Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
36. Kebahagiaan kecil.


__ADS_3

Sebuah es krim strawberry bertengger di tangan Lucas, kakinya berjalan riang melihat ikan yang hanya dibatasi kaca. Binar matanya nyaris tidak pernah padam, memperhatikan satu demi satu berbagai ikan yang berenang kesana kemari. Sedangkan Rayden hanya mengikuti anak itu dari belakang, membiarkannya berjalan dengan leluasa sesuai tujuan anak itu.


Benar saja pikiran Rayden yang tengah kacau, bisa teralihkan oleh kehadiran Lucas, seolah anak itu memiliki sebuah kekuatan yang bisa mengusir semua itu.


"Paman itu ikan apa?" Lucas menunjuk pada ikan yang lebar dan memiliki ekor panjang.


"Itu namanya ikan pari."


Lucas mengangguk paham, sebelum pandangannya teralih pada seorang anak di sampingnya yang sedang melihat ikan juga. Tetapi ia berada di gendongan ayahnya, sedangkan ibunya setia berjalan di samping mereka dan menunjukkan nama-nama ikan pada sang anak. Cita-cita Lucas adalah memiliki keluarga yang lengkap seperti itu, pergi bersama-sama dengan ayah dan ibunya.


Rayden menyadari tatapan sendu milik Lucas yang terarah pada keluarga bahagia itu.


"Kau ingin datang bersama ayah dan ibumu?"


Lucas menggeleng, "Mommy memang tidak memiliki waktu, tapi Lucas ingin melihat Daddy."


"Memangnya dimana Daddy Lucas?"


"Mommy bilang Daddy tengah bekerja di luar negeri, jika Lucas menjadi anak baik Daddy akan datang. Lucas sudah menjadi anak baik dan tidak pernah menangis, tapi Daddy tidak juga datang."


Rayden mengacak surai anak itu, disadari bahwa anak kecil di depannya ini ternyata sangat kekurangan kasih sayang.


"Lucas ingin bermain dengan Daddy, seperti teman-teman Lucas."


"Bagaimana jika bermain dengan paman? Paman memiliki banyak mainan di rumah."


"Bolehkah?"


"Tentu saja boleh, besok kita bermain di rumah Paman."


"Yeayy!"


***


Sebuah dress dengan bahu terbuka sudah Anna kenakan, meski bahunya terekspos tetapi bentuk tubuhnya tidak begitu nampak karena dress ini memiliki bagian bawah yang besar. Anna sudah siap dengan riasannya yang tidak terlalu berlebihan tetapi ia tetap memakai lipstik merah untuk memberikan kesan sebagai pelakor. Kemarin dengan terpaksa ia harus menyetujui permintaan Albert untuk datang kerumah keluarga Anderson.


"Kau sudah siap?"


Kepala Albert menyembul dari balik pintu, Anna mendengus kesal karenanya. Ia sudah bilang agar Albert menunggu di luar, tetapi lelaki itu malah masuk hingga ke kamarnya.

__ADS_1


"Sudah kubilang jangan masuk!"


"Kau lama sekali Anna," balasnya.


Albert mengeluarkan sebuah kalung dan juga cincin dari balik saku jas nya.


"Pakailah ini!"


Anna menurut, ia mengambil alih kedua benda itu dan langsung memakainya.


Drtt... Drtt...


Ponsel Anna berbunyi, dengan segera ia mengambil ponselnya. Layar telepon menampilkan kontak bernama nyonya Elin, tentu saja Anna mengangkatnya dengan senang.


"Hallo, Nyonya."


"Kau bisa datang sekarang, aku akan memberikan bayaranmu."


"Ah, baik Nyonya saya akan pergi kesana."


Klik!


Anna mematikan ponselnya, dengan segera ia mengambil tasnya dan beralih memandang Albert.


"Kemana?"


"Tentu saja kerumahnya, kau pasti tahu bukan."


Albert tidak menolak, ia melangkahkan kakinya terlebih dahulu menuju mobilnya. Disusul Anna yang berjalan di belakangnya. Albert melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, untuk sampai di tempat nyonya Elin.


"Kau tunggu disini saja!" ucap Anna sebelum melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah nyonya Elin.


Tidak perlu terlalu lama memencet bel karena pintu sudah langsung terbuka tidak lama setelahnya, asisten dari nyonya Elin mempersilahkan Anna untuk masuk. Di ruang tamu ternyata sudah ada nyonya Elin yabg tengah menunggui Anna.


"Bagus sekali, aku menyukai kerjamu Anna." ucap nyonya Elin begitu Anna baru saja duduk.


"Tentu saja Nyonya dan sesuai kesepakatan, bukankah aku harus segera mendapatkan bayaranku?"


Nyonya Elin mengangguk, ia menyerahkan sebuah buku rekeninv pada Anna.

__ADS_1


"Itu berisi uang 500 juta sesuai dengan kesepakatan kita, kau bisa mengambilnya di bank."


Kedua mata Anna berbinar, akhirnya ia mendapatkan uang untuk melunasi seluruh hutangnya. Selanjutnya ia tidak perlu lagi dikejar-kejar hingga diacam akan di apa-apa kan oleh bos rentenir tua itu.


"Terima kasih Nyonya, apakah saya masih bisa bekerja di hotel Nyonya?"


"Bukankah kau sudah mendapatkan Albert, untuk apa kau bekerja lagi?"


Anna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, nyonya Elin tidak mengetahui tentang apa yang terjadi sebenarnya sehingga Albert dan Sarah bercerai sedangkan hotel itu menjadi satu-satunya tempatnya bekerja untuk menghidupi dirinya. Anna akan berusaha untuk bisa mendapatkan pekerjaannya kembali.


"Albert tidak memberiku uang, aku harus bekerja untuk diriku sendiri Nyonya."


"Bekerjalah di tempat lain, kau sudah dilirik media sebagai selingkuhan Albert, jika ketahuan bekerja di hotel ku maka itu akan membuat mereka curiga."


Anna menghela nafas pasrah, "Baiklah Nyonya. Aku permisi."


Selanjutnya Anna melangkahkan kakinya dari rumah megah itu, kembali lagi ke mobil. Albert masih menungguinya di balik kursi kemudi dengan bermain ponsel.


"Lihatlah aku sudah mendapatkan 500 juta, aku tidak akan hidup dikejar hutang lagi!" Anna menyombongkan buku rekening itu di depan Albert.


Tanpa di duga Albert justru mengambil alihnya, lalu menyembunyikan di belakang tubuhnya. Tentu saja Anna terkejut melihat itu.


"Apa yang kau lakukan!"


"Aku akan mengembalikannya nanti."


Anna berusaha merebut buku itu tetapi sayangnya tidaklah berhasil, justru membuat mereka berjarak dekat. Anna langsung memundurkan kembali tubuhnya.


"Apakah kau tidak bisa melihatku tenang sebetar saja? Berhetilah mengacaukanku!"


"Sudah kubilang aku akan mengembalikannya nanti! Sekarang mari kita temui keluargaku dahulu."


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2