit terkejut itu.


"Karena hati kamu terlalu baik sayang.. Mas takut kamu akan menyerah dan menyuruh mas untuk tetap bersama Kirana jika kamu tau keadaan Kirana saat itu" Ucapnya tanpa menoleh "Mas ga akan sanggup kehilangan kamu" imbuhnya lagi.


Ku genggam tangannya dan bergelayut manja di lengannya "Aku sudah pernah bilang kan mas dulu, aku ga akan pernah meninggalkan kamu apapun yang terjadi"


"Tapi tetap saja mas takut, kalo seandainya dulu kamu tau keadaan Kirana. Apa yang akan kamu lakukan?" Dia menoleh dan menatapku. Mencari kesungguhan di wajahku.


"Setidaknya, aku ingin berdamai dengannya mas. Dan mengambilmu secara baik-baik darinya, meskipun aku tau dia masih tetap akan terluka saat melepasmu. Sebagai sesama wanita, aku tentu tau bagaimana rasanya berada dalam kondisi seperti dia. Aku hanya ingin berdamai dengannya dan menguatkannya" Ujarku masih dengan menatap laut di depan kami yang sekarang langitnya sudah sedikit berubah warna menjadi keemasan.


"Kirana bukan wanita yang bisa kamu ajak berdamai begitu saja sayang, apalagi kamu mengambil miliknya. Yang ada malah dia akan mengeluarkan kata-kata pedasnya yang akan melukaimu" Ujar mas Gerry lembut.


"Keluarga Widjaya masih akan tetap bisa mempunyai keturunan. Kamu tau sendiri kan ilmu kedokteran sekarang semakin canggih?" Imbuhnya lagi.


"Iya.. apalagi kalau uang sudah ikut berbicara" Aku terkikik pelan.


Diusak nya rambutku dengan gemas "Ga ada yang lebih penting dari kamu sayang.. mungkin itu adalah cara Tuhan untuk menghukum Kirana yang menyakitimu"

__ADS_1


"Dia sangat mencintai kamu mas, perpisahan kalian pasti sangat menyakitkan untuknya" Ujarku setelah menenggak minuman yang di berikan mas Gerry tadi.


"Caranya mencintai mas itu yang salah sayang.. Bukannya mencari perhatian dengan menjadi istri yang baik malah bermain-main dengan suami orang lain hingga membuat mereka bercerai. Dan ini juga pun mungkin cara Tuhan untuk menegurnya, biar dia merasakan rasa sakit yang pernah kamu alami dulu saat berpisah dari suamimu" Ucapnya dengan mengelus lenganku.


"Jangan di bahas lagi ya, sudah cukup. Mas ga mau membahas sesuatu yang tidak penting yang mengganggu honeymoon kita. Lebih baik kita bekerja keras saja sekarang. Karena tujuan kita kemari adalah untuk membuat Gerry junior yang lucu-lucu" Ucapnya lagi dan menggendongku begitu saja.


"Aku masih ingin melihat sunset mas" Teriakku gemas.


"Turunin aku.. malu aku mas.." Aku meronta.


Diturunkannya tubuhku dan di peluknya "Terima kasih sudah melengkapi hidup mas yang sekarang manjadi berwarna karena kehadiranmu sayang.." Ujarnya sambil membenahi anak rambut di wajahku yang berantakan karena diterpa angin.


Ditangkupnya kedua pipiku dengan kedua tangannya yang kekar kemudian mencium bibirku dengan lembut. Ku balas dengan memeluk pinggangnya erat dan membuka bibirku untuk memberi lidahnya celah agar bisa lebih leluasa menciumku.


Saat ciuman kami berubah menjadi panas, aku menghentikannya "Ke kamar saja mas, ga enak disini banyak yang lihat"


Dia tersenyum dan menggandengku dengan langkah tergesanya. Laki-laki yang sedang menggandeng tanganku ini adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku. Aku sangat mensyukurinya terlepas dari semua rasa sakit yang pernah ku rasakan. Terlepas dari beratnya perjuangan kami hingga kami bisa bersatu seperti ini.


"Gue udah bilang kan kalo kita bakal ketemu lagi" Ucap seseorang dari belakangku.


"Eh.." Aku menoleh dan mendapati Angga sedang tersenyum dengan begitu manis kepadaku.


"Mana suami lo?" Ujarnya sambil celingukan.


Tiba-tiba mas Gerry sudah duduk di sampingku. Ku lirik sekilas Angga yang masih tetap tersenyum padaku namun tak kuhiraukan.


Kami sedang menonton tari kecak di ubud. Namun aku kembali bertemu dengan Angga disini. Bukan hal yang begitu mengejutkan, karena objek wisata yang ku kunjungi memang yang paling terkenal di Bali.


Teriakan-teriakan dari arah segerombolan anak muda di belakang kami sedikit mengganggu konsentrasiku. Mereka begitu berisik menyindir Angga karena mendekatiku yang sudah berstatus istri orang.


Ku lihat wajah mas Gerry yang tampak biasa saja tak terganggu dengan suara berisik dari belakang kami. Padahal aku sudah takut dia akan salah paham.

__ADS_1


"Biarkan saja" Ujar mas Gerry tanpa menoleh.


Aku kembali fokus menonton tari kecak yang merupakan tarian adat Bali tanpa menghiraukan suara berisik di belakangku. Namun belum selesai tarian itu, mas Gerry sudah mengajakku pergi dari situ.


"Kamu sepertinya tidak nyaman" Ujar mas Gerry begitu kami berhasil keluar dari kerumunan orang-orang yang menonton tarian adat bali itu.


"Iya.." Jawabku jujur.


"Mau kembali ke hotel? atau berjalan-jalan dulu di sekitar sini?" Tawarnya.


"Jalan-jalan dulu saja mas" Ujarku kemudian menggandengnya dan berjalan santai.


Setelah berjalan-jalan dan mengenal sedikit demi sedikit adat budaya Bali, dan membeli beberapa oleh-oleh khas Bali, kami kembali ke hotel.


"Istriku sangat cantik, tidak heran ada anak muda yang begitu tertarik padamu" Ucapnya saat kami berbaring melepas lelah setelah berjalan-jalan seharian.


"Tapi aku milikmu lahir batin mas.." Sangkalku sambil memeluknya.


"Mas tau, dan mas sangat bangga bisa memilikimu dan di cintai kamu" Ujarnya sambil memejamkan matanya.


"Aku mencintaimu mas, saaaaangat mencintaimu. Jika saja ada kata di atas kata cinta yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan aku ke kamu" Ucapku tanpa rasa malu.


"Cinta kamu ga ada apa-apanya di banding cinta mas ke kamu" Ucapnya kemudian melum*t bibirku "Mas ga akan membiarkanmu tidur sedetikpun malam ini, setelah puasa selama satu minggu lebih, kata dokter ini adalah masa suburmu. Mas akan memasukimu berkali-kali sampai kamu lemas" Ujarnya usil.


"Dasar mesum"


TBC


Like & Comment plissss


Thanks Utk Vote dan semangatnya 😍😍

__ADS_1


__ADS_2