Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Gerry POV 4


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


Ku lajukan mobil dengan kencang. Pikiranku melayang entah kemana. Aku benar-benar tidak tau apa yang dipikirkan papa sehingga terus menahanku agar aku tidak bercerai dengan Kirana.


Demi hanya mempertahankan sebuah kekuasaan? Bullshit sekali. Apa aku harus keluar dari keluarga 'Soewirdjo' baru papa mau melihatku. Aku benar-benar tidak tahan. Aku bisa gila jika terus di atur seperti ini. Padahal aku sudah cukup tua untuk di atur-atur.


Dulu aku selalu menurut dengan papa. Tentang siapa yang boleh berteman denganku. Sekolah dimana dan jurusan apa. Bekerja di perusahaan dari bawah tanpa ada yang tau bahwa aku satu-satunya penerus keluarga 'Soewirdjo'. Sampai pada akhirnya aku dijodohkanpun aku tak menolak. Meskipun berakhir dengan menyedihkan.


Tapi untuk kali ini aku tidak akan menyerah. Sudah cukup aku selama ini menyerahkan hidup pada papa. Dan sekarang aku ingin memiliki hidupku sendiri. Meskipun harus keluar dari keluarga 'Soewirdjo' pasti akan ku jalani.


Ku buka pintu rumahku begitu saja. Seorang pembantu menyapaku. Aku berlalu begitu saja menuju kamarku. Ku dapati Kirana sedang berada di depan meja rias di kamar kami.


"Kenapa kamu juga mempersulitku dengan tidak mau bercerai denganku Na?" Cecarku langsung tanpa basa-basi.


Dia menghentikan kegiatannya yang sedang membersihkan wajahnya dengan kapas dan menoleh ke arahku "Kamu hanya milikku, aku ga mau kasih kamu ke orang lain"

__ADS_1


Ku acak rambutku frustasi "Plisss Na... Kita sama-sama tau kita tidak bahagia dengan pernikahan ini. Kenapa tidak kita akhiri saja sampai disini?"


"Aku ga suka milikku di sentuh wanita lain" Ujarnya sambil kembali membersihkan wajahnya.


"Jangan egois Na.." Ucapku lirih hampir putus asa.


"Kamu yang egois Gerr... Menceraikanku demi wanita lain?" Ujarnya masih dengan menghadap cermin.


"Kamu tidak mencintaiku, untuk apa kita mempertahankan pernikahan ini? Lebih baik kamu menikah dengan orang yang kamu cintai dan juga mencintaimu" Aku mulai menghempaskan diri duduk di tepian ranjang.


"Kamu tidak mencintaiku?" Tanyanya yang kini menjulang berdiri di hadapanku. Gaun malam tipisnya melambai-lambai diterpa angin yang berhembus dari jendela yang terbuka.


"Kamu tau sendiri bagaimana perasaanku padamu. Aku sudah berusaha mencintai kamu tapi aku tidak bisa.. Maaf Na.." Ujarku lirih hampir tanpa suara.


Ku lihat kilat di matanya penuh amarah "Kita sudah bersama bahkan sebelum kita menikah kita sudah sering bertemu. Tidak adakah cinta sedikitpun di hatimu untukku Gerr?" Di dorongnya dadaku hingga aku jatuh telentang di atas ranjang.


Kudorong tubuhnya hingga terduduk di sampingku "Dia bukan jalang, jangan menghinanya seakan-akan kamu wanita suci tanpa dosa"


Dia tersenyum sinis "Aku tidak suka kamu membela wanita lain di depanku. Kamu suamiku.. selamanya akan menjadi suamiku. Aku ga akan pernah menceraikan kamu"


"Apa yang kamu inginkan dariku Na? agar kamu bisa melepaskanku?" Tawarku frustasi.


"Tidurlah denganku... maka aku akan memikirkannya lagi" Ujarnya yang mulai mengelus dadaku dan membuka kancing kemejaku.


Ku tahan tangannya yang berada ditubuhku "Maaf Na..."

__ADS_1


Lalu aku bangkit berdiri dan meninggalkannya sendirian di dalam kamar. Ku dengar dia berteriak marah dan memakiku dari dalam kamar yang pintunya setengah terbuka.


Kirana memang sangat cantik. Tapi entah mengapa aku tidak bisa mencintainya. Dari saat aku pertama kali bertemu dengannya saat dia masih SMA. Hingga sekarang.


Ku acak rambutku frustasi. Aku terdiam cukup lama di depan kemudi mobilku. Semuanya tidak berjalan lancar. Aku benar-benar hampir gila dibuatnya.


Aku kembali melajukan mobilku kencang. Membelah jalanan ibu kota yang sedikit lengang karena sudah hampir jam 11 malam. Dan sekarang aku sudah berdiri di depan rumah kontrakan Caramel.


Ku buka pintunya dengan kunci yang di berikan Caramel padaku dulu saat pertama kali dia mengontrak rumah ini. Dia bilang aku bisa menunggunya di dalam rumah ketika dia sedang tidak dirumah.


Ku buka pintu kamar dan melihatnya sedang tertidur pulas. Ku pandangi sebentar wajah lelapnya yang cantik. Aku ikut masuk kedalam selimut dan kupeluk dia dari belakang. Dia terkejut dan menghadap ke arahku.


"Mas..?" Panggilnya dengan suara sedikit parau.


"Hmm.." Jawabku dan kutenggelamkan wajahku di dadanya.


"Ada apa?" Tanyanya khawatir.


Ku hela nafasku pelan dan mendongakkan wajahku menatapnya "Ga ada apa-apa. Ayo tidur"


TBC


Like nya ojo lali yo gaessss...


Komentar juga tak enteni...😅

__ADS_1


Matursuwon uwes mampir..


Matursuwon poin nya yo... 💖💖💖


__ADS_2