Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
42. Ancaman.


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


Pintu itu diketuk dengan tidak sabarkan membuat Anna mendegus kesal, baru saja akan menikmati sarapan paginya tetapi sudah ada tamu yang sangat merepotkan. Anna beranjak untuk membuka pintu dan sosok seorang lelaki yang menjadi tamunya pagi ini tidaklah ia kenal.


"Siapa kau?"


Lelaki itu tidak menjawab ia mendorong Anna masuk lalu menutup pintu, ia mengeluarkan pistol miliknya dan menodongkan di depan wajah Anna. Anna terbelalak melihat itu, tidaj di duga tamunya ini bukanlah orang biasa.


"Bujuk Dara agar mau kembali kepadaku, jika tidak aku akan membunuhmu sekarang juga."


Mendengar hal itu tentu saja Anna sudah paham betul, lelaki ini adalah Rayden mantan kekasih yang sudah Dara ceritakan. Seorang gembong mafia yang memiliki kehidupan di luar nalar. Entah mengapa sekarang ketakutan Anna sudah melebur begitu saja.


"Dara pantas mendapatkan kebahagiaannya, biarkan dia bahagia."


"Hanya aku yang boleh memilikinya, tidak orang lain! Buat dia kembali kepadaku atau kau akan mati."


"Kau ingin Dara selamanya hidup dalam kekanganmu? Aku tidak akan membiarkannya sekalipun kau membunuhku, Dara juga akan semakin membencimu jika aku benar-benar mati di tanganmu."


Rayden tentu tahu hal itu, bukan hanya Dara tetapi Albert juga akan menyiksanya hidup-hidup jika ia membunuh Anna. Rayden hanya ingin mengancam Anna agar gadis itu mau membujuk Dara tapi rupanya itu akan sedikit sulit.

__ADS_1


"Aku akan membuatnya bahagia! Dia tidak akan hidup dalam kekangan."


"Bagaimana bisa kau membuat Dara bahagia jika kau adalah sumber rasa sakitnya, selama ini Dara bahagia karena sudah tidak bersamamu, ia memiliki kehidupan baru yang menyenangkan. Aku mohon biarkan seperti itu dan jangan ganggu dia lagi."


Rayden menjatuhkan pistolnya ke lantai, entah mengapa sekarang seluruh tenanganya sudah hilang. Perkataan Anna membuatnya bimbang, kini pikirannya sungguh kacau.


"Terkadang sesuatu tidak bisa berjalan sesuai keinginan kita, mungkin kau bisa dengan mudah membunuh siapapun yang berada di samping Dara tetapi tidakkah kau pikir jika kau juga bisa melihat Dara mati karena kebahagiaannya direnggut? Aku mohon biarkan Dara bahagia dengan kehidupannya yang sekarang."


"Aku tidak peduli, katakan padanya aku akan tetap membunuh siapapun yang bersamanya!" setelah mengatakan itu Rayden melangkahkan kakinya pergi.


***


"Ada apa Anna, mengapa kau kesini?"


"Aku sudah menelfonmu sedari tadi tapi telfonmu mati."


Anna ingin memberi tahu Dara tentang dirinya yang didatangi Rayden tadi pagi, tetapi nomor Dara tidak bisa dihubungi. Karena dirinya juga adalah seorang penganguran yang belum memiliki pekerjaan maka ia tidak keberatan untuk menyusul Dara ke tempat ini.


"Memangnya ada apa?"

__ADS_1


"Tadi pagi Rayden mendatangiku, dia membawa pistol untuk mengancam membunuhku jika aku tidak membuatmu dekat dengannya."


"Apa?!"


Dara terkejut mendengar betapa nekatnya Rayden, lelaki itu memang sering berbyat hal diluar nalar karena ia dapat melakukan apapun dengan sangat mudah. Sehingga ia terbiasa untuk menyelesaikan sesuatu dengan cara yang instan.


"Kau bilang menitipkan Lucas di penitipan anak? Bagaimana apakah dia aman?"


"Aku tidak tahu Anna, aku menyuruhnya datang ke tempat penitipan anak dan dia sudah diantarkan sampai apartemen saat aku selesai bekerja di bar."


Dara tidak pernah tahu jika sebenarnya Lucas tidak pergi ke tempat penitipan anak, Kucas selalu menghabiskan waktu dengan Rayden lalu diantarkan sampai apartemen oleh lelaki itu.


"Dara kita harus ke tempst penitipan anak sekarang juga, tadi Rayden sudah mengancamku, kita harus mengamankan Lucas!"


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...

__ADS_1


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.


__ADS_2