
"Ini bukan ke menuju rumahku, kau mau membawaku kemana?"
"Nanti kau juga tahu," jawab Albert dengan santai, sedangkan di tempatnya Anna sudah kesal bukan main.
Mobil itu berhenti di sebuah mansion yang besar dan cukup mewah itu adalah kediaman keluarga besar Anderson, semua anggota keluarga tinggal disitu kecuali Albert dan salah satu kakak Albert yang memilih untuk tinggal terpisah.
"Ini rumah keluargamu?"
Albert mengangguk sebagai jawaban.
"Mengapa kau mengajakku kesini?"
"Memperkenalkanmu pada Mereka."
"Aku tidak mau! Jangan-jangan pikiranmu sudah terganggu, kau itu gila atau bagaimana."
Albert hanya menaikan bahunya, lalu lelaki itu turun dari mobil, memutarinya lalu membukakan pintu untuk Anna.
"Turunlah!" pintanya dengan nada tidak terlalu tinggi tetapi penuh perintah.
Anna tentu tidak beranjak sedikitpun, bukan hanya keraguan tetapi ia benar-benar tidak bersedia untuk turun.
"Seharusnya sekarang kau bersembunyi karena tidak punya nyali untuk bertemu keluargamu, tetapi yang kau lakukan justru menghadap mereka dengan membawaku, kau sedang cari mati?"
"Tapi aku memiliki alasan untuk menemui mereka."
Drtt... Drtt...
Ponsel Anna berbunyi, ia langsung mengangkatnya begitu nama Dara tertera di layar. Tidak biasanya di siang hari seperti ini Dara menghubunginya, karena yang Anna tahu Dara saat ini tengah bekerja.
"Halo."
"Anna bisakah kau datang ke apartemenku?" suara dari seberang sana terdengar bergetar, dari nadanya itu Dara seperti orang yang tengah menangis.
__ADS_1
"Dara, ada apa denganmu?"
"Datanglah kemari."
"Baiklah aku akan segera kesana."
Klik!
Setelah telepon itu dimatikan Anna segera menyimpannya pada tas dan akan melangkah pergi.
"Aku memiliki urusan penting, aku harus pergi."
Tangan Anna dicekal oleh Albert, sekuat apapun Anna berusaha melepaskannya tetapi tidak berhasil.
"Tidak semudah itu bisa pergi."
"Temanku membutuhkanku, dia mungkin baru saja mendapatkan masalah. Aku mohon biarkan aku pergi!"
"Apa?"
"Besok malam kau pergi bersamaku untuk menemui keluargaku."
Anna mendesahkan nafasnya, sekarang ini ia sangat panik karena Dara yang menelponnya dengan keadaan menangis. Biasanya Dara tidak akan menangis seberat apapun masalahnya, bahkan saat dahulu diusir dari rumah, Dara sama sekali tidak menangis.
Maka dari itu pasti sekarang Dara memiliki masalah besar, yanh paling Anna bayangkan adalah Lucas sakit. Anak itu adalah satu-satunya yanh bisa membuat Dara menangis.
"Baiklah, tapi sekarang biarkan aku pergi!" Anna tidak punya pilihan lain, yang penting sekarang ada secepatnya menemui Dara.
Albert menganggukkan kepalanya, "Masuklah, aku akan mengatarkanmu."
"Tidak perlu, yang ada kau justru tidak membawaku ke tempat tujuanku."
"Disini sulit mencari taksi, aku benar-benar akan mengantarkanmu, tidak akan membawamu ke tempat lain."
__ADS_1
Anna menatap wajah Albert dengan seksama mencari hal mencurigakan disana tetapi Anna tidak menemukannya, akhirnya Anna pun krmbali masuk ke mobil dan membiarkan Albert mengantarkannya.
"Dimana rumah temanmu?"
"Apartmen Grandhouse."
Setelah memastikan mengenakan sabuk pengamannya, Albert melajukan mobilnya, tidak terlalu cepat tidak juga terlalu lambat. Sesekali lelaki itu mencuri pandang pada Anna melalui sudut matanya.
Albert akan melakukan apapun agar bisa dekat dengan Anna dan membuat gadis itu jatuh cinta padanya, Albert sudah tidak memperdulikan hilangnya ingatan Anna tentang dirinya, yang penting Anna kembali saja sudah cukup.
Membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk sampai di tempat tujuan.
"Terima kasih sudah mengantarkanku," ucap Anna dengan tulus, ia bukanlah seseorang yang tidak tahu terima kasih.
"Ingat, besok aku akan menjemputmu tepat pukul setengah tujuh malam, kau harus sudah siap!"
"Tentu saja, mana bisa sanggup aku melupakan janji dengan rubah licik sepertimu!" kalimat penuh penekanan itu menjadi kalimat terakhir Anna sebelum ia keluar dari mobil.
Albert hanya menatap punggung Anna yang semakin menjauh, seulas senyum yang selama ini hampir tidak pernah terlihat kini sudah tergambar di bibir Albert.
"Aku mencintaimu Anna."
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
__ADS_1