Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
30. Katakan Apa Salahku?


__ADS_3

Wajah Rayden berubah menjadi serius, penolakan Dara yang kesekian kalinya ini benar-benar membuatnya sedih, "Aku salah apa Dara? Saat itu kau yang pergi, kau berkata sudah memiliki kekasih baru sedangkan saat itu kita masihlah sepasang kekasih, itu artinya kau menghianatiku. Seharusnya aku yang marah Dara, tetapi mengapa sekarang kau justru yang terlihat sangat membenciku?"


Dara terdiam, sejujurnya yang dikatakan Rayden ini benar tetapi semua yang terjadi di masa lalu itu hanyalah kenangan lalu yang ingin Dara lupakan. Rayden tidak tahu semua kebenarannya, dan jika Rayden terus menemuinya seperti ini maka cepat atau lambat ia akan tahu alasan sebenarnya Dara pergi hari itu.


"Aku tidak menginginkanmu Rayden! Kau pikir aku bersedia di datangi oleh orang yang tidak aku inginkan?"


"Tapi apa alasannya? Kau dahulu sangat mencintaiku, kita menghabiskan banyak waktu bersama, bagaimana bisa itu menguap begitu saja?"


Kenangan mereka sangatlah banyak, bagaimana keduanya menghabiskan waktu berdua yang sangat lama. Tinggal dalam satu rumah yang sama, membagi kasih sayang dan tentunya saling mencintai dengan cinta yang besar. Bagaimana Rayden begitu baiknya memperlakukan Dara begitu juga sebaliknya.


"Memangnya harus ada alasan untuk membenci seseorang?"


"Kau benar-benar sangat membenciku?"


Dara mengangguk, "Sangat! Jadi kau bisa pergi, bawa juga bunga milikmu!"


Rayden bukanlah tipe orang yang akan mengalah dan membiarkan Dara menjadi milik orang lain, ia akan melakukan segala cara untuk membuat Dara menjadi miliknya.


"Aku akan melakukan apapun agar kau bisa menjadi milikku!"


"Kau gila!"


"Aku memang gila Dara! Aku terbiasa mengotori tanganku dengan darah, aku tidak segan merebut semua orang yang kini berada di sekitarmu hingga hanya menyisakan kau seorang diri dan saat itu hanya aku yang bisa berada di sampingmu, tidak ada siapapun lagi."

__ADS_1


Kedua mata Dara membola, kalimat Rayden itu terucap begitu serius. "Kau tahu tentangnya?"


"Tentu saja tahu, dan aku akan membunuhnya!"


Sebenarnya Rayden tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Dara, ia hanya menebak jika orang itu adalah kekasih Dara. Sedangkan yang Dara maksud adalah putranya.


"Kau benar-benar akan membunuhnya? Dia tidak memiliki salah apapun."


"Lihat saja dalam berapa hari saja dia akan mati mengenaskan! Kau lebih suka aku memotong tubuhnya menjadi sepuluh bagian, atau aku harus mencincangnya untuk memberikannya pada anjing peliharaanku?"


"Sebelum kau melakukan itu aku akan melaporkanmu ke polisi!"


Rayden terkekeh, "Kau tahu bukan aku siapa? Sangat mudah bagiku melakukan itu tanpa meninggalkan bukti sedikitpun, bahkan seekor lalat tidak bisa mengetahuinya, lalu bagaimana dengan polisi."


"Kau tidak tahu jika dia adalah satu-satunya alasanku hidup sampai saat ini! Jika kau ingin membunuhnya, maka kau juga akan melihat mayatku tergantung keesokan paginya!"


Entah mengapa saat telah sampai di luar ia lebih tertarik mengunjungi taman, melihat seorang anak kecil yang tengah bermain sendiri dengan robotnya di bangku taman. Rayden mendekatinya lalu mendudukkan dirinya di samping anak itu.


"Paman sudah menemui pacar Paman?"


Rayden mengangguk, tetapi ekspresi sedih yang lelaki itu tampilkan terlihat oleh Lucas.


"Lalu mengapa Paman terlihat sedih, apakah Paman bertengkar dengan kekasih Paman?"

__ADS_1


"Hanya sedikit masalah," jawab Rayden.


"Paman tidak boleh sedih, biarkan robot ini untuk menghiburmu, dia akan memberikan kebahagiaan untuk Paman."


Lucas menyerahkan robot mainan itu kepada Rayden, membiarkan robot kesayangannya berada di pelukan Rayden.


"Robot ini bernama Lulu, mainkan ini saja jika Paman bersedih, Paman harus menjaga Lulu dengan baik ya!"


Senyuman sekarang mulai terkembang di bibir Rayden, bocah di depannya ini entah mengapa begitu pintar membuatnya tersenyum. Bahkan setelah dikecawakan oleh Dara, ia masih bisa tersenyum karena anak kecil ini.


"Kau yakin ingin memberikan Lulu pada Paman?"


Lucas mengangguk dengan mantap, "Biarkan Lulu menghibur Paman."


"Baiklah, Paman akan menjaga Lulu dengan sangat baik."


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2