Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Foto


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


"Temenin mas bentar ya.. ada pekerjaan yang harus mas selesaikan di kantor sekarang. Dan harus dikirim malam ini juga" Ujarnya yang masih fokus dengan jalanan di depannya.


"Iya mas.." jawabku.


"Nanti kalo kamu ngantuk, kamu bisa tiduran di kantor mas. Ga ada kamar sih, tapi ada sofa nya" Imbuhnya lagi.


Mungkin dia melihatku yang terus menguap sedari tadi "Iya..."


"Maaf ya... Jadi ganggu waktu istirahat kamu.." Ucapnya dengan penuh penyesalan.


"Ga papa mas.. Lagian aku juga pengen tau kantor tempat kamu bekerja" Ujarku menenangkannya.


Jadi ini perusahaan milik keluarga 'Soewridjo' itu? Gedung pencakar langit yang begitu tinggi ini membuatku merasa ciut. Pantas saja, begitu banyak nol yang dikirimkan tuan Rendra padaku agar aku meninggalkan Gerry. Ternyata memang uang segitu tidak ada artinya sama sekali di mata keluarganya.


Ku ikuti langkah Gerry yang panjang-panjang dengan genggaman tangannya di tanganku. Apa tidak apa-apa? Ada banyak security yang sedang berjaga dan berlalu lalang memeriksa keamanan. Ku lepaskan genggaman tangannya.


Langkahnya terhenti "Kenapa?" tanya nya bingung.


"Ada banyak mata yang melihat mas, aku ga enak" Jawabku dengan sedikit memberi jarak.


"Ga apa-apa sayang.." Ucapnya dengan kembali menggenggam tanganku.


"Aku nya yang apa-apa mas.. Status kamu masih suami dari Kirana" Ku lepaskan kembali tangannya.

__ADS_1


"Di sini ga ada yang tau kalo mas anak dari yang punya perusahaan, kamu ga perlu kuatir. Mereka ga akan peduli dengan kisah hidup mas yang kayak sinetron" Ujarnya berusaha bergurau.


Di genggamnya kembali tanganku "Jangan di lepas lagi kalo ga mau mas hukum nanti setelah sampai di ruang kerja mas" Ancamnya.


Aku menciut "Baiklah.." aku begitu takut mendengar kata 'hukuman' yang di ucapkannya. Karena itu berarti dia akan melakukan sesuatu. Tapi sejauh ini dia tidak pernah melebihi batas. Karena aku yang meminta untuk tidak melakukannya sampai kami benar-benar resmi. Dan dia menurut.


Begitu memasuki ruang kerjanya aku terheran-heran. Sesuai sekali dengan karakternya. Semua tertata rapi. Nuansa abu-abu mendominasi ruang kerjanya. Buku-buku berjajaran rapi di rak buku dengan manisnya.


Meja kerjanya pun sangat rapi. Tidak ada satupun yang berserakan atau semrawut. Ah.. pasti asisten atau sekertaris nya yang membereskan ketika dia pulang.


"Mas akan selesaikan secepatnya pekerjaan mas.. Kamu tidur saja kalo ngantuk. Nanti kalo selesai mas bangunin" Ujarnya sambil membuka laptop dan mulai menekuninya.


Ku pandangi wajahnya yang nampak serius saat bekerja. Terlihat sangat mengagumkan. Bagaimana bisa seorang laki-laki se-sempurna dia bisa mencintai janda miskin sepertiku? rasanya seperti mimpi.


Ku ambil kursi dan duduk di depannya. Ku sangga wajahku dengan kedua tanganku dan menatapnya yang sedang serius bekerja. Sesekali keningnya berkerut seperti memikirkan sesuatu. Tentu saja berpikir karena dia sedang bekerja.


"Mas ga bisa konsen kalo kamu liatin mas terus kaya gitu sayang.." Ujarnya sambil terus menatap layar laptop.


"Kamu terlihat keren saat bekerja mas.." aku memujinya.


"Dua-duanya" Jawabku tersipu.


"Yang keren dan ganteng ini kan milik kamu.." Ujarnya sambil melirikku sekilas.


"Diiihhh... seneng banget banget di puji kaya gitu" Aku mencebikkan bibirku meledeknya.


"Emang fakta kan?" Sanggahnya percaya diri.


"Salah pembahasan ini kaya nya..." Ujarku sambil mengambil sebuah bolpoin dan kertas lalu mencoret-coretnya.


Dia tertawa pelan "Kamu lucu.. gemesin.. pengen mas terkam sekarang juga kalo mas ga lagi sibuk"


"Mas udah janji lho... ga kaya gitu dulu sampai sah" aku mengingatkan.


Dia menghembuskan nafasnya kasar "Iyaaa... iyaaa... " Jawabnya kesal.

__ADS_1


Aku tersenyum melihat tingkahnya. Setelah itu hening. Hanya terdengar ketikan-ketikan jarinya yang sedang menari di atas keyboard.


"Mas..?"


"Hnn.."


"Kenapa status kamu di rahasiakan di perusahaan ini?" Tanya ku penasaran.


"Karena papa ingin mas mempelajarinya dari bawah, sampai mas tau dan mengenal perusahaan ini dari akar-akarnya tanpa ada perlakuan khusus dari karyawan-karyawan lain" Ujarnya yang masih sibuk.


"Mas bahkan memulai dengan menjadi anak magang disini" imbuhnya lagi.


"Dan kamu sampai bisa mencapai posisi ini? kamu hebat mas" pujiku padanya.


"Kamu baru tau? kalo pacar kamu se-hebat ini?" Guraunya dengan senyum jahil di wajahnya.


"Diihh.. mulai lagi narsisnya" Aku beranjak berdiri dari kursi dan menuju rak buku yang terdapat banyak jajaran buku tebal disana.


Ku perhatikan satu-satu dan semuanya tentang manajemen. Baru melihatnya saja aku sudah pusing. Ada satu buah buku tanpa judul dengan warna biru menarik perhatianku. Ternyata hanya buku tulis biasa.


Saat ku buka ada beberapa foto berjatuhan dari dalamnya. Ku ambil dan ku perhatikan satu-satu. Aku sangat mengenal wanita dalam foto-foto ini. Wanita gendut bersama anaknya ini akupun sangat mengenalnya. Itu Aku.


Ku tunjuk kan padanya salah satu foto itu.


"Maksutnya apa ini mas?"


TBC


Jangan lupa like nya ya...


Kritik dan sarannya juga komentarnya juga 😍


Terima kasih untuk votenya dan Terima kasih yang sudah mampir baca... 💖💖💖


Di usahakan rada panjang nanti tiap Up nya ya kak... 😘

__ADS_1


__ADS_2